Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Techno Parenting In Aisyah Bustanul Athfal Kindergarten, Sukabumi City: Penerapan Techno Parenting di TK Aisyah Bustanul Athfal Kota Sukabumi Ibnu Hurri; Asep Munajat; Dadan Rahmat; Agna Mudzkia; Muhammad Insan Fadilah; Ricky Rohendi Saputra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/

Abstract

Integrasi teknologi dalam dunia pendidikan sudah lazim dilakukan; teknologi digital dapat memberikan dampak positif jika digunakan secara bijaksana. Program parenting dengan memanfaatkan teknologi digital melalui platform Google Play Store di Android telah dilaksanakan di TK ABA 1 dan 2 Kota Sukabumi. Tujuan dari pengembangan program parenting melalui teknologi digital ini adalah karena mayoritas orang tua di TK ABA 1 dan 2 Kota Sukabumi bekerja sebagai pekerja kantoran, sehingga mempengaruhi pemahaman mereka terhadap program pendidikan untuk anak-anak mereka baik di sekolah maupun di rumah. Metodologi yang digunakan dalam program pengabdian ini terdiri dari lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Penerapan Techno parenting dapat menyelaraskan pengasuhan dan pendidikan anak di sekolah dengan keterlibatan orang tua di rumah, karena keberhasilan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat bergantung pada kerja sama antara lembaga pendidikan dan orang tua. Kata kunci: Digital, Techno Parenting, PAUD.
Penerapan Metode Bercerita Melalui Media Buku Dongeng Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK PGRI Flamboyan Tini Komalasari; Asep Munajat; Ibnu Hurri
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i4.1220

Abstract

Dalam perkembangan bahasa reseptif diperlukan metode yang tepat dan sesuai dengan karakter anak usia dini agar pesan yang ingin disampaikan bisa benar- benar dipahami oleh anak untuk bekal kehidupan di masa depannya. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan metode bercerita, sebab bercerita dapat menjadi metode untuk menyampaikan nilai- nilai norma yang berlaku di masyarakat. tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti adalah, Untuk mengetahui perencanaan, penerapan dan hasil penerapan metode bercerita melalui media buku dongeng untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa 5-6 tahun di TK PGRI Flamboyan yang beralamat di Kp. Cihaur RT 03/05 Desa Bojongsari Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi sebanyak 16 siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa tindakan dalam menerapkan metode bercerita melalui buku dongeng untuk bahasa reseptif pada anak usia dini mengalami perkembangan rata-rata sebesar 9.0% meningkat pada siklus I sebesar 22 % dan ketika dilanjutkan pada siklus II meningkat menjadi 94%. Metode bercerita melalui buku dongeng dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, dapat menunjang mendengar, memahami dan mengenal perbendaharaan kata dengan baik, serta yang paling utama yaitu peningkatan perkembangan bahasa reseptif pada anak usia dini.
Analisis Gaya Mengajar Pendidik dalam Mengenalkan Pendidikan Seks Terhadap Anak Usia Dini Di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Ani Mardiyani; Indra Zultiar; Ibnu Hurri
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i4.1233

Abstract

Keberhasilan pendidikan seks pada anak usia dini sangat bergantung pada peran pendidik, dalam memberikan pengetahuan tentang Pendidikan Seks anak Usia Dini ini tidak terlepas dari cara penyampaian guru dalam memberikan pengetahuan yang akan di berikan atau juga gaya mengajar seorang guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada anak sehingga anak paham dan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh guru tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana hubungan gaya mengajar guru terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif survei. Dalam penelitian yang di lakukan oleh penulis menunjukkan Hasil Penelitian sebagai berikut, terdapat pengaruh yang signifikan gaya mengajar terhadap pendidikan seks anak usia dini pengaruhnya kuat, kontribusi Gaya Mengajar Guru Terhadap Pendidikan anak Seks Usia Dini khususnya terhadap Identifikasi Anggota Tubuh pengaruhnya sedang, Terhadap Pendidikan Seks Usia Dini khususnya Menutup Aurat dinyatakan bahwa pengaruhnya sedang, Terhadap Pendidikan Seks Usia Dini khususnya Identitas Gender dinyatakan bahwa pengaruhnya kuat, Terhadap Pendidikan Seks Usia Dini khususnya Melindungi Diri dapat dinyatakan pengaruhnya sedang. Dari hasil penelitian yang di lakukan penulis dapat di ambil kesimpulan bahwa gaya mengajar pendidik berpengaruh terhadap Pendidikan seks pada anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Sunda Anak Melalui Metode Ngadongeng di Paud Ibnu Abbas Kabupaten Cianjur Nuryati, Ucu; Hurri, Ibnu; Elnawati, Elnawati
Calakan : Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2025): Nopember
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/calakan.v3i3.379

