Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN DI DESA TUNGGULO SELATAN Adam, Echan; Pratama, Rhamadan Rezki; Supu, Zulkarnain; Laita, Ilham; Kadir, Almiranda Hamsah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program penting pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di pedesaan. Tentu saja program pemberdayaan dibuat untuk bisa menciptakan masyarakat yang memiliki skill/kemampuan yang dapat berguna untuk kedepannya. Metode yang di gunakan adalah penyuluhan. Penyuluhan adalah tindakan atau kegiatan untuk menyampaikan suatu informasi kepada seseorang atau kelompok dengan terencana guna untuk merubah sikap dan perilaku dari sasaran yang di tuju. Sekitar 75% masyarakat yang hadir dalam kegiatan mengajukan pertanyaan kepada pemateri seputar topik penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian. Dapat di simpulkan bahwa penyampaian informasi mengenai penerapan teknologi pengolahan kepada masyarakat Desa Tunggulo Selatan dikatakan berhasil.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Kabupaten Gorontalo Ibrahim, Abdul Muhlis; Boekoesoe, Yuriko; Adam, Echan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Apakah faktor kepemimpinan, motivasi, dan kompetensi mempengaruhi kinerja BUMDes di Kabupaten Gorontalo; dan 2) Faktor apa yang paling berpengaruh atau paling dominan mempengaruhi kinerja BUMDes di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan selama 4 Bulan dari mulai bulan Desember 2022 sampai Maret 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan penedekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner (angket). Pengujian instrument penelitian menggunakan uji instrument, dan uji asumsi klasik. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda yang dibantu dengan software SPSS v.21. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kepemimpinan, motivasi, dan kompetensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja BUMDes. Pada penelitian ini kompetensi merupakan faktor yang paling dominan atau yang paling mempengaruhi kinerja BUMDes di Kabupaten Gorontalo.
Literasi keuangan dan kesejahteraan rumah tangga petani di Gorontalo: Financial literacy and welfare of farmer households in Gorontalo Adam, Echan; Halid, Amir
AGROMIX Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v13i2.2677

Abstract

Introduction: The decline in the Farmer's Exchange Rate index of Gorontalo Province in 2020 (96.93) compared to before four years ago (>100) indicates a decline in farmer welfare. On the other hand, increasing financial literacy is the government's focus on realizing people's welfare. The purpose of this study was to analyze the level of financial literacy of farmer households, as well as its effect on the farmer household welfare in Gorontalo Province. Methods: The sample was selected based on the purposive sampling technique with a total of 120 farmer households. The data analysis technique uses a linear regression model with a dummy variable technique and adds variable social support of the farmer's household in estimating the effect of financial literacy on the farmer's household welfare. Results: The results of this study indicate that financial literacy which consists of variable knowledge of financial institutions and ownership of savings account, has a positive and significant effect on the farmer's household welfare. Farmers who have literacy and access to capital at financial institutions are predicted to be 46.57% more likely to prosper than those who do not. Likewise, farmers who have savings accounts at financial institutions are estimated to be 44.1% more likely to prosper than farmers who do not have savings accounts. The variable of social support of farmer households, such as household heads’ age, number of household members, and number of employed households, also affected the farmer household's welfare in Gorontalo Province. Conclusion: Financial literacy determines the level of welfare of farmer households in Gorontalo Province. Efforts to increase the level of financial literacy of farmers in Gorontalo Province need to be realized in the form of financial education programs in order to support Government programs.
Dampak Penggunaan Keuangan Digital Dan Akses Keuangan Terhadap Pertumbuhan Umkm Talasa, Jihan; adam, echan; Moonti, Agustinus
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.8468

