Claim Missing Document
Check
Articles

HAMBATAN PELAKSANAAN SKRINING GESTATIONAL DIABETES MELLITUS (GDM) DI KOTA YOGYAKARTA Fajarini, Nurbita; Mufdlillah, Mufdlillah; Satriyandari, Yekti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i1.991

Abstract

HUBUNGAN RIWAYAT ABORTUS DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Ratri Puspita, Ayu; Satriyandari, Yekti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i1.989

Abstract

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kecemasan Yang Dialami Oleh Remaja Rini Nur Diana; Yekti Satriyandari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.447

Abstract

Latar Belakang: Munculnya wabah  kasus pandemic global covid-19 telah mengguncang dunia.   Terjadinya virus covid- 19 ini membuat masyarakat menjadi lebih mudah panik, was-was, cemas dan sampai menimbulkan stress termasuk pada kalangan remaja.  Kecemasan dialami oleh remaja sebab usia remaja masih sangat labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Kecemasan yang berlebihan dapat mempengaruhi kejernihan dalam berpikir dan daya ingat belajar. Tujuan Review: Untuk mereview evidence terkait Dampak Pandemic Covid-19 Terhadap Kecemasan Yang Dialami Oleh Remaja. Metode: Penelitian ini merupakan  scoping review yang  menggunakan framework PEO yaitu mengidentifikasi artikel yang relevan dengan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian artikel melalui database yang relevan yaitu Pubmed, Science Direct, dan Wiley, mencari Grey Literatur melalui search Engine yaitu Google Scholar, seleksi artikel dengan Prisma Flow chart yang digunakan untuk mengembangkan alur pencarian artikel, selanjutnya melakukan Critical Appraisal untuk menilai kualitas dari tiap artikel, melakukan data charting, menyusun, meringkas dan melaporkan hasil. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 9 artikel. Semua artikel termasuk dalam grade A. Metode yang digunakan dalam 9 artikel menggunakan cross sectional. Didapatkan 3 tema yaitu prevalensi kecemasan yang terjadi pada remaja selama pandemic covid-19, faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan yang terjadi pada remaja selama pandemic covid-19, stategi yang dilakukan remaja untuk mengatasi kecemasan yang terjadi selama pandemic covid-19.Kesimpulan: Wabah covid-19 sangat berdampak pada psikologis remaja dan memerlukan perhatian dari pihak yang berwenang dalam mengatasi situasi kecemasan ini. Persepsi tentang wabah covid-19 juga dapat berperan besar dalam dampak psikologis remaja.
PREVENTION OF MOTHER-TO-CHILD TRANSMISSION PADA IBU HAMIL DENGAN HIV-AIDS Reka Julia Utama; Yekti Satriyandari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.452

Abstract

Latar Belakang: kasus anak dengan HIV di Indonesia 90% desebabkan karena penularan dari ibu pada saat hamil, dan bersalin. Penularan HIV ke bayi pada dasarnya dapat dicegah melalui program PMTCT (prevention of mother-to-child trasmision) yang merupakan salah satu program pemerintah. Namun karena siqma masyarakat, dukungan pasangan yang tidak optimal, serta pertolongan persalinan yang tidak semestinya dilakukan pada ibu yang HIV positif, sehingga kondisi ini dapat menyumbangkan angka HIV yang lebih banyak.Tujuan Review: untuk mereview evidence terkait PMTCT.Metode: Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey & O'Malley yang yang mana terdiri dari lima tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan scoping review dengan framework PEO, kemudian mengidentifikasi artikel yang relevan dengan menentukan kriteria inklusi dan eksklusi; selanjutnya melakukan mencari literatur melalui database yang relevan, yaitu Pubmed, Science Direct, Wiley,  mencari Grey Literatur melalui Search Engine yaitu  Google Scholar. seleksi artikel dengan prisma flow  chart  yang digunakan untuk  menggambarkan alur pencarian artikel; selanjutnya melakukan Critical Appraisal untuk menilai kualitas dari tiap-tiap artikel; melakukan data charting; menyusun, merinkas dan melaporkan hasil.Hasil: Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 9 artikel. Yang terdiri 7 artikel dengan grade A dan 2 artikel dengan grade B. Terkait dengan metode 6 artikel menggunakan cross sectional, 1 artikel menggunkan MixMetho, 2 artikel retrospective study. Didapatkan 3 tema yang di antarannya: pelaksanaan PMTCT, tantangan dalam pelaksanaan program PMTCT, dukungan dalam melakukan PMTCT. Dari 9 artikel yang didapatkan rata-rata dilakukan dinegara berkembang dan sedikit penelitian yang dilakukan dinegara maju.Simpulan: Hasil penelitian yang dilakukan dinegara maju maupun dinegara berkembang masih mengalami banyak kesulitan untuk mengakses program PMTCT, budaya, pendidikan, serta dukungan pasangan juga mempengaruhi terhadap keberhasilan program PMTCT. Persalinanyan disarankan pada ibu yang HIV positif yaitu secra SC (section cesarean) . Gep yang didapatkan penelitian masih banyak dilakukan dinegara berkembang dan hanya sedikit dilakukan dinegara maju.
FENOMENA PERGESERAN BUDAYA DENGAN TREND PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA yekti satriyandari
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.386 KB) | DOI: 10.26714/jk.8.2.2019.105-114

