Claim Missing Document
Check
Articles

Anxiety and Depression in Adolescents Before and During Covid-19 Rini Nur Diana; Mamnuah; Yekti Satriyandari; Andari Wuri Astuti; Dwi Ernawati
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 2 (2023): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i2.280

Abstract

COVID-19 pandemic affects various group age, one of them in the group teenager as many as 27% of youth experience anxiety, 15% depression During pandemic, 46% youth no motivated for do usual activity they like it, 36% don't motivated for do profession home, and 43% youth woman feel pessimistic regarding his future. Temporary teenager man feel pessimistic that is about 31%. Method study in study this use method quantitative descriptive, with result state internet usage to be predictor depression, anxiety and stress. There is suspension of study and transition to online learning has in a manner significant Upgrade Internet use among teenager of an average of 5.46 hours a day before happened the COVID-19 pandemic to 9.74 hours a day moment the COVID-19 pandemic. Besides that in study [2] get results that the COVID-19 pandemic can exacerbate mental health experienced by adolescents. Specifically enhancement score anxiety 4.39 times more high in adolescents. One the cause is slowdown economy and parental unemployment that can influence parental mental health so that persecute his son, so could Upgrade problem adolescent mental health.
Fine Motor Development In Toddlers Satriyandari, Yekti; Dulasdi, Nur Ain Desta
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The degree of children health reflects the health of the nation because children as the successor to thenation have the ability to be developed in continuing development of the nation. The problem is thatnot all children get through the process of development properly. Their developmental are delayed dueto the lack of parents’ recognition of the danger signs (redflag) in their children development, earlydetection checks or development screening in children, and direct involvement of parents in theirchildren world or stimulation from non-parents. The purpose of this study is to see the development ofchildren aged 1-5 years. This type of quantitative. The sampling technique used in this study was nonprobability sampling method called purposive sampling and was calculated by the number of samplesin this study as 50 people. The analysis was carried out using univariate analysis. The results showedthat the description of motoric development of children aged 1-5 years in the Jowah V Maternal HealthUnit, most of the measurement of children development were normal with fine motor development as94.2% of toddler development who had untestable categories of 3 children with a percentage of 5.8%,Jowah V Maternal Health Unit needs to establish cooperation with health workers / health agenciesfor routine children development checks / DDST II so that mothers of toddlers know about theirchildren development regularly.
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Mazhar, Riri; Satriyandari, Yekti
Avicenna : Journal of Health Research Vol 7, No 1 (2024): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v7i1.1025

Abstract

Holistic Approach: Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition in Stunting Prevention in Early Childhood) Fitriahadi, Enny; Daryanti, Menik Sri; Nuzuliana, Rosmita; Mufdlilahi; Satriyandari, Yekti; Nguyen, Thuy Hong
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.326

Abstract

Stunting can lead to complications such as decreased intelligence and impaired growth, which may further deteriorate development into adulthood. This study aimed to examine the effectiveness of maternal kissing, hugging, and macronutrient intake in the prevention of stunting. A randomized clinical trial was conducted involving 170 mothers with toddlers aged 6 to 60 months who were at risk of stunting in 2024. Participants were randomly assigned to intervention and control groups. In both groups, parenting behaviors involving maternal hugging and kissing were measured using a structured questionnaire, while macronutrient intake, particularly protein-rich intake, was assessed using microtoise and length boards. The results showed a significant improvement in the intervention group compared to the control group (p < 0.001). The incidence of stunting was significantly lower in the intervention group than in the control group (p < 0.001). Additionally, the effectiveness of the Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition (a local playful interaction technique) was statistically significant with a p-value of 0.000 (< 0.05). These findings indicate that maternal kissing, hugging, and adequate macronutrient intake are beneficial strategies in stunting prevention among toddlers. This study contributes to health innovations by promoting a combined approach of affectionate parenting and nutritional support to enhance toddler health and well-being.
Pemanfaatan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting Fitriahadi, Enny; Satriyandari, Yekti; Bimantara, Arif; Prasety, Alfarizi Cahaya; Pratama, Muhammad Yoga; Rawul, Wahyu Aditia; Hakim, Lukmannul; Wasis, Ginanjar
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8318