Abstract

Initial observations conducted by researchers found that the Sundanese speaking skills of children at Ibnu Abbas Preschool were not yet fluent, and they also showed little interest and knowledge about Sundanese traditions and culture. Many children did not understand Sundanese well. They lacked vocabulary and were not fluent in Sundanese. Therefore, early childhood requires familiarization and guidance from adults to provide the necessary knowledge for their future, enabling them to use Sundanese to communicate with their parents, community, and friends. Based on these findings, researchers wanted to improve Sundanese speaking skills through the ngadongeng method. This study used a Classroom Action Research method with two cycles of action. During the initial observation, the children's Sundanese speaking ability was only 33.14%. Then, there was an increase of 17% to 50%. After the intervention in the second cycle, the improvement in speaking ability optimally increased to 78.85%. There were obstacles encountered in the implementation of storytelling techniques, namely, the teacher's lack of thoroughness in selecting the title and characters of the stories being read, thus not capturing children's attention. Furthermore, the teacher also lacked interaction and explanation during each story telling, using language that children may not have heard often, resulting in children not understanding the content of the story. However, these obstacles were resolved, and in the implementation of cycle II, these obstacles were eliminated. Therefore, the storytelling method used by the researcher was able to improve Sundanese speaking skills in children at Ibnu Abbas Early Childhood Education (PAUD).
Implementasi Media Kartu Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di PAUD SPS Bougenvil Desa Mekarsari Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi Nurajijah, Nurajijah; Munajat, Asep; Hurri, Ibnu
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7611

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan bagian penting dari perkembangan anak usia dini. Di jenjang pendidikan usia dini, guru mengajarkan kemampuan membaca permulaan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia dini banyak media yang dapat digunakan salah satunya media kartu bergambar. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini akan diteliti mengenai penerapan media kartu bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan partisipan. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil dari penggunaan media kartu bergambar untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca permulaan menunjukkan hasil yang baik. Di mana berdasarkan hasil observasi maupun  wawancara menunjukkan dari 22 orang anak di PAUD SPS Bougenvil sebagian besar anak sudah dapat membaca permulaan. 17 anak setara dengan 77,27% sudah mahir membaca dan sisanya sebanyak 5 anak setara dengan 22,73% belum mahir membaca permulaan.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Penggunaan Media Gambar Dengan Teknik Kolase Pada Anak Kelompok B Di PAUD KB Mawar Budiyanto, Budiyanto; Hurri, Ibnu; Munajat, Asep
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7645

