Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENAMBAHAN PAKAN BUATAN TEPUNG DAUN MANGROVE API-API (Avicennia marina) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) Fitriyana Dewi Astinisa; Mad Rudi; Ferry Dwi Cahyadi
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 4, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gurami (Osphronemus gouramy) saat ini terus dikembangkan guna meningkatkan produksi perikanan budidaya, ikan gurami merupakan jenis ikan herbivora asli Indonesia yang banyak digemari, ekonomis dan mempunyai banyak keunggulan antara lain pertumbuhan cepat, tahan penyakit serta toleran terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pakan dengan dosis penambahan tepung daun mangrove api-api yang berbeda terhadap pertumbuhan pada ikan guram. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan dan menggunakan 10 ekor ikan pada setiap ulangan. Variabel laju pertumbuhan bobot spesifik dan variabel kelangsungan hidup di dapatkan hasil yang terbaik pada perlakuan P2 (50% tepung daun mangrove api-api + 50% pakan komersil), pada variabel bobot spesifik di dapatkan hasil terbaik pada perlakuan P3 (75% tepung daun mangrove api-api + pakan komersil 25%). Sedangkan untuk variabel pendukung lainnya seperti panjang mutlak di dapatkan hasil terbaik pada perlakuan P2 (50% tepung daun mangrove api- api + 50% pakan komersil), dan variabel pakan habis makan (FCR) terdapat hasil terbaik pada perlakuan P1 dengan dosis (25% tepung daun mangrove api-api + 75% pakan komersil) dengan parameter pendukung kualitas air yang baik dan sesuai dengan standar ikan budidaya.
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 OLI/TIRS UNTUK ANALISIS KERAPATAN MANGROVE DI KECAMATAN KASEMEN, SERANG, BANTEN Veronika Diah Simanulang; Agung Setyo Sasongko; Ferry Dwi Cahyadi
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 4, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh pentingnya ekosistem mangrove bagi makhluk hidup yakni sebagai pemberi suasana iklim yang kondusif serta memiliki kontribusi terhadap keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Penelitian ini juga didasarkan oleh kurangnya literasi dan data mengenai tingkat kerapatan mangrove di Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan vegetasi mangrove di Pesisir Kota Serang, Banten. Metode pelaksanaan penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif, menggunakan intepretasi citra landsat 8 dengan indeks vegetasi yaitu Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Kecamatan Kasemen memiliki 2 kategori tingkat kerapatan yaitu kategori sedang seluas 2,34 ha; dan kategori lebat dengan luasan 59,22 ha dengan total luas mangrove 61,56 ha. Kerapatan vegetasi mangrove kategori lebat paling sedikit berada di wilayah timur karena adanya pengikisan akibat ombak setinggi 2 meter selama 5 tahun dan tanaman api-api banyak yang tercabut akibat dari faktor manusia
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM KADMIUM DAN TIMBAL PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) DI CILINCING, JAKARTA UTARA Aurellia Putri; Ferry Dwi Cahyadi; Mad Rudi
Fish Scientiae Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fishscientiae.v13i1.200

