Claim Missing Document
Check
Articles

FENOMENA PERGESERAN BUDAYA DENGAN TREND PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA yekti satriyandari
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.386 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.105-114

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan. Yogyakarta memiliki angka yang tinggi kasus pernikahan dini. Adanya pergeseran budaya menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena pergeseran budaya dengan trend pernikahan dini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan data indepht interview. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Populasi adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Godean yang menikah dini usia kurang dari 16 tahun untuk perempuan dan kurang dari 19 untuk laki-laki. Subyek penelitian ini Tenaga kesehatan 1, Petugas KUA 1, Tokoh Masyrakat 1, Orangtua yang  memiliki anak menikah dini 5, dan pasangan yang menikah dini 5.Faktor remaja melakukan pernikahan dini diKecamatan Godean karena kehamilan tidak diinginkan dan saat ini fenomena pernikahan dini karena kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi hal  tabu lagi di masyarakat meskipun itu adalah aib yang seharusnya di tutupi namun karena mengalami pergeseran budaya hal tersebut sudah menjadi fenomena biasa yang ada di masyarakat.Pasangan yang menikah dini kurang memiliki kesiapan fisik, sosial, psikologis dan spiritual. Pasangan yang menikah dini tidak dapat melanjutkan pendidikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang menimbulkan masalah keuangan dalam rumah tangga. Dampak lain kurangnya keharmonisan dalam keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut Puskesmas dan KUA mengadakan program khusus bagi calon penganten yaitu pembinaan pra nikah dan adanya kerjasama lintas sektoral. 
Hubungan berat badan lahir dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita Qusrinie, Isnurpratiwi; Satriyandari, Yekti; Wahyuhidaya, Pratika
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i1.1403

Abstract

Latar Belakang: Stunting merujuk pada persoalan gizi global berdampak pada anak-anak, meningkatkan potensi kematian pada bayi serta anak-anak, membuat mereka lebih rentan pada penyakit, serta menyebabkan pertumbuhan fisik yang tidak optimal saat dewasa. Indonesia, sebagai negara berkembang, mempunyai tingkat stunting yang tinggi, termasuk di DIY, di mana 21% anak-anak terkena dampaknya.Metode: design penelitian ini yaitu case control, menerapkan teknik sampling accidental. Sampelnya terdiri dari 46 ibu balita berumur 12-59 bulan menerapkan perbandingan 1:1. Pengumpulan data dilakukan menerapkan kuesioner, serta analisis data menerapkan uji Chi Square.Hasil:  Dengan nilai p-value 0,003, adanya hubungan yang signifikan antara memberikan ASI secara eksklusif dan terjadinya stunting. Selain itu, p-value senilai 0,001.Kesimpulan: adanya keterhubungan signifikan diantara barat badan lahir dengan terjadinya stunting diderita balita 12-59 bulan pada lingkungan kerja Puskesmas Panjatan II, Kulon Progo.
Hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita Wati, Dian Widya; Satriyandari, Yekti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i1.1408

Abstract

Latar Belakang: Stunting ialah persoalan terkait gizi kronis yang dialami balita, diakibatkan oleh minimnya jumlah gizi yang diterima dalam jangka panjang. Di Indonesia, prevalensi stunting masih berada di atas target yang ditetapkan WHO. Pengetahuan dan pendidikan ibu memainkan peran penting terhadap pencegahan terjadinya stunting. Penelitian 9iini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan Pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita.Metode: penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional berbasis komunitas. Semua ibu yang memiliki anak balita yang berkunjung ke Puskesmas Godean I Yogyakarta menjadi populasi, dengan 94 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan melalui uji statistik chi-square.Hasil:Temuan kajian memperlihatkan Adanya relasi signifikan terhadap pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Godean I Yogyakarta, dengan nilai signifikansi secara berurutan yaitu p = 0,000 (p < 0,05) dan p = 0,094 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting padabalita. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khusunya para ibu, mengenai edukasi dan perilaku pencegahan stunting.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 MLATI Alnodula, Rahma; Satriyandari, Yekti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42174

