Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Gender: Siapa Yang Lebih Rentan Yekti Satriyandari; Nurul Mahmudah; Sinta Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.127

Abstract

Kesehatan mental remaja menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender, di mana remaja perempuan lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja, serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin. Studi cross-sectional dilakukan pada 139 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Godean menggunakan kuesioner skrining gangguan emosional. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan prevalensi gejala gangguan mental yang tinggi, termasuk pikiran untuk mengakhiri hidup (97,1%), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status kesehatan mental (p = 0,968). Meskipun demikian, secara praktis terlihat bahwa remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan emosional dibandingkan laki-laki. Studi ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan mental berbasis sekolah yang mempertimbangkan faktor gender dan pengaruh ekosistem digital. Disarankan adanya peningkatan literasi digital, pelatihan guru, serta dukungan keluarga. Penelitian lanjutan direkomendasikan menggunakan desain longitudinal dan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika jangka panjang.
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Berisiko Di SMAN 1 Mlati Sleman Shivani Nurrahmah Purnady; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.152

Abstract

Latar Belakang : Perilaku seksual berisiko merupakan tingkah lakuyang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan dengan lawanjenis maupun sesama jenis. Contoh bentuk dari tingkah laku ini bisaberupa perasaan tertarik hingga menjalin sebuah hubungan, berciuman dan bersenggama.Perilaku seksual berisiko umumnyadilakukan oleh remaja dan menimbulkan dampak negatif berupakehamilan tidak diinginkan, melahirkan di usia remaja, aborsi dan infeksi menular seksual. Tujuan : penelitian untuk mengetahui hubungan antara peran temansebaya dan karakteristik (Umur, jenis kelamin, Sikap, pacaran dan lama berpacaran, peran orang tua, lingkungan sosial, jenis media sosial, lama bermain media sosial, kelompok teman sebaya sertajumlah orang dalam kelompok teman sebaya) dengan perilakuseksual berisiko pada remaja kelas X di SMAN 1 Mlati Sleman pada tahun 2025. Metode : penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan simple random sampling daripopulasi 143 responden menjadi 106 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat uji rank spearman. Hasil : uji statistic penelitian menunjukan sebagian besar umurresponden 16 tahun 70.8%, dan sebagian besar dari respondenperempuan 73,6%, Sikap yang diambil jika terpapar perilakuseksual berisiko adalah berdasarkan diri sendiri 55,7%, Sebagian dari responden tidak sedang berpacaran 57,5% namun respondenyang sedang berpacaran maupun pernah berpacaran kebanyakandari mereka berpacaran lebih dari 3 Bulan 32.1%, menarche dariresponden perempuan pada umur 12 tahun 38,7% ada komunikasidengan orang tua 97,2%, berinteraksi dengan lingkungan sosial99,1%, Jenis media sosial media audiovisual 60,4%, lama bermainmedia sosial >4 jam dalam sehari 33%, memiliki kelompok temansebaya 92,5%, dengan jumlah orang dalam kelompok lebih dari 5 orang 50,9%. Hubungan peran teman sebaya dengan perilakuseksual berisiko di SMAN 1 Mlati didapatkan hasil terdapathubungan dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran teman sebayadengan perilaku seksual berisiko  
Hubungan Tingkat Pengetahauan Remaja Putri Tentang Keputihan Dengan Perilaku Personal Hygiene Di SMAN 1 Pengasih Kulon Progo Nova Trianadewi; Sholaikhah Sulistyoningtyas; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.290

Abstract

Keputihan merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang keputihan dapat menyebabkan perilaku personal hygiene yang kurang tepat, sehingga meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Menjaga kebersihan organ reproduksi merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit. SMAN 1 Pengasih menjadi lokasi penting karena belum pernah dilakukan penelitian sejenis di sekolah ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keputihan dengan perilaku personal hygiene pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X A-F (149 siswi) SMAN 1 Pengasih Kulon Progo yang berjumlah 66 responden diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner mengadop dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang keputihan dalam kategori cukup (78,8%), sedangkan perilaku personal hygiene paling banyak berada dalam kategori cukup (51,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene (p = 0,042), dengan kekuatan korelasi lemah (r = -0,251). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Peningkatan edukasi mengenai keputihan dan kebersihan diri sangat diperlukan dalam program kesehatan remaja di sekolah untuk mendorongpembentukan perilaku yang sehat sejak dini.
Hubungan Paparan Pornografi Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Irma Misbahul Jannah; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.296

