Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERTAMBANGAN PADA TAHAPAN HAULING DI PT. HANSINDO MINERAL PERSADA KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Simbolon, Tito; Setiawati, Septami; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68797

Abstract

PT. Hansindo Mineral Persada (PT. HMP) merupakan sebuah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak di bidang pertambangan komoditas batuan dengan jenis bahan galian batu granit. Kegiatan hauling tentunya memiliki potensi bahaya dan risiko terjadi kecelakaan kerja. Adanya bahaya dan risiko di tempat kerja, perlu dilakukan pengendalian risiko sehingga tenaga kerja di lingkungan kerja serta aset perusahaan dapat dilindungi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, menganalisis tingkat risiko pada kegiatan hauling, dan mengkaji pengendalian bahaya dan risiko. Metode yang digunakan dalamppenelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dimulai dari mengindentifikasi bahaya dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), melakukan pengolahan data, menganalisis tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko bagi perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada kegiatan hauling terdapat 19 potensi bahaya dan 19 risiko dari 4 tahapan hauling. Berdasarkan penilaian tingkat risiko terdapat 58% risiko tergolong Substansial, 21% risiko tergolong Acceptable, 16% risiko tergolong Priority 3, 5% risiko tergolong Priority 1, dan 0% risiko tergolong Very High. Rekomendasi upaya pengendalian risiko untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi dapat dilakukan dengan cara substitusi, administrative control, engineering control, dan alat pelindung diri (APD).
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT MENGGUNAKAN STANDAR AASHTO PT. KARYA SUMBER ALAM PERKASA DI DESA BUNUT, KECAMATAN TAYAN HULU, KABUPATEN SANGGAU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Al-fati, Ramadhan Thariq; Purwoko, Budhi; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68763

Abstract

PT. Karya Sumber Alam Perkasa merupakan perusahaan tambang batuan andesit yang menggunakan sistem penambangan quarry dengan metode peledakan. Dalam penambangan quarry, desain jalan angkut adalah faktor terpenting dalam keberlangsungan pertambangan. Beberapa cara yang dilakukan untuk membuat desain final dengan analisis geometri jalan angkut. Di lokasi penelitian ditemukan terdapat tanjakan curam dan kondisi tikungan sempit sehingga dapat menyebabkan alat angkut tidak berkerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kondisi jalan aktual dengan   standar AASHTO. Metode pengambilan data pengukuran menggunakan Total Station dan meteran kemudian diolah menggunakan perhitungan AASHTO. Dari hasil penelitian, lebar jalan keadaan lurus harus dibuat 5,754 meter sehingga perlunya perbaikan pada cross slope jalan. Lebar jalan tikungan harus dibuat 8 meter sehingga perlunya perbaikan pada tikungan 1 hingga tikungan 5, untuk rekomendasi nilai cross slope jalan pada tengah jalan yaitu berkisar 2 % didasarkan referensi yang ada, kemiringan jalan yang melebihi 12% pada STA 0+125 m ke STA 0 + 175 m perlumya perbaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.  
PERHITUNGAN VOLUME TIMBUNAN TANAH LATERIT SKALA LABORATORIUM MENGGUNAKAN SENSOR LiDAR DAN SKETCHUP Palviyoruspane, Christian Frederic; Syafrianto, Muhammad Khalid; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.67962

Abstract

LiDAR merupakan penginderan jauh aktif yang memanfaatkan pemancaran energi ke/objek/yang berada pada permukaan bumi untuk kembali ditangkap oleh sensor. Penginderaan jauh adalah proses pengumpulan informasi mengenai/objek tanpa menyentuh objek secara langsung. Perhitungan volume timbunan kerap menjadi permasalahan pada kegiatan pertambangan seperti memakan waktu yang lama atau biaya yang besar. Penelitian..ini bertujuan untuk mengetahui keakurasian sensor LiDAR dengan membandingkan volume timbunan menggunakan perhitungan aktual, sensor LiDAR dan software SketchUp. Metode/yang/digunakanupadaLpenelitian iniLadalahLmetode kuantitatif dengan sampel timbunan tanah laterit dengan volume aktual sebesar 4,9 liter. Timbunan terdiri dari 3 timbunan asli dan 2 timbunan hasil quartering dari 3 timbunan asli. Volume timbunan tanah laterit yang didapat dari sensor LiDAR pada timbunan 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 4,24 liter, sedangkan timbunan 4 dan 5 sebesar masing-masing 4,53 liter. Volume timbunan tanah laterit yang diperoleh dari perhitungan menggunakan software SketchUp pada timbunan 1 dan 2 masing-masing sebesar 4,33 liter, timbunan 3 sebesar 4,27 liter, timbunan 4 sebesar 4,45 liter dan timbunan 5 sebesar 4,52 liter. Tingkat akurasi volume sensor LiDAR terhadap volime actual sebesar 88,9% dan tingkat akurasi volume dari software SketchUp sebesar 89,4%.
KAJIAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PROSES HAULING MENGGUNAKAN METODE HIRARC DI PT. GILGAL BATU ALAM LESTARI DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Fahlevi, Ridza; Syahrudin, Syahrudin; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68738

