Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teknik Tegangan Tinggi Terhadap Entrasce Skin Exposure( ESE ) dan Laju Paparan Radiasi Hambur Pada Pemeriksaan Abdomen Dhahryan, Dhahryan; Setia Budi, Wahyu; Azam, Much
BERKALA FISIKA Vol 11, No 3 (2008): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.137 KB)

Abstract

The measurement for influence of high voltage technique to Entrance Skin Exposure and is Rate of Scattered Radiation Exposure on abdomen inspection has been conducted. The ESE measurement is conducted using Electrometer and is calculated by semi empirical method, while in measurement of rate of scattered radiation exposure using survey meter at a distance of 100 cm from the object by varying data intake points and its direction of detector. The result indicates that the usage of high voltage technique yields absorbent dose of 124 mrad and radiation exposure of 339 mR. It is lower than the standard value of absorbent dose of 322.7 mrad and radiation  exposure of 130,5 mR. The result of measurement is higher than calculation. In measurement of exposure of scattered radiation rate with detector position faced to object, on right side of cathode, it yields 1.03mR/hour with standard voltage and 0.32 mR/hour with high voltage technique. While in measuring  exposure of scattered radiation rate and back-scattered obtained result on A’ and C’ (close to anoda and side of object) and A” and C” nearly same, with highest value of 1 mR/hour and 0.93 mR/hour at standard tube voltage and at high kV technique obtained lower value of 0.29mR/hour and 0.25mR/hour.
Pengamatan Efek Magnetooptis Menggunakan Interferometer Fahrurazi, Michelson; Firdausi, Ketut Sofjan; Budi, Wahyu Setia
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 14 issue 4 Year 2006
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.503 KB)

Abstract

ABSTRACT---The magnetooptic effect of transparency material such as aquarium glass, acrylic, and micro slide has been studied using Michelson Interferometer. The change of refractive index to magnetic field B is obtained by placement of samples in a coil applied on altered field 0-0,2 T. Results of interferometer test show that change of refractive index is linearly dependent on B for acrylic and slide. However, for aquarium glass, it is on B2 dependency. This result is agreement to previous experiment that the structure of acrylic and slide is formed more regular as B applied. Keywords: Magnetooptic effect, refraction index, interferometer
PENINGKATAN EMISI HIDROGEN MELALUI ATOM HELIUM METASTABIL DENGAN METODE LASER INDUCED PLASMA PADA SAMPEL ZIRCALOY Maliki, Maliki; Firdausi, Ketut Sofjan; Budi, Wahyu Setia
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 2 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5352.539 KB)

Abstract

ABSTRACT-Telah dilakukan  analisis  unsur  hidrogen  dari sampel  zircoloy  dan  sampel  batu  hitam melalui  pembangkitan  plasma  gelombang  kejut menggunakan laser Nd YAG (1064 nm, 8 ns, 68 mJ)  pada tekanan  rendah  dengan  mengalirkan  gas helium dan gas nitrogen sebagai  gas penyangga  di  dalam  ruang sampel.  Penelitian  dilakukan  untuk menunjukkan  pengaruh  atom  helium metastabil  pada  peningkatan  emisi hidrogen. Pengaruh atom  helium  metastabil pada  peningkatan emisi  hidrogen  ditunjukkan  dengan membandingkan  penggrmaan  gas  nitrogen  dan  gas  helium sebagai  gas  penyangga  pada  tekanan  2 torr dan  5 torr. Dari penelitian,  intensitas  emisi  hidrogen  menggunakan  gas  nitrogen  pada  tekanan  2 torr dan  gas  helium pada  5  torr untuk  sampel  zircaloy masing-masing  diperoleh  sebesar  317,0  cacah/detik  dan  4370,0  cacah/detik, sedangkan  pada  sampel  batu  hitam masing-masing  diperoleh  sebesar  297,6 cacah/detik  dan 694,0 cacah/detik. Hasil  ini  menunjukkan  atom helium metastabil  yang dihasilkan melalui helium sebagai  gas penyangga berpengaruh  terhadap  peningkatan  emisi  hidrogen  pada  sampel  zircaloy dan  batu  hitam. Kata  kunci : sampel zircaloy, sampel batu hitam, laser induced plasma, atom helium metastabil,  emisi hidrogen dan emisi helium.
Evaluasi Ketebalan Irisan (Slice Thickness) pada Pesawat CT-Scan Single Slice Makmur, I Wayan Ari; Setiabudi, Wahyu; Anam, Choirul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 2 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3895.227 KB)