Abstract

Perilaku seksual adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja yang berkaitan dengan hasrat dan ekspresi seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku ini dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, hingga hubungan seksual. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 21 juta kehamilan pada remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Survei Nasional Kesehatan Republik Indonesia (SKRI) pada 2020-2021 menemukan bahwa 2,4% remaja berusia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di Kota Yogyakarta, kasus kehamilan remaja tersebar merata di empat kabupaten, dengan jumlah kasus tertinggi di Sleman (228 kasus), diikuti Bantul (224 kasus), Gunungkidul (133 kasus), dan Kulonprogo (86 kasus).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan jumlah populasi sebanyak 213 siswa. Sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% menghasilkan 139 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 139 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai paparan dan 9 pertanyaan mengenai perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0.00 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja. 
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Emosional Pada Anak Usia Preschool Di TK Pertiwi Tampingan Tegalrejo Magelang Susi Indriyani; Yekti Satriyandari; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.320

Abstract

Emosional merupakan aspek psikologis individu, yang menjadi dasar dalam memahami emosional anak secara lengkap, bagaimana emosi mampu meningkatkan prestasi, kinerja atau menggapai kesuksesan dalam hidup dan bagaimana emosi dapat dikelola menjadi emosi yang cerdas. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 9,6% anak di Indonesia mengalami gangguan mental-emosional, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari adanya masalah kesehatan mental pada anak, meskipun masih banyak yang belum mengetahui detail tentang jenis dan dampak gangguan tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak usia prasekolah diantaranya keluarga, lingkungan, perbedaan usia, dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) seperti penggunaan gadget. Untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak usia preschool. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi Tampingan Tegalrejo Magelang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tenik total sampling, sampel berjumlah 67 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. instrument penelitian ini menggunakan Kuisioner SDQ. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rho menunjukkan nilai (ρ=0,023) (ρ<0.05) yang menunjukkan adanya hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional (skala kekuatan) pada anak usia preschool. pada skala kesulitan menunjukkan nilai (р=0,000) (р<0.05) yang menunjukkan adanya hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional (skala kesulitan) pada anak usia preschool. Terdapat hubungan yang signifikan terhadap penggunaan gadget dan perkembangan emosi anak usia prasekolah.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kecemasan Yang Dialami Oleh Remaja Diana, Rini Nur; Satriyandari, Yekti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.447

Abstract

Latar Belakang: Munculnya wabah  kasus pandemic global covid-19 telah mengguncang dunia.   Terjadinya virus covid- 19 ini membuat masyarakat menjadi lebih mudah panik, was-was, cemas dan sampai menimbulkan stress termasuk pada kalangan remaja.  Kecemasan dialami oleh remaja sebab usia remaja masih sangat labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Kecemasan yang berlebihan dapat mempengaruhi kejernihan dalam berpikir dan daya ingat belajar. Tujuan Review: Untuk mereview evidence terkait Dampak Pandemic Covid-19 Terhadap Kecemasan Yang Dialami Oleh Remaja. Metode: Penelitian ini merupakan  scoping review yang  menggunakan framework PEO yaitu mengidentifikasi artikel yang relevan dengan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian artikel melalui database yang relevan yaitu Pubmed, Science Direct, dan Wiley, mencari Grey Literatur melalui search Engine yaitu Google Scholar, seleksi artikel dengan Prisma Flow chart yang digunakan untuk mengembangkan alur pencarian artikel, selanjutnya melakukan Critical Appraisal untuk menilai kualitas dari tiap artikel, melakukan data charting, menyusun, meringkas dan melaporkan hasil. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 9 artikel. Semua artikel termasuk dalam grade A. Metode yang digunakan dalam 9 artikel menggunakan cross sectional. Didapatkan 3 tema yaitu prevalensi kecemasan yang terjadi pada remaja selama pandemic covid-19, faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan yang terjadi pada remaja selama pandemic covid-19, stategi yang dilakukan remaja untuk mengatasi kecemasan yang terjadi selama pandemic covid-19.Kesimpulan: Wabah covid-19 sangat berdampak pada psikologis remaja dan memerlukan perhatian dari pihak yang berwenang dalam mengatasi situasi kecemasan ini. Persepsi tentang wabah covid-19 juga dapat berperan besar dalam dampak psikologis remaja.
PREVENTION OF MOTHER-TO-CHILD TRANSMISSION PADA IBU HAMIL DENGAN HIV-AIDS Utama, Reka Julia; Satriyandari, Yekti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.452

