Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sosialisasi Cara Mengenali Kandungan Boraks Pada Kerupuk Secara Sederhana, Mudah dan Murah Bagi Warga RT 02 RW 02 Kel. Kedondong, Bagor Nganjuk Frida U. Ermawati; Dzulkiflih Dzulkiflih; Binar K. Prahani; Meta Yantidewi; Abu Zainuddin; Ismi R. Setiaji
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v5i2.534

Abstract

Sebagai salah satu bahan kimia yang membahayakan kesehatan, boraks telah dilarang oleh Pemerintah untuk digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Namun faktanya boraks masih sering digunakan oleh oknum produsen makanan, termasuk pada kerupuk agar kerupuk menjadi renyah. Guna melindungi kesehatan masyarakat dari paparan boraks tersebut, maka kegiatan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenali kandungan boraks di dalam kerupuk secara sederhana perlu digalakkan, salah satunya kepada warga RT 02 RW 02 Kel. Kedondong Bagor Nganjuk mengingat bahwa bagi warga setempat, kerupuk sudah menjadi makanan sehari-hari. Pada kegiatan ini, 15 macam kerupuk yang dibeli dari Pasar Wage setempat diuji kandungan boraks menggunakan kertas kunyit. Kertas kunyit yang berwarna kuning karena mengandung curcuma akan berubah warna menjadi coklat kemerahan apabila dilarutkan ke dalam asam borat (zat di dalam boraks) yang terkandung di dalam kerupuk. Dari ke-15 kertas kunyit yang telah direndam di dalam 15 macam larutan kerupuk, 40 % diantaranya telah berubah warna menjadi coklat kemerahan yang menandakan bahwa kerupuk-kerupuk tersebut mengandung boraks. Temuan tersebut ternyata sesuai dengan hasil uji boraks yang dilakukan pada kerupuk-kerupuk yang sama di Laboratorium Farmasi Universitas Airlangga Surabaya dengan metode Asam Borat & Borat di dalam Makanan No. 970.33.
Pelatihan Pembuatan KIT Energi Alternatif untuk Mendukung Pembelajaran Model PjBL Meta Yantidewi; Imam Sucahyo; Mita Anggaryani; Lydia Rohmawati; Muhammad Habibbulloh; Endah Rahmawati
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.676

Abstract

Guru adalah salah satu pilar pendidikan berkualitas yang berperan penting sebagai fasilitator dan motivator, termasuk juga guru fisika. Sebagai fasilitator dan motivator, tentunya guru fisika harus mampu memfasilitasi dan memotivasi siswa dalam pembelajaran fisika. Pembelajaran fisika dalam Kurikulum Merdeka menuntut para siswa berpikir kritis dan inovatif melalui proses penemuan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL). Salah satu penerapan model pembelajaran PjBL di mata Pelajaran fisika adalah pada materi energi alternatif. Sayangnya, guru-guru masih kesulitan menerapkannya. Fakta inilah yang mendorong tim PKM Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya mengadakan kegiatan pengabdian berupa pelatihan pembuatan KIT energi alternatif untuk mendukung pembelajaran model PjBL. Kegiatan PKM ini dibagi dalam beberapa tahapan, yakni: identifikasi masalah dan kebutuhan mitra, persiapan PKM, pelaksanaan PKM pelatihan pembuatan KIT Energi Alternatif, dan melakukan evaluasi hasil kegiatan PKM. Sebanyak 22 orang guru fisika yang tergabung dalam MGMP Fisika Kota Surabaya menjadi peserta pelatihan. Kedua puluh dua orang guru tersebut sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Bahkan dari hasil angket respon dengan menggunakan Google Form yang disebar ke peserta nampak bahwa materi pelatihan yang diberikan tergolong baru, sangat menarik, dan inspiratif. Hasil angket juga menunjukkan bahwa materi pelatihan relevan dengan kebutuhan guru di sekolah.
ALAT UKUR SUHU PERMUKAAN AIR LAUT BERBASIS ARDUINO UNO: Kata Kunci: Sensor DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Suhu Rozikin, Muchamad Khoirur; Wati, Jhulinda Nizar; Natasya, Adinda Nur; Yantidewi, Meta; Fahmi, Muhammad Nurul; Adikuasa, M Biyadihie; Setiawan, Fajar; Dzulkiflih, Dzulkiflih; Asandi, Ruhi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): Vol 12 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v12n3.p35-43

