Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Relationship between Education Level and Mother's Knowledge about Choosing Contraceptive Devices Rachma, Ulfie Aulia; Ariningtyas, Ninuk Dwi; Levani, Yelvi; Anas, Muhammad; Urrachman, Salsabillah Kemangi
MAGNA MEDIKA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.12.1.2025.50-56

Abstract

Background: Population growth is influenced by high birth rates and low mortality rates. Improved health services reduce mortality rates while births continue to increase. According to the Data and Information Center of the Indonesian Ministry of Health (2020), contraceptive services include education, counseling, medical screening, provision and removal of contraceptives, and handling of side effects to prevent pregnancy.Objective: To determine the relationship between the level of education and mothers' knowledge of contraception at Bandar Kedungmulyo Community Health Center, Jombang.Method: This is an analytical observational study aimed at analyzing the relationship between the level of education and the level of a mother's knowledge of the choice of contraception. The study sample consisted of 304 women of childbearing age who accepted family planning. Data were collected using a questionnaire.Results: The majority had good knowledge (97.7%). Injectable contraception was the most widely chosen (60.5%). The Chi-square test and multinomial logistic regression showed that the level of education and knowledge of mothers influenced the choice of contraception.Conclusion: There is a relationship or simultaneous influence between the level of education and the level of knowledge of mothers on the choice of contraceptives.
Anxiety Level of Pregnant Women at Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang Hospital During COVID-19 Pandemic Dwi Ariningtyas, Ninuk; Islamy, Aulia Nuril; Subagyo, Roni; Anas, Muhammad
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.21374

Abstract

Pregnant women are one of the vulnerable groups who have to face the unpleasant effects of the COVID-19 pandemic. One of the effects is the psychological impact that is bad for both the mother and the fetus. This study aims to describe the level of anxiety experienced by pregnant women during the COVID-19 pandemic at Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang Hospital. The results of this study are expected to be used as information to help overcome more serious mental health problems. This research uses using quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample of this study was 112 pregnant women who met the research criteria. This research was conducted by giving them questionnaires consisting of their age, job, parity, gestational age, history of COVID-19 illness, history of mental problems, knowledge about COVID-19, and level of anxiety. Statistical analysis showed 84.8%, 8.9% and 6.3% of pregnant women experience low, moderate, and concerning levels of anxiety, respectively. The majority of pregnant women are primigravida, aged 20-35 years, with a gestational age of 28-41 weeks, housewives, and the level of knowledge about COVID-19 is very good. Correlation analysis using Kendall's tau-b showed a significance value of 0.038 (<0.05), which means a relationship exists between the level of knowledge about COVID-19 and the level of anxiety of pregnant women. In conclusion, the level of anxiety of pregnant women the most is low anxiety, followed by moderate and concerning levels of anxiety.
Relationship between Age and Parity with Late Onset Severe Preeclampsia at PKU Muhammadiyah Surabaya Hospital Dwi Ariningtyas, Ninuk; Assidiqi Iman, Penta; Irfana, Laily; Anas, Muhammad
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 9 No 01 (2025): Qanun Medika Vol 09 No 01 January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v9i01.24220

Abstract

Maternal and fetal mortality is 31.15% due to undetected preeclampsia leading to eclampsia. Pre-occurrence of eclampsia is often characterized by severe preeclampsia symptoms such as increased blood pressure, and proteinuria, furthermore, preeclampsia is also divided into 2 types, based on the time of symptom onset, in early-onset type preeclampsia appears at <34 weeks of gestation while for late-onset appears at >34 weeks of gestation. Extreme age and multigravida parity are risk factors for severe preeclampsia. This study aims to determine the relationship between age and parity with late-onset severe preeclampsia. This study used a cross-sectional study design, sampling method used nonprobability sampling techniques with observational analysis on pregnant women diagnosed with preeclampsia at PKU Muhammadiyah Surabaya Hospital for January 2022 - November 2023. The data collection instrument used medical record data, which was analyzed using Chi-Square. In the analysis obtained for the relationship between age and preeclampsia, the large p-value is 0.16 <0.05. The relationship of parity with preeclampsia is 0.004 < 0.05, thus proving a relationship between age and parity with late-onset severe preeclampsia at PKU Muhammadiyah Surabaya Hospital. In conclusion, there is a relationship between age and parity with late-onset severe preeclampsia at PKU Muhammadiyah Surabaya Hospital.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETAPANG KABUPATEN SAMPANG Sudirman, Choiros Sirli; Ariningtyas, Ninuk Dwi; Djalilah , Gina Noor; Hartati , Edim
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v1i01.21578