Abstract

An evaluation of the value of the slice thickness due to changes in tube voltage and tube current on the CT scan have been performed. The evaluation is done by making images using CT performance test phantom. Testing is done by performing three scanning on each slice. Exposure factors used were 120 kVp-60 mA, 160 mA 120-kVp, 140-kVp 60 mA, and 140 kVp 160 mA. Nominal beam width were 2 mm, 3 mm, 5 mm, 7 mm, and 10 mm. Once the axial image was obtained (on the area for slice thickness determination),  then calculated the average CT number on the region of interest (ROI). After it was made graphs to determine the value of FWHM which indicates the magnitude of the thickness of the slice. From the test results obtained that changes in tube voltage and tube current does not affect the value of the thickness of the slice. Also found that the value of slice thickness for each thickness, greater than the nominal beam width.   Keywords: Phantom CT Performance Test, Slice Thickness, CT-Scan    Telah dilakukan evaluasi terhadap nilai slice thickness terhadap perubahan tegangan tabung dan arus tabung pada pesawat CT scan. Pengujian dilakukan dengan membuat citra menggunakan fantom CT performance test. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksposi sebanyak tiga kali pada tiap-tiap slice. Faktor eksposi yang digunakan yaitu 120 kVp-60 mA, 120 kVp-160 mA, 140 kVp-60 mA, dan 140 kVp-160 mA. Slice thickness yang diuji adalah ketebalan 2 mm, 3 mm, 5 mm, 7 mm, dan 10 mm. Setelah didapatkan citra aksial pada bagian daerah uji slice thickness, maka diambil beberapa lokasi ROI dan dihitung rerata CT Number, kemudian nilai tersebut dibuat grafik dan ditentukan nilai FWHM yang menunjukkan besarnya slice thickness. Dari hasil pengujian diketahui perubahan tegangan tabung dan arus tabung tidak berpengaruh terhadap nilai slice thickness. Hasil pengukuran diketahui bahwa nilai slice thickness untuk masing-masing ketebalan, lebih besar dibanding nominal beam width. Kata kunci : Simulasi Monte Carlo, Percentage Depht Dose (PDD), Dose Profile, Inhomogenitas Jaringan.
Analisis Perubahan Kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan Dose Profile untuk Radiasi Foton 6MV pada Fantom Thoraks Prasetyo, Nur Dwi; Setiabudi, Wahyu; Anam, Choirul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 4 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3349.766 KB)

Abstract

The study of thickness variation of the soft tissue in the wall of thoracic phantom to the shifting of Percentage Depht Dose (PDD) curve and Dose Profile have been done by using Monte Carlo Simulation. The linac head was designed using BEAMnrc software, whereas modeling of water and thoracic phantom using DOSXYZnrc software. The field size of beam radiation 10 x10 cm2 and the distance of source to  phantom surface (SSD) 100 cm. The water phantom in cubic shape with a size  40x40x40 cm3. The thoracic phantom was designed in cubic shape, with the compositions: soft tissue, bone and lung. The thickness of the soft tissue in the wall of throcic phantom was varied 1-5 cm. This variation shows the thickness layer of the wall of the real patients. The results of comparation between monte carlo simulation and the  actual measurement, show that 6 MV photon delivered by linac at Kensaras Hospital Semarang was generated using energy electron about  5.7 MeV. The variation of soft tissue thickness change  the PDD curve and the dose profile curve. The variation of soft tissue thickness change the dose in the lung (depth 10 cm)  at about 3,84% - 5,59%   Keywords: Monte Carlo Simulation, Percentage Depht Dose (PDD), Dose profle, Tissue inhomogeneity    Telah dilakukan studi pengaruh ketebalan jaringanlunak pada fantom thoraks terhadap perubahan bentuk kurva  Percentage Depht Dose (PDD) dan Dose Profile untuk berkas foton energi 6MV menggunakan Simulasi Monte Carlo. Pembuatan model treatment head linac dilakukan menggunakan program BEAMnrc, sedang permodelan fantom air maupun fantom thoraks menggunakan DOSXYZnrc. Luas lapangan yang digunakan 10x10 cm2, dengan source to skin distance (SSD) sebesar 100 cm. Fantom air didesain berukuran 40x40x40 cm3. Fantom thoraks didesain berbentuk kubus dengan komposisi jaringan lunak, tulang, dan paru-paru. Jaringan lunak bagian depan (asterior) divariasi ketebalannya 1-5 cm. Variasi ini menggambarkan ketebalan jaringan lunak dinding thoraks pasien. Hasil perbandingan antara simulasi dan pengukuran menunjukan bahwa foton 6 MV yang dihasilkan pesawat linac RS Kensaras Semarang menggunakan energi elektron pembangkit mendekati 5,7 MeV. Variasi ketebalan jaringan lunak pada dinding fantom thoraks memberikan perubahan kurva PDD dan juga kurva profil dosis. Variasi ketebalan jaringan lunak tersebut mengubah besarnya dosis pada paru-paru (pada kedalaman 10 cm) sebesar 3,84% - 5,59% Kata kunci : Simulasi Monte Carlo, Percentage Depht Dose (PDD), Dose Profile, Inhomogenitas Jaringan.
Pengaruh Perubahan Tegangan Tabung (kVp) Terhadap CT Number dan Uniformitasnya pada Pesawat CT Scan S., Anugrah Ariyani; Setiabudi, Wahyu; Anam, Choirul
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 3 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2813.475 KB)

