Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Persentase Peserta Kb Aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Mkjp) Di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Novalia Dwita Pramitasari; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.151 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35268

Abstract

Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada peserta KB aktif di Provinsi Jawa Timur sebagai cara mengatur kehamilan sebanyak 1,75 juta jiwa lebih rendah dibandingkan dengan pemakaian non-MKJP yang mencapai 4,35 juta jiwa. MKJP merupakan alat/cara kontrasepsi yang efektif dan efisien dipakai dalam jangka waktu lama untuk tujuan menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Sedangkan peserta KB aktif merupakan akseptor Pasangan Usia Subur (PUS) usia 15-49 tahun yang saat ini sedang menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh tidak membentuk suatu pola tertentu, sehingga menggunakan metode regresi nonparametrik spline truncated. Model terbaik diperoleh dari titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Lima variabel yang berpengaruh signifikan yaitu persentase perempuan usia 15-49 tahun berstatus kawin memiliki anak masih hidup lebih dari dua, persentase perempuan usia 35 tahun keatas berstatus kawin, persentase perempuan usia 15-49 tahun berstatus kawin pernah menggunakan alat/cara KB, persentase perempuan usia 15-49 tahun berstatus kawin yang bekerja, dan persentase perempuan usia 15 tahun keatas berstatus kawin dengan usia kawin pertama kurang dari 19 tahun. Pemodelan terbaik dengan GCV paling minimum pada tiga titik knot atau kombinasi titik knot (3,3,3,3,3) sebesar 31,91. Nilai R2 yang dihasilkan model sebesar 90,69%.
Pemodelan Angka Harapan Hidup di Provinsi Papua Menggunakan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Patrica Pungky Gabrela; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.022 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44281

Abstract

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. Untuk dapat berumur panjang, diperlukan kesehatan yang lebih baik. Indikator ini menjadi indikator penting untuk melihat derajat kesehatan suatu masyarakat. Angka harapan hidup Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan nilai yang beragam. Kabupaten Nduga di Provinsi Papua merupakan kabupaten dengan AHH terkecil di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi Angka Harapan Hidup di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua sehingga dapat dijadikan rekomendasi guna meningkatkan nilai AHH tersebut. Variabel-variabel yang diduga mempengaruhi AHH di Provinsi Papua adalah persentase penduduk miskin (X1), morbiditas (X2), kebiasaan merokok (X3), cakupan imunisasi (X4), serta rasio dokter (X5). Metode yang akan digunakan adalah Regresi Nonparametrik Spline Truncated. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata Angka Harapan Hidup di Provinsi Papua pada tahun 2017 adalah 64.47. Angka Harapan Hidup tertinggi terdapat di Kabupaten Mimika yaitu sebesar 71.93 sedangkan Angka Harapan Hidup terendah terdapat di Kabupaten Nduga yaitu sebesar 54.6. Model regresi nonparametrik Spline terbaik untuk memodelkan Angka Harapan Hidup di Provinsi Papua pada tahun 2017 adalah model dengan menggunakan kombinasi titik knot 3,3,3,3,2. Nilai R2 yang diperoleh cukup tinggi yaitu sebesar 89.35%.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persentase Kasus HIV di Indonesia Tahun 2017 Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Azizah Azizah; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.354 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44382

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara berkelanjutan telah menjadi permasalahan utama bagi pembangunan dan kemajuan sosial. Di Indonesia, kasus HIV mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2017 negara Indonesia menjadi negara ketiga dengan kasus HIV terbanyak di Asia-Pasifik. Penyebab meningkatnya kasus HIV dipengaruhi beberapa faktor, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhinya dilakukan penelitian menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated. Karena pola hubungan yang ditunjukan antar persentase kasus HIV dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya tidak mengikuti pola tertentu. Berdasarkan nilai GCV yang paling minimum, model terbaik adalah menggunakan kombinasi titik knot (3,3,2,2,1). Hasil pengujian signifikansi parameter menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian berpengaruh signifikan terhadap persentase kasus HIV di Indonesia. Variabel yang digunakan adalah rasio layanan KT, persentase penggunaan kondom, persentase penduduk miskin, rasio layanan PDP, dan persentase penduduk laki-laki. Dan hasil pengujian asumsi residual menunjukkan semua asumsi terpenuhi dengan nilai koefisien determinasi dari model ini sama dengan 89,49%.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persentase Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Meyda Arynta; I Nyoman Budiantara; Madu Ratna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.325 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44436

