Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KAJI ULANG BENDUNG TETAP CIPAAS (STUDI KASUS DESA BUNIHARA KECAMATAN ANYER) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1530.653 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1259

Abstract

Bendung adalah bangunan melintang sungai yang berfungsi meninggikan elevasi muka air agar bisa diambil dan dialirkan kesaluran lewat bangunan pengambilan. Bendung Tetap di Kabupaten Serang di Kecamatan Anyer Desa Bunihara merupakan Sungai Cipaas untuk mensuplai air baku terutama untukmanfaat dari sektor pertanian dengan luas areal sawah 350 Ha. Daerah aliran Sungai Cipaas (DAS) pada Bendung tersebut sudah tidak relevan pada saat perencanaan awal, Sehingga perlu dikaji ulang dengan cara menganalisis stabilitas Bendung Tetap Cipaas dengan menggunkan debit banjir periode lima puluh tahun (Q50), dengan luas DAS 49,70 km2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah stabilitas Bendung Tetap Cipaas aman terhadap gaya-gaya yang bekerja dengan (Q).Penelitian ini menggunaakan data sekunder berupa data curah hujan harian selama 10 tahun dari 350 stasiun. Gaya-gaya yang diperhitungkan adalah gaya berat sendiri, gaya gempa, gaya angkat, gaya berat air, tekanan air dan analisis stabilitas bendung yang diperhitungkan adalah gradient hidrolik, eksentrisitas, daya dukung tanah, gaya guling dan gaya geser.Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan periode 50 tahun dengan metode Gumbel = 204,5057 mm didapat debit banjir periode lima puluh tahun (Q) dengan metode Der Weduwen = 139,7541 m3/det. Dimensi bendung aman terhadap eksentrisitas, daya dukung tanah, gaya guling, gaya geser dan Gaya gaya yang bekerja baik pada saat kondisi muka air normal dan kondisi muka air banjir
Normalisasi Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Cililitan - Bidara Cina) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.411 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1242

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang melintasi wilayah Kota Jakarta.Sungai Ciliwung yang melintasi banyak pemukiman penduduk seringkali dikaitkan dengan masalah banjir yang terjadi di Kota Jakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Cililitan sampai dengan Bidara Cina dengan Q50 dan Q.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data tinggi muka air selama 11 tahun dari Stasiun M.T. Haryono, peta DAS Ciliwung serta gambar penampang melintang dan memanjang Sungai Ciliwung. Analisis debit banjir rencana menggunakan Metode Rating Curve dan Analisis Regional. Perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjirmenggunakan program HEC-RAS pada 150 profil. Hasil penelitian menunjukkan besar debit banjir Q50 sebesar 261,397 m3/s dan Q100 sebesar 307,012 m3/s dimana pada semua lokasi titik tinjauan mengalami banjir. Berdasarkan hasil analisis dari program HECRAS pada lokasi yang terjadi banjir, maka perlu adanya pendimensian ulang atau normalisasi pada penampang sungai dan peninggian tanggul sungai.
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1 (Studi kasus sub DAS Cisimeut hilir HM 0+00 Sampai dengan HM 69+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.589 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1243

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku sehingga keberadaannya sangat penting dalam menunjang kebutuhan manusia. Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan banyak kerugian dan merugikan masyarakat.Banjir juga dapat merusak bangunan, lahan pertanian, sarana dan prasarana, lingkungan hidup serta merusak tata kehidupan masyarakat di wilayah Banten, khususnya di Sub-DAS Cisimeut. Banjir terjadi karena meluapnya sungai, dan berkurangnya luas daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang ada di Kecamatan Lebak, yang didasarkan pada daya tamping dengan debit yang terjadi, memberi solusi alternatif dari permasalahan banjir tersebut, dan mengetahui mampu atau tidaknya kondisi segmen DAS Cisimeut Hilir menampung debit aliran sungai untuk kala ulang50 tahun. Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang lintang Sub-DAS Cisimeut. Hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu = 128,26 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode),berdurasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 69.96 mm Sedangkan debit rencana dengan metode Snyder didapat nilai debit puncak sebesar 1566,439 m3/s, adapun dengan menggunakan metode metode SCS didapat nilai debit puncak sebesar 1217,22 m3/s, setelah nilai debit diketahui, hitungan dilanjutkan menggunakan software untuk mengetahui kapasitas tampung sungai menggunakan aliran Steady flow dan aliran Unstaedy flow.Sub-DAS Cisimeut tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya normalisasi Sungai, atau alternatif lain sehingga aliran air dapat ditampung oleh sungai Cisimeut
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1.0 (Studi Kasus Sub DAS Ciberang HM 0+00 - HM 34+00) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.757 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1261