Abstract

Perairan Cilincing merupakan bagian dari Teluk Jakarta. Perairan Cilincing menjadi salah satu tempat strategis untuk kegiatan industri manufaktur, didukung dengan keberadaan KBN (Kawasan Berikat Nusantara). Selain kegiatan industri, daerah Cilincing dijadikan tempat hunian bagi masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Budidaya kerang hijau (Perna viridis) menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Cilincing. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui nilai kandungan kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang terkandung pada kerang hijau (Perna viridis) dan air serta tingkat kualitas Perairan Cilincing. Metode penelitian ini adalah Purposive Sampling Method pada enam titik uji. Analisis logam berat pada kerang hijau (Perna viridis) menggunakan Atomic Absroption Spectrophotometry dan Analisis logam berat pada air menggunakan Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat kadmium (Cd) berkisar antara 0,08 mg/kg- 0,19 mg/kg dan dinilai tidak melebihi ambang batas yang ditentukan. Kandungan logam berat timbal (Pb) berkisar antara 0,26 mg/kg-0,33 mg/kg dan dinilai tidak melebihi ambang batas yang ditentukan. Tidak ditemukan kandungan logam berat pada air di Perairan Cilincing dan hasil pengecekan parameter kualitas perairan Cilincin tergolong normal. Cilincing waters is a part of Jakarta bays. Cilincing water is a strategic places for manufacturing industries, and supported by the KBN (Kawasan Berikat Nusantara). Beside of industry activities, Cilincing is used as a residential area for coastal communities and works as a fisherman. Green Mussels (Perna viridis) cultivation is a source of livelihood for Cilincing peoples. The purpose of this research is to determine of Cadmium (Cd) and Lead (Pb) content in Green Mussels (Perna viridis) and water and quality level of Cilincing water. This research use Purposive Sampling Methods in six research points. Heavy metal analys for Green Mussels (Perna viridis) use Atomic Absorption Spectrophotometry and heavy metal analys for water use Inductively Coupled Plasma- Optical Emmision Spectrometry. The results showed that the content of heavy metal Cadmium (Cd) ranged from 0,08 mg/kg-0.19 mg/kg and considered not to exceed the specified threshold. The results showed that the content of heavy metal Plumbum (Pb) ranged from 0,26 mg/kg-0,33 mg/kg and considered not to exceed the specified threshold. No heavy metal content was found in Cilincing Waters. Water quality parameters is still normal. Therefore, heavy metals content in Green Mussels (Perna viridis) and water does not exceed the threshold. However, if industrial and anthropogenic activities still increase, there is a possilbility that one day the heavy metal content in Green Mussels (Perna viridis) and water will also increase and endanger who consume the Green Mussels (Perna viridis) from Cilincing waters
Kandungan Logam Berat di Perairan Pulau Merak Kecil Risma Millenia Cantika; Agung Setyo Sasongko; Ferry Dwi Cahyadi
Jurnal Kelautan Vol 16, No 3: Desember (2023)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v16i3.20584

Abstract

ABSTRAKKota Cilegon memiliki berbagai potensi wisata alam khususnya wisata bahari. Salah satu wisata alam bahari yang sangat berpotensi adalah Pulau Merak Kecil. Pulau Merak Kecil merupakan salah satu destinasi wisata bahari di Kota Cilegon yang memiliki banyak potensi. Ketertarikan masyarakat akan wisata alam berkembang pesat khususnya wisata alam terbuka salah satunya adalah wisata bahari. Wisata bahari Pulau Merak Kecil ini belakangan ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam kota maupun wisatawan luar kota. Kejadian Covid-19 yang terjadi dua tahun belakang ini membuat masyarakat lebih memilih wisata alam khususnya wisata bahari. Perairan sekitar Pulau Merak Kecil rentan terhadap pencemaran logam berat yang timbul oleh aktivitas manusia maupun aktivitas ekonomi melalui kapal-kapal yang berlayar di sekitar perairan Pulau Merak Kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb), tembaga (Cu), dan Kadmium (Cd) dan dibandingkan dengan Lampiran VIII PP No. 22 Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengecekan logam berat dilakukan di di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Banten. Hasil penelitian menunjukan perairan Pulau Merak Kecil mengkhawatirkan karena dari tiga logam berat, dua diantaranya di atas baku mutu.Kata Kunci : Cilegon, logam berat, Pulau Merak Kecil, Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021ABSTRACTCilegon has various natural tourism potentials, especially marine tourism. One of the potential marine natural attractions is Pulau Merak Kecil. Pulau Merak Kecil is one of the marine tourism destinations which has a lot of potential. Public interest in natural tourism is growing rapidly, especially outdoor tourism, one of which is marine tourism. Marine tourism on Merak Kecil Island has recently been visited by tourists in the city and tourists outside the city. The Covid-19 incident that occurred in the past two years has made people prefer natural tourism, especially marine tourism. The waters around Pulau Merak Kecil are vulnerable to heavy metal pollution arising from human activities and economic activities through ships sailing around the waters of Pulau Merak Kecil. This study aims to determine the content of heavy metals lead (Pb), copper (Cu), and Cadmium (Cd) and compared with Appendix VIII of Government Regulation No. 22 of 2021. The research method used quantitative descriptive method. Heavy metal checks were carried out at the Environmental and Forestry Service Laboratory in the Banten Provincial. The results showed that the waters of Merak Kecil Island are worrying because of the three heavy metals, two of which are above the quality standard.Keywords: Cilegon, heavy metals, Pulau Merak Kecil, Government Regulation No. 22 Year 2021
Kandungan Amonia, Fosfat, Nitrat dan Nitrit Air Laut Di Perairan Pesisir Desa Lontar Andrian Tri Jaka Surya; Agung Setyo Sasongko; Ferry Dwi Cahyadi
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.23089

