Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline di Jawa Tengah Ni Putu Dera Yanthi; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.13 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16531

Abstract

Manusia merupakan salah satu modal dasar yang dimiliki oleh suatu bangsa. Pada tahun 1990, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan suatu ukuran standar pembangunan manusia yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Pada tahun 2013, Jawa Tengah memiliki nilai IPM sebesar 68,02 yang termasuk dalam kategori menengah atas belum mencapai kategori tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pembangunan di provinsi Jawa Tengah belum bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Tindakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan nilai IPM adalah dengan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPM di Jawa Tengah. Metode statistika yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel respon dengan variabel prediktor adalah analisis regresi. Pada penelitian ini, pola data IPM dan faktor-faktor yang memengaruhi IPM di provinsi Jawa Tengah dilihat dari scatterplot memiliki pola data yang tidak diketahui bentuk polanya sehingga metode  yang dapat digunakan adalah regresi nonparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimal berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) terkecil. Berdasarkan penelitian ini, model regresi nonparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi knot (3,3,2,1,2) dan lima variabel signifikan yaitu tingkat partisipasi angkatan kerja, rasio sekolah-siswa, kepadatan penduduk, angka kesakitan, dan PDRB/1juta setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah. Model tersebut memiliki R2 sebesar 93,14% dan MSE sebesar 6,45564.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Unmet Need KB di Provinsi Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Anita Trias Anggraeni; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.138 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16532

Abstract

Unmet Need KB adalah wanita kawin yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan kehamilan tetapi tidak menggunakan alat/cara kontrasepsi. Tingginya angka Unmet Need KB dalam permasalahan program KB mengindikasikan rendahnya prevalensi kontrasepsi yang berakibat tingginya angka kelahiran dan memicu terjadi ledakan penduduk. Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya BKKBN memiliki target Unmet Need KB sebesar 7%. Namun kenyataanya dari tahun 2011 – 2014 Unmet Need KB terus mengalami kenaikan hingga 10,48%. Berdasarkan fakta tersebut, permasalahan Unmet Need KB di Jawa Timur ini sangat komplek dan krusial. Oleh sebab itu, dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Unmet Need KB di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode regresi nonparametrik spline karena 5 variabel yang diduga berpengaruh memiliki pola yang tidak berbentuk sehingga sesuai dengan metode Spline yang dapat mengestimasi data yang tidak berpola. Model terbaik diperoleh dari titik knot optimal berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) terkecil. Berdasarkan hasil penelitian, 5 variabel dinyatakan mempengaruhi Unmet Need KB di Jawa Timur yaitu persentase wanita pendidikan tidak tamat SD, persentase wanita bukan peserta KB yang diskusi KB dengan PLKB, persentase wanita bekerja, persentase pria & wanita yang mengetahui minimal satu jenis alat/cara KB dan jumlah pelayanan KB. Pemodelan terbaik dengan nilai GCV paling minimum pada kombinasi titik knot sebesar 2,855  memiliki nilai sebesar 82,76 %.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Tuberkulosis di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Firda Fahrun Nisa'; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.167 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16583

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycrobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. 7,5% angka kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit TB. Provinsi Jawa Timur memiliki kasus TB terbanyak kedua setelah provinsi Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2014 menunjukkan kasus TB mencapai 42.458 kasus. Tindakan prefentif yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit TB. Pada penelitian ini, metode regresi nonparametrik spline digunakan untuk memodelkan jumlah kasus TB di Jawa Timur. Metode regresi nonparametrik Spline digunakan karena pola data antara jumlah kasus TB di Jawa Timur tidak menunjukkan kecenderungan pola tertentu dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya, yaitu persentase keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar sehat, persentase penduduk miskin, persentase gizi buruk, persentase tenaga kesehatan terlatih dan jumlah rumah tangga ber-PHBS. Berdasarkan hasil pemodelan didapatkan model spline terbaik yaitu spline dengan kombinasi knot (1,3,2,3,2). Nilai koefisien determinasi yang didapatkan adalah 83,42% dengan tiga variabel prediktor dalam model berpengaruh signifikan, yaitu persentase gizi buruk masyarakat, persentase tenaga kesehatan terlatih TB, dan persentase rumah tangga ber-PHBS.
Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Morbiditas di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Krisna Wulandari; I Nyoman Budiantara; Madu Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.059 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22477

