Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI TERHADAP MEJA BACA DI PERPUSTAKAAN Masrokan, Masrokan; Budi, Wahyu Setia; Setyowati, Erni
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Humans in carrying out daily activities always need sunlight. Nature has provided an abundant source of energy, solar heat. Indonesia is on the equator very rich in energy from sunlight. Sunlight has not been used by humans and seems to be refused entry into the room. The reading room is one of the facilities in the library. The reading room requires adequate sunlight and a good reading table layout so that it can be used optimally when reading and writing. The purpose of this research is to improve visual comfort in the reading room so that natural light can enter the reading room optimally in accordance with the standard requirements of the reading room so that the reading room can be utilized optimally. Research using quantitative methods that are measuring the location of the level of natural lighting in the reading room by using measuring devices. This research is very important to be done to translate human desires in planning and designing a good reading room. The results of this study can explain that natural light can be optimally utilized in the reading room (reading table) in the library by using reflector material (directors of sunlight). Determination of access to sunlight both windows and other openings will affect the organization of space, dimensions and design of space.Keyword: Natural Light, Reading Room, LibraryAbstrak: Manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari selalu membutuhkan cahaya matahari. Alam telah menyediakan sumber energi berlimpah yaitu panas matahari. Indonesia berada di garis katulistiwa sangat kaya energi dari sinar matahari. Cahaya matahari belum banyak dimanfaatkan manusia dan seakan-akan ditolak masuk ke dalam ruangan. Ruang baca merupakan salah satu fasilitas pada perpustakaan. Ruang baca membutuhan cahaya matahari yang cukup dan tata letak meja baca yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat melakukan aktifitas membaca dan menulis. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kenyamanan visual di ruang baca agar cahaya alami dapat masuk ke dalam ruang baca secara maksimal sesuai dengan kebutuhan standar ruang baca sehingga ruang baca dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yaitu melakukan pengukuran dilokasi mengenai tingkat pencahayaan alami pada ruang baca dengan memakai alat ukur. Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menterjemahkan keinginan manusia dalam merencanakan dan merancang ruang baca yang baik. Hasil dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa cahaya alami dapat dimanfaatkan secara optimal pada ruang baca (meja baca) di perpustakaan dengan menggunakan bahan reflector (pengarah cahaya matahari). Penentuan akses cahaya matahari baik jendela maupun bukaan lainnya yang bisa mempengaruhi organisasi ruang, dimensi dan desain ruang.Kata Kunci: Cahaya Alami, Ruang Baca, Perpustakaan
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Pandora Raharjo, Maria Carizza; Budi, Wahyu Setia; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nowadays, development in urban areas is progressing very rapidly, accompanied by an increase in the number of residents and various kinds of activities carried out. Seeing this phenomenon, many developers are competing to build multi-layered high buildings. Air conditioning systems in high-rise buildings are generally carried out with artificial air arrangements. The Grand Edge Hotel Semarang building is one of the multi-layered high-rise buildings that will be the case study. This hotel building is located in Semarang on an area of 2860 m2, 7 floors above ground and 3 basement floors as deep as 9 meters from ground level, total floor area is 15,958 m2. The electricity used from PLN is 700 KVA, equipped with 1 generator unit with a capacity of 650 KVA. The ventilation system used in this building is in the form of an artificial air system, including: Direct Air Conditioning (AC) Fan Coil Unit with Split Ducting system, as many as 117 units, with capacities of 1.5 PK, 2 PK, 3.5 PK and 10 PK. The ventilation system used in terms of the specifications of the AC unit used is able to produce conditions according to the PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, especially in hotel rooms. The information obtained at this time is a prelude to obtaining quantitative-qualitative data about the existing problems, as well as the form of the solution, it is necessary to deepen and add cases in the project.Abstrak: Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel.  Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.
ANALISA PENERAPAN KONSEP DESAIN INTERIOR NATURAL TROPIS SEBAGAI OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS SMK DEWANTARA Rusmaharani, Diyah; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Classrooms are important facilities for students and teachers activities, so they need to prioritize visual comfort for occupants with optimal light intensity in the room. Interior design analysis with a natural tropical concept is one of the breakthroughs that aims to achieve energy savings because it prioritizes passive ventilation systems and natural lighting into the room. This research examines how far design with this concept is applied in classrooms oriented towards north, east and west on the second floor by collecting quantitative data with measuring the intensity of light in the room and measuring the dimensions of openings and classrooms and also through observational methods. by observing the interior and exterior conditions of the classroom. The analysis method is carried out using a descriptive analysis method by reviewing the points from the literature related to tropical natural design. The results obtained from this research are that classrooms in either the west, east or north orientation have not fully implemented the natural tropical design concept. The results of this observation are supported by the results of indoor lighting measurements which still do not meet the minimum standards for classroom interior light intensity.Keyword: Orientasi Bangunan, Intensitas Cahaya, Ruang Kelas (Maks 3 Kata, ARIAL 10, spasi tunggal)Abstrak: Ruang kelas menjadi sarana penting bagi kegiatan pembelajarani siswa dan guru, sehingga perlu mengedepankan kenyamanan visual bagi penghuni dengan intensitas cahaya yang optimal di dalam ruangan. Penelitian mengenai analisis Desain Interior dengan konsep natural tropikal merupakan salah satu terobosan yang bertujuan untuk mencapai penghematan energi karena mengedepankan sistem ventilasi pasif dan pencahayaan alami ke dalam ruangan. Penelitian ini mengkaji seberapa jauh penerapan desain dengan konsep tersebut di dalam ruang kelas yang berorientasi kea rah utara, timur dan barat pada lantai 2  dengan pengambilan data besaran secara kuantitatif melalui pengukuran intensitas cahaya dalam ruang dan pengukuran dimensi bukaan serta ruang kelas dan juga melalui cara observative dengan mengamati kondisi interior dan eksterior ruang kelas. Metode analisis dilakukan dengan metode deskriptif analisis dengan meninjau poin-poin hasil dari literatur terkait desain natural tropis. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ruang kelas baik di orientasi barat, timur ataupun utara belum sepenuhnya menerapkan konsep desain natural tropikal hasil observasi ini didukung dengan hasil pengukuran penerangan dalam ruang yang masih belum memenuhi standar minimum intensitas cahaya interior ruang kelas.Kata Kunci: Intensitas Cahaya, Ruang Kelas, Desain Natural Tropis
Impact of GFR Stratification on Tc-99m DTPA Dose Distribution in Target and Non-Target Organs: A MIRD-Based Comparative Study in Renogram Imaging Qalby, Luthfia; Budi, Wahyu Setia; Hidayanto, Eko
The Indonesian Biomedical Journal Vol 17, No 5 (2025)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v17i5.3843