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah kejahatan yang cukup tinggi setelah Sumatra Utara dan DKI Jakarta. Data Kepolisian Negara Daerah Jawa Timur menyatakan bahwa jumlah kejahatan di Jawa Timur sebanyak 29.960 kasus, dengan kasus terbanyak di setiap kabupaten/kota adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pada penelitian ini memodelkan persentase pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur dengan 4 variabel yang diduga berpengaruh. Metode yang dipilih adalah regresi nonparametrik spline truncated. Metode tersebut dipilih karena spline merupakan metode yang fleksibel dan pada model ini cenderung mencari sendiri estimasi data. Dalam pemodelan ini terdapat titik knot. Pemilihan titik knot optimum dilakukan dengan cara memilih nilai GCV paling minimum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan semua variabel prediktor berpengaruh terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yaitu tingkat pengangguran terbuka, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, dan persentase penduduk yang tidak pernah sekolah, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 97.42 %.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Prevalensi Kusta di Jawa Timur dengan Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Ratri Galuh Pramesti; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.797 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.44876

Abstract

Penyakit kusta atau lepra merupakan sebuah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, di tahun 2017 Indonesia menempati posisi ketiga setelah India dan Brazil sebagai negara dengan jumlah  penderita kusta terbanyak di dunia. Pada tahun 2017, Jawa Timur menempati posisi pertama di Indonesia dengan jumlah penderita kusta terbanyak di Indonesia dengan jumlah 4.183 jiwa. Batas angka prevalensi kusta yang ingin dicapai Indonesia adalah 1. Sedangkan di Provinsi Jawa Timur, masih terdapat 10 Kabupaten dari 38 Kabupaten atau Kota yang memiliki angka prevalensi di atas 1.  Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka prevalensi kusta yaitu Regresi Nonparametrik Spline Truncated karena pola hubungan antara angka prevalensi kusta dengan masing-masing variabel prediktor yang didapatkan tidak membentuk suatu pola tertentu. Berdasarkan model yang diperoleh, hasilnya adalah semua variabel prediktor berpengaruh signifikan terhadap angka prevalensi kusta, yaitu persentase rumah tangga berPHBS, persentase sarana air bersih, persentase jamban sehat, persentase penduduk miskin, dan persentase puskesmas per 100.000 penduduk dengan nilai koefisien determinasi sebesar 95,34%.
Pemodelan Indeks Kebahagiaan Provinsi di Indonesia Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Ayu Febriana Dwi Rositawati; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.636 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.45160

Abstract

Salah satu ukuran tingkat kesejahteraan yang saat ini sedang menjadi perhatian pengambil kebijakan adalah indeks kebahagiaan. Indeks kebahagiaan Indonesia tahun 2017 sebesar 70,69. Selain itu, juga terdapat indeks kebahagiaan untuk setiap provinsi. Provinsi yang memiliki indeks kebahagiaan paling rendah adalah Provinsi Papua yaitu sebesar 67,52. Sedangkan provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi adalah Provinsi Maluku Utara yaitu sebesar 75,68. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan indeks kebahagiaan di setiap provinsi. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan enam variabel yang diduga berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia. Data diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan tidak membentuk pola tertentu, sehingga dilakukan analisis menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated dengan metode pemilihan titik knot optimumnya adalah GCV (Generalized Cross Validation). Hasil analisis menunjukkan model regresi nonparametrik Spline Truncated terbaik untuk pemodelan indeks kebahagiaan di Indonesia tahun 2017 menggunakan kombinasi titik knot 1,3,2,1,3,2. Hal ini ditunjukkan dengan diperolehnya nilai GCV paling minimum yaitu sebesar 0,31. Nilai kebaikan model atau R2 yang dihasilkan juga sangat tinggi yaitu sebesar 97,85% dengan enam variabel prediktor yang berpengaruh yaitu variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), jumlah penduduk miskin, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Angka Partisipasi Sekolah (APS), dan rasio rumah sakit per satu juta penduduk.
Pemodelan Faktor yang Memengaruhi Angka Kasus Tuberculosis di Kota Surabaya Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated I Gusti Putu Surya Darma; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.192 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.45404

