Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAK TUTUR ILOKUSI PESERTA DIDIK DALAM VIDEO PRAKTIK CERAMAH PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA Rera Rizki Andika; Ika Septiana; Azzah Nayla
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v9i2.11018

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur ilokusi peserta didik dalam video praktik ceramah pada pembelajaran bahasa Indonesia SMA, dan (2) jenis tindak tutur ilokusi peserta didik dalam video praktik ceramah pada pembelajaran bahasa Indonesia SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik simak catat. Pencatatan data dilakukan dengan cara mentranskrip tuturan peserta didik yang terdapat dalam video praktik ceramah. Data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif atau susunan kata yang disajikan secara rinci sehingga hasil penelitian dapat bersifat konkret. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi peserta didik dalam video praktik ceramah pada pembelajaran bahasa Indonesia SMA. Bentuk tindak tutur ilokusi yang digunakan meliputi: (1) deklaratif, (2) interogatif, dan (3) imperatif. Adapun jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan meliputi: (1) asertif, (2) direktif, (3) deklaratif, (4) ekspresif, dan (5) komisif. Hasil analisis menunjukan bahwa tuturan yang dilakukan oleh penutur cenderung mencerminkan adanya tindak tutur ilokusi sebab setiap tuturan yang dituturkan memiliki tujuan atau maksud tertentu yang harus dilakukan oleh mitra tutur.
Kajian Makna Leksikal Puisi Di Negeri Amplop Karya KH. Mustofa Bisri Najibul - Mahbub; Ika Septiana
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2023): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v8i1.15196

Abstract

This research aims to discuss the lexical meaning contained in the poem 'Di Negeri Envelope' by KH Mustofa Bisri. Lexical meaning is a word that stands alone and is independent of context. Lexical meaning has an important role in the use of language because it can connect between language, words and sentences that exist inside and outside the language. This lexical meaning cannot be changed or is already in the dictionary. In this research, the stanzas of poetry become the study of lexical meaning analysis. This research method uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of simak catat with steps to collect data then categorized and then analyzed in the form of tables and descriptions. Poetry is created through the process of selecting diction, so the right selection will create meaning. That is the reason the author analyzes the lexical meaning in the poem 'In the Land of Envelopes' by KH Mustofa Bisri. It is hoped that this research can provide benefits for the world of Indonesian language and literature education.Keywords: Lexical meaning, poetry, Analysis, Gus Mus, Envelope
PESAN PROFETIK CERPEN BERTEMA ‘AMPLOP KIAI’, SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGIS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Muhajir Muhajir; Ika Septiana; Ahmad Ripai
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2023): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v8i1.15700

Abstract

AbstractThis study took four short stories as material objects, namely "Amplop susulan" by Teguh Effendi, (Effendi, 2017) "Kiai Amplop" written by Edy Yuswanto, (Yuswantoro, 2011) "Amplop ustadz manfaat" is a short story by Effendi Thahar, (Thahar, 2016) "Amplop-Amplop Abu-Abu" written by a kiai named "A. Mustofa Bisri" (Bisri, 2017).  The research method used in this research is qualitative method. The stages carried out are research and take noted  and then describing. The purpose of the research is to find the perception or response of the kiai or ustadz to the envelope he received, to find prophetic messages in the short stories studied, and their implementation in learning literature at school. 
COMIC STRIPS AS A HELP IN WRITING SHORT STORY TEXTS Faiz Amriana; Harjito Harjito; Ika Septiana
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2023): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v8i1.15228

Abstract

The learning achievement of students of class IX MTs N Rembang in learning short story texts is still not optimal. As a student it is not finished. Students who get scores beyond the Minimum Completeness Criteria (KKM) are things that must be fulfilled. The low achievement of the learning outcomes is from learning factors that are less interesting and monotonous, students have difficulty expressing the contents of their thoughts to be conveyed in writing. This research develops learning media with comic strips media. The purpose of writing this thesis is to describe prototypes of short story teaching materials using comic strips media at MTs N Rembang. This research was conducted to use the Research and Development method from Borg and Gall's theory which was adapted as needed. The results of the expert validation showed that the developed comic strips received a score of 96% in the very good category to be tested. After being validated, the teaching media was tested on MTs N 4 and MTs N 3 Rembang students. The trial results showed that many students scored above the KKM even though there were some who had not completed KD in writing short story texts. From the data that has been analyzed, it can be concluded that comic strips media is one of the solutions that can be used in learning short story texts.Keywords : comic strips, instructional media, short story
TINDAK TUTUR TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2022 Indah Prasetyaning Wulan; Ika Septiana; Raden Yusuf Sidiq Budiawan
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 1 (2023): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v8i1.15431

