Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HETEROSIS KANDUNGAN NUTRISI DAN UJI ORGANOLEPIK PRODUK DARI TIKTOK Barep Sutiyono; Soedarsono Soedarsono; S Johari; Y S Ondo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.242 KB)

Abstract

Persilangan antar spesies itik (Anas platyrhychos)dengan entok (Cairina muscovy).  yang menghasilkan jenis itik baru yang sering disebut mule duck yang berarti mesin tenun halus, dan mule duck. Persilangan antara itik dengan entok untuk mendapatkan tiktok yang mempunyai heterosis efek dari kapasitas ingestion dan steatosis dari gen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui heterosis efek kandungan protein dan kandungan lemaknya dari daging dan telur serta uji organoleptik daging tiktok. Daging yang dianalisis masing-masing 10 g daging dada dari itik, entok dan tiktok, 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Sedang telur itik, entok dan tiktok masing-masing 10 butir. Dalam uji organoleptik daging dada itik, entok dan tiktok masing masing 300 g yang dimasak dengan bumbu dan lama waktu memasak sama, dengan jumlah panelis 24 orang.  Analisis menggunakan statistik diskriptif dan uji rata-rata menggunakan General Linier Model (GLM) dengan bantuan progam SAS System. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadungan protein dan lemak dari daging, kuning dan putih telur dari itik, entok dan tiktok semuanya tidak berbeda nyata. Heterosis efek kandungan protein daging, kuning dan putih telur semuanya negatif berkisar  -3,45 sampai -13,64% dan lemak daging -31,31 kuning dan pulith telur 1,61. Hasil uji organoleptik rata-rata pada itik, entok dan tiktok masing-masing 74,54; 79,41 dan 73,59. Kesimpulan  heterosis efek protein daging dan telur negatif, lemak daging negatif dan telur positif. Pemanpilan daging goreng entok  terbaik kemudian itik, dan tiktok yang nilainya tidak jauh berbeda.
Perencanaan Jaringan Perpipaan Kawasan Tumbuh Kembang Perumahan Desa Logandeng Kabupaten Gunungkidul Menggunakan Aplikasi Epanet 2.0 Tito Ghazy Aflah; Sri Hastutiningrum; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i1.3887

Abstract

According to data from PDAM Tirta Handayani, Gunungkidul Regency, as the manager of clean water providers in Wonosari City and its surroundings, currently only able to serve about 76% of the total population in the service area, mostly through direct lines. Condition Currently, there are still many obstacles in drinking water services, especially in terms of distribution to customer. The purpose of the study was to determine the required discharge in housing and Knowledge of pipeline network planning. This research is located in the housing that will be built in Logandeng village, Gunungkidul district. Data were collected including debits, hours peak water use, and look at the topography of the planning area as an observation technique in data input, besides that, interview techniques are also used to be able to find out the number of houses and population in the housing planning area. Based on calculation analysis and epanet simulations in planning the clean water distribution network in housing that will be built in the village of Logandeng, in planning the distribution pipe network system using gravity drainage system, the highest elevation here is 206 MDPL and the lowest is 188 MDPL, so that the debits in the planning system still reach planning with branch system. Water demand in Logandeng housing in 2021 is 0.921 L/second with a population of 511 people, while in 2025 it is 1.188 L/second with population of 664 people.
KAJI ULANG PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN SUMUR KABUPATEN PANDEGLANG: (Studi Kasus Proyek pembangunan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan) Bambang Hariyanto; Soedarsono Soedarsono; Suhaemi Suhaemi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 1 No. 1 (2018): Civil and Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.378 KB)

Abstract

: Proyek Pembangunan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan merupakan salah satu proyek yang besar dengan bentuk permukaan yang kurang rata, dimana pada pelaksanaan pematangan didominasi oleh penggunaan alat berat. Permasalah yang timbul dalam penggunaan alat berat ini yaitu pengoperasian dan pengkombinasian alat-alat berat yang salah dengan kondisi alat yang 100% . Penurunan produktivitas alat berat ini juga disebabkan oleh kondisi peralatan, keterampilan operator, waktu siklus, jenis material, kondisi kerja, tata laksana dan kondisi cuaca. Sehingga diperlukan pemilihan dan penentuan komposisi alat yang tepat agar alat berat tersebut dapat bekerja secara optimal dan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan biaya sehemat mungkin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu besarnya Harga sewa Alat berat perjam Exavator Rp.449.335,88, Bulldozer Rp.790.967,22, Vibration Roller Rp.329.051,95, Dump Truck Rp.687.021,62, Motor Grader Rp.444.448,48, Wheel Loader Rp.405.483,61 dan harga satuan pekerjaan pada masing-masing alat berat. Exavator Rp. 30.837,00/m3, Bulldozer Rp. 31.296,00/m3, Vibration Roller Rp. 27.882,00/m3, Dump Truck Rp. 55.026,00/m3, Motor Grader Rp. 22.981,00/m3, Wheel Loader Rp. 29.054,00/m3. jumlah keseluruhan harga satuan per m3 adalah Rp.197.016,00. sementara besarnya produktivitas alat berat dengan biaya dan waktu paling efektif dan efisien menggunakan komposisi alat alternatif ke-3 yaitu 3 unit excavator 163,30 m3/jam, 2 unit bulldozer 163,154 m3/jam, 2 unit vibration roller 201,29m3/jam, 9 unit dump truck 171,08m3/jam, 1 unit motor grader 987,84 m2/jam dan 3 unit wheel loader191,20 m3/jam dengan biaya total Rp1.323.120.000,00 dan total waktu pelaksanaan 322 jam atau 40 hari .
Psychosocial Adaptation Model on Tuberculosis Clients Using Uncertainty in Illness Theory Approach in Jember Anita Fatarona; Soedarsono Soedarsono; Laily Hidayati
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v10i2.376

