Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai Moral dalam Novel Anak Sejuta Bintang Karya Akmal Nasery Basral sebagai Alternatif Bahan Ajar SMA Elok Setyo Pertiwi; Ika Septiana
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16050

Abstract

This Study aims to Find and describe the moral values contained in the children’s novel a millon stars by akmal nasery basral. This research use  desciptive qualitatif approach. The results of this study  found in the ‘asb’ novel are the moral value of wisdom (bj), the moral value of compassion (ks), the moral value of not giving up (tpa), the moral value of discipline (d), the moral value of being generous (de), the moral value of being helpful (sm), pateint moral value (s), diligent moral value (j), hard work moral value (kk), responsibility moral value (c), courageous moral value (b), firm moral values (tgs), tough moral values (tgr), tenacious moral values (u), fair moral values (a), and orderly (t).Keywords: analysis of moral values, alternative teaching materials, in novels AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung di dalam Novel ‘Anak Sejuta Bintang’ karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan dalam novel ‘asb’ adalah nilai moral bijaksana (bj), nilai moral kasih sayang (ks), nilai moral tidak putus asa (tpa), nilai moral disiplin (d), nilai moral dermawan (de), nilai moral suka menolong (sm), nilai moral sabar (s), nilai moral tekun (tk), nilai moral jujur (j), nilai moral kerja keras (kk), nilai moral tanggung jawab (tj), nilai moral cerdas (c), nilai moral berani (b), nilai moral tegas (tgs), nilai moral tegar (tgr), nilai moral ulet (u), nilai moral adil (a), dan tertib (t).Kata kunci: analisis nilai moral, alternatif bahan ajar, dalam novel
Analisis Nilai Moral dalam Novel Anak Sejuta Bintang Karya Akmal Nasery Basral sebagai Alternatif Bahan Ajar SMA Elok Setyo Pertiwi; Ika Septiana
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i1.16050

Abstract

This Study aims to Find and describe the moral values contained in the children’s novel a millon stars by akmal nasery basral. This research use  desciptive qualitatif approach. The results of this study  found in the ‘asb’ novel are the moral value of wisdom (bj), the moral value of compassion (ks), the moral value of not giving up (tpa), the moral value of discipline (d), the moral value of being generous (de), the moral value of being helpful (sm), pateint moral value (s), diligent moral value (j), hard work moral value (kk), responsibility moral value (c), courageous moral value (b), firm moral values (tgs), tough moral values (tgr), tenacious moral values (u), fair moral values (a), and orderly (t).Keywords: analysis of moral values, alternative teaching materials, in novels AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung di dalam Novel ‘Anak Sejuta Bintang’ karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan dalam novel ‘asb’ adalah nilai moral bijaksana (bj), nilai moral kasih sayang (ks), nilai moral tidak putus asa (tpa), nilai moral disiplin (d), nilai moral dermawan (de), nilai moral suka menolong (sm), nilai moral sabar (s), nilai moral tekun (tk), nilai moral jujur (j), nilai moral kerja keras (kk), nilai moral tanggung jawab (tj), nilai moral cerdas (c), nilai moral berani (b), nilai moral tegas (tgs), nilai moral tegar (tgr), nilai moral ulet (u), nilai moral adil (a), dan tertib (t).Kata kunci: analisis nilai moral, alternatif bahan ajar, dalam novel
Keterampilan Menulis Puisi Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa SMP Zulfa Kamila; Ika Septiana; Azzah Nayla
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.4046

Abstract

The purpose of this research is to describe poetry writing skills that are applied to junior high school students, which are expected to improve learning outcomes and students' critical thinking skills. This type of research is classroom action research. The data in this study are student learning outcomes taken using test and non-test techniques. The test technique was carried out in the form of an essay question which consisted of 1 question, and non-test techniques which consisted of observation, interviews, and questionnaires, before the problem based learning model was applied, students' knowledge of poetry and student scores were still very low. Through the problem-based learning model, students find it easier to participate in learning to write poetry, find it easier to find imagination, and student scores rise above the KKM, which initially scores below 70. After applying the problem-based learning model, student scores rise above the KKM and the average grade students to 76.
Penerapan Media Live Worksheet dalam Pembelajaran Teks Artikel Opini pada Peserta Didik Kelas XII SMA Nevia Indah Winaryuni; Ika Septiana; Teguh Wibowo
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21408