Abstract

ABSTRAK Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan hal yang perlu dilakukan dan penting bagi perusahaan pertambangan yang dilakukan di PT.Gilgal Batu Alam Lestari. Contohnya seperti jalan yang berdebu akibat musim kemarau dan jalan yang licin akibat cuaca hujan, dimana faktor "“ faktor tersebut memicu terjadinya bahaya dalam aktivitas khususnya di jalan Hauling. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor dan potensi bahaya dalam proses pengangkutan, penilaian risiko dan upaya rekomendasi pengendalian risiko. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control), dengan parameter Likelihood (Kemungkinan) dan Severity (Keparahan) menggunakan standar Australian Standard/New Zealand Standar (AS/NZS) 4360:1999. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan observasi, identifikasi potensi bahaya dan pengambilan data kuesioner responden. Selanjutnya membuat upaya pengendalian risiko berdasarkan standar OHSAS 18001:2007. Hasil penelitian ini diperoleh 26 Potensi Bahaya dan 42 Risiko pada 6 rincian kegiatan pada jalan hauling terdapat 61,00% Medium Risk (M), 22,00% High Risk dan 17,00% Low Risk pada 6 rincian kegiatan jalan hauling. Kemudian rekomedasi upaya pengendalian risiko berdasarkan OHSAS 18001:2007 yang paling banyak direkomendasi bagi perusahaan ialah Adminstratif 42 rekomendasi, Engineering Control 25 rekomendasi, Subsitusi 8 rekomendasi, Eliminasi 0 rekomendasi dan APD 0 rekomendasi.Kata Kunci : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), HIRARC, OHSAS 18001:2007
Rencana Reklamasi Bentuk Lain Dengan Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang Emas Menjadi Kolam Budidaya Perikanan Pada Wilayah Usulan Pertambangan Rakyat Di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sidiq, Braja Tejha; Purwoko, Budhi; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84700

Abstract

Kecamatan Matan Hilir Selatan merupakan daerah yang memiliki Sumberdaya bahan tambang yang memiliki potensi untuk dapat ditambang. Usaha penambangan mineral seperti emas telah memberikan pengaruh terhadap masyarakat sekitar. Adanya lubang bekas tambang (void) yang ditinggalkan pada akhir kegiatan pertambangan, saat ini mendapatkan perhatian yang cukup serius bagi masyarakat sekitar. Lubang bekas tambang tersebut setelah dilakukan penambangan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar untuk dimanfaatkan dalam meningkat nilai ekonomi, sosial dan lingkungan, serta ekosistem kawasan disekitar penambangan. Berdasarkan hal itu, maka tujuan penelitian ini adalah merencanakan pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi kolam budidaya perikanan bagi masyarakat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan melakukan pengamatan langsung dan pengambilan data di lapangan berupa data kondisi kolam, kondisi topogafi, kondisi geologi lokal, serta sampel air. Hasil yang diperoleh adalah luas lubang bukaan tambang, nilai baku mutu air serta rencangan dimensi saluran yaitu dengan Panjang saluran 84 m, kemiringan dinding saluran (α) 60 °, kedalaman saluran (d) 1,0318 m, ketebalan air (h) 0,5318 m, lebar dasar saluran (b) 1,1865 m, lebar bagian atas saluran (B) 1,8033 m, panjang dinding saluran (a) 1.1914 m.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA AREA PEMBONGKARAN BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN ALAT ROCK BREAKER DENGAN HIRARC DI PT. KARYA SUMBER ALAM PERKASA KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Oktavia, Stefani Bella; Purwoko, Budhi; Mukhtar, Wahdaniah; Nirmala, Azwa; Herlambang, Yoga
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.67219