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi amonia, nitrat, nitrit dan fosfat di Perairan Pesisir Desa Lontar, Kabupaten Serang. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel pada 3 titik stasiun. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pengukuran konsentrasi amonia pada stasiun 1 berkisar antara 0,07-0,23 mg/l dengan rata-rata 0,15 mg/l, stasiun 2 berkisar antara 0,087-0,444 mg/l dengan rata-rata 0,272 mg/l dan stasiun 3 berkisar antara 0,115-0,409 mg/l dengan rata-rata 0,223 mg/l. Hasil pengukuran konsentrasi fosfat pada stasiun 1 berkisar antara 0,02-0,05 mg/l dengan rata-rata 0,033 mg/l, stasiun 2 berkisar antara 0,04-0,05 mg/l dengan rata-rata 0,046 mg/l dan stasiun 3 berkisar antara 0,05-0,1 mg/l dengan rata-rata 0,066 mg/l. Hasil pengukuran konsentrasi nitrat pada stasiun 1 memiliki nilai rata- rata 1 mg/l, stasiun 2 berkisar antara 0,6-2,5 mg/l dengan rata-rata 1,3 mg/l dan stasiun 3 berkisar antara 0,9-2,8 mg/l dengan rata-rata 1,5 mg/l. Hasil pengukuran konsentrasi nitrit pada stasiun 1 berkisar antara 0,01-0,03 mg/l dengan rata-rata 0,02 mg/l, stasiun 2 memiliki nilai rata-rata 0,016 mg/l dan stasiun 3 dengan rata-rata 0,023 mg/l. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahnun 2021 dan ANZECC (Australian and New Zealand Environment and Conservation Council) ARMCANZ (Agriculture and Resource Management Council of Australia and New Zealand) Chapter 9 (2000) Perairan pesisir utara Desa Lontar belum bisa sepenuhnya dikategorikan perairan baik karena beberapa nutrien seperti nitrat dan fosfat memiliki konsentrasi yang melebihi ambang baku mutu. Kata Kunci: Konsentrasi Fosfat, Nitrat, Nitrit, Amonia, Desa Lontar ABSTRACTThis study aims to determine the concentration of ammonia, nitrate, nitrite and phosphate in the Coastal Waters of Lontar Village, Serang Regency. Researchers used a quantitative descriptive method. Data collection was done by sampling at 3 station points. Data analysis was done descriptively. The results of ammonia concentration measurements at station 1 ranged from 0.07-0.23 mg/l with an average of 0.15 mg/l, station 2 ranged from 0.087-0.444 mg/l with an average of 0.272 mg/l and station 3 ranged from 0.115-0.409 mg/l with an average of 0.223 mg/l. The results of phosphate concentration measurements at station 1 ranged from 0.02-0.05 mg/l with an average of 0.033 mg/l, station 2 ranged from 0.04-0.05 mg/l with an average of 0.046 mg/l and station 3 ranged from 0.05-0.1 mg/l with an average of 0.066 mg/l. The results of nitrate concentration measurements at station 1 have an average value of 1 mg/l, station 2 ranges from 0.6-2.5 mg/l with an average of 1.3 mg/l and station 3 ranges from 0.9-2.8 mg/l with an average of 1.5 mg/l. The measurement results of nitrite concentration at station 1 ranged from 0.01-0.03 mg/l with an average of 0.02 mg/l, station 2 had an average value of 0.016 mg/l and station 3 with an average of 0.023 mg/l. Based on Government Regulation No. 22 of 2021 and ANZECC (Australian and New Zealand Environment and Conservation Council) ARMCANZ (Agriculture and Resource Management Council of Australia and New Zealand) Chapter 9 (2000) the north coastal waters of Lontar Village cannot be fully categorized as good waters because some nutrients such as nitrates and phosphates have concentrations that exceed the quality standard threshold.Key Words: Concentration of Phosphate, Nitrate, Nitrite, Ammonia, Lontar Village
Hubungan Kerapatan Padang Lamun Dengan Kelimpahan Makrozoobentos Di Pulau Pramuka Putri, Vanya Amelia; Cahyadi, Ferry Dwi; Prasetiyo, Himawan
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 2 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.5300