Abstract

The purpose of this research is to find out the use of digital finance and financial access to the growth of MSMEs, the method used in this study is a quantitative method using primary data, distributing questionnaires and then interviewing MSME actors who use digital finance This type of research is explanatory research research which intends to explain the position of the variables being studied and determine the influence of one variable with one variable others by using SEM (Strucural Equation Modeling) PLS (Partial Least Squares) data analysis. This research was conducted in the district of Gorontalo City with a total of 50 respondents who use digital finance. The results of this study show that the use of digital finance affects the growth of MSMEs with sufficient financial access.this shows that the use of digital finance with sufficient financial access can increase the growth of MSMEs in Gorontalo Province.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
PROFIL PETANI SAWAH DI DESA HULAWA KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO Kaina, Melin; Indriani, Ria; Adam, Echan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 2, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.23241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui Profil Petani Padi Sawah di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilakukan di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo pada Bulan Juni sampai dengan Bulan Juli tahun 2023 dengan metode penelitian survey atau wawancara, metode pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis desktiptif. jumlah sampel dalam Penelitian di Desa Hulawa adalah 44 orang petani padi sawah. Hasil penelitian ini menunjukkan Rata-rata umur petani padi sawah di Desa Hulawa Berusia 40-55 tahun, yakni 30 orang pada kategori usia produktif yaitu 53 Tahun, tingkat Pendidikan di Desa Hulawa telah mendapatkan pendidikan paling tinggi yaitu SD, Untuk pengalaman dalam pemeliharaan tanaman memiliki pengalaman antara 8- 14 tahun, dengan Rata-rata memiliki Pengalaman 10 Tahun. Jumlah tanggungan keluarga petani Memiliki Rata-rata yaitu 3 Orang, Luas lahan padi sawah Memiliki Rata-rata 0,5 Ha dari keseluruhan jumlah sampel. jumlah lahan paling banyak adalah milik sendiri 20 orang Petani Responden, Produksi Petani Terbanyak di Desa Hulawa di bedakan dengan Kelompok Tani yaitu Kelompok Tani Karya Bakti Memiliki Jumlah 15 orang Petani Responden dengan Presentase 40% jumlah Produksi 13.205 Kg. Dengan Rata-rata Produksi 809,2 Kg dari keseluruhan jumlah Produksi Petani yang ada di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI DESA MOLANIHU KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Lepi, Arista; Bakari, Yuliana; Adam, Echan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 3, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.24843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani jagung yang menerima program PUAP di Desa Molanihu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dimulai dari bulan juli sampai september 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatory dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner (angket). Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan sistematis untuk menghitung biaya, penerimaan dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Biaya tetap usahatani jagung di Desa Molanihu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo yang terdiri dari biaya sewa lahan, penyusutan alat dan biaya tenaga kerja dalam keluarga, dimana proporsi biaya tetap terkecil yaitu biaya penyusutan alat dan yang paling terbesar yaitu tenaga kerja dalam keluarga. Untuk biaya variabel usahatani jagung di Desa Molanihu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo yaitu lebih dari 50 % dari total biaya variabel usahatani digunakan untuk biaya sewa TKLK sedangkan 50% lainnya digunakan untuk biaya pengadaan benih, pupuk, sewa traktor dan biaya pasca panen. Berdasarkan penerimaan rata-rata usahatani jagung di Desa Molanihu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo sebesar Rp. 45.956.250 dan diperoleh pendapatan rata-rata petani jagung di Desa Molanihu Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo dengan rata rata luas lahan 1.89 hektar yaitu sebesar Rp. 32.867.253 per petani.
Analyzing the Impact of Land Resource Dimension on Konjac (Amorphophallus onchophyllus) Yield and Land Suitability Criteria Using PLS-SEM and Boundary Line Methods In Gorontalo, Indonesia Nurdin, Nurdin; Pembengo, Wawan; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Rahman, Rival; Suparwata, Dewa Oka; Angelia, Ika Okhtora; Azis, Muhammad Arief; Arsyad, Silviana; Dude, Suyono; Zakaria, Fauzan; Bagu, Fitria S.; Apriliani, Silvana; Mokoginta, Meity M.; Pade, Satriawati; Rajib, Md. Mijanur Rahman; Hakiman, Mansor
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4861