Abstract

Depresi, kecemasan dan gangguan perilaku merupakan salah satu penyebab utama penyakit dan kecacatan dikalangan remaja. Sedangkan bunuh diri merupakan penyebab kematian keempat pada anak usia 15-29 tahun. Diperkirakan 3,6% anak usia 10-14 tahun dan 4,6% anak usia 15-19 tahun mengalami gangguan kecemasan. Depresi terjadi pada 1,1% remaja berusia 10-14 tahun dan 2,8% pada remaja berusia 15-19 tahun. Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yang ditandai dengan kesulitan memperhatikan, aktivitas berlebihan dan bertindak tanpa memperdulikan konsekuensinya terjadi pada 3,1% anak usia 10-14 tahun dan 2,4% anak usia 15-19 tahun. Gangguan perilaku (meliputi gejala perilaku destruktif atau menantang) terjadi pada 3,6% anak usia 10-14 tahun dan 2,4% anak usia 15-19 tahun. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mlati pada tanggal 12Juni 2024 didapatkan data dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 10 siswa kelas 11, didapatkan hasil 6 siswa (60%) mengalami gangguan kesehatan mental dan 4 siswa (40%) tidak mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bersifat korelasi dengan desain penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk mengamati hubungan antara faktor resiko dengan akibat yang terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan dalam waktu yang bersamaan. Didapatkan bahwa siswa yang peran orang tuanya baik tidak mengalami gangguan sebanyak 20 responden dan yang mengalami gangguan sebanyak 34 responden sedangkan peran orang tua cukup siswa yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 10 responden dan yang mengalami gangguan sebanyak 36 responden. Hasil uji Spearman didapatkan hasil sig.(2-tailed) sebesar 0.002 dimana hasil ini lebih kecil dari 0.005 sehingga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara peran orang tua dengan kesehatan mental anak remaja.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Sidomulyo Yogyakarta Martin, Friescha Friecillia; Yekti Satriyandari
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v1i2.32

Abstract

Stunting is a condition where growth is disturbed in children, namely that the child's height is lower or shorter (stunted) than the age standard. Based on the results of a preliminary study on May 2 2023, it is known that Sidomulyo Village has the highest percentage of stunting rates at the Godean 1 Community Health Center, namely 13.84% with the lowest prevalence of exclusive breastfeeding coverage, namely 76.66%. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta. This type of research uses a case control design with a retrospective approach. The sampling technique used in this research was a purposive sampling technique, namely 26 samples in the case group and 26 samples in the control group with a ratio of 1:1. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis. The research was conducted in December 2023. The majority of children aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta, were not given exclusive breast milk, 28 respondents (53.8%) while 26 children aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta experienced stunting. respondents (50%). The results of statistical tests using chi-square showed a p-value <0.05, which is 0.000 and has a fairly strong correlation with a contingency coefficient value of 0.525. Conclusion : The results of statistical tests show a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in Sidomulyo Village, Yogyakarta. Recommended The village should work together with the Community Health Center and community cadres to reduce the incidence of stunting.
Dilema seksual akseptor KB suntik DMPA: kajian korelasional terhadap fungsi seksual Satriyandari, Yekti; Mahmudah, Nurul
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1462

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang penggunaannya terus meningkat. Namun, penggunaan jangka panjang DMPA dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk gangguan menstruasi, peningkatan berat badan, perubahan mood, penurunan densitas tulang, dan penurunan fungsi seksual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika seksual pada akseptor KB suntik DMPA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan di PMB Sri Wahtini Kalasan. Sampel diperoleh melalui teknik quota sampling dengan jumlah 44 responden. Kriteria inklusi: akseptor KB suntik DMPA minimal 1 tahun, tidak memiliki penyakit kronis, memiliki suami, dan tinggal serumah. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, lama menikah, lama penggunaan KB, serta problematika seksual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis data dengan Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia >30 tahun, dan sebanyak 34 responden mengalami disfungsi seksual. Namun secara umum, tidak ditemukan masalah seksual yang signifikan pada akseptor KB suntik DMPA. Kesimpulan: Penggunaan KB DMPA perlu dipertimbangkan ulang pada ibu dengan risiko gangguan seksual. Pemilihan alat kontrasepsi alternatif dapat membantu mengurangi potensi dampak negatif terhadap fungsi seksual
Breastfeeding as a Natural Therapy for Anxiety: A Study of Heart Rate Variability in Breastfeeding Mothers Satriyandari, Yekti; Mufdlilah; Enny Fitriahadi
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 02 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.00966