Abstract

Morbiditas adalah kondisi seseorang dikatakan sakit apabila keluhan kesehatan yang dirasakan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari yaitu tidak dapat melakukan kegiatan bekerja, mengurus rumah tangga, dan kegiatan normal sebagaimana biasanya. Semakin tinggi morbiditas, menunjukkan derajat kesehatan penduduk yang semakin buruk. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), pada tahun 2010 angka morbiditas Jawa Timur sebesar 28,4%, sedangkan pada tahun 2014 angka morbiditas Jawa Timur mencapai 30,21%. Adanya peningkatan angka morbiditas tersebut tentunya disebabkan oleh faktor-faktor baik gaya hidup maupun kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, dilakukan sebuah penelitian berupa pemodelan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas di Jawa Timur. Berdasarkan data yang diperoleh dari SUSENAS Jawa Timur tahun 2014, menunjukkan bahwa pola hubungan antara morbiditas penduduk dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya tidak berpola tertentu, sehingga pada penelitian ini digunakan metode regresi nonparametrik spline. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi terbaik menggunakan 3 titik knot dengan 6 variabel yang signifikan yaitu kepadatan penduduk, rata-rata lama sekolah, persentase penduduk miskin, Upah Minimum Kabupaten, persentase rumah tangga Open Defecation (OD), dan persentase rumah tangga dengan jarak sumber air minum ke tempat penampungan kotoran lebih dari 10 meter. Nilai kebaikan model atau R2 yang diperoleh yaitu sebesar 89,72%.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline Made Ayu Dwi Octavanny; I Nyoman Budiantara; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.85 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22491

Abstract

Aspek kesehatan yang dilihat dari umur harapan hidup saat kelahiran belum dapat menjabarkan indeks kesehatan dengan baik sehingga diperlukan indikator yang dapat mengukur aspek kesehatan, yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat suatu wilayah. Hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan peringkat berdasarkan pengembangan IPKM 2013. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPKM di Provinsi Jawa Timur sehingga pemerintah dapat melakukan usaha perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Pada penelitian ini, IPKM dan faktor-faktor yang memengaruhinya sebagian membentuk pola tertentu dan sebagian lagi tidak membentuk pola tertentu, sehingga digunakan metode regresi semiparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Model regresi semiparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan tiga titik knot. Terdapat empat variabel yang signifikan, yaitu Angka Kematian Bayi, kepadatan penduduk, persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, dan persentase rumah sehat. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 92,99%.
Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline Untuk Memodelkan Rata-Rata Umur Kawin Pertama (UKP) di Provinsi Jawa Timur Dhira Audhia Pratiwi; I Nyoman Budiantara; Wahyu Wibowo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.641 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22501

Abstract

Penyebab utama pertambahan penduduk yang besar setiap tahunnya adalah kelahiran. Kelahiran erat kaitannya dengan umur kawin pertama. Umur kawin pertama (UKP) adalah umur pada saat wanita menikah pertama kali. Jawa Timur memiliki rata-rata UKP wanita sebesar 22 tahun, dan merupakan terendah kedua di Pulau Jawa setelah Banten. Sebanyak lebih dari 50 persen wanita di Jawa Timur kawin di usia kurang dari 20 tahun pada tahun 2012. Terdapat 5 faktor yang diduga mempengaruhi UKP, yaitu persentase penduduk yang tinggal di pedesaan, rata-rata lama sekolah wanita, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, persentase penduduk miskin, dan gini ratio. Pemodelan UKP menggunakan regesi semiparametrik spline linier karena hubungan antara rata-rata UKP wanita Provinsi Jawa Timur dengan sebagian faktor yang diduga mempengaruhinya tidak membentuk pola tertentu dan sebagian lagi membentuk pola tertentu. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 4 faktor yang berpengaruh signifikan terhadap rata-rata UKP, yaitu rata-rata lama sekolah wanita, persentase penduduk wanita yng tinggal di desa, persentase penduduk wanita usia 15 tahun keatas yang bekerja, dan gini ratio. Model regresi semiparametrik spline menghasilkan koefisien determinasi sebesar 90,77%.
Pemodelan PDRB Di Indonesia Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Puspita Khanela; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.931 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24985