Abstract

The current land suitability criteria for konjac are incomplete and fail to consider land dimensions and quality, which influence optimal yield. This research aims to develop criteria for konjac land suitability based on the dimensions, quality, and characteristics of selected land. In Gorontalo Province, Indonesia, 131 land units were surveyed to obtain data on the quality and characteristics. Selection of land dimensions, quality, and characteristics using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). Meanwhile, the optimum yield and distinguished land suitability criteria for konjac plants using the boundary line method. The results indicated that intrinsic and extrinsic dimensions determined the new land suitability criteria. In the intrinsic dimension, land quality was assessed based on root conditions, oxygen availability, nutrient availability, nutrient retention, and sodicity. For the extrinsic dimension, land quality only comprised temperature, water availability, land preparation, and erosion hazard. Land characteristics in the intrinsic dimension consisted of soil drainage, texture, bulk density, particle density, porosity, pH, organic C, CEC, base saturation, total N, available P, and exchangeable K. For the extrinsic dimension, land characteristics included slope, soil erosion, surface rocks, and rock outcrops. The highest optimum yield of konjac was 9.17 t/ha, and the lowest was 6.69 t/ha, respectively.
KERENTANAN PANGAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL KARENA PAPARAN PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN BONE BOLANGO DAN BOLAANG MONGONDOW SELATAN: Vulnerability Of Food And Local Communities Livelihood Regarding The Exposure To Climate Change In Bone Bolango And South Bolaang Mongondow Regency Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Djibran, Moh. Muchlis; Ervandi, Mohamad; Koto, Arthur Gani; Nurdin; Rahman, Rival; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Fatmawati; Gomes, Lucio Marcel
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.632

Abstract

Variabilitas dan perubahan iklim mengakibatkan terjadinya kesenjangan pola penghidupan masyarakat khususnya dalam memproteksi ketersediaan pangan, kesehatan, jejaring sosial, dan bencana alam. Ada banyak hal yang telah direkomendasikan untuk masyarakat lokal, namun memahami pola kehidupannya sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kerentanan penghidupan masyarakat lokal karena paparan perubahan iklim di kawasan Teluk Tomini. Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Sampel penelitian berjumlah 200 orang petani pada klaster komoditi pangan utama (padi dan jagung). Data penelitian dianalisis dengan analisis Livelihood Vulnerability Index-Intergovernmental Panel on Climate Change (LVI-IPCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kerentanan penghidupan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango, dengan nilai indeks LVI 0,343 (rentan) berbanding 0,294 (cukup rentan), yang ditunjukkan dari tingginya nilai indeks sub-komponen bencana alam dan keragaman iklim, kesehatan, pangan, dan sosio-demografi. Demikian juga LVI-IPCC memiliki kerentanan lebih tinggi dengan nilai indeks 0,026 berbanding -0,006 pada eksposur dan kapasitas adaptif; dan indeks ketahanan pangan Kabupaten Bone Bolango lebih tahan dibandingkan dengan Bolaang Mongondow Selatan. Meningkatnya eksposur terkait variabilitas iklim dan bencana alam yang dibarengi dengan menurunnya kapasitas adaptif masyarakat berdampak pada kerentanan pola penghidupan di Bolaang Mongondow Selatan yang terpengaruh paparan perubahan iklim. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas adaptif sangat penting dalam mengurangi kerentanan penghidupan akibat peningkatan eksposur, olehnya pola penghidupan masyarakat lokal perlu terintegrasi strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim setiap daerah di kawasan Teluk Tomini.
PELATIHAN PENENTUAN DOSIS PUPUK OKGANIK SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KELOMPOK TANI MOAWOTA DESA BULOTALANGI KABUPATEN BONE BOLANGO Nurdin, Nurdin,; Rahman, Rival; Adam, Echan; Apriliani, Silvana; Bahi, Iin Veronika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potential for using organic fertilizer as a substitute for inorganic fertilizer is enormous, but many farmers still do not know how to determine site-specific organic fertilizer dosages for horticultural crops. This activity aims to increase farmers' knowledge about determining site-specific organic fertilizer dosages for horticultural crops in the Moawota Farmers Group, Bulotalangi Village, Bone Bolango Regency. The training method used in this activity was with 20 participants who were evaluated before and after the training for their knowledge improvement achievements. The results obtained showed that the training on determining organic fertilizer dosages in general has been able to increase farmers' knowledge by 93% from only 29% before the training. To make the results of this training more effective, it is recommended that intensive mentoring be provided to farmers by both agricultural extension workers and academics until the application of organic fertilizer dosages on horticultural crops and evaluation of their agronomic performance and economic aspects.