Abstract

An examination of consistency of CT numbers and its uniformity due to variation of the tube voltage has been done. The examination was conducted using water and polyethyelene phantoms as a test object. The method of scanning, which are  axial  scanning  and helical scanning. The scanning was taken 5 (five) slices with slice thickness of 5 mm. Variations in  tube voltage used were 80 kV, 120 kV and 140 kV.  The tube current 160 mA and time scanning 2 seconds. It was obtained that the increase in voltage from 80 kV to 140 kV led to increase the value of CT number both for water and polyethylene phantoms. The uniformity of CT number for all ROI varies, but still within the range of tolerance limits. The CT number for the water phantom does not exceed 0 ± 5 HU and for polyethylene phantom does not exceed -300 to -100 HU..   Keywords: CT Scan, CT number, uniformity, tube voltage (kV)
Studi Uniformitas Dosis Radiasi CT Scan pada Fantom Kepala yang Terletak pada Sandaran Kepala Retnoningsih, Dwi Siwi; Anam, Choirul; Setiabudi, Wahyu
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 2 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3070.95 KB)

Abstract

The research on the impact of tube current and  tube voltage  on uniformity of the point dose in the head phantom was placed on the table, had been conducted. The research was carried out on the CT Scan machine, Siemens Somatom Emotion 6. The detector used was CT dose profiler and Piranha Electrometer 556. The phantom was head phantom with PMAA material with diameter 16 cm and length 15 cm. The measurement of point dose carried out by using axial mode. The measurement conducted in five points inside the head phantom. In this research, the tube current and tube voltage were varied. The results show that the point dose on the head phantom was placed on the table is non-uniform. At the bottom of the phantom, the dose is lower to below 50% than at the top of the phantom.   Keywords: CT Scan, Dose uniformity, Point Dose, CTDI
PENGARUH RASIO GRID TERHADAP KUALITAS RADIOGRAF FANTOM KEPALA Priyono, Setyo; Anam, Choirul; Budi, Wahyu Setia
BERKALA FISIKA Vol 23, No 1 (2020): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.698 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of the grid ratio on the quality of the radiographic examination of a head phantom. The study was conducted by using grid ratios of 5:1, 6:1, and 8:1, the head phantom. The focus-film distance (FFD) was 100 cm. In the antero-posterior projection used voltages of 70, 75, and 80 kVp with a current-time of 25 mAs, while in the lateral projection using voltages of 65, 70 and 75 kVp with a current-time of 20 mAs. The densities of radiographs were measured using a densitometer. Measurement was repeated in 10 locations. The contrast of radiograph was calculated as the difference between adjacent density values. The results showed that the higher level of the grid ratio would lower the density of radiograph, however it does not always give effect to the increase or decrease the contrast of radiographs. It was found that the optimal quality radiographs in antero-posterior projection at a grid ratio of 6:1 for tube voltage of 75 kVp with a current-time of 25 mAs, and in the lateral projections at a grid ratio of 5:1 grid for tube voltage of 75 kVp with a currenttime of 20 mAs.
Pengaruh Material Kaca Terhadap Perpindahan Panas pada Bangunan Pendidikan (Studi Kasus Gedung Pasca Sarjana Poltekkes Semarang) Wibowo, Danang Rujito; Budi, Wahyu Setia; Setyowati, Erni
Arsir Vol 4, No 2 (2020): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v4i2.2813