Abstract

Pramuka Island is one of the islands in the Seribu Islands which has a number of marine ecosystems such as seagrass and macrozoobenthos. The aim of this research is to determine the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance. This research was carried out by applying the purposive sampling method to determine research locations at 3 stations and 3 plots with 50 m transect lines and Pearson Product Moment or simple correlation analysis to determine the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance. The seagrass species found on Pramuka Island form mixed vegetation with 5 seagrass species and the highest density is Thalassia hemprichii. The macrozoobenthos found included the Holothuroidea, Bivalvia and Gastropod classes with the highest abundance being the Holothuroidea class. The relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance shows a strong relationship with a correlation value of 0.997 and shows a positive (+) linear direction, meaning that the higher the seagrass density value, the higher the macrozoobenthos abundance.
Analisis Konsentrasi Merkuri (Hg) Pada Sampel Sedimen Di Perairan Pulau Panjang Banten Ramadhan, Rizky Ahmad; Maharani, Ni Made Sri; Ling, Maria Goreti; Fauzan, Ahmad Al; Utami, Dwi Amanda; Sasongko, Agung Setyo; Cahyadi, Ferry Dwi; Cahyarini, Sri Yudawati
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.40868

Abstract

Pulau Panjang terletak di Teluk Banten, Provinsi Banten merupakan pulau kecil yang berdekatan dengan wilayah perkotaan dan industri, antara lain industri pangan, industri minyak dan gas, industri kapal dan industri pembuatan besi. Kehidupan masyarakat di Pulau Panjang sebagian besar memiliki pekerjaan dibidang perikanan. Kegiatan antropogenik berdampak pada kondisi perairan di Pulau Panjang salah satunya pencemaran logam berat yang dapat membahayakan kehidupan disekitar wilayah Pulau Panjang. Merkuri (Hg) merupakan salah satu pencemar yang berbahaya bagi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Hg yang terkandung dalam sampel sedimen pesisir Pulau Panjang dan penyebarannya.  Pengambilan sedimen permukaan perairan Pulau Panjang dilakukan bulan Februari 2023. Empat stasiun dan delapan titik penelitian pada setiap stasiun ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Logam berat Hg dianalisis dari setiap sampel sedimen menggunakan metode Cold Vapour Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS). Data angin bulan Februari 2023 didapatkan dari Instansi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Serang dan sekitarnya. Hasil yang diperoleh dari analisis merkuri memperlihatkan bahwa sedimen perairan Pulau Panjang memiliki konsentrasi Hg rata-rata 285,89 µg/kg, menurut mutu ANZECC & ARMCANZ (2000) nilai tersebut masuk dalam kategori lower. Sumber Hg pada sedimen diduga berasal dari aktivitas manusia yang berada di Pulau Panjang dan penyebarannya dipengaruhi oleh faktor angin dan arus pantai yang menyebabkan konsentrasi Hg berada menjauh dari tepi pantai.Panjang Island is located in Banten Bay, Banten Province, is a small island which is close to urban and industrial areas, including the food industry, oil and gas industry, ship industry and iron making industry. Most of Panjang Island’s people are fisherman. Antrophogenic activities impact on the conditition of the waters in Panjang Island, i.e. heavy metal pollution such as Mercury (Hg) which threathen marine life around the Panjang Island area. Mercury (Hg) is a pollutant that is harmful to marine environment. This study aims to determine the concentration of Hg contained in samples of coastal sediments from Panjang Island and its distribution. Surface sediment collection from the waters of Panjang Island will be carried out in February 2023. Four stations and eight sampling point in each station were determined using a purposive sampling method. Heavy metal Hg content in coastal sediment was analyzed using the Cold Vapor Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS) method. Wind data for February 2023 was obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) at Serang Maritime Station for the region surrounding Panjang Islands. The results show that the average Hg concentration in sediments of the Panjang Island Waters is 285. 