Abstract

Salah satu fenomena alam yang mengancam keberadaan hidup manusia dibeberapa wilayah di Indonesia setiap masuk musim penghujan yaitu banjir.Setiap tahun Kabupaten Lebak umumnya mengalami banjir terutama di daerah masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Hal ini disebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai sehingga dimensi sungai tidak mampu menampung debit yang ada dan menyebabkan Sungai Ciberang meluap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya debit banjir Sungai Ciberang dengan Q50 dan mengidentifikasi daerah rawan banjir serta memberikan solusi masalah banjir yang terjadi di Sungai Ciberang.Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi penampang melintang sub-DAS Ciberang. hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu 105,875 mm, hujan jam-jaman durasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 57,713 mm sedangkan debit rencana dengan metode HSS SCS didapat nilai debit puncak sebesar 523,174m3/s, adapun dengan menggunakan metode HSS Snyder didapat sebesar 1228,162 m/s, langkah dilanjutkan menggunakan softwareHEC-RAS 4.1.0 untuk mengetahui kapasitas tampung sungai dengan menggunakan debit Snyder.Setelah dianalisis menggunakan software, sub-DAS Ciberang tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya perbaikan sungai berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC - RAS 4.1 ( Studi Kasus sub DAS Ciujung Hulu HM 0+00 Sampai Dengan HM 45+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono; Yusi Ananda
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.817 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3302

Abstract

Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, akibat perubahan tersebut terjadi bencana khususnya bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banyak kerugian berupa korban jiwa maupun kerugian harta benda. Sungai Ciujung merupakan sungai yang ada di Provinsi Banten, beberapa segmen dari sungai tersebut sering meluap, tepatnya pada Kampung Muara Ciujung Kota Rangkasbitung Kecamatan Lebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang didasarkan pada daya tampung atau kapasitas sungai dengan debit yang terjadi serta memberi solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang melintang Sungai Ciujung HM 0+00 sampai HM 45+00.  Hasil analisis  hujan rencana dengan kala ulang 100 tahun sebesar 140,12 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode) berdurasi 6 jam dengan tinggi hujan maksimum 76,43 mm. Debit rencana HSS SCS diperoleh Q100 sebesar 1266,335 m3/s sedangkan HHS Snyder diperoleh nilai sebesar1591,399 m3/s. Kapasitas tampungan Sungai Ciujung menggunakan software HEC-RAS 4.1 terlihat bahwa Sungai Ciujung tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya pemeliharaan sungai berupa normalisasi sungai.
Analisis Efisiensi Penggunaan Lining Precast dengan Satu Desain Sambungan (Male-Female) Dua Sisi pada Pekerjaan Rehabilitasi Saluran Sekunder D.I Sidorejo Jubayir Jubayir; Soedarsono Soedarsono; Slamet Imam Wahyudi
Pondasi Vol 23, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v23i2.11209

Abstract

Abstract: Pekerjaan rehabilitasi saluran sekunder D.I Sidorejo menggunakan model pracetak dengan desain sambungan (male-female) empat sisi. Namun, pelaksanaan dilapangan pemasangan model ini mengalami kesulitan, membutuhkan waktu lebih lama dan kurang efisien. Tujuan studi ini adalah mengetahui Efisiensi Penggunaan Lining Precast Dengan Desain Sambungan (Male-Female) Dua Sisi Pada Pekerjaan Rehabilitasi Saluran Sekunder D.I Sidorejo. Bentuk penelitian ini adalah studi kasus, yaitu pada saluran irigasi sekunder di D.I Sidorejo Kabupaten Grobogan. Alat analisis yang digunakan adalah uji efisiensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemasangan lining precast empat sisi memiliki efisiensi 80% sedangkan lining precast dua sisi memiliki efisiensi 100% baik dari sisi waktu pemasangan maupun kapasitas pemasangan. Selain itu biaya pemasangan lining precast dua sisi lebih murah dibandingkan dengan empat sisi dengan selisih biaya pemasangan sebesar Rp 60.480.000 dengan efisiensi sebesar 80%. Keywords: D.I Sidorejo; Dua sisi; Efisiensi; Lining precast;
The Effect of Audiovisual Health-Based Education on Medication compliance among Tuberculosis Patients Ika Endah Kurniasih; Soedarsono Soedarsono; Laily Hidayati; Maulana Arif Murtadho
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 3 No. 1 (2020): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.339 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i1.191

Abstract

Tuberculosis (TB) has been around for thousands of years and remains a major global health problem. One of the factors that influence non-compliance in TB treatment is a lack of knowledge about TB and treatment. The study aimed at examining the effect of audiovisual health education on the compliance behavior of tuberculosis patients in taking medication. Methods: This study used a quasi-experimental, pre and post with a control group that was applied in this study. Seventy samples were recruited using nonprobability sampling by means of purposive sampling and divided into two groups (interventions and control groups). Data analysis was performed and presented in descriptive statistics, and significant findings were computed using the paired t-test. Results: The results showed that the mean increase in the medication compliance intervention group from 6,89+ 1,105 to 7,46+0,701 after the intervention. Meanwhile, in the control group, the mean medication compliance level slightly downhill from 6,89+ 1,105 to 7,23+1,060. The paired t-test obtained a p-value of 0.000, indicating that there were significant differences in the enhancement in medication compliance between the intervention and the control group. Conclusion: based audiovisual health education interventions based on the Health Belief Model can improve the compliance behavior of TB patients in taking medication. The nurse profession is expected to be able to use preoperative based audiovisual health education interventions based on the Health Belief Model to become one of the independent nursing interventions.
The Effect of Psycho-education Based Audiovisual Program on Behavior Adherence for Preventing Tuberculosis Transmission Anita Dewi Anggraini; Soedarsono Soedarsono; Laily Hidayati
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 3 No. 3 (2020): International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.43 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v3i3.217