Abstract

Perkembangan motorik halus anak usia dini sangat penting. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini adalah penggunaan media gambar dengan teknik kolase. Pada penelitian ini akan dijelaskan mengenai penggunaan media gambar dengan teknik kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan partisipasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil pembelajaran menggunakan media gambar dengan teknik kolase untuk meningkatkan motorik halus anak. Dari hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa mayoritas anak kelas B di PAUD KB Mawar memiliki kemampuan motorik halus yang baik ditandai dengan anak yang dapat mengkoordinasi gerakan jari dengan mahir, dapat mengembangkan imajinasi melalui bentuk dan konstruksi, dapat mengembangkan ketelitian saat membuat kolase dengan media gambar, dapat memperhatikan kesesuaian susunan dan ukuran benda, dapat memperhatikan keseimbangan dengan mempertimbangkan ukuran, bentuk, dan unsur pengikat, seperti garis atau warna, serta membuat kolase yang tepat untuk menjamin keawetan produk akhir.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK A USIA 4-5 TAHUN DI PAUD SPS MELATI 1 GUNUNGBATU KECAMATAN CIRACAP Sri Rahayu; Ibnu Hurri; Asep Munajat
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 4 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the problems found in group A children at SPS PAUD Melati 1 Gunungbatu, Ciracap District regarding social skills. The alternative problem solving carried out in this research is to use the role playing method. The aim of this research is firstly, to find out how teachers implement the role playing method in improving the social skills of group A early childhood children at SPS PAUD Melati 1 Gunungbatu, Ciracap District, Academic Year 2022/2023. secondly, to find out the results of the teacher's application of the role-playing method to the social skills of group A early childhood children at SPS PAUD Melati 1 Gunungbatu, Ciracap District, Academic Year 2022/2023. This type of research uses Classroom Action Research (PTK) with descriptive-qualitative data analysis techniques. The research results show that there is an increase in children's social skills starting from the pre-cycle, action planning, namely cycle I to cycle II. The expected results were finally achieved in cycle II, namely that there were 80% of children with the Developing According to Expectations (BSH) criteria, 20% were starting to develop and there were no longer any students with the Not Yet Developing (BB) criteria.
Developing Children's Social Skills Through Traditional Games (A Case Study on Children Aged 4-6 Years in Developing Social Skills at ABA 1 Kindergarten, Sukabumi City) Hurri, Ibnu; Maulana, Redi Awal; Elnawati, Elnawati; Maspupah, Ira Maya
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 1 (2006): VOLUME 11 NUMBER 1 JANUARI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i1.8211

Abstract

This study aims to examine the impact of traditional games on the development of social skills in children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. This study used a qualitative methodology with a case study design. This study included 17 children aged 4-6 years who were actively engaged in learning activities centered on local content. Data collection was conducted through participant observation, teacher interviews, and documentation of educational activities. The analysis involved the triangulation of sources and methodologies to guarantee the validity of the data. The study findings indicate that the traditional game of engklek significantly improves the social skills of children aged 4–6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Kindergarten in Sukabumi City. Children demonstrated improvements in collaboration, communication, empathy, turn-taking, adherence to game rules, and conflict resolution. Furthermore, hopscotch encouraged active participation, cooperative behavior, and improved social relationships among peers. These findings confirm that integrating traditional games into early childhood education preserves local culture and effectively enhances the development of social skills in early childhood.
Pengaruh Penggunaan Media Cerita Gambar Terhadap Kemampuan Berpikie Simbolik Anak 5-6 Tahun Sumiati; Hurri, Ibnu; Munajat, Asep
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5056

Abstract

Artikel ini membahas kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini. Perkembangan simbolik adalah perkembangan yang penting dikembangkan sejak dini, karena dengan berkembangnya simbolik pada anak maka akan membantu mereka dalam tahapan perkembangan selanjutnya, sehingga perkembangan simbolik ini perlu dikembangkan secara efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik adalah dengan penerapan media pembelajaran cerita gambar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-ED). Teknik pengumpulan data yaitu penyebaran kuesioner berupa pertanyaan kepada responden, observasi,dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor berpikir simbolik anak setelah diberikan perlakuan menggunakan media cerita bergambar. Hal ini dapat dilihat dari total keseluruhan sampel sebanyak 20, dimana hasil belajar pada saat pretest adalah di bawah 55 untuk sebagian besar siswa, sedangkan hasil belajar siswa pada saat posttest di atas 55 untuk sebagian besar siswa. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa pada saat posttest lebih tinggi dibanding hasil belajar siswa pada saat pretest untuk semua siswa. Sehingga media cerita bergambar terbukti efektif dalam mendukung perkembangan berpikir simbolik pada anak usia dini.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Kinetic Sand terhadap Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 4-5 Tahun Nurharum Sari, Novi; Hurri, Ibnu; Zultiar, Indra
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran kinetic sand terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4–5 tahun di RA Nurul Huda Jampangkulon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian berjumlah 29 anak yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes pretest–posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kecerdasan kinestetik anak yang signifikan setelah penggunaan media kinetic sand. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05, yang menunjukkan bahwa media kinetic sand berpengaruh secara nyata terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4–5 tahun. Dengan demikian, media pembelajaran kinetic sand efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan motorik dan koordinasi gerak anak. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai efektivitas media kinetic sand sebagai media pembelajaran berbasis bermain yang mendukung pengembangan kecerdasan kinestetik anak usia dini, serta dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.