Abstract

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penyebab perlambatan ekonomi terlihat dari berbagai sisi yaitu sisi pengeluaran pada konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suatu produk domestik bruto, pertumbuhan ekonomi suatu daerah dikatakan meningkat apabila terjadi kenaikan Produk Domestik Regional Bruto. Faktor yang diduga mempengaruhi PDRB sebagai indikator laju pertumbuhan ekonomi yaitu TPAK, Penanaman Modal Asing, Realisasi Belanja Modal dan Realisasi Belanja Pegawai. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia diindikasikan tidak adanya jaminan yang menunjukan adanya pengaruh salah satu faktor dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi ataupun sebaliknya sehingga penelitian ini dapat dilakukan menggunakan analisis pendekatan Regresi Nonparametrik Spline. Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa model terbaik menggunakan kombinasi knot 2-3-2-3 memenuhi asumsi IIDN dan diapatkan R2 sebesar 99,207%.
Regresi Nonparametrik Spline Truncated untuk Memodelkan Persentase Unmet Need di Kabupaten Gresik Camelia Nanda Sholicha; I Nyoman Budiantara; Madu Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.106 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35259

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan wilayah yang mengalami penurunan persentase unmet need sehingga pada tahun 2017 menjadi urutan terendah kedua di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 15,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti petugas penyuluh informasi, tempat pelayanan KB, persentase keluarga miskin dan persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatakan kepala keluarga diduga cukup berpengaruh dalam capaian Kabupaten Gresik dalam menangani kejadian unmet need. Metode yang sesuai digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi nonparametrik Spline Truncated karena data tidak membentuk sebuah pola tertentu serta menggunakan titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) yang minimum. Dalam penelitian ini, karakteristik kecamatan dengan persentase unmet need di Kabupaten Gresik sangat tinggi dan tidak memenuhi SPM. Model regresi nonparametrik spline truncated terbaik dengan menggunakan kombinasi titik knot yaitu satu titik knot pada variabel cakupan PKB/PLKB (x1), satu titik knot pada variabel cakupan tempat pelayanan KB (x2), dua titik knot pada variabel persentase keluarga miskin (x3), serta dua titik knot pada variabel persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatkan oleh KK (x4). Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 88,09%.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persentase Peserta Aktif KB Suntik di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Octavianta Romauli Sitanggang; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.064 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35265

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi suntik di Jawa Timur pada akhir tahun 2015 mencapai angka 58,7%. Metode kontrasepsi suntik sering dipakai karena tingkat efektifitasnya yang tinggi. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi presentasepeserta KB aktif di Provinsi Jawa Timur tahun 2016 memilih memakai metode kontrasepsi suntik. Penelitian ini menggunakan analisis regresi nonparametrik spline truncated karena sifatnya yang fleksibel untuk memodelkan data yang tidak memiliki pola. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah persentase peserta KB aktif dari alat KB suntik pada tahun 2016 di Jawa Timur sebagai variabel respon dan variable prediktor yang diduga memengaruhi adalah persentase perempuan berstatus kawin usia 15-49 tahun, jumlah anak lahir hidup dari setiap wanita usia 15-49 tahun lebih dari atau sama dengan 2, tingkat pendidikan dari setiap wanita usia 15-49 tahun minimal SLTA/sederajat dan usia kawin pertama lebih dari 19 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah model terbaik yang didapatkan dari memilih titik knot optimum adalah regresi nonparametrik spline truncated dengan kombinasi knot (1-3-3-3).Keempat variabel prediktor dugaan, berpengaruh signifikan terhadap persentase peserta aktif alat KB suntik dengan R-Square dari model adalah sebesar 85,87%.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncate Nym Cista Striratna Dewi; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.189 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35267