Abstract

Latar Belakang: kasus anak dengan HIV di Indonesia 90% desebabkan karena penularan dari ibu pada saat hamil, dan bersalin. Penularan HIV ke bayi pada dasarnya dapat dicegah melalui program PMTCT (prevention of mother-to-child trasmision) yang merupakan salah satu program pemerintah. Namun karena siqma masyarakat, dukungan pasangan yang tidak optimal, serta pertolongan persalinan yang tidak semestinya dilakukan pada ibu yang HIV positif, sehingga kondisi ini dapat menyumbangkan angka HIV yang lebih banyak.Tujuan Review: untuk mereview evidence terkait PMTCT.Metode: Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey & O'Malley yang yang mana terdiri dari lima tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan scoping review dengan framework PEO, kemudian mengidentifikasi artikel yang relevan dengan menentukan kriteria inklusi dan eksklusi; selanjutnya melakukan mencari literatur melalui database yang relevan, yaitu Pubmed, Science Direct, Wiley,  mencari Grey Literatur melalui Search Engine yaitu  Google Scholar. seleksi artikel dengan prisma flow  chart  yang digunakan untuk  menggambarkan alur pencarian artikel; selanjutnya melakukan Critical Appraisal untuk menilai kualitas dari tiap-tiap artikel; melakukan data charting; menyusun, merinkas dan melaporkan hasil.Hasil: Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 9 artikel. Yang terdiri 7 artikel dengan grade A dan 2 artikel dengan grade B. Terkait dengan metode 6 artikel menggunakan cross sectional, 1 artikel menggunkan MixMetho, 2 artikel retrospective study. Didapatkan 3 tema yang di antarannya: pelaksanaan PMTCT, tantangan dalam pelaksanaan program PMTCT, dukungan dalam melakukan PMTCT. Dari 9 artikel yang didapatkan rata-rata dilakukan dinegara berkembang dan sedikit penelitian yang dilakukan dinegara maju.Simpulan: Hasil penelitian yang dilakukan dinegara maju maupun dinegara berkembang masih mengalami banyak kesulitan untuk mengakses program PMTCT, budaya, pendidikan, serta dukungan pasangan juga mempengaruhi terhadap keberhasilan program PMTCT. Persalinanyan disarankan pada ibu yang HIV positif yaitu secra SC (section cesarean) . Gep yang didapatkan penelitian masih banyak dilakukan dinegara berkembang dan hanya sedikit dilakukan dinegara maju.
Hubungan Dampak Media Sosial terhadap Kejadian Menarche Dini pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Yogyakarta Pingky Citra Mahardika Ali; Yekti Satriyandari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7431

Abstract

Early menarche is defined as the onset of first menstruation before the age of 12 years and is increasingly observed among adolescent girls. Early menarche may lead to various adverse physical and psychological health outcomes later in life. One factor suspected to contribute to the occurrence of early menarche is exposure to social media. This study aimed to determine the relationship between social media exposure and the occurrence of early menarche among adolescent girls. This study employed an observational analytic method with a cross-sectional approach. The population consisted of all eighth-grade female students at SMP Negeri (State Junior High School) 1 Yogyakarta, totaling 132 students, with a sample of 57 students selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-square test (Fisher’s Exact Test). The results of the Chi-square analysis yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05) and a Phi (φ) coefficient of 0.456, indicating a statistically significant relationship with a moderate level of association between the impact of social media and the occurrence of early menarche. In conclusion, there is a significant relationship between the impact of social media exposure and the incidence of early menarche among female adolescents at SMP Negeri 1 Yogyakarta.