Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK DENGAN METODE BERMAIN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA PADA ANAK KELOMPOK B Resti Robilah; Ibnu Hurri; Alfian Ashshidiki
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2022): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v6i2.2342

Abstract

Setiap anak terlahir dengan potensi yang berbeda- beda, memiliki kelebihan bakat, minat ataupun kemampuan yang ada pada diri anak. Untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya tersebut, anak dapat mengikuti pendidikan anak usia dini. Saat anak yang usianya sudah mencapai usia taman kanak-kanak, mereka sudah harus dapat mandi dan berpakaian sendiri, lalu mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama sekali. Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, permasalahan yang paling menonjol adalah masalah kemandirian anak yang dinilai masih kurang. Sehingga, penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini dengan metode bermain melalui permainan ular tangga dalam proses pembelajaran dengan menerapkan teknik kuis tim yang melibatkan anak aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hasil observasi pada siklus I menunjukkan, kemampuan anak dalam menggunakan alat permainan ular tangga sebesar 64,28%, kemampuan anak dalam menghidtung angka pada papana permainan ular tangga sebesar 71,42%, dan kemampuan anak dalam bermain ular tangga sebesar 57,14% dengan nilai rata-rata 64,28%. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian anak sudah meningkat. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan, kemampuan anak dalam menggunakan alat permainan ular tangga sebesar 96,42%, kemampuan anak dalam menghitung angka pada papan permainan ular tangga sebesar 92,8%, dan kemampuan anak dalam bermain ular tangga sebesar 85,71% sehingga nilai rata-rata yang didapat sebesar 92,8%.. Pada siklus II ini peningkatan kemandirian anak merata hal ini didukung oleh metode pembelajaran yang diberikan oleh peneliti ditambah dengan permainan ular tangga sehingga dapat mencapai peningkatan yang merata. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelompok B RA Assukandariyah dari siklus I sampai siklus II dapat diambil simpulan bahwa kemandirian anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain kelompok. Hal ini terlihat dari perubahan persentase kemandirian anak yang semakin meningkat sesuai dengan indikator yang tertera. Hal ini terbukti dengan tercapainya peningkatan persentase kemandirian anak dari pra siklus ke siklus I sebesar 22%, yaitu dari 25% mejadi 64,28%, kemudian dari siklus I ke siklus II kemandirian anak meningkat sebesar 18% yaitu dari 64,28% menjadi 92,8%. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain melalui permainan ular tangga dapat meningkatkan kemandirian anak.
ANALISIS PERENCANAAN PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTS MUHAMMADIYAH BANDUNG Ibnu Hurri; Disma Disma; Agus Mulyana
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 JANUARI 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i1.4116