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode dokumentasi teknik rekam dan wujud suara sebagai sumber penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan metode natural. Hasil analisis data ditemukan tindak tutur lokusi terdapat tiga jenis tindak tutur yaitu tindak tutur lokusi deklaratif, imperatif, dan interogatif. Klasifikasi sebagai berikut yaitu tindak tutur deklaratif terdapat satu tuturan yaitu memberitahukan, tindak tutur imperatif terdapat tiga tuturan yaitu perintah, larangan dan desakan, tindak tutur interogatif terdapat satu tuturan yaitu bertanya. Hasil analisis data ditemukan tindak tutur ilokusi dalam penelitian terdapat lima jenis tindak tutur yaitu tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Klasifikasi sebagai berikut yaitu tindak tutur asertif terdapat dua tuturan yaitu menyatakan dan menegaskan, tindak tutur direktif terdapat empat tuturan yaitu memerintah, meminta, melarang, dan menganjurkan, komisif terdapat tuturan yaitu menawarkan, ekspresif terdapat tiga tuturan yaitu kesulitan, minta maaf, dan terima kasih, deklarasi terdapat satu tuturan yaitu memutuskan. Hasil analisis data ditemukan tindak tutur perlokusi dalam penelitian terdapat tujuh bentuk tindak tutur yaitu tindak tutur membuat lawan tutur melakukan sesuatu, mendorong, menakuti, menyenangkan, mengesankan, melegakan, dan menjengkelkan. Klasifikasi sebagai berikut yaitu tindak tutur membuat lawan tutur melakukan sesuatu terdapat dua tuturan yaitu memerintah dan mengajak. Kata Kunci: pragmatik, lokusi, ilokusi, perlokusi, tenaga kesehatan, tindak tutur.
Eksplorasi Mendongeng dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas X-3 SMA Negeri 2 Semarang Luqman Nur Riza; Ika Septiana; Teguh Wibowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendongeng biasa dipraktikkan oleh orang tua. Sebagai calon orang tua, peserta didik SMA perlu dibekali keterampilan mendongeng supaya bisa mendongeng untuk anak-anaknya kelak. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui eksplorasi mendongeng peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu data dikumpulkan dengan cara observasi kegiatan, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh berbagai macam eksplorasi diri yang dilakukan peserta didik mulai dari suara, ekspresi diri meliputi wajah dan tubuh, serta alat peraga yang digunakan. Peserta didik menggunakan beberapa jenis suara untuk membedakan tokoh satu dengan yang lainnya. Peserta didik melakukan gerakan-gerakan untuk mengekspresikan tokoh dalam cerita. Alat peraga yang digunakan sangat beragam, seperti bolpoin, penggarais, dan lain-lain, ada juga yang menggunakan wayang kertas, boneka, bahkan ada yang menggunakan selendang tari. Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan mendongeng tersebut sehingga dapat mengeksplor kemampuan mereka secara maksimal.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Berbantu Media Interaktif dan Benda Kongkret pada Peserta Didik Kelas III SDN Keputran 06 Hadza Muhammad Amirul Bahar; Ika Septiana; Sudadi Sudadi
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 4 (2022): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.582 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v4i4.254