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi kronik dan menular yang erat kaitannya dengan keadaan lingkungan dan perilaku masyarakat. Tuberculosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penggunaan metode regresi nonparametrik Spline Truncated pada angka kasus Tuberculosis di Kota Surabaya belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan faktor-faktor yang memengaruhi angka kasus Tuberculosis di Kota Surabaya menggunakan pendekatan regresi nonparametrik Spline Truncated. Dengan menggunakan data yang bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yakni data publikasi Profil Kesehatan Kota Surabaya tahun 2017 dengan unit observasi yang digunakan sebanyak 31 kecamatan yang ada di Surabaya, didapatkan hasil penelitian bahwa model terbaik regresi nonparametrik Spline Truncated untuk angka kasus Tuberculosis di Kota Surabaya tahun 2017 merupakan model kombinasi knot (3,2,3) dengan nilai GCV minimum sebesar 1338,53. Sebanyak tiga variabel prediktor yang digunakan berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi atau R2 yang menunjukkan ukuran kebaikan model adalah sebesar 74,3515%.
Pemodelan ASFR (Age Specific Fertility Rate) di Indonesia Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Robiatul Maziyah; Madu Ratna; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.45666

Abstract

Secara nasional angka kelahiran pada remaja perempuan usia 15-19 tahun adalah 33 per 1000 kelahiran pada tahun 2017. Nilai ASFR tersebut telah memenuhi target yang ditetapkan oleh BKKBN menurut SDKI 2017 yaitu 36 per 1000 wanita. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada beberapa daerah di Indonesia. Terdapat beberapa provinsi dengan nilai ASFR 15-19 tahun yang cukup tinggi dan sangat jauh dari target. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian guna mendukung penurunan ASFR 15-19 tahun di Indonesia tahun 2017 sesuai dengan tujuan RPJMN 2015-2019 yaitu pembangunan penduduk usia remaja. Data diperoleh dari BKKBN dan BPS, sementara itu pola dari data tidak membentuk pola tertentu, sehingga untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ASFR 15-19 tahun maka dilakukan analisis menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated dengan metode pemilihan titik knot optimumnya adalah GCV (Generalized Cross Validation). Hasil analisis menunjukkan model regresi Spline terbaik menggunakan kombinasi knot 3,3,3,1,3 dengan variabel yang berpengaruh adalah persentase UKP (Usia Kawin Pertama) wanita < 20 tahun, persentase wanita tamat SMA, persentase penduduk miskin, persentase penduduk wanita umur 15 tahun ke atas yang bekerja, dan gini ratio dengan nilai R2 yang diperoleh yaitu sebesar 89,07%
Pemodelan Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Novia Asri Kurniawati; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48239

Abstract

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk menilai kesejahteraan sosial masyarakat. Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2018 merilis data  TPT di Indonesia menurut provinsi yang menunjukan Provinsi Jawa Barat memiliki TPT tertinggi yaitu sebesar 8,22. Terdapat empat faktor dari indikator sosial kependudukan yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 yaitu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Dependency Ratio, Rata-rata Lama Sekolah dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Berdasarkan analisa menggunakan scatterplot data yang telah diperoleh dari Badan Pusat Statistika Provinsi Jawa Barat tahun 2017 menunjukan tidak adanya pola hubungan antara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan faktor-faktor yang diduga berpengaruh sehingga pada penelitian ini digunakan metode regresi nonparametrik spline truncated. Hasil analisa menunjukan bahwa variabel TPAK, Dependency Ratio, Rata-rata Lama Sekolah dan Laju Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh secara signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 dengan nilai koefisien determinasi 95,23.
Pemodelan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) di Provinsi Sulawesi Selatan Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Dewi Wahyu Setyowati; Agnes Tuti Rumiati; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i1.51045