Abstract

Perinatal mental health issues, particularly postpartum anxiety, are a global concern with significant impacts on maternal well-being and child development. Heart Rate Variability (HRV), reflecting autonomic nervous system balance, is a useful indicator of stress and anxiety. Breastfeeding is known to enhance HRV and reduce anxiety via oxytocin release. This study aimed to assess the effectiveness of breastfeeding using an oxytocin carrier in reducing anxiety among breastfeeding mothers, measured through HRV. A quasi-experimental, cross-sectional design was used, involving 120 breastfeeding mothers purposively sampled from communities in the Special Region of Yogyakarta. The intervention involved applying an oxytocin carrier for 15–20 minutes, twice daily for three days. HRV and anxiety levels were measured pre- and post-intervention using standard laboratory instruments and validated questionnaires. Results showed a significant effect (p = 0.000 < 0.05), indicating that breastfeeding interventions with an oxytocin carrier effectively reduced maternal anxiety and improved HRV in both mothers and infants. This approach supports maternal mental health, breastfeeding success, and strengthens the physiological bond between mother and infant. It is recommended to integrate breastfeeding education highlighting its benefits for autonomic balance, anxiety reduction, and overall maternal-infant well-being.
Pentingnya Kesehatan Seksual Dalam Penanganan Bencana Perspektif Dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Yekti Satriyandari; Siti Istiyati; Cesa Septiana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.425

Abstract

Latar Belakang: Situasi bencana sering kali menempatkan kesehatan seksual sebagai isu yang terabaikan, padahal kebutuhan seksual tetap ada bahkan dalam kondisi darurat. Ketiadaan ruang privat, stres psikologis, dan tekanan sosial dalam pengungsian dapat meningkatkan risiko disfungsi seksual pada perempuan, terutama yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti suntik DMPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika seksual perempuan pengguna KB hormonal dalam situasi bencana serta menyoroti pentingnya dukungan psikososial dalam penanganannya. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 27 responden perempuan pengguna KB hormonal di wilayah terdampak bencana, dengan analisis tematik untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil: Mayoritas responden mengalami disfungsi seksual yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal dan tekanan psikososial akibat bencana. Aktivitas seksual tetap dianggap penting sebagai mekanisme coping dan penguat relasi pasangan. Ketiadaan ruang privat menjadi hambatan utama, sehingga muncul aspirasi kuat untuk menyediakan "bilik mesra" di pengungsian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan yang inklusif. Kesimpulan: Kesehatan seksual merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam respon bencana. Pendekatan penanggulangan bencana yang berperspektif gender dan memperhatikan kebutuhan seksual dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial penyintas, serta mencegah kekerasan berbasis gender.
PELATIHAN BUNDA PENGASUH DETEKSI TUMBUH KEMBANG (BUSUH BIDEK TUMBANG) DI DAYCARE UNISA Estri, Belian Anugrah; Satriyandari, Yekti
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 5 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i5.1822

Abstract

Childcare at daycare plays an essential role in supporting children’s growth and development, especially when parents have limited time. However, many caregivers still lack comprehensive knowledge of early detection of child development. This community service aimed to improve the knowledge and skills of caregivers at UNISA Daycare in conducting early detection using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). The methods included coordination, training, and developmental screening of 15 children. Results showed that all children had normal KPSP scores, although two had body weight below their age standard. Caregivers actively participated in the training and were able to conduct screening independently. This program highlights the importance of early detection in preventing developmental delays and is expected to be sustainably implemented at UNISA Daycare
Efektivitas pijatan oksitosin terhadap peningkatan kadar oksitosin pada ibu menyusui Satriyandari, Yekti; Mufdlilah, Mufdlilah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bpme1715

Abstract

Latar Belakang: Produksi air susu ibu (ASI) sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang merangsang refleks let-down. Namun, stres, nyeri, dan trauma dapat menurunkan kadar oksitosin, sehingga menghambat laktasi dini. Sebaliknya, pijatan oksitosin terbukti secara fisiologis meningkatkan kadar hormon oksitosin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pijatan oksitosin manual di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre test posttest only control group. Sebanyak 60 ibu menyusui hari ke-3 hingga ke-5 dipilih secara purposive dan mendapatkan intervensi pijat oksitosin manual selama 15 menit. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan Rata-rata kadar oksitosin meningkat dari 76 menjadi 93 (p = 0,000). Sebagian besar responden juga menunjukkan profil pendukung menyusui yang baik, seperti usia tidak berisiko (93,3%), multipara (56,7%), dan riwayat IMD (66,7%). Faktor psikologis ibu seperti stres dan kecemasan juga turut memengaruhi efektivitas intervensi.Kesimpulan: Pijatan oksitosin manual terbukti secara signifikan meningkatkan kadar oksitosin pada ibu menyusui. Penerapan pijat oksitosin rutin disarankan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu pasca-sectio caesarea.