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantu Media Interaktif dan Benda Kongkret. Peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain Mc. Taggart berbentuk spiral yang memiliki empat tahapan seperti perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini seperti observasi, test, dokumentasi serta catatan lapangan. Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan diantaranya yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), test, dokumentasi serta catatan kecil. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komporatif atay teknik analisis data dengan perbandingan antara pra siklus, siklus I dan siklus II. Sedangkan indikator dalam penelitian ini dalah 80% ketuntasan dengan nilai KKM > 75. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan Problem Based Learninig (PBL) berbantu media interaktif dan benda kongkret dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil ini terbukti setelah peneliti menerapkan Problem Based Learning (PBL) berbantu media interaktif dan benda kongkret presentase ketuntasan pada hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pra siklus sebesar 31%, sedangkan siklus I mengalami peningkatan 69% dan pada siklus II mengalami peningkat 89%.
Analisis Kesalahan Penulisan Preposisi di- dengan Prefiks di- yang Tidak Sesuai Fungsinya pada Karangan Teks Cerita Ulang (Biografi) Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 3 Pemalang Tahun Pelajaran 2020/2021 Anita Permatasari; Ika Septiana; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Kualita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Kualita Pendidikan
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.517 KB)

Abstract

This research is motivated by the lack of ability of class X students of SMA Negeri 3 Pemalang in expressing thoughts or ideas into writing, especially in writing between the preposition di- and the prefix di-. Both have the same form, so students find it difficult to distinguish and often make mistakes or make mistakes in writing them. This study is a qualitative descriptive study that aims to describe the types of errors or errors in writing the preposition di- and the prefix di- contained in the biographical texts written by students of class X SMA Negeri 3 Pemalang in the 2020/2021 school year. Data collection in this study used the listening method and note-taking technique by collecting biographical texts written by students for analysis. Then, data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verifying research data. The data is classified into two types of errors, namely errors in writing the preposition di- and the writing class of the prefix di-. The technique of presenting the results of data analysis in this study uses the information method, namely the presentation of the results of the analysis using words. Based on the results of data analysis with the discovery of 26 errors in writing the preposition di- and 14 errors in writing the prefix di-, it can be concluded that students do not yet know the function of di- as a preposition and di- as an affix (prefix).
Penggunaan Prefiks pada Teks Biografi Karya Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 1 Juwangi Tahun Pelajaran 2020/2021 Siti Muzaroah; Ika Septiana; Siti Ulfiyani
Jurnal Kualita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Kualita Pendidikan
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.863 KB)

Abstract

This study aims to determine the use of prefixes in biographical texts created by students of class X SMK N 1 Juwangi in the 2020/2021 school year. The method in this research is descriptive and equipped with a recapitulation table, with a sample of 43 biographical texts taken randomly from class X TB1 (dressing), TB2, and TBSM3 (motorcycle engineering and business). The data collection technique used in this research is the documentation technique. The results of the use describe the use of prefixes in biographical texts written by students. This is because prefixes are one of the linguistic rules that influence the clarity of information or meaning conveyed by students in biographical texts. Research on prefixes is based on the form of prefixes, namely prefixes {ber}, prefixes {me-}, prefixes {per-}, prefixes {di-}, prefixes {ter-}, prefixes {se-}, prefixes {peN-}, and prefix {to-}. This description can be used as an evaluation material to improve the quality and quality of students' writing skills.
Kesalahan Morfologis pada Teks Ceramah Peserta Didik Kelas XI SMA Metriana Putri; Ika Septiana; R. Yusuf Sidiq Budiawan
Jurnal Kualita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Kualita Pendidikan
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.687 KB)

Abstract

This study aims to describe morphological errors and the causes of morphological errors in lecture texts by class XI students of SMA Negeri 1 Mranggen in the 2020/2021 academic year. The data collection method used in this research is the documentation method with the see techniques and note techniques as well as the interview method. The research used used mixed methods by combining qualitative data, then followed by quantitative data as supporting data. The technique for presenting the results of the analysis in this study uses informal techniques, namely pouring out the results of the analysis by outlining the data that has been obtained in the form of morphological errors in the lecture texts of class XI students of SMA Negeri 1 Mranggen in the 2020/2021 school year and the causes of these errors. The results of data analysis will be presented in a descriptive form. The results of this study indicate that there are language errors of morphological types consisting of affixation errors of transitive verbs, prefixes meng-, prefixes ber-, suffixes -kan, and suffixes -i, affixation errors of intransitive verbs prefixes ber- and prefixes ter-, to word errors. compound. The factors causing morphological errors were also found, namely lack of understanding of the structure and writing rules, difficulty in choosing the right words, lack of understanding of words with affixes or compound words, and being influenced by the first language or mother tongue.