Abstract

Teknologi berkembang pesat dalam dunia pendidikan, termasuk penggunaan media Live Worksheet sebagai solusi pembelajaran digital yang memperluas akses sumber belajar. Media ini memudahkan peserta didik mengakses materi secara tidak terbatas dan menarik, menjadikannya pelengkap yang tidak membosankan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi efektivitas media Live Worksheet dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan motivasi peserta didik serta untuk mengetahui sejauh mana media ini dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi guru dalam proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data diperoleh dari peserta didik dalam pembelajaran materi teks artikel opini dengan menggunakan media Live Worksheet. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan dan menyimpulkan data berdasarkan hasil pengamatan. Hasil penelitian ini terdapat peningkatan motivasi belajar, kemudahan akses materi, pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan dalam menerapkan media pembelajaran Live Worksheet.
PEMANFAATAN KANAL YOUTUBE "DONGENG KITA" SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEKS HIKAYAT KELAS X Nugroho, Wahyu; Septiana, Ika; Kismiyati, Sri
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v9i1.24493

Abstract

The utilization of the YouTube platform in the context of the "Dongeng Kita" channel as a medium for teaching narrative texts for class X has been the focus of this research. In this digital era, innovative and relevant learning approaches to meet the needs of the millennial generation are crucial. This research aims to explore how the YouTube platform can be effectively integrated into the teaching of narrative texts in class X, as well as to identify its impact on students' understanding and learning interest. The implications of this research underscore the importance of harnessing digital technology, particularly the YouTube platform, as a motivating and enriching learning tool for students. Teachers need to pay attention to the content presented to align with curriculum requirements and students' characteristics. This research contributes to the literature on the utilization of digital media in the context of education in Indonesia.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS FABEL DENGAN MEMANFAATKAN GAMBAR BERSERI YANG BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS 7 SMP KABUPATEN DEMAK Fakhrozi; Harjito; Ika Septiana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1688