89 µg/kg, according to the quality of ANZECC & ARMCANZ (2000) this value is included in the lower category. The source of Hg in the sediments is supposed originated from human activities surrounding Panjang Island and its distribution is influenced by wind and coastal currents which cause decreasing Hg concentrations from offshore. 
Perubahan Lahan Mangrove di Pesisir Utara Teluk Banten Saleha, Amalia Narya; Cahyadi, Ferry Dwi; Sasongko, Agung Setyo
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.40294

Abstract

Kawasan pesisir utara Teluk Banten Secara geografis mencakup 6 kecamatan yang mengalami peningkatan kegiatan industri sehingga mengancam ekosistem mangrove serta biota yang berasosiasi di dalam kawasan pesisir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas lahan yang berubah dan genus mangrove yang beradaptasi di kawasan pesisir utara Teluk Banten. Metode penelitian yang dilakukan dalam kajian ini adalah kuantitatif deksriptif menggunakan analisis NDVI yang meliputi pengolahan data citra tahun 2017 dan 2022 menggunakan perangkat lunak ArcGIS kemudian dilakukan observasi lapangan untuk mengetahui genus mangrove yang beradaptasi di kawasan tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa dari 6 kecamatan hanya ditemukan 3 kecamatan yang masih memiliki kawasan ekostem mangrove yaitu Kecamatan Kasemen, Pontang dan Tirtayasa. Sedangkan Kecamatan Pulo Ampel, Bojonegara dan Kramatwatu hampir didominasi oleh kawasan industri. Dalam waktu 5 tahun telah terjadi pengurangan luas lahan mangrove sebesar 1,027 ha dari total awal pada tahun 2017 seluas 39,794 ha. Kemudian, ditemukan 3 genus di ketiga kecamatan tersebut yang mana genus Rhizopora mendominasi di Kecamatan Kasemen, Pontang dan Tirtayasa. Setiap wilayah mempunyai potensi dan manfaat tertentu bagi biota dan manusianya demikian hal tersebut akan terus meningkatkan kesejahteraan apabila adanya semangat berkolaborasi antar sesama elemen masyrakat untuk terus menjaga ekosistem. The coastal region of Banten Bay's northern area encompasses six sub-districts that are currently experiencing an increase in industrial activity. Unfortunately, this uptick poses a severe threat to the mangrove ecosystem and associated biota in the area. The aim of this research was to assess the extent of the land that has undergone changes and the mangrove genera that have adapted to the region. To achieve this, a descriptive quantitative method and NDVI analysis were utilized. Image data from 2017 and 2022 was processed using ArcGIS software, followed by field observations to identify the mangrove genus that is adapted to the area. The research findings indicate that only three of the six sub-districts (Kasemen, Pontang, and Tirtayasa) still have mangrove ecosystem areas, while the others (Pulo Ampel, Bojonegara, and Kramatwatu) are almost entirely dominated by industrial areas. The research also revealed that the area of mangrove land decreased by 1,027 ha over the past five years from the initial total of 39,794 ha in 2017. Furthermore, the study identified three genera in the three sub-districts, with the Rhizopora genus being the most dominant in Kasemen, Pontang, and Tirtayasa. Each region has unique potential and benefits for its biota and humans, making it crucial to continue collaborating and protecting the ecosystem to ensure the area's continued prosperity.
ANALISIS KANDUNGAN NITRAT, NITRIT, DAN ORTOFOSFAT DI PERAIRAN PULAU MERAK KECIL Salsabilla, Dewi Firda; Sasongko, Agung Setyo; Cahyadi, Ferry Dwi
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v5i2.8092