Abstract

Contraceptive Prevalence Rate (CPR) merupakan angka yang menunjukkan banyaknya pasangan usia subur yang sedang menggunakan kontrasepsi. Menurut World Population Data Sheet Tahun 2019 Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di antara negara ASEAN. Penelitian ini dilakukan menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated. Hal ini didasari karena pola yang terbentuk antar variabel prediktor dan variabel respon tidak mengikuti pola tertentu. Berdasarkan nilai GCV yang paling minimum, model terbaik adalah menggunakan kombinasi titik knot (3,3,3). Hasil pengujian signifikansi parameter menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian berpengaruh signifikan terhadap persentase CPR di Sulawesi Selatan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah penduduk miskin, persentase penduduk yang memiliki pendidikan ≤ SMA, dan persentase pengguna BPJS. Berdasarkan hasil pengujian asumsi residual disimpulkan semua asumsi terpenuhi dengan nilai koefisien determinasi dari model ini sama dengan 83,125%.
Co-Authors Achmad Zubaydi Agnes Tuti Rumiati Anita Trias Anggraeni Ayu Febriana Dwi Rositawati Ayu Ukhti Mufidah Ayuk Putri Sugiantari Azizah Azizah Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono, Bagiyo Bambang Widjanarko Otok Benny Kusuma Budi Lestari Budi Lestari Camelia Nanda Sholicha Chairunnisa, Nurul Rizky Crespo, Mohamad Dani, Andrea Dani, Andrea Tri Rian Delila Ramadanti Bidari Dewi Wahyu Setyowati Dhira Audhia Pratiwi Eko Wahyu Wibowo Elfrida Kurnia Litawati Erma Oktania Permatasari Errina Dwi Igustin Fadhlul Rahim Febriyani, Eka Riche Firda Fahrun Nisa&#039; Fitriana, Dewi Fortano, Nauvalla Farhan Putra Fredi Suryadi Fredi Suryadi Hadianti, Wafirah Putri Hesikumalasari Hesikumalasari I Dewa Ayu Made Istri Wulandari I Gusti Putu Surya Darma Inggar Putri Merdekawati Irma Wahyu Rosanti Irma Yahya Ismaini Zain Kartika Fitriasari Khaerun Nisa&#039; Krisna Wulandari Latifatul Mubarokah Lilik Hidayati, Lilik Ludia Ni’matuzzahroh M. Fariz Fadillah Mardianto Made Ayu Dwi Octavanny Madu Ratna Merly Fatriana Bintariningrum Meyda Arynta muhammad mashuri Nalim Nalim Ni Putu Dera Yanthi Nisa', Khaerun Novalia Dwita Pramitasari Novia Asri Kurniawati Nur Chamidah Nuraini, Ulfa Siti Nuraziza Arfan Nuroini, Husna Mir'atin Nuroini, Husna Miratin Nuroini, Husna Mir’atin Nurul Fajriyyah Nurul Fitriyani Nurul Izzah Nym Cista Striratna Dewi Octavianta Romauli Sitanggang Patrica Pungky Gabrela Permatasari, Erma Oktania Pramaningrum, Dea Saraswati Puspita Khanela Putra, Fachrian Bimantoro Putri, Asyifa Charmadya Ramadhani, Riska Kunti Ratri Galuh Pramesti Reza Mubarak Riana Kurnia Dewi Rifani Nur Sindy Setiawan Rizkiana Prima Rahmadina Robiatul Maziyah Ruli Sartika Sari Sherly Mega Tri Marina Shofa F Nisai Sifriyani, Sifriyani Siti Nasfirah Sjarief Widjaja Sony Sunaryo Sony Sunaryo Suryo Guritno Suryo Guritno Tavio, Tavio Tuti Rumiati, Agnes Vita Ratnasari Wiyli Yustanti Zaed Yuliadi Zaed Yuliadi, Zaed