Abstract

Permasalahan kesehatan pada balita yang sampai saat ini masih diperbincangkan salah satunya adalah stunting. Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 24,4%, pada tahun 2022-2024 turun menjadi 21,6%, dan pemerintah berharap pada tahun 2025 dapat turun di angka 14%. Dampak stunting pada balita menyebabkan kekurangan gizi hingga mendorong adanya penyakit kronis serta menurunnya tingkat kecerdasan anak. Hal tersebut dapat mempengaruhi badan dan otak balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengetahui proses pembudidayaan ketahanan pangan pada ikan lele, dampak ekonomi terhadap ketahanan pangan pada budidaya dan manfaat ikan lele sebagai bentuk upaya pencegahan balita stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan persiapan, sosialisasi, pelatihan dalam pembuatan media dan cara kerja dari budidaya lele. Hasil kegiatan dengan berdirinya ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dapat menjadi sebuah solusi dan dapat menangggulangi persoalan balita stunting. Sebab ikan lele mempunyai kandungan protein yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan mencakup budidaya lele sebagai salah satu upaya untuk mencegah stunting.
Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Gender: Siapa Yang Lebih Rentan Yekti Satriyandari; Nurul Mahmudah; Sinta Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.127

Abstract

Kesehatan mental remaja menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender, di mana remaja perempuan lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja, serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin. Studi cross-sectional dilakukan pada 139 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Godean menggunakan kuesioner skrining gangguan emosional. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan prevalensi gejala gangguan mental yang tinggi, termasuk pikiran untuk mengakhiri hidup (97,1%), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status kesehatan mental (p = 0,968). Meskipun demikian, secara praktis terlihat bahwa remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan emosional dibandingkan laki-laki. Studi ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan mental berbasis sekolah yang mempertimbangkan faktor gender dan pengaruh ekosistem digital. Disarankan adanya peningkatan literasi digital, pelatihan guru, serta dukungan keluarga. Penelitian lanjutan direkomendasikan menggunakan desain longitudinal dan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika jangka panjang.
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Berisiko Di SMAN 1 Mlati Sleman Shivani Nurrahmah Purnady; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.152

Abstract

Latar Belakang : Perilaku seksual berisiko merupakan tingkah lakuyang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan dengan lawanjenis maupun sesama jenis. Contoh bentuk dari tingkah laku ini bisaberupa perasaan tertarik hingga menjalin sebuah hubungan, berciuman dan bersenggama.Perilaku seksual berisiko umumnyadilakukan oleh remaja dan menimbulkan dampak negatif berupakehamilan tidak diinginkan, melahirkan di usia remaja, aborsi dan infeksi menular seksual. Tujuan : penelitian untuk mengetahui hubungan antara peran temansebaya dan karakteristik (Umur, jenis kelamin, Sikap, pacaran dan lama berpacaran, peran orang tua, lingkungan sosial, jenis media sosial, lama bermain media sosial, kelompok teman sebaya sertajumlah orang dalam kelompok teman sebaya) dengan perilakuseksual berisiko pada remaja kelas X di SMAN 1 Mlati Sleman pada tahun 2025. Metode : penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan simple random sampling daripopulasi 143 responden menjadi 106 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat uji rank spearman. Hasil : uji statistic penelitian menunjukan sebagian besar umurresponden 16 tahun 70.8%, dan sebagian besar dari respondenperempuan 73,6%, Sikap yang diambil jika terpapar perilakuseksual berisiko adalah berdasarkan diri sendiri 55,7%, Sebagian dari responden tidak sedang berpacaran 57,5% namun respondenyang sedang berpacaran maupun pernah berpacaran kebanyakandari mereka berpacaran lebih dari 3 Bulan 32.1%, menarche dariresponden perempuan pada umur 12 tahun 38,7% ada komunikasidengan orang tua 97,2%, berinteraksi dengan lingkungan sosial99,1%, Jenis media sosial media audiovisual 60,4%, lama bermainmedia sosial >4 jam dalam sehari 33%, memiliki kelompok temansebaya 92,5%, dengan jumlah orang dalam kelompok lebih dari 5 orang 50,9%. Hubungan peran teman sebaya dengan perilakuseksual berisiko di SMAN 1 Mlati didapatkan hasil terdapathubungan dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran teman sebayadengan perilaku seksual berisiko  
Hubungan Tingkat Pengetahauan Remaja Putri Tentang Keputihan Dengan Perilaku Personal Hygiene Di SMAN 1 Pengasih Kulon Progo Nova Trianadewi; Sholaikhah Sulistyoningtyas; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.290

