Claim Missing Document
Check
Articles

MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS BY RATIO ANALYSIS METHOD SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN ASISTEN LABORATORIUM (STUDI KASUS PRODI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS PGRI SEMARANG) Setyoningsih Wibowo; Slamet Budirahardjo
Jurnal Transformatika Vol. 17 No. 1 (2019): July 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v17i1.1311

Abstract

Sistem pendukung keputusan suatu sistem guna mempermudah dalam penyelesaian masalah juga sebagai pengambilan suatu keputusan. Metode MOORA (Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis) adalah sistem pendukung keputusan dimana metode ini memperhitungkan kalkulasi yang kompleks dan dalam penentuan alternatifpun sangat selektif. Dalam penerimaan asisten laboratorium menjadi masalah yang serius karena banyak factor yang harus dipertimbangkan dan diputuskan. Asisten laboratorium bertugas membantu kepala laboratorium dan dosen pengampu dalam proses pelaksanaan praktikum, menjaga dan merawat peralatan serta menjaga kebersihan laboratorium. Selama ini penerimaan asisten laboratorium dilakukan dengan wawancara dan ujian tertulis kemudian baru dilakukan seleksi secara manual. Pada penelitian ini kami mengambil contoh kasus yang sering dialami oleh Prodi Teknik Sipil. Dari rangkaian proses metode MOORA yang digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dalam penerimaan asisten laboratorium disimpulkan bahwa metode ini sangat cocok diimplementasikan karena hasil keluaran sesuai dengan target yang diharapkan. Dan nantinya bisa diterapkan di semua fakultas di Lingkungan Universitas PGRI Semarang sebagai sistem dalam sebuah seleksi.
PKM OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG HIDUP PASCA COVID 19 DI RT. 08 RW. X KELURAHAN KEMBANGARUM KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG Rifki Hermana; Slamet Budirahardjo; Setyoningsih Wibowo
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.4201

Abstract

Sebagian besar warga RT. 08 RW. X Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang bermata pencaharian diluar rumah, mayoritas warga bekerja sebagai karyawan swasta dan pekerja buruh. Saat kondisi wilayah Semarang diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Terutama di wilayah Semarang Barat termasuk zona merah, untuk mencegah semakin luasnya penyebaran maka wilayah tersebut di isolasi sehingga kondisi menjadi perhatian penuh bagi kelurahan setempat. Warga dihimbau untuk tidak banyak melakukan aktifitas diluar rumah. Dengan adanya pembatasan kegiatan diluar rumah maka kebutuhan pokokpun sangat terbatas pula untuk dapat terpenuhi. Hasil diskusi dengan warga, menemukan solusi kegiatan apa yang perlu dilakukan agar pada saat diberlakukannya PPKM warga tidak hanya berdiam diri dirumah. Solusi yang dihasilkan adalah PPKM versi warga RT. 08 yaitu Pengen Panen Kita Menanam. Kami tim pengabdian masyarakat melakukan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai solusi lumbung pangan bagi keluarga dengan bertanam sayuran, selain sayuran kami juga membudidayakan jahe merah, mengingat manfaat jahe merah yang sangat bagus bagi kesehatan sebagai penangkal covid-19 dan sebagai penguat imun dan karena harga jahe merah yang sangat mahal dan tidak terjangkau warga. Adapun edukasinya adalah menciptakan inovasi pemanfaatan lahan pekarangan di rumah masing-masing dengan sistem Vertikal Garden dan budidaya jahe merah menggunakan polybag/karung. Optimalisasi ini difokuskan pada edukasi tentang vertical garden, sehingga warga yang hanya mempunyai lahan sempit masih bisa menciptakan lumbung hidup sendiri dirumah. Edukasi meliputi pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam dengan memperhatikan kebutuhan sinar matahari dan umur panen yang pendek. Kesimpulan warga semakin paham bahwa dengan pengoptimalkan lahan pekarangan dengan system vertical garden sangat menghemat lahan dengan hasil memuaskan. Warga sangat senang dengan hasilnya karena dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain bisa panen dilahan pekarangan sendiri, hasilnya juga organic, menyehatkan dan bergizi. Dengan berbudidaya jahe merah warga dapat menyediakan rempah secara mandiri untuk menjaga stamina dan sebagai penangkal covid-19. Pemahaman tentang pengoptimalah lahan pekarangan dan berbudidaya jahe merah, warga menjadi sadar bahwa lahan sempit bukan menjadi halangan warga untuk betah beraktifitas dirumah. Slogan PPKM (Pengen Panen Kita Menanam) bagi warga sangatlah tepat sekali.  Kata kunci: vertical garden, budidaya, jahe merah