Abstract

Treatment failure, disease transmission, and drug resistance were problems that occur due to non-compliance. One of the factors that caused non-compliance was a prolonged psychological problem and a lack of patient commitment to treatment. Psychoeducation, which was guided by implementation intention and packaged in audio-visual form, was expected to improve the behavior of adherence for preventing tuberculosis transmission. This study aims to explain the effect of psychoeducation based audio-visual programs on the behavior of adherence for preventing tuberculosis transmission. Methods: A quasi-experimental design, pre-test, and post-test with the equivalent control group were applied in this study. The study sample was 72 TB patients who underwent intensive category one treatment as many as two divided into two intervention groups (n=36) and controls (n=36). Samples were taken by random cluster sampling, inclusion criteria for intensive treatment category 1 TB patients (1-2 months), aged 18-65 years, and able to communicate verbally and in writing well. The behavior of preventing tuberculosis transmission was assessed using a questionnaire adapted from the Sukartini research in 2015. Data were analyzed using the Wilcoxon-Sign Rank test and the Mann-Whitney test. Results: After the intervention of psychoeducation based audio-visual programs, it was found that there was a significant increase in the behavior of adherence for preventing tuberculosis transmission in the intervention group with P<0.05. Conclusion: Psychoeducation based audio-visual program is an effective intervention to improve the behavior of adherence for preventing tuberculosis transmission
CD4+ DAN CD8+ INTERFERON GAMMA TUBERKULOSIS PARU AKTIF DAN TUBERKULOSIS LATEN Betty Agustina Tambunan; John Wiwin; Jusak Nugraha; Soedarsono Soedarsono
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v22i2.1116

Abstract

Tuberculosis (TB) is a global health problem. Immune response through CD4+ T cells and CD8+T cells is needed to produce Interferongamma (IFN-γ). IFN-gamma is a cytokine that can kill Mycobacterium tuberculosis. Not all individuals will lead to illness or activediseases. The aim of this study was to know the cellular immune response like IFN-gamma expression of T-CD4+ cells and CD8+ cellsbetween active TB with latent TB. The design of the study was cross sectional obervational in a population suffering from active andlatent TB. The subjects consisted of 11 (eleven) active TB patients and 10 (ten) latent TB patients from the Special Pulmonary Hospitaland the Dr Soetomo Hospital, Surabaya. The examination of interferon gamma expression of CD4+ and CD8+ was by Flowcytometrymethod. These results were analyzed by Student t test or Mann-Whitney test. The mean CD4+ percentage of active TB (28.75%) waslower than the latent one (TB) (33.21%) but no significant difference (P value=0.114) was shown. The mean CD8+ percentage ofactive TB (30.46%) was higher than the latent one (TB) (28.87%) but no significant difference (P value=0.481) was found. Themean CD4+IFN-γ percentage of active TB (2.51%) was higher than latent one (TB) (1.10%) and there was a significant difference(P value=0.014). The mean CD8+IFN-γ percentage of active TB (2.91%) was lower than latent one (TB) (4.41%) and there was asignificant difference (P value=0.006). Based on this study, it can be concluded that the mean CD4+IFN-γ percentage of active TB washigher than latent TB and there was a significant difference. The mean of CD8+IFN-γ percentage of latent TB was higher than the activeone (TB). This suggested that CD8+ has a dominant part in latent TB and may be caused by the role of other cytokines, or genetics,nutrition, and body mass index factors.
Analisis Dinding Penahan Tanah Rumah Pompa Air Selvia Agustina; Soedarsono Soedarsono
Reviews in Civil Engineering Vol 4, No 1 (2020): Reviews in Civil Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.812 KB) | DOI: 10.31002/rice.v4i1.1987

Abstract

Ketika musim penghujan tiba, bencana banjir selalu menghantui Kota Semarang. Apalagi posisi Kota Semarang yang berada di pesisir pantai, fenomena air pasang atau yang sering disebut rob memperparah bencana banjir yang menerjang Kota Semarang. Bencana ini menyebabkan mata rantai perekonomian di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang lumpuh. Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk penanganan bencana banjir ini. Salah satu cara penanganannya adalah membuat rumah pompa. Rumah pompa direncanakan menggunakan CCSP sebagai dinding penahan tanah. Dinding penahan ini akan dianalisis tingkat keamanannya dengan menggunakan program Plaxis 2D. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah, kondisi tanah di sekitar rumah pompa merupakan tanah lempung sehingga kedalaman pemancangan CCSP cukup dalam yaitu 15 meter di bawah permukaan tanah. Setelah dianalisis menggunakan Plaxis, angka keamanan CCSP tipe W 500 setelah digali 2 meter adalah 2,41 dengan deformasi maksimal 180,92 x 10-3 meter sedangkan angka aman setelah diberi minipile dan beban 3,98 dengan deformasi 233 x 10-3 meter.