Abstract

ABSTRAK Fakhrozi, NPM: 19520012.”Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel dengan Memanfaatkan Gambar Berseri yang Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas 7 SMP Kabupaten Demak.” Tesis. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Harjito, M. Hum.; (2) Dr. Ika Septiana, M.Pd. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mengemban amanat pendidikan yang sangat besar. Sekolah juga sebagai garda terdepan dalam proses pendidikan selalu berupaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Salah satu pendukung keberhasilan pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter adalah melalui bacaan teks fabel. Teks fabel menyajikan gambaran kehidupan dengan tokoh-tokoh berkarakter yang pantas diteladani. Peserta didik diajak untuk menelaah cerita tersebut dengan baik. Menghayati pesan-pesan yang terkandung di dalam cerita, kemudian meneladani perilaku tokoh-tokoh sebagai bentuk manifestasi keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku teks pelajaran yang selama ini dipakai dalam pembelajaran yang memuat cerita fabel dirasakan masih kurang. Untuk itu, diperlukan bahan ajar teks fabel yang memuat nilai-nilai pendidikan karakter. Bahan ajar ini dipakai sebagai bahan ajar pendamping, agar ada referensi tambahan bagi guru dan peserta didik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kebutuhan guru dan peserta didik di Kabupaten Demak terhadap bahan ajar teks fabel dengan memanfaatkan gambar berseri yang bermuatan Pendidikan karakter dan mendeskripsikan prototipe bahan ajar teks fabel tersebut. Penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan (research and development) model Borg dan Gall. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP kelas VII Kabupaten Demak dengan sampel peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Mijen Demak. Teknik pengambilan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan bahan ajar teks fabel yang bermuatan nilai-nilai karakter sebagai bahan ajar pendamping dalam pembelajaran bahasa dan satra Indonesia. Berdasarkan data hasil angket dan wawancara pada guru dan peserta didik bahwa bahan ajar “Meneladani Karakter dari Tokoh Cerita Fabel” ini mendapat komentar layak. Begitu juga penilaian oleh validator dinyatakan prototipe bahan ajar ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Validator memberikan nilai 79,99. Saran yang direkomendasikan, bagi guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat menggunakan bahan ajar ini untuk menumbuhkan keteladanan dari nilai-nilai karakter yang diemban para tokoh dalam cerita, bagi peserta didik dapat mengambil dan menerapkan nilai-nilai karakter yang positif dalam kehidupan sehari-hari, dan bagi peneliti lain dapat mengembangkan penelitian yang sejenis untuk uji efektifitas bagan ajar. Kata kunci: bahan ajar, fabel, nilai-nilai karakter.
Penerapan Pendekatan CRT Dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Berbasis Budaya Makanan Khas Semarang Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 37 Semarang Nafisah Izzati; Ika Septiana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur berbasis budaya Semarang dengan tema makanan khas Semarang pada siswa kelas VII SMP Negeri 37 Semarang. Metode deskriptif kualitatif untuk menggali secara mendalam fenomena penerapan pendekatan CRT yang berfokus pada pengamatan langsung di lapangan untuk memahami fenomena secara alami. Peneliti berperan aktif dalam mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen dalam sumber data penelitian ini. berdasarkan pada hasil penelitian menjelaskan bahwa penerapan pendekatan CRT pada teks prosedur di kelas VII SMP 37 Semarang itu, pendekatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa bangga dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal Semarang. Melalui serangkaian kegiatan pembelajaran yang relevan dan menarik, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan CRT tidak hanya efektif dalam meningkatkan kompetensi menulis siswa, tetapi juga dalam memperkaya pengetahuan siswa tentang makanan lokal. Penelitian ini menawarkan alternatif inovatif dalam pembelajaran menulis yang berpusat pada siswa dan berakar pada konteks budaya.
PEMBELAJARAN PADA MATERI MENGONTRUKSI TEKS PROSEDUR SMA KELAS XI MELALUI PENERAPAN MODEL SOMATIC AUDITORY VISUAL INTELECTUAL (SAVI) Nabilla Putri Maziana; Ika Septiana; R.Yusuf Budiawan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL BASTRA EDISI APRIL-JUNI 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.475 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i2.112

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model SAVI berbantuan media video youtube dalam pembelajaran daring pada pembelajaran mengonstruksi teks prosedur kelas XI SMA Negeri 1 Mayong tahun pelajaran 2021/2022. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods). Populasi dalam penelitian yang akan dilakukan sekarang adalah seluruh peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mayong, dengan sampel peserta didik kelas XI IPS 1 yang berjumlah 36 peserta didik. Pengumpulan teknik data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes berupa pretest dan posttest, sedangkan untuk non tes berupa hasil angket, hasil observasi, hasil identifikasi masalah, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mayong Jepara, bahwa model SAVI dapat diterapkan pada pembelajaran materi mengonstruksi teks prosedur kelas XI. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai peserta didik dengan rata-rata 78,89 dari KKM sekolah 70. Hal tersebut didukung dari hasil observasi sebelum dan sesudah terjadi perubahan peningkatan keaktifan peserta didik. Setelah adanya penerapan model SAVI dari hasil observasi peserta didik, sehingga model tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran mengonstruksi teks prosedur. Berdasarkan hasil angket model SAVI juga membantu peserta didik dalam menuangkan ide dan gagasan pada pembelajaran materi mengonstruksi teks prosedur, sehingga peserta didik lebih antusias dan lebih bersemangat saat pembelajaran berlangsung di kelas pada materi mengonstruksi teks prosedur.
Pelatihan membuat cerita inspiratif melalui teknik story selling sebagai strategi pemasaran digital bagi UMKM Wonodri Semarang Ika Septiana; Ahmad Rifai; Muhajir Muhajir; Aris Tri Joko Harjanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34162