Abstract

Pendidikan nilai Religius dalam pembelajaran IPS di MTs Muhammadiyah Kota Bandung direalisasikan dalam pola pembelajaran IPS dengan cara meyeluruh dan dengan memperhatikan eksistensi pembelajaran IPS sebagai ilmu umum serta memperhatikan nilai-nilai religius (keislaman) siswa untuk menciptakan tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran bukan cuma berpusat pada perspektif kognitif saja, akan tetapi pula wajib menekankan cara pengembangan afektif. Studi ini bermaksud untuk mengenali pendidikan nilai religius yang diintegrasikan dalam pembelajaran IPS lewat perancangan yang dilakukan oleh guru. Nilai merupakan suatu yang diidamkan dan sanggup melahirkan aksi pada diri seseorang, memahami nilai dan pendidikan nilai akan sangat berarti sebab kita tetap bersinggungan. Interaksi individu dalam kehidupan sehari-hari bisa menghasilkan suatu aksi yang berhubungan dengan orang lain, baik dalam lingkup yang kecil atau yang lebih besar. Pembelajaran IPS ialah penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta aktifitas dasar individu yang diorganisasikan serta disuguhkan dengan metode objektif dan juga pedagogis maupun intelektual untuk tujuan pembelajaran. Studi ini memakai metode kualitatif dengan rancangan studi kasus, serta metode pengumpulan informasi yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk teknik analisa data memanfaatkan prosedur triangulasi. Hasil yang diperoleh ialah bahwa penggunaan pendidikan nilai bisa memuculkan pemahaman pada siswa mengenai nilai-nilai positif dan menghindarkan dari nilai-nilai negative. Tidak hanya itu, perencanaan pendidikan nilai religius yang berintegrasi dalam kurikulum sekolah beserta berbagai kemungkinan dan alternatif dapat meningkatkan pemahaman pendidikan nilai religius siswa dalam pembelajaran IPS ataupun pada program pendidikan yang ada di MTs Muhammadiyah Kota Bandung.
Perilaku Konsumtif dalam Pemakaian Uang Saku Anak Usia Dini di Kecamatan Surade Kenit Julia Nandang; Ibnu Hurri; Alfian Ashshidiqi Poppyariyana
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 9 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v9i2.1859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumtif terhadap pemakaian uang saku anak usia dini dan faktor-faktor apa saja yang melatar belakangi siswa Taman Kanak-kanak di Kecamatan Surade sehingga memiliki perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis survey. Penelitian ini melibatkan peserta didik usia 5-6 tahun kelas B di seluruh Lembaga Taman Kanak-kanak yang ada di kecamatan Surade yang berjumlah 9 Lembaga Formal. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan merupakan sampling Purposive, dengan memilih orang tua siswa yang berasal dari lembaga Taman Kanak-kanak yang ada di Kecamatan Surade. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner/angket dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data uji validalitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan hipotesis. Berdasarkan hasil hipotesis bahwa nilai t hitung untuk Penggunaan Uang Saku (X) yaitu sebesar 19.012, dengan t tabel sebesar 1.655 maka H01 di tolak dan Ha1 di terima. Selanjutnya di lihat dari hasil pengujian bahwa nilai f hitung untuk Pemakaian Uang Saku (X), sebesar 361.459 dengan F tabel 22 maka Ho1 di tolak dan Ha1 di terima. Dari hasil dua pengujian di atas maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh perilaku konsumtif terhadap pemakaian uang saku pada anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak melalui Penggunaan Metode Bercakap-cakap dengan Media Gambar pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Al-Muhdiyin Perum Cigunung Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Yanti Nuryanti; Indra Zultiar; Ibnu Hurri
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 9 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v9i2.1890

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan berbicara pada anak usia 4-5 Tahun di RA Al-Muhdiyin Sukaresmi Kecamatan Cisaaat Kabupaten Sukabumi yang masih relatif rendah karena dalam proses pembelajaran masih jarang menggunakan media. Sehingga penggunaan media gambar dengan metode bercakap-cakap diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbicara anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain model Kemmis dan Mc. Taggart yang di dalamnya berisi empat langkah dalam satu siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan subjek penelitian yaitu semua anak yang berada pada kelompok A di RA Al-Muhyidin Sukaresmi Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yakni 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi dengan teknik analisa data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dengan metode bercakap-cakap dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak dilihat pada pedoman observasi dari sebelum tindakan sampai siklus II yakni sebelum tindakan/pra siklus mendapat hasil 10%, siklus I mencapai hasil 40%, pada siklus II mencapai hasil 90%. Hasil ini melebihi dari target penelitian yang mentargetkan 80% keberhasilan dari tindakan I (siklus I) dan tindakan (siklus II), dengan kegiatan yang berbeda.
The Urgency of Islamic Education Value in Social Studies Instruction at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Bandung Ibnu Hurri; Hamidi Rasyid; Gandung Wirawan; Ernandia Pandikar
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 8, No 2 (2023): Volume 8 Number 2 September 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v8i2.3921