Abstract

Latar Belakang : ASI memiliki kandungan kolostrum yang kaya akan antibodi sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu membunuh kuman dalam jumlah yang tinggi di dalam tubuh bayi. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dilanjutkan dengan tambahan makanan pendamping sampai usia dua tahun dapat mencegah kematian sebanyak 19%. Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya seperti kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya ASI untuk bayi baru lahir, sikap, kepercayaan diri serta perilaku ibu dalam memberikan ASI. Tujuan: Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif, khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kab. Sampang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Rancangan penelitian ini menggunakan sampel dengan metode non probability sampling teknik purposif sampling. Populasi yang diteliti pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki baduta (anak usia di bawah dua tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kabupaten Sampang dengan besar sampel yang digunakan sebanyak 95 ibu menyusui yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Hasil : Dan dari hasil analisis didapatkan hasil adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ketapang Kab. Sampang, hal ini terbukti dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, nilai tersebut < 0,05, Hasil uji korelasi koefisien kontingensi aktivitas fisik dan obesitas dengan komplikasi ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo diperoleh p value < 0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menysuai tehadap pemberian ASI Eksklusif khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ketapang Kabupaten Sampang.
Hubungan Trauma Psikologis Pada Ibu Hamil Dengan Gejala Depresi Perinatal di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya Yumna, Insira; Prasetya , Era Catur; Ariningtyas, Ninuk Dwi; Subagyo , Roni
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v1i01.21617

Abstract

Latar Belakang: Depresi perinatal merupakan masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh ibu hamil dan menyusui. Trauma psikologis yang dialami sebelum hamil dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental ibu hamil, termasuk meningkatkan risiko depresi perinatal. (Shamblaw et al., 2019) Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa trauma psikologis dapat mempengaruhi fungsi sosial yang dapat meningkatkan risiko depresi perinatal. Namun, masih terdapat keterbatasan dalam penelitian yang menyelidiki hubungan spesifik antara trauma psikologis dan depresi perinatal. (Nanni et al., 2012) Tujuan: Mengetahui hubungan trauma psikologis pada ibu hamil dengan gejala depresi perinatal di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode Cross Sectional Study dengan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 96 orang ibu hamil dan menyusui di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pemberian kuesioner (EPDS) & (TEQ) kepada responden yang diisi secara tertulis. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Spearman Rho dengan aplikasi statistik SPSS.Hasil: Hasil analisis uji Spearman Rho diperoleh nilai p = 0,503 (p > 0,050), dengan Koefisien Korelasi r = 0,069 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Trauma Psikologis dengan Gejala Depresi Perinatal di RS Muhammadiyah Surabaya. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara trauma psikologis pada ibu hamil dan menyusui dengan gejala depresi perinatal di RS Muhammadiyah Surabaya.
Hubungan Anemia Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur Raihana, Deva; Nursucahyo, Eko; Ariningtyas, Ninuk Dwi; Anas, Muhammad
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i02.23051

Abstract

Latar Belakang: Kematian bayi di Indonesia menurut SDKI 2017 19% diakibatkan karena persalinan prematur. Salah satu faktor resiko persalinan prematur adalah anemia. Kondisi anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan penurunan suplai oksigen pada pada janin sehingga dapat menyebabkan keadaan hipoksia yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case control dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan tipe consecutive sampling pada ibu bersalin di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur Periode Januari-Oktober tahun 2023. Ibu dengan persalinan prematur sebagai kelompok kasus dan ibu dengan persalinan aterm sebagai kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan rekam medis dan analisis data menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil: Hasil analisis hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian persalinan prematur menunjukkan nilai p-value 0,046 (p = <0,05), dan hasil analisis hubungan karakteristik responden yaitu usia ibu dengan kejadian persalinan prematur menunjukkan p-value 0,725 (p = >0,05), paritas dengan kejadian persalinan prematur menunjukkan p-value 0,739 (p = >0,05), tingkat pendidikan dengan persalinan prematur menunjukkan p-value 0,842 (p = >0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.
Hubungan Antara Kepatuhan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Prambontergayang Kabupaten Tuban Fakhrurrozaq, Hilal; Ariningtyas, Ninuk Dwi; Akil , Syafarinah Nur Hidayah; Absor , Sholihul
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i1.25630