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi di Indonesia. Kepadatan penduduk yang tinggi menyebabkan timbulnya masalah kecelakaan lalu lintas. Selama tiga tahun berturut-turut (2012-2014), Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur. Pada penelitian ini, angka kecelakaan lalu lintas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya tidak membentuk pola tertentu, sehingga digunakan metode regresi nonparametrik Spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimum berdasarkan nilai GCV yang paling minimum. Model regresi nonparametrik Spline terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi knot (1,3,3,3,3). Kelima variabel prediktor yang digunakan berpengaruh terhadap variabel respon, yaitu kepadatan penduduk, persentase pelaku usia remaja, persentase pendidikan terakhir pelaku lebih dari SMP, rasio jenis kelamin pelaku, dan persentase pelaku tidak memiliki SIM. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini sebesar 86,73%.
Co-Authors Achmad Zubaydi Agnes Tuti Rumiati Anita Trias Anggraeni Ayu Febriana Dwi Rositawati Ayu Ukhti Mufidah Ayuk Putri Sugiantari Azizah Azizah Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono, Bagiyo Bambang Widjanarko Otok Benny Kusuma Budi Lestari Budi Lestari Camelia Nanda Sholicha Chairunnisa, Nurul Rizky Crespo, Mohamad Dani, Andrea Dani, Andrea Tri Rian Delila Ramadanti Bidari Dewi Wahyu Setyowati Dhira Audhia Pratiwi Eko Wahyu Wibowo Elfrida Kurnia Litawati Erma Oktania Permatasari Errina Dwi Igustin Fadhlul Rahim Febriyani, Eka Riche Firda Fahrun Nisa' Fitriana, Dewi Fortano, Nauvalla Farhan Putra Fredi Suryadi Fredi Suryadi Hadianti, Wafirah Putri Hesikumalasari Hesikumalasari I Dewa Ayu Made Istri Wulandari I Gusti Putu Surya Darma Inggar Putri Merdekawati Irma Wahyu Rosanti Irma Yahya Ismaini Zain Kartika Fitriasari Khaerun Nisa' Krisna Wulandari Latifatul Mubarokah Lilik Hidayati, Lilik Ludia Ni’matuzzahroh M. Fariz Fadillah Mardianto Made Ayu Dwi Octavanny Madu Ratna Merly Fatriana Bintariningrum Meyda Arynta muhammad mashuri Nalim Nalim Ni Putu Dera Yanthi Nisa', Khaerun Novalia Dwita Pramitasari Novia Asri Kurniawati Nur Chamidah Nuraini, Ulfa Siti Nuraziza Arfan Nuroini, Husna Mir'atin Nuroini, Husna Miratin Nuroini, Husna Mir’atin Nurul Fajriyyah Nurul Fitriyani Nurul Izzah Nym Cista Striratna Dewi Octavianta Romauli Sitanggang Patrica Pungky Gabrela Permatasari, Erma Oktania Pramaningrum, Dea Saraswati Puspita Khanela Putra, Fachrian Bimantoro Putri, Asyifa Charmadya Ramadhani, Riska Kunti Ratri Galuh Pramesti Reza Mubarak Riana Kurnia Dewi Rifani Nur Sindy Setiawan Rizkiana Prima Rahmadina Robiatul Maziyah Ruli Sartika Sari Sherly Mega Tri Marina Shofa F Nisai Sifriyani, Sifriyani Siti Nasfirah Sjarief Widjaja Sony Sunaryo Sony Sunaryo Suryo Guritno Suryo Guritno Tavio, Tavio Tuti Rumiati, Agnes Vita Ratnasari Wiyli Yustanti Zaed Yuliadi Zaed Yuliadi, Zaed