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan. Yogyakarta memiliki angka yang tinggi kasus pernikahan dini. Adanya pergeseran budaya menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena pergeseran budaya dengan trend pernikahan dini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan data indepht interview. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Populasi adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Godean yang menikah dini usia kurang dari 16 tahun untuk perempuan dan kurang dari 19 untuk laki-laki. Subyek penelitian ini Tenaga kesehatan 1, Petugas KUA 1, Tokoh Masyrakat 1, Orangtua yang  memiliki anak menikah dini 5, dan pasangan yang menikah dini 5.Faktor remaja melakukan pernikahan dini diKecamatan Godean karena kehamilan tidak diinginkan dan saat ini fenomena pernikahan dini karena kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi hal  tabu lagi di masyarakat meskipun itu adalah aib yang seharusnya di tutupi namun karena mengalami pergeseran budaya hal tersebut sudah menjadi fenomena biasa yang ada di masyarakat.Pasangan yang menikah dini kurang memiliki kesiapan fisik, sosial, psikologis dan spiritual. Pasangan yang menikah dini tidak dapat melanjutkan pendidikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang menimbulkan masalah keuangan dalam rumah tangga. Dampak lain kurangnya keharmonisan dalam keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut Puskesmas dan KUA mengadakan program khusus bagi calon penganten yaitu pembinaan pra nikah dan adanya kerjasama lintas sektoral. 
Hubungan berat badan lahir dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita Qusrinie, Isnurpratiwi; Satriyandari, Yekti; Wahyuhidaya, Pratika
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i1.1403

Abstract

Latar Belakang: Stunting merujuk pada persoalan gizi global berdampak pada anak-anak, meningkatkan potensi kematian pada bayi serta anak-anak, membuat mereka lebih rentan pada penyakit, serta menyebabkan pertumbuhan fisik yang tidak optimal saat dewasa. Indonesia, sebagai negara berkembang, mempunyai tingkat stunting yang tinggi, termasuk di DIY, di mana 21% anak-anak terkena dampaknya.Metode: design penelitian ini yaitu case control, menerapkan teknik sampling accidental. Sampelnya terdiri dari 46 ibu balita berumur 12-59 bulan menerapkan perbandingan 1:1. Pengumpulan data dilakukan menerapkan kuesioner, serta analisis data menerapkan uji Chi Square.Hasil:  Dengan nilai p-value 0,003, adanya hubungan yang signifikan antara memberikan ASI secara eksklusif dan terjadinya stunting. Selain itu, p-value senilai 0,001.Kesimpulan: adanya keterhubungan signifikan diantara barat badan lahir dengan terjadinya stunting diderita balita 12-59 bulan pada lingkungan kerja Puskesmas Panjatan II, Kulon Progo.
Hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita Wati, Dian Widya; Satriyandari, Yekti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i1.1408

Abstract

Latar Belakang: Stunting ialah persoalan terkait gizi kronis yang dialami balita, diakibatkan oleh minimnya jumlah gizi yang diterima dalam jangka panjang. Di Indonesia, prevalensi stunting masih berada di atas target yang ditetapkan WHO. Pengetahuan dan pendidikan ibu memainkan peran penting terhadap pencegahan terjadinya stunting. Penelitian 9iini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan Pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita.Metode: penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional berbasis komunitas. Semua ibu yang memiliki anak balita yang berkunjung ke Puskesmas Godean I Yogyakarta menjadi populasi, dengan 94 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan melalui uji statistik chi-square.Hasil:Temuan kajian memperlihatkan Adanya relasi signifikan terhadap pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Godean I Yogyakarta, dengan nilai signifikansi secara berurutan yaitu p = 0,000 (p < 0,05) dan p = 0,094 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting padabalita. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khusunya para ibu, mengenai edukasi dan perilaku pencegahan stunting.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 MLATI Alnodula, Rahma; Satriyandari, Yekti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42174