Abstract

BACKGROUND: Renogram using Technetium-99m Diethylene Triamine Pentaacetic Acid (Tc-99m DTPA) is applied to evaluate renal perfusion, glomerular filtration rate (GFR), and urinary excretion. In patients with impaired renal function, delayed tracer elimination may increase accumulation in non-target organs such as the heart and liver, resulting in greater radiation exposure and reduced image quality. Studies examining the relationship between renal function and Tc-99m DTPA dose distribution remain limited, particularly in clinical settings in Indonesia. Therefore, in this study, an organ-level quantitative analysis of Tc-99m DTPA radiopharmaceutical dose distribution and absorbed dose using the Medical Internal Radiation Dose (MIRD) approach based on Single Photon Emission Computed Tomography/Computed Tomography (SPECT/CT) imaging was performed.METHODS: Thirty adult patients undergoing renogram were categorized into low-GFR (<60 mL/min/1.73 m²) and high-GFR (≥60 mL/min/1.73 m²) groups. Each patient received 4–5 mCi of Tc-99m DTPA intravenously. Organ activities were obtained from regions of interest (ROIs) on SPECT/CT images, and organ-level absorbed doses (mGy) were calculated using the MIRD formalism.RESULTS: In the low-GFR group, tracer retention in non-target organs increased, with absorbed doses up to twofold higher in the heart (0.0002–0.0136 mGy) and liver (0.0010–0.0178 mGy) compared to the high-GFR group. Renal absorbed doses ranged from 0.0001–0.0694 mGy, showing no significant difference between the left and right kidneys, while significant differences were observed in the heart and liver.CONCLUSION: GFR significantly affects the radiopharmaceutical dose distribution and absorbed dose of Tc-99m DTPA. Reduced renal function increases radiation exposure in non-target organs, whereas normal function results in a more localized renal dose distribution.KEYWORDS: Tc-99m DTPA, renogram, MIRD, glomerular filtration rate, absorbed dose, SPECT/CT, nuclear medicine
Evaluasi Dosis Efektif Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) Glioblastoma Multiforme Menggunakan Simulasi Monte Carlo Handayani, Liska Tri; Budi, Wahyu Setia; Arianto, Fajar
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.683-689.2023