Abstract

ABSTRACT Introduction: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that has a psychosocial impact on the sufferer. The government program, is still applicable to the treatment and transmission of disease. Objective: This study was to structural models of psychosocial adaptation in patients with tuberculosis (TB) who underwent treatment using the theory of uncertainty in the disease at Jember Health Centre. Methods: The research is included in the explanative survey method using a cross sectional approach. Samples were taken according to the inclusion criteria of 100 respondents. Sampling using simple random sampling technique. The independent variables in this study, among other: sex, age, marital status, duration of treatment, knowledge, expectations, ethnicity, stigma, occupation, family support, communication, education, uncertainty, coping and psychosocial adaptation. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Partial Least Square (PLS). Results: The result of the research showed that: cognitive factor gave significant effect to uncertainty (t statistic 2,686 >1,6), psychological factor did not give significant effect to uncertainty(t statistic 0, 418 <1,6), social factor gave significant influence to uncertainty (t statistic 7, 496 >1,6), factor uncertainty has a significant effect on coping(t statistic 5,572 >1,6), Coping factors have an effect on psychosocial adaptation(t statistic 7, 911 >1,6). This study cognitive knowledge has a direct influence on uncertainty. uncertainty decreases because the knowledge of TB clients increases. TB clients understanding of the information provided by health workers can reduce the worries and confusion. Conclusion: This psychosocial adaptation nursing model has good predictive relevance.
Rekayasa Ulang Metode Pekerjaan Pengecoran dan Bekisting untuk Meningkatkan Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Gedung Bertingkat Dedi Achyadi; Kartono Wibowo; Soedarsono Soedarsono
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i2.8363

Abstract

Time delays and cost overruns remain major problems in building construction projects, particularly in concrete structural works that dominate project duration and cost. This study aims to evaluate the application of re-engineering in concrete structural work methods on the time and cost performance of multi-storey building projects. A quantitative approach using a case study method was employed through comparative analysis between the existing method and alternative methods. The analyzed alternatives include ready-mix concrete with Sika Viscocrete 8007 admixture and semi-system formwork as Alternative I, ready-mix concrete with system formwork as Alternative II, and ready-mix concrete with Sika Viscocrete 8007 admixture combined with system formwork as Alternative III. The results show that all alternatives perform better than the existing method with a duration of 243 days. Alternative I reduced the duration to 208 days with cost efficiency of IDR 55,781,730 or 0.214 percent. Alternative II reduced the duration to 203 days with cost efficiency of IDR 187,553,261 or 0.724 percent. Alternative III achieved the best performance with a duration of 168 days, accelerating 75 days and providing the highest cost efficiency of IDR 243,334,991 or 0.941 percent. The study concludes that re-engineering effectively improves project time and cost performance, with Alternative III as the optimal method.
Analisis Identifikasi Risiko Pada Proyek Renovasi Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Muhammad Ilham Kartiko; Kartono Wibowo; Soedarsono Soedarsono
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.41992

Abstract

Sebuah proyek renovasi memiliki lebih banyak ketidakpastian daripada proyek bangunan baru, hal ini karena keterbatasan-keterbatasan akibat dari bangunan yang telah ada. Keterbatasan tersebut berpotensi untuk memunculkan permasalahan-permasalahan seperti keterlambatan waktu, pembengkakan biaya, kualitas pekerjaan yang rendah hingga aspek safety atau keselamatan kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi risiko terhadap risiko yang berpotensi muncul di Proyek Renovasi Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada subjek penelitian. Penilaian klasifikasi risiko didasarkan atas asumsi atau opini dari subjek penelitian terhadap variabel yang sedang diteliti dalam skala likert. Selanjutnya dilakukan tahap analisis data dengan cara mengkali penilaian yang mencakup probabilitas (kemungkinan) dan concequence (dampak) dari risiko tersebut terhadap tabel pemetaan risiko (risk maps) hingga didapatkan kategori masing-masing risiko seperti Low, Medium, High atau Extreme. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa aktivitas pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Low dan Medium yaitu meliputi Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Bekisting, Pekerjaan Pengecoran, Pekerjaan Baja, Pekerjaan Plat Lantai, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Elektrikal, Pekerjaan Plumbing dan Pekerjaan Area Lapangan. Sedangkan aktivitas pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Low, Medium dan High yaitu meliputi Pekerjaan Pembongkaran dan Pekerjaan Pembesian.