Abstract

Depresi, kecemasan dan gangguan perilaku merupakan salah satu penyebab utama penyakit dan kecacatan dikalangan remaja. Sedangkan bunuh diri merupakan penyebab kematian keempat pada anak usia 15-29 tahun. Diperkirakan 3,6% anak usia 10-14 tahun dan 4,6% anak usia 15-19 tahun mengalami gangguan kecemasan. Depresi terjadi pada 1,1% remaja berusia 10-14 tahun dan 2,8% pada remaja berusia 15-19 tahun. Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yang ditandai dengan kesulitan memperhatikan, aktivitas berlebihan dan bertindak tanpa memperdulikan konsekuensinya terjadi pada 3,1% anak usia 10-14 tahun dan 2,4% anak usia 15-19 tahun. Gangguan perilaku (meliputi gejala perilaku destruktif atau menantang) terjadi pada 3,6% anak usia 10-14 tahun dan 2,4% anak usia 15-19 tahun. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mlati pada tanggal 12Juni 2024 didapatkan data dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 10 siswa kelas 11, didapatkan hasil 6 siswa (60%) mengalami gangguan kesehatan mental dan 4 siswa (40%) tidak mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bersifat korelasi dengan desain penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk mengamati hubungan antara faktor resiko dengan akibat yang terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan dalam waktu yang bersamaan. Didapatkan bahwa siswa yang peran orang tuanya baik tidak mengalami gangguan sebanyak 20 responden dan yang mengalami gangguan sebanyak 34 responden sedangkan peran orang tua cukup siswa yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 10 responden dan yang mengalami gangguan sebanyak 36 responden. Hasil uji Spearman didapatkan hasil sig.(2-tailed) sebesar 0.002 dimana hasil ini lebih kecil dari 0.005 sehingga didapatkan bahwa terdapat hubungan antara peran orang tua dengan kesehatan mental anak remaja.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Sidomulyo Yogyakarta Martin, Friescha Friecillia; Yekti Satriyandari
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v1i2.32

Abstract

Stunting is a condition where growth is disturbed in children, namely that the child's height is lower or shorter (stunted) than the age standard. Based on the results of a preliminary study on May 2 2023, it is known that Sidomulyo Village has the highest percentage of stunting rates at the Godean 1 Community Health Center, namely 13.84% with the lowest prevalence of exclusive breastfeeding coverage, namely 76.66%. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta. This type of research uses a case control design with a retrospective approach. The sampling technique used in this research was a purposive sampling technique, namely 26 samples in the case group and 26 samples in the control group with a ratio of 1:1. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis. The research was conducted in December 2023. The majority of children aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta, were not given exclusive breast milk, 28 respondents (53.8%) while 26 children aged 24-59 months in Sidomulyo Village, Yogyakarta experienced stunting. respondents (50%). The results of statistical tests using chi-square showed a p-value <0.05, which is 0.000 and has a fairly strong correlation with a contingency coefficient value of 0.525. Conclusion : The results of statistical tests show a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in Sidomulyo Village, Yogyakarta. Recommended The village should work together with the Community Health Center and community cadres to reduce the incidence of stunting.
Dilema seksual akseptor KB suntik DMPA: kajian korelasional terhadap fungsi seksual Satriyandari, Yekti; Mahmudah, Nurul
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 2 (2025): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i2.1462

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang penggunaannya terus meningkat. Namun, penggunaan jangka panjang DMPA dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk gangguan menstruasi, peningkatan berat badan, perubahan mood, penurunan densitas tulang, dan penurunan fungsi seksual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika seksual pada akseptor KB suntik DMPA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan di PMB Sri Wahtini Kalasan. Sampel diperoleh melalui teknik quota sampling dengan jumlah 44 responden. Kriteria inklusi: akseptor KB suntik DMPA minimal 1 tahun, tidak memiliki penyakit kronis, memiliki suami, dan tinggal serumah. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, lama menikah, lama penggunaan KB, serta problematika seksual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis data dengan Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia >30 tahun, dan sebanyak 34 responden mengalami disfungsi seksual. Namun secara umum, tidak ditemukan masalah seksual yang signifikan pada akseptor KB suntik DMPA. Kesimpulan: Penggunaan KB DMPA perlu dipertimbangkan ulang pada ibu dengan risiko gangguan seksual. Pemilihan alat kontrasepsi alternatif dapat membantu mengurangi potensi dampak negatif terhadap fungsi seksual