Abstract

Glioblastoma multiforme merupakan kanker otak stadium IV yang sangat sulit diobati dan umumnya terjadi pada hemisfer serebrum otak. Terapi BNCT telah dikembangkan untuk pengobatan glioblastoma yang lebih aman, namun hamburan neutron dan foton gamma yang berasal dari terapi pada organ at risk ini perlu dievaluasi menggunakan simulasi. Metode yang dilakukan dengan mensimulasikan phantom ORNL-MIRD bagian kepala dan leher menggunakan program MCNPX. Arah penyinaran radiasi terhadap pasien dibuat menjadi dua arah yaitu RLAT dan TOP. Perhitungan dosis dalam BNCT dilakukan dengan mencari nilai dosis serap, dosis ekuivalen, dan dosis efektif. Dosis efektif dianalisis menggunakan ICRP publikasi 60 dan 103. Berdasarkan perhitungan dosis serap, arah penyinaran yang paling efektif adalah arah penyinaran TOP, dengan persentase dosis serap pada organ at risk relatif aman terutama pada organ tiroid, dan nilai pada organ cranium, otak, tiroid, dan kulit berturut-turut sebesar 11,4%, 10,15%, 0,002%, dan 6,4%. Nilai dosis efektif pada ICRP 60 dan 103 bernilai sama pada organ cranium dan kulit. Namun, pada organ tiroid, nilai dosis efektif dengan ICRP 103 lebih rendah dibandingkan ICRP 60. Hal ini menandakan berkurangnya resiko untuk penyakit terwaris pada tiroid, dan pada organ otak hanya dihitung menggunakan ICRP 103
Pemberdayaan Remaja dalam Program Indonesia Bersinar melalui KKN di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Jawa Timur Sutiyowati; Vitria, Yati; Kaka, Susanti Radi; Rahmawati, Fatimah Dwi; Sugiarto, Oki; Sutiyowati, Sutiyowati; Sihotang, Pandapotan; Budi, Wahyu Setia; Pratama, Arthana Setia; Khomilia, Crysant Ayu Sufi; Juhroh, Aminatul; Ismail, Ismail; Hidayatullah, Aydymas Davansyah; Susanti, Audry Nadifa; Hamdani, Muhammad Alif Iza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 5 (2025): JPMII - Oktober 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.870

Abstract

Remaja di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik menghadapi permasalahan rendahnya kesadaran akan bahaya narkoba, kesehatan reproduksi dan mental, serta keterlibatan dalam menjaga lingkungan. Kondisi ini berpotensi menghambat upaya pembangunan masyarakat yang sehat dan produktif. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan remaja agar mampu berperan sebagai agen perubahan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepemimpinan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan observasi partisipatif, sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran remaja terhadap bahaya narkoba, keterlibatan aktif dalam gerakan lingkungan bersih dan bank sampah, serta kemampuan mengembangkan produk lokal seperti bubuk herbal jahe dan pemanfaatan larva Black Soldier Fly untuk biokonversi sampah organik. Selain itu, remaja menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi, kerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menyusun program kegiatan secara mandiri. Kolaborasi dengan perangkat desa juga menghasilkan sinergi yang lebih kuat dalam mendukung program Indonesia Bersinar. Dampak yang dirasakan mitra adalah meningkatnya partisipasi remaja dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan perekonomian desa, serta tumbuhnya kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.
Co-Authors Ade Ika Susan Afgani, Jundi Jundullah Agung Dwiyanto Ahmad Mutohar Ainul Ibnu Khotob Alan Tanjung Aji Prastowo Alfian Rizani Ali Khumaeni Anis Nila Kusuma Anugrah Ariyani S. Arif Fahmi Arifah, Dwi Intan Asep Yoyo Wardaya Astrihasna Shafa Bambang Haris Suhartono, Bambang Haris Choirul Anam Choirul Anam AM Diponegoro Chorirul Anam Dewandaru, Ardian Dewantoro, Fajar Dewantoro, Fajar Dhahryan Dhahryan Dini Desita Dwi Siwi Retnoningsih Eddy Prianto Eko Hidayanto Erni Setyowati Fadil Nazir Fajar Arianto Fatkhiyatul Athiqoh G. B. Suparta Gagoek Hardiman Gagoek Hardiman Gani Gunawan Gani Gunawan Hamdani, Muhammad Alif Iza Handayani, Liska Tri Harianja, Bernard Hendrika Liana Sari Heri Sugito Heri Sutanto Hidayatullah, Aydymas Davansyah I Wayan Ari Makmur Ismail Ismail Istifadatun Ni’amah Juhroh, Aminatul Jundi Jundullah Afgani K Sofjan Firdausi K. Sofjan Firdausi Kaka, Susanti Radi Kesawa Sudarsih Ketut Sofjan Firdausi, Ketut Sofjan Khomilia, Crysant Ayu Sufi Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusminarto Kusworo Adi Liska Tri Handayani Maesadji Tjokro Nagoro Maesadji Tjokro Nagoro Maliki Maliki Maria Carizza Pandora Raharjo Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Michelson Fahrurazi Much Azam Muhamad Adi Muharam Budi Laksono, Muharam Budi Nora Fajria Nur Dwi Prasetyo Pandora Raharjo, Maria Carizza Prasetyo Basuki Pratama, Arthana Setia Priyono, Setyo Purwanto Purwanto Qalby, Luthfia Rahmawati, Fatimah Dwi Rini Shintawati Rozanah Rozanah Rusmaharani, Diyah Sihotang, Pandapotan Sugiarto, Oki Suhardi Suhardi Sunarsih Sunarsih Supriyati Supriyati Suryono Suryono Susanti, Audry Nadifa Susila Wardaya, Susila Susilo Susilo Susilo Susilo Susilo Susilo Sutiah Sutiah Sutiyowati Sutiyowati, Sutiyowati Sutrati Melissa Malik Syamsiar, Syamsiar Taqwim S, M Ainut Titi Purwati Tri Wulan Tjiptono Tri Wulan Tjiptono Very Richardina Vitria, Yati Weirna Yusanti Wibowo, Danang Rujito Widiastuti, Ratih Wulandhari Wulandhari Zaenal Arifin