Abstract

This study intends to determine the significance of Islamic values education in social studies education in order to equip children from an early age with noble character (akhlaqul karimah). This is reflected in the Vision and Mission of Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Bandung, as well as its curriculum and bylaws. The education of Islamic values in social studies learning at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Bandung is achieved through holistic social studies learning patterns, emphasizing the existence of social studies learning as general knowledge, and focusing on students' Islamic values in order to achieve learning goals. The research method used is qualitative research with a descriptive research design that outlines the conclusions of this study, namely the significance of incorporating the Islamic faith into social studies education. Data collection uses observation, documentation, interviews, and data analysis techniques using source and time triangulation. The results of this study are that Islamic values education has been carried out from an early age in Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Bandung, both in the school environment and in the social studies learning process in the classroom, so that the link between general knowledge and Islamic values can be identified in achieving social goals. learn the purpose of learning, namely to produce good citizenship. Besides that, it can also bring up an understanding in students about positive values and avoid negative values.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan melalui Media Bahan Alam pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD SPS Melati VII Kalapasatangkal Kecamatan Ciracap Nenden Hasanah; Ibnu Hurri; Alfian Ashshidiqi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 10 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v10i1.2145

Abstract

Berhitung bukanlah suatu bidang studi yang sulit dipelajari asalkan strategi penyampaiannya tepat dan sesuai dengan tingkat kemampuan yang mempelajarinya. Praktiknya belajar berhitung diperlukan alat bantu atau alat peraga pembalajaran yang berfungsi untuk memudahkan anak untuk belajar, tetapi kenyataannya rata- rata pendidik belum menggunakan alat peraga yang menarik untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak. Media Bahan alam merupakan salah satu langkah mudah untuk menunjang proses mengajar siswa di kelas untuk memberikan rangsangan-rangsangan terhadap anak melalui media seperti media bahan alam. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana implementasi dan hasil penerapan media bahan alam yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 4-5 tahun di PAUD SPS Melati VII Kalapa Satangkal Kecamatan Ciracap Tahun Ajaran 2022/2023. Subyek penelitian penelitian kualitatif ini adalah 15 anak kelompok A, dan lembar observasi digunakan sebagai metode pengumpulan data.Reduksi data, visualisasi data digunakan untuk mengkaji data secara kualitatif dan menarik kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa media bahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung permulaan dengan cara sebagai berikut: Mulai dari pemilihan topik yang berorientasi pada tujuan, pembagian media dan materi, pembagian anak ke dalam beberapa kelompok, pemberian kesempatan bermain dengan media bahan alam, dan latihan pembelajaran media alam yang mengulang informasi hingga melakukan penilaian.
Implementasi Media Boneka Tangan dalam Mengembangkan Karakter Kemandirian Anak iswari, Intan Widia; Munajat, Asep; Hurri, Ibnu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui imlementasi penggunaan media boneka tangan dalam mengembangkan karakter kemandirian anak di TK Darul ‘Amal Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental kuasi (quasi-eksperimental). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pretest-posttest kelompok nonequivalent. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dari TK Darul ‘Amal sebanyak 80 orang anak. 40 sebagai kelompok eksperimen dan 40 sebagai kelompok kontrol. Hasil yang peroleh terlihat adanya perbedaan pemahaman pada anak sebelum dilakukan pembelajaran mengenai kemandirian menggunakan media boneka tangan dengan setelah dikenalkan kemandirian melalui media boneka tangan, perbedaan yang terjadi cenderung ke arah perbaikan. nilai rata-rata dari uji t berpasangan menunjukan adanya perbedaan dimana nilai rata-rata (mean) kemampuan mengenal huruf anak kelas eksperimen sebelum diberikan pemahaman adalah sebesar 60,05 dan nilai rata-rata (mean) pemahaman kemandirian anak kelas eksperimen setelah diberikan pemahaman meningkat menjadi 85,25 dengan selisih nilai rata-rata (mean) sebasar 25,23 yang berarti bahwa terdapat peningkatan kemampuan anak dalam mengembangkan karakter kemandirian sebesar 13,47
TECHNO PARENTING: SINERGI SEKOLAH, LINGKUNGAN SOSIAL DAN ORANGTUA UNTUK MENINGKATKAN MINDFUL DALAM PENGASUHAN ANAK Munajat, Asep; Rahmat, Dadan; Hurri, Ibnu
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v8i3.4825