Abstract

Keputihan merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang keputihan dapat menyebabkan perilaku personal hygiene yang kurang tepat, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Menjaga kebersihan organ reproduksi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit. SMAN 1 Pengasih menjadi lokasi penting karena belum pernah dilakukan penelitian sejenis di sekolah ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keputihan dengan perilaku personal hygiene pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X A-F (149 siswi) SMAN 1 Pengasih Kulon Progo yang berjumlah 66 responden diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner mengadop dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang keputihan dalam kategori cukup (78,8%), sedangkan perilaku personal hygiene paling banyak berada dalam kategori cukup (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene (p = 0,042), dengan kekuatan korelasi lemah (r = -0,251). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Peningkatan edukasi mengenai keputihan dan kebersihan diri sangat diperlukan dalam program kesehatan remaja di sekolah untuk mendorongpembentukan perilaku yang sehat sejak dini.
Hubungan Paparan Pornografi Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Irma Misbahul Jannah; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.296

Abstract

Perilaku seksual adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja yang berkaitan dengan hasrat dan ekspresi seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku ini dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, hingga hubungan seksual. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 21 juta kehamilan pada remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Survei Nasional Kesehatan Republik Indonesia (SKRI) pada 2020-2021 menemukan bahwa 2,4% remaja berusia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di Kota Yogyakarta, kasus kehamilan remaja tersebar merata di empat kabupaten, dengan jumlah kasus tertinggi di Sleman (228 kasus), diikuti Bantul (224 kasus), Gunungkidul (133 kasus), dan Kulonprogo (86 kasus).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan jumlah populasi sebanyak 213 siswa. Sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% menghasilkan 139 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 139 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai paparan dan 9 pertanyaan mengenai perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0.00 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja. 
Co-Authors Agri Yunita Alnodula, Rahma Arif Bimantara Astuti, Andari Wuri Belian Anugrah Estri Brilian Dini MA. Iballa Cesa Septiana Diana, Rini Nur Dita Kristiana Dulasdi, Nur Ain Desta Eliza Putri Endang Koni Suryaningsih, Endang Koni Estri, Belian Anugrah Eugenius Phyowai Ganap Fajarini, Nurbita Fathiyaturrohmah *, Fathiyaturrohmah Fitriahadi, Enny G. Gunawan Hani, Umu Hani, Umu Hariyati, Nena Riski Ike Fitrah Atul Chabibah Irma Misbahul Jannah Julianti, Sinta Lukmannul Hakim Lukmi Wulandari Mamnuah, Mamnuah MARIA BINTANG Martin, Friescha Friecillia Mayasari, Yunita Mazhar, Riri Menik Sri Daryanti, Menik Sri Mufdlilah, Mufdlilah Mufdlilahi Mufdlillah, Mufdlillah Mufreni, Sadr Lufti Mur Oktaviani Nena Riski Hariyati Nesya Aura Rahmadhan Nguyen, Thuy Hong Nova Trianadewi Nur Ain Desta Dulasdi Nurcahyani, Yanindihas Rachma Nurul Mahmudah Oktaviani, Mur Pingky Citra Mahardika Ali Prasety, Alfarizi Cahaya Pratama, Muhammad Yoga Qusrinie, Isnurpratiwi Rahmasari, Putri Rahmasari, Putri Ratri Puspita, Ayu Rawul, Wahyu Aditia Reka Julia Utama Rike Yulianti Rike Yulianti Rini Nur Diana Rini Nur Diana Rosmita Nuzuliana, Rosmita Sharma, Surabhi Shelly Rodliah Rosyad Shivani Nurrahmah Purnady Shivani Nurrahmah Purnady Sholaikhah Sulistyoningtyas Sinta Julianti Sinta Julianti Siti Istiyati Sri Handayani Sri Sulistyawati Sulistyawati, Sri Surabhi Sharma Susi Indriyani Thuy Hong Nguyen Utami, Fitria Siswi Wahyuhidaya, Pratika Wahyuntari, Evi Wasis, Ginanjar Wati, Dian Widya Wulandari, Lukmi Yanindihas Rachma Nurcahyani Yunita Mayasari