Abstract

Latar Belakang: Ketidakpatuhan kunjungan antenatal care (ANC) merupakan faktor risiko kekurangan energi kronis (KEK). Di Kabupaten Tuban pada tahun 2023, KEK mencapai 7,8% dan AKI terdapat 6 kasus. KEK pada ibu hamil perlu mendapat perhatian karena menyebabkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi, hingga kematian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) di Puskesmas Prambontergayang Kabupaten Tuban. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung antenatal care periode Januari – Desember 2023. Besar sampel penelitian ini berjumlah 319 ibu hamil dan diambil dengan cara stratified random sampling. Data berupa data sekunder yang diambil dari pihak rekam medis Puskesmas Prambontergayang. Hasil: Uji korelasi chi-square menunjukkan nilai p 0.002 < 0.05 pada kepatuhan antenatal care dengan kekurangan energi kronis. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan antenatal care dengan kejadian kekurangan energi kronis di Puskesmas Prambontergayang Kabupaten Tuban. Kata Kunci : Kehamilan, kepatuhan antenatal care, kekurangan energi kronis.
Hubungan Antara Obesitas Dengan Kejadian Preeklamsia Berat Pada Ibu Hamil Trimester 3 Di RS Fatimah Kabupaten Lamongan Zaky Fakhriantono, Haidar; Dwi Ariningtyas, Ninuk; Prahasanti, Kartika; Nur Sucahyo, Eko
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28584

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, salah satunya disebabkan oleh preeklamsia, yaitu kondisi hipertensi spesifik selama kehamilan. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang memicu terjadinya preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil trimester 3 di \ Fatimah Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 344 ibu hamil dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,6% responden mengalami obesitas dan 15,4% mengalami preeklamsia berat. Terdapat hubungan signifikan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia berat (p-value 0,000). Disimpulkan bahwa obesitas pada ibu hamil trimester 3 berhubungan dengan peningkatan risiko preeklamsia berat. Penelitian ini menyarankan pentingnya edukasi dan pemantauan status gizi ibu hamil untuk mencegah komplikasi kehamilan.
Perbedaan Anestesi Metode ERACS dan Non-ERACS terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya Rista Nabilah, Widya; Rochman, Syaiful; Dwi Ariningtyas, Ninuk; Suyuthi, Imam
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28597

Abstract

Latar Belakang: Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) merupakan pendekatan terbaru dalam manajemen perioperatif yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri pascaoperasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efektivitas metode anestesi ERACS dan non-ERACS dalam menurunkan nyeri pascaoperasi pada pasien sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 96 pasien post-SC yang dibagi dalam dua kelompok berdasarkan metode anestesi yang diterima, yaitu 48 pasien ERACS (bupivakain intratekal dengan morfin) dan 48 pasien non-ERACS (bupivakain intratekal dengan petidin intramuskular). Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada jam kedua pascaoperasi. Hasil: Dari hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa pasien yang menerima metode ERACS mengalami nyeri lebih ringan dibandingkan kelompok non-ERACS (p<0,05). Kesimpulan: Metode anestesi ERACS lebih efektif dalam menurunkan rasa nyeri dan mempercepat pemulihan pasca sectio caesarea dibandingkan dengan metode non-ERACS. Penerapan metode ini dapat menjadi rekomendasi dalam manajemen perioperatif operasi sesar untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mempercepat pemulihan.
Differences in the Development of Language and Social Independence in Children with Speech Delay and Sensorineural Hearing Loss based on the Age for Early Intervention and the Duration of Auditory-Verbal Therapy Purwanti, Zamrotu Iva; Romdhoni, Achmad Chusnu; Suryawan, Ahmad; Purnami, Nyilo; Ariningtyas, Ninuk Dwi
Folia Medica Indonesiana Vol. 59, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights : • This study explored the significance of auditory-verbal therapy as an early intervention for children with speech delay and sensorineural hearing loss, a topic that deserves further research in developing countries such as Indonesia. • The findings highlight the significance of age and therapy duration on the language development of children with speech delay and sensorineural hearing loss. Abstract Speech delay is primarily attributed to sensorineural hearing loss, which may significantly impact a child's language development and social independence. Consistent and periodic auditory-verbal therapy as an early intervention has the potential to positively influence language development, thereby fostering independence in children. The objective of the research was to examine the differences in the development of language and social independence among children who have speech delay and sensorineural hearing loss at the children's age for early intervention and with the duration of auditory-verbal therapy taken into consideration. The research employed an analytical-observational design with a cross-sectional approach and total sampling. The sample comprised 29 children who were undergoing the weekly routine of auditory-verbal therapy at Yayasan Aurica, Surabaya, Indonesia. The tool utilized in this study was the Pre-Screening Developmental Questionnaire. The data underwent bivariate analysis, specifically using the Chi-squared test with a significance level set at a p-value of <0.05. The language development analysis resulted in a p-value of 0.013 for the age variable and a p-value of 0.019 for the therapy duration variable. Meanwhile, the social independence analysis yielded a p-value of 0.229 for the age variable and a p-value of 0.111 for the therapy duration variable. In conclusion, the influence of age on early intervention had a significant difference from that of the duration of auditory-verbal therapy on the language development of children with speech delay and sensorineural hearing loss. Conversely, age and therapy duration did not exert any meaningful difference in terms of their influence on the children's social independence development.