Abstract

Krisis energi dan pemanasan global menjadi isu penting sampai saat ini. Idealnya sebuah bangunan mempunyai nilai estetis, berfungsi sebagaimana tujuan bangunan tersebut dirancang, memberikan rasa aman (dari gangguan alam dan manusia/ makhluk lain), serta memberikan kenyamanan, akan tetapi juga memberikan dampak bagi penghematan energi bangunan tersebut. Selubung bangunan menjadi elemen utama terhadap masuknya radiasi luar ke dalam bangunan. Adanya desain selubung bangunan yang tepat, menjadikan pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat semaksimalnya. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Overall Thermal Transfer Value yang selanjutnya disingkat OTTV adalah suatu nilai yang menggambarkan kemampuan selubung bangunan meneruskan panas secara menyeluruh dari luar ke sisi dalam atau sebaliknya, dinyatakan dalam W/m2. Nilai ini ditetapkan sebagai kriteria perancangan untuk dinding masif dan dinding transparan (kaca) selubung bangunan gedung yang dikondisikan. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 40 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Gedung Hijau pada Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Gedung Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Utara Gedung Poltekkes Semarang sebesar 53,35 W/m2, pada dinding Timur sebesar 77,31 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 52,40 W/m2, pada dinding Barat sebesar 26,43 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 53,11 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Poltekkes Semarang tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan Gedung Hijau berdasar Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019 pada Gedung Poltekkes Semarang, maka perlu dilakukan penggantian jenis material kaca pada bangunan tersebut atau mengurangi luasan dari bukaan dinding dari salah satu sisi bangunan.
TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA TATA LETAK INTERIOR AREA BACA PERPUSTAKAAN Studi Kasus : Ruang Layanan Referensi Perpustakaan DaerahProvinsi Jawa Tengah Malik, Sutrati Melissa; Setyowati, Erni; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6903