Abstract

PT. Karya Alam Sumber Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan batuan Andesit, yang dilakukan dengan metode quary, dengan wilayah izin usaha pertambangannya seluas 11,4 hektar. Perusahaan menyadari bahwa frekuensi risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan masih tinggi, terutama pada proses pembongkaran batuan dengan alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja pada proses pembongkaran batuan, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko agar kecelakaan dapat diminimalisir. Teknik yang digunakan di lapangan menggunakan observasi dan kuisioner kepada sembilan orang responden yang merupakan satu orang manajer, tiga orang operator excavator, satu orang operator rock breaker, dua orang pengawas lapangan, dan dua orang sopir dump truck. Analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko pada penelitian ini menggunakan HIRARC, dengan parameter Probability, Severity, dan Exposure menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, dengan output perencanaan pengendalian risiko dan rencana Standard Operating Procedure (SOP),agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko terdapat 16 potensi bahaya dan 27 risiko kecelakaan kerja. dari 27 risiko tersebut terdapat, 18 risiko yang terjadi dan merupakan tingkat risiko tertinggi yaitu Acceptable sebesar 67%. Hasil analisis rekomendasi pengendalian risiko tertinggi berdasarkan OHSAS 18001:2007 adalah pengendalian risiko APD dengan nilai 51,73%.  PT. Karya Alam Sumber Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan batuan Andesit, yang dilakukan dengan metode quary, dengan wilayah izin usaha pertambangannya seluas 11,4 hektar. Perusahaan menyadari bahwa frekuensi risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan masih tinggi, terutama pada proses pembongkaran batuan dengan alat berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja pada proses pembongkaran batuan, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko agar kecelakaan dapat diminimalisir. Teknik yang digunakan di lapangan menggunakan observasi dan kuisioner kepada sembilan orang responden yang merupakan satu orang manajer, tiga orang operator excavator, satu orang operator rock breaker, dua orang pengawas lapangan, dan dua orang sopir dump truck. Analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko pada penelitian ini menggunakan HIRARC, dengan parameter Probability, Severity, dan Exposure menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, dengan output perencanaan pengendalian risiko dan rencana Standard Operating Procedure (SOP),agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Hasil identifikasi potensi bahaya dan risiko terdapat 16 potensi bahaya dan 27 risiko kecelakaan kerja. dari 27 risiko tersebut terdapat, 18 risiko yang terjadi dan merupakan tingkat risiko tertinggi yaitu Acceptable sebesar 67%. Hasil analisis rekomendasi pengendalian risiko tertinggi berdasarkan OHSAS 18001:2007 adalah pengendalian risiko APD dengan nilai 51,73%
ANALISIS KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN BETON DI PT. BATU PRIMA PERSADA KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Alrizki, Adhma; Aprillia, Ricka; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83938

Abstract

Agregat kasar adalah salah satu komponen yang diperlukan dalam melakukan pengecoran beton. Karakteristik agregat sangat berpengaruh tehadap kekuatan beton yang dihasilkan Pada saat ini masyarakat di sekitar daerah penelitian menggunakan agregat kasar granit dari PT Batu Prima Persada sebagai bahan bangunan bangunan tempat tinggal yang berdasarkan standarnya menggunakan mutu beton K-175 sampai K-250. Karena itu, membutuhkan informasi yang memadai mengenai kelayakan agregat. Adapun, penelitian ini dilakukan untuk menguji sifat-sifat fisik dan menganalisis kelayakan agregat kasar dari batu granit sebagai bahan campuran beton menggunakan standar SNI dan ASTM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan cara membawa sampel untuk diuji sifat fisiknya, Dari penelitian ini didapatkan hasil pengujian gradasi agregat kasar dengan nilai fine modulus = 7,32 %, dan berdasarkan ASTM C-33 berada pada zona 4, berat volume batu rata-rata = 1,482 kg/liter, berat jenis ssd = 2,632 gram/cm3. persentase absorbsi air = 0,022 gr/cm3, kadar air = 0,048 %, keausan = 30,1 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai dapat disimpulkan bahwa agregat kasar granit PT Batu Prima Persada telah mencapai standar dari yang disyaratkan berdasarkan standar SNI , dan dapat digunakan sebagai bahan campuran semen K-250 sampai K-400 yang umumnya digunakan sebagai campuran beton bertulang.
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO DALAM AKTIVITAS MUAT ANGKUT PADA AREA PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI CV. MITRA PERSADA BATU BUIL KECAMATAN BELIMBING KABUPATEN MELAWI KALIMANTAN BARAT DENGAN METODE HIRARC Sirait, Angelica Denist; Mukhtar, Wahdaniah; Setiawati, Septami
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i1.65410