Abstract

The city of Cilegon has a variety of marine tourism destinations, one of which is Merak Kecil Island. The waters around Merak Kecil Island are known for offering a beach and sea atmosphere. In addition, visitors can enjoy a number of facilities such as boat tours, fishing, snorkeling, and enjoying the sights of ships passing by. Related to this, it will have the potential to affect the environmental conditions of Merak Kecil Island, especially the fertility of the waters. The fertility of a waters is influenced by nutrients (nitrate, nitrite, phosphate). Nitrate, nitrite and phosphate act as limiting factors for the growth of organisms and water fertility. This study aims to determine the differences in content and the relationship between nitrate, nitrite and phosphate content and compared with Government Regulation no. 22 of 2021 and ANZECC & ARMCANZ (2000). The research method uses a descriptive method with a quantitative approach while the selection of sampling locations uses a purposive sampling method. Required environmental parameters were taken in situ and air samples were analyzed at the Fish and Environmental Health Testing Center (BPKIL) Serang, Banten. The results showed that there were less significant differences in the content of nitrate, nitrite, and phosphate. The nitrate content exceeded the quality standard, but nitrite and phosphate were not detected.
Analisis Kesesuaian Lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kabupaten Kudus Menggunakan Sistem Informasi Geografis Azizi, Rofiqi Naufal; Hadibashir, Hamim Zakky; Rusnoto, Rusnoto; Cahyadi, Ferry Dwi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 1, No. 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v1i4.26

Abstract

Kabupaten Kudus terus mengalami pertumbuhan jumlah penduduk, yang membuat penambahan jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat. Lahan untuk menampung sampah terbatas. Hal ini menyebabkan TPA Tanjungrejo menjadi penuh sehingga memerlukan lokasi baru. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Kudus menggunakan SIG (2) Membuat pemodelan spasial untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah baru di Kabupaten Kudus menggunakan SIG (3) Menganalisis pendapat masyarakat Kabupaten Kudus terhadap hasil analisis kesesuaian lokasi TPA sampah baru dari pemodelan SIG. Metode pada penelitian ini menggunakan metode pengharkatan dengan skoring, dianalisis overlay dan buffer dari parameter penentuan lokasi TPA. Evaluasi lahan pada TPA Tanjungrejo diketahui bahwa lokasi TPA sudah sesuai tetapi masih terdapat sebagian dari lokasi TPA yang kurang sesuai. Pemodelan spasial TPA menghasilkan 3 lokasi, lokasi 1 luas 15 Ha berada di Desa Klaling dan Terban, lokasi 2 luas 42 Ha berada di Desa Terban dan Gondoharum, dan lokasi 3 luas 93 Ha berada di Desa Terban dan Gondoharum. Masyarakat yang setuju 87%, dikarenakan sampah akan terkelola, lingkungan menjadi bersih, dan mengurangi pencemaran lingkungan dan masyarakat yang tidak setuju 13%, hal tersebut dikarenakan bau yang ditimbulkan dari adanya sampah TPA kurang sedap sehingga menyebabkan lingkungan akan terganggu.