Abstract

Space and light are elements that need to be considered in an interior design library. Space Reference Service Central Java Provincial Library during opening hours turn on the lights as an additional light to illuminate the room, this was done because of the condition of the room to maximize the natural light into the room was minimal. This minimal conditions also influenced the layout of the furniture arrangement bookshelf is in the range of openings so that the incoming light is reduced. The purpose of this study was to measure and analyze Level Natural Lighting Interior Layout In Area Read Space Reference Service. The discussion and analysis in this study is quantitative descriptive. Method of Measuring the level of natural lighting in the room is done on a point of reference services Main Measure that is based on the position where the lamp. (Code TU), namely at point Measure Side opening window light in space and outer space, on each plan space services. (Code TUD and TUL) and the Supplementary Measure point in the field of reading the reading table in each room service. (Code TUB). Measuring point is taken at a flat field which is located at the height of 0.75 m or 75 cm above the floor. This flat surface called the working field (Frick, 2008) The results of this study the intensity level of natural light in the space can be further enhanced by optimizing the openings on several sides of the building are not obstructed, Placement Area Read in the reference services optimized by the arrangement of the furniture layout in order to light who entered the area can read more leverage and a standardized 225 lux, furniture layout pattern of structuring a strong influence on a bright light into the space and visual comfort of the space. Results of measurement are mostly located below the minimum threshold standards library reading area that is 225 lux occurs because perletakkan furniture is placed on the side of the light source..Ruang dan cahaya adalah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah rancangan interior Perpustakaan. Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada jam pelayanan menyalakan lampu sebagai cahaya tambahan untuk menerangi ruangan, hal ini dilakukan karena kondisi ruangan untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sangat minim. Kondisi minim ini juga dipengaruhi pengaturan layout perabot rak buku yang berada di jangkauan bukaan sehingga cahaya yang masuk menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengukur dan menganalisa Tingkat Pencahayaan Alami Pada Tata Letak Interior Area Baca Ruang Layanan Referensi. Pembahasan dan analisa pada penelitian ini secara kuantitatif deskriptif. Metode Pengukuran tingkat pencahayaan alami pada ruang layanan referensi dilakukan pada Titik Ukur Utama yakni berdasarkan pada posisi letak lampu. (Kode TU), Titik Ukur Samping yakni pada bukaan cahaya jendela dalam ruang dan luar ruang, pada setiap denah ruang layanan. (Kode TUD dan TUL) dan Titik Ukur Tambahan yakni pada bidang baca yakni meja baca pada setiap ruang layanan. (Kode TUB). Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang letaknya pada tinggi 0,75 m atau 75 cm di atas lantai. Bidang datar ini disebut bidang kerja (Frick,2008).Hasil penelitian ini tingkat intensitas cahaya alami dalam ruang dapat lebih ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan bukaan di beberapa sisi bangunan yang tidak terhalang, Penempatan Area Baca di ruang layanan referensi dioptimalkan dengan penataan layout perabot agar cahaya yang masuk sampai ke area baca dapat lebih maksimal dan sesuai standar 225 lux, Pola penataan layout perabot berpengaruh terhadap kuat terang cahaya yang masuk ke dalam ruang dan kenyamanan visual pengguna ruang. Hasil pengukuran yang sebagian besar berada di bawah batas minimum standar area baca perpustakaan yakni 225 lux terjadi karena perletakkan perabot diletakkan berada di sisi sumber cahaya. 
Co-Authors Ade Ika Susan Afgani, Jundi Jundullah Agung Dwiyanto Agus Subagio Ahmad Mutohar Ainul Ibnu Khotob Alan Tanjung Aji Prastowo Alfian Rizani Ali Khumaeni Anis Nila Kusuma Anugrah Ariyani S. Arif Fahmi Arifah, Dwi Intan Asep Yoyo Wardaya Astrihasna Shafa Bambang Haris Suhartono, Bambang Haris Choirul Anam Choirul Anam AM Diponegoro Chorirul Anam Dewandaru, Ardian Dewantoro, Fajar Dewantoro, Fajar Dhahryan Dhahryan Dini Desita Dwi Siwi Retnoningsih Eddy Prianto Eko Hidayanto Erni Setyowati Fadil Nazir Fajar Arianto Fatkhiyatul Athiqoh G. B. Suparta Gagoek Hardiman Gagoek Hardiman Gani Gunawan Gani Gunawan Hamdani, Muhammad Alif Iza Handayani, Liska Tri Harianja, Bernard Hendri Widiyandari Hendrika Liana Sari Heri Sugito Heri Sutanto Hidayatullah, Aydymas Davansyah I Wayan Ari Makmur Ismail Ismail Istifadatun Ni’amah Juhroh, Aminatul Jundi Jundullah Afgani K Sofjan Firdausi K. Sofjan Firdausi Kaka, Susanti Radi Kesawa Sudarsih Ketut Sofjan Firdausi, Ketut Sofjan Khomilia, Crysant Ayu Sufi Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusworo Adi Liska Tri Handayani Maesadji Tjokro Nagoro Maesadji Tjokro Nagoro Maliki Maliki Maria Carizza Pandora Raharjo Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Michelson Fahrurazi Much Azam Muhamad Adi Muharam Budi Laksono, Muharam Budi Nora Fajria Nur Dwi Prasetyo Pandora Raharjo, Maria Carizza Parsaoran Siahaan Prasetyo Basuki Pratama, Arthana Setia Priyono, Setyo Purwanto Purwanto Rahmawati, Fatimah Dwi Redemtus Heru Tjahjana Rini Shintawati Rozanah Rozanah Rusmaharani, Diyah Sihotang, Pandapotan Sri Haryanti Sugiarto, Oki Suhardi Suhardi Sunarsih Sunarsih Supriyati Supriyati Suryono Suryono Susanti, Audry Nadifa Susila Wardaya, Susila Susilo Susilo Susilo Susilo Susilo Susilo Sutiah Sutiah Sutiyowati Sutiyowati, Sutiyowati Sutrati Melissa Malik Syamsiar, Syamsiar Taqwim S, M Ainut Titi Purwati Tri Wulan Tjiptono Tri Wulan Tjiptono Very Richardina Vitria, Yati Weirna Yusanti Wibowo, Danang Rujito Widiastuti, Ratih Wulandhari Wulandhari Zaenal Arifin