Abstract

Kegiatan penambangan yang dilakukan di CV. Mitra Persada masih berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, karena kurangnya kesadaran individu karyawan untuk melaksanakan K3, kurangnya kesadaran dalam penggunaan APD secara baik dan benar, serta belum ada kesadaran terkait SOP dan APD. Studi berikut bertujuan dalam menganalisis potensi bahaya yang dapat terjadi pada aktivitas muat angkut, menentukan tingkat risiko (Risk Asessment) sumber bahaya yang telah terindentifikasi pada aktivitas muat angkut, dan menentukan upaya pengendalian (Controlling). Metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assement and Risk Control ) diterapkan dalam studi berikut guna menganalisis risiko keselamatan kerja. Prosesnya dimulai dengan mengidentifikasi bahaya yang kemungkinan yang akan ada dalam setiap aktivitas kerja, kemudian menilai tingkat risikonya, dan akhirnya mengembangkan langkah-langkah pengendalian untuk mengurangi risiko tersebut.Hasil pengidentifikasian risiko dan bahaya yang ada pada delapan (8) aktivitas loading, hauling, dan dumping adalah 25 bahaya dan 25 risiko. Ditemukan dalam analisis risiko dan potensi bahaya bahwa 6 dari 25 risiko (24%) dikategorikan sebagai tingkat rendah, 12 risiko (48%) dikategorikan sebagai tingkat sedang, dan 7 risiko (28%) dikategorikan sebagai tingkat tinggi. Rekomendasi upaya pengendalian risiko berdasarkan OHSAS 18001:2007 antara lain, rekomendasikan bagi perusahaan adalah 1 rekomendasi untuk pengendalian eliminasi, 9 rekomendasi untuk substitusi, 25 rekomendasi untuk rekayasa teknik, 25 rekomendasi untuk administratif, dan 7 rekomendasi untuk APD.
ANALISIS KESTABILAN LERENG AKHIR PENAMBANGAN MENGGUNAKAN METODE BISHOP SIMPLIFIED DI PT. ANTAM UBP BAUKSIT TBK TAYAN KALBAR (STUDI KASUS BUKIT 30) Putri, Nadilah Ananda; Purwoko, Budhi; Mukhtar, Wahdaniah
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i1.65335

Abstract

PT. Antam UBPB Tbk, Site Tayan menerapkan sistem penambangan terbuka dalam kegiatan operasi penambangannya. Dalam penambangan terbuka, faktor keamanan dari stabilitas lereng menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Penelitian analisis stabilitas lereng bertujuan untuk menentukan faktor keamanan lereng, memastikan stabilitas lereng dalam kondisi aman (FK > 1,25), dan memberikan rekomendasi desain lereng yang optimal dan memenuhi kriteria keamanan dan kelayakan yang ekonomis. Penelitian dilakukan di lereng yang berada di area Bukit 30 tambang terbuka PT. Antam UBPB Tbk, Site Tayan menggunakan metode Bishop yang disederhanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang mempengaruhi faktor keamanan adalah kadar udara, kohesi, bobot isi tanah dan sudut geser dalam. Hasil analisis faktor keamanan lereng pada kondisi kering sebesar 1,046 dan jenuh sebesar 0,800. Dari hasil penelitian untuk meningkatkan nilai faktor keamanan lereng agar menjadi stabil yaitu dengan mendesain perbaikan geometri lereng dengan cara mengubah lereng menjadi berjenjang: tinggi bangku 5,870 m, lebar bangku 6 m dan sudut 80 o . Hasil nilai faktor keamanan kondisi kering senilai 1,565 dan kondisi jenuh senilai 1,266, sehingga dapat disimpulkan bahwa stabilitas lereng tergolong aman berdasarkan Bowles (2000). 
REKLAMASI LAHAN PASCATAMBANG PADA PIT PERTAMBANGAN BATU GRANIT DI CV. PUNCAK BORNEO DI DESA PANDAN SEMBUAT KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Ningsih, Kristen Paskawati; Syafrianto, Muhammad Khalid; Mukhtar, Wahdaniah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83921

Abstract

Tujuan dari revegetasi adalah memulihkan daya dukung lahan terhadap tanaman yang bernilai guna sehingga pada saatnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Lokasi penambangan CV. Puncak Borneo dapat ditempuh melalui jalur darat melewati perbatasan administratif kabupaten yaitu Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau. Untuk mencapai lokasi penelitian ini bisa menggunakan transportasi darat roda dua ataupun roda empat dengan jarak tempuh ± 170 km dan waktu tempuh ± 3 jam 17 menit. Desa Pandan Sembuat merupakan daerah dengan kontur yang relatif landai walaupun ada beberapa bukit yang tidak terlalu tinggi di dekatnya. Berdasarkan analisis di software ArcScane 10.8 bukaan lahan 2D eksisting pada CV. Puncak Borneo adalah 10.905,98 m2 sedangkan bukaan lahan 3D eksisting adalah 11.505,62 m2. Lahan yang terbuka merupakan hasil dari kegiatan aktivitas penambangan yang dilakukan oleh CV. Puncak Borneo. Pada awal penambangan   volume bukit adalah   1.259.990 m3   pada tahun 2018, dikarenakan adanya kegiatan aktivitas penambangan dan pengangkutan material pada tahun 2024 volume yang terambil adalah   63.535,46 m3. Sehingga volume yang dapat ditambang adalah   1.259.990 m3 "“ 63.535,46 m3 =   1.196.454,54 m3.