Abstract

A common understanding between parents, schools and how to shape the social environment to educate children can determine educational success. Children's problems at school cannot be separated from parenting patterns at home and how the child's social environment is formed. Children's success at school is also supported by the parenting style that children receive in their family environment, including their social environment. Therefore, education carried out at school must be in synergy with education carried out in the family. Synergy can be built when parents are able to communicate well with the school, but with the various activities that parents have, regular meetings are difficult to hold so that a common understanding of parenting is difficult to develop, besides that with advances in technology parents are freeing their children to use digital technology, in this case Android . Parents allow their children to use Android without restrictions and considering the impacts that will arise, inappropriate use of technology can result in addiction to devices, pornography, health hazards and radiation. Techno parenting is a digital parenting program design through an Android application about how to educate children in the digital era in utilizing technology. Apart from that, Techno parenting is a strategy that can be used to build effective communication between schools and parents through digital technology to increase awareness/mindfulness in educate. Mindful parenting is a concept in parenting that emphasizes the process of parenting with full awareness (awareness). Therefore, the objectives of this research are 1) collaborating on technological advances in parenting education, 2) synergy between parents and schools in building the same perception regarding children's education, 3) developing a technology parenting model in increasing parental awareness (playfulness) in parenting, and 4) knowing The effectiveness of the techno parenting model in increasing mindfulness in parenting. The research method used is development research with stages of Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation where each stage is used to produce Techno Parenting Model products. The evaluation results show that parenting technology is effectively used in the ABA 7 Kindergarten school, Sukabumi Regency.
Implementation of Himpaudi Chairperson's Leadership in Strengthening the Competence of PAUD Teachers in the City of Sukabumi Asep Munajat; Ibnu Hurri
Journal Civics And Social Studies Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Civicos Vol 3 No 2 Tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v3i2.363

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peran kepemimpinan ketua HIMPAUDI, kepemimpinan yang transformasional dan karismatik tentang sifat kepemimpinan yang efektif dalam mengatasi rendahnya kompetensi yang dimiliki guru PAUD dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi guru PAUD. HIMPAUDI merupakan organisasi yang mewadahi Pendidik nonformal yang salah satu kewajibannya untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang tidak mengandung angka-angka, melainkan berupa kata-kata, gambar, dan sebagainya Dalam penelitian ini, peneliti menekankan pada faktor peneliti sebagai alat penelitian utama, disamping memperhatikan metode yang digunakan, agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil dari penelitian (1) Secara umum HIMPAUDI dibentuk untuk membantu pemerintah menangani tugas-tugas yang tidak mungkin dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia. (2) Ketua Himpaudi kota Sukabumi membuat rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang yang berisikan peningkatan kompetensi guru diantaranya mengusulkan masuknya angaran beasiswa di RAPBD kota sukabumi sehinggan beberapa guru PAUD dapat meningkatkan kulaifikasi pendidikanya secara gratis. (3) Motode yang dilakukan ketua himpaudi untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Blewat pelatihan, pelatihan dan workshop diantaranya diklat dasar dan menengah yang secara rutin dilaksanakan tiap tahun.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Penggunaan Media Gambar Dengan Teknik Kolase Pada Anak Kelompok B Di PAUD KB Mawar Budiyanto, Budiyanto; Hurri, Ibnu; Munajat, Asep
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7645

Abstract

Perkembangan motorik halus anak usia dini sangat penting. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini adalah penggunaan media gambar dengan teknik kolase. Pada penelitian ini akan dijelaskan mengenai penggunaan media gambar dengan teknik kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan partisipasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil pembelajaran menggunakan media gambar dengan teknik kolase untuk meningkatkan motorik halus anak. Dari hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa mayoritas anak kelas B di PAUD KB Mawar memiliki kemampuan motorik halus yang baik ditandai dengan anak yang dapat mengkoordinasi gerakan jari dengan mahir, dapat mengembangkan imajinasi melalui bentuk dan konstruksi, dapat mengembangkan ketelitian saat membuat kolase dengan media gambar, dapat memperhatikan kesesuaian susunan dan ukuran benda, dapat memperhatikan keseimbangan dengan mempertimbangkan ukuran, bentuk, dan unsur pengikat, seperti garis atau warna, serta membuat kolase yang tepat untuk menjamin keawetan produk akhir.