Abstract

Abstrak Kemajuan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat tentunya dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan usaha yang dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Menawarkan produk atau jasa yang dimiliki pelaku usaha dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial. Hal ini tentunya pelaku usaha diharapkan memiliki kemampuan marketing digital untuk memasarkan produk atau jasa ke khalayak umum secara langsung maupun tidak langsung. Story selling memberikan kebermanfaatan kepada manusia untuk mengenali informasi yang disampaikan kepada orang lain dengan cara penyampaian informasi yang dikemas atau dibungkus dalam sebuah cerita. Tujuan kegiatan pengebdian yang telah dilakukan adalah memberikan pelatihan story selling: menciptakan cerita yang menarik untuk peningkatan marketing digital pada UMKM Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif mencakup 4 tahapan pelaksanaan, yaitu Identifikasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra kegiatan dan sebagai peserta pengabdian adalah  UMKM Kelurahan Wonodri kota Semarang berjumlah 26 peserta yang hadir dalam kegiatan. Pelatihan story selling di kelurahan Wonodri semarang memberikan ketrampilan marketing dengan teknik bercerita. Peserta diharapkan dapat membangun emosi pelanggan untuk dapat dipengaruhi dengan cerita yang telah disusun dan dikembangkan dengan menarik. Keberhasilan teknik pemasaran dengan menggunakan story selling terletak pada kemampuan bercerita yang dapat menyentuh hati dan emosi masyarakat. Teknik story selling dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran yang efektif bagi UMKM untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: pelatihan; membuat cerita inspiratif; teknik story selling; strategi pemasaran digital. Abstract The rapid advancement of technology and technology can certainly be utilized by MSMEs to improve their businesses. Offering products or services owned by business actors can be done through social media. This certainly requires business actors to have digital marketing skills to market products or services to the general public, directly or indirectly. Story selling provides benefits to humans to recognize information conveyed to others by conveying information packaged or wrapped in a story. The purpose of the community service activities that have been carried out is to provide story selling training: creating interesting stories to improve digital marketing in MSMEs in Wonodri Village, South Semarang District, Semarang City. The method used during the training is a participatory and collaborative approach covering 4 stages of implementation, namely initial identification, planning, implementation, and evaluation. The activity partners and community service participants were 26 MSMEs from Wonodri Village, Semarang City, who attended the activity. Story selling training in Wonodri Village, Semarang provides marketing skills through storytelling techniques. Participants are expected to build customer emotions to be influenced by stories that have been composed and developed in an interesting way. The success of marketing techniques using story selling lies in the ability to tell stories that can touch the hearts and emotions of the community. Story selling techniques can be used as an effective marketing strategy for MSMEs to attract consumer attention. Keywords: training; creating inspirational stories; storyselling techniques; digital marketing strategies.
KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA PADA TEKS DESKRIPSI HASIL KARYA PESERTA DIDIK SMP KELAS VII Ratna Dewi Purwiyanti; Ika Septiana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9984

Abstract

This study aims to describe the types of errors in descriptive writing, including language use, sentence structure, vocabulary, word choice, coherence, and cohesion, as well as the factors causing these errors in the descriptive texts of seventh-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke, and the efforts made to overcome these language errors. This study is a qualitative descriptive study using content analysis with a sample of descriptive texts written by seventh-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke. The results of this study are as follows. First, the types of language errors found in the descriptive texts written by seventh-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke include sentence structure, vocabulary, word choice, coherence, and cohesion. Second, the factors causing language errors in the students' descriptive texts were due to four factors, including: students' lack of mastery of language rules; carelessness in writing; lack of motivation to write; and students' lack of vocabulary. Third, efforts made to overcome language errors in the students' observation reports include: implementing writing lessons using a process-based approach, improving students' mastery of language rules through reading, and increasing writing practice.