Abstract

Suhu permukaan air laut merupakan bagian terpenting dalam pengamatan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) oleh karena itu diperlukaan alat yang praktis dan efisien dalam operasionalnya. Penelitian ini memiliki tujuan yakni dapat merancangan alat instrumentasi monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino dan dapat diperoleh nilai efisiensi kinerja alat instrumentasi monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino. Metode yang kita gunakan eksperimen dan study literatur. Varibel kontrol sendiri yang digunakan yaitu alat dan bahan lalu untuk variabel manipulasi yang digunakan yaitu waktu yang memiliki selisih 30 menit dan untuk variabel respon yang kita dapatkan yaitu data yang berupa angka ataupun suhu yang telah didapatkan. Dari data yang telah di dapatkan pertama kalibrasi dengan perbandigan antara alat dan termometer alkohol dengan kabel 1meter lalu kalibrasi dengan perbandigan antara alat dan thermometer alkohol dengan kabel 5 meter dan hasil pengkuran realtime dari alat di pelabuhan perak. Dari sini bisa disimpulkan bahwa monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino lebih efisien dan dapat menyimpan data secara otomatis melalui sd card yang mampu bekerja secara realtime, praktis dan lebih ekonomis dan alat instrumentasi dan monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino uno telah melakukan ujicoba selama 5 jam dari pukul 07.00-12.00 menghasilkan 11 data nilai suhu permukaan air laut, dengan tingkat akurasi alat instumen dibandingkan dengan thermometer manual bmkg tanjung perak sebesar 99.15 %. Kata Kunci: Sensor DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Suhu Abstract Sea surface temperature is the most important part of weather observation by the Agency Meteorology Klimatology dan Geophysics (BMKG) therefore a practical and efficient tool is needed in its operation. This research has the aim of being able to design an Arduino-based sea surface temperature monitoring instrumentation tool and can obtain the value of the performance efficiency of the monitoring instrumentation tool Arduino-based sea surface temperatures. The method we use is experimentation and literature study. The control variables themselves used are tools and materials and then for the manipulation variables used, namely the time that has a difference of 30 minutes and for the response variables that We get data in the form of numbers or temperatures that have been obtained. From the data that has been obtained, first calibration with the difference between the device and the alcohol thermometer with a 1meter cable then calibration with the difference between the tool and the thermometer alcohol with a 5-meter cable and realtime curing results from the tool at the silver port. From this it can be concluded that Arduino-based sea surface temperature monitoring is more efficient and can store data automatically through an sd card Able to work in realtime, practically and more economically and Arduino Uno-based seawater surface temperature instrumentation and monitoring tools have been conducting trials during 5 hours from 07.00-12.00 produced 11 data on sea surface temperature values, with the accuracy level of the instrument compared to the manual thermometer BMKG Tanjung Perak by 99.15%. Keywords: Sensore DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Temperature
Rancang Bangun Termometer Non Kontak dengan Output Suara: Kata Kunci: termometer wicara, thermogun, suhu tubuh Ulfa, Khansa Zanadia; Sucahyo, Imam; Yantidewi, Meta
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): Vol 12 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v12n3.p122-128

Abstract

Penyandang disabilitas sensorik netra sering kali menghadapi tantangan dalam mengukur suhu tubuh mereka secara akurat dan mandiri, yang sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan. Penelitian ini membahas pendekatan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas termometer bagi populasi tunanetra. Tujuan dari penelitian ini ada dua, yaitu: 1. Merancang bangun termometer wicara untuk orang buta secara langsung dan tanpa adanya kontak, dan 2. Mengetahui keakuratan dari termometer wicara dibanding dengan termometer terstandarisasi. Dalam penelitian ini termometer wicara diujikan dengan 2 objek. Objek pertama yaitu air sebagai objek yang dapat dimanipulasi suhunya, pengujian dilakukan menggunakan termometer wicara dan termometer probe sebagai pembanding. Pada objek kedua yaitu 5 orang sampel yang digunakan sebagai uji kelayakan, pengujian ini dilakukan menggunakan termometer wicara dan thermogun sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa termometer wicara sukses dirancang dan diimplementasikan. Kata Kunci: termometer wicara, thermogun, suhu tubuh Abstract People with sensory impairments often face challenges in accurately and independently measuring their body temperature, which is crucial for monitoring health conditions. This research discusses the technological approaches used to improve the accessibility of thermometers for the visually impaired population. The objectives of this research are as follows: 1. To design a speech thermometer for blind people directly and without contact, and 2. To determine the accuracy of the speech thermometer compared to a standardized thermometer. In this study, the speech thermometer was tested with 2 objects. The first object is water as an object that can be manipulated temperature, testing is done using a speech thermometer and a probe thermometer as a comparison. In the second object, namely 5 samples used as a feasibility test, this test was carried out using a speech thermometer and thermogun as a comparison. The test results show that the speech thermometer was successfully designed and implemented. Keywords: speech thermometer, thermogun, body temperature
SENSOR SERAT OPTIK BERBASIS GELOMBANG EVANSECENT: PENDEKATAN BARU UNTUK DETEKSI KONSENTRASI BPA DALAM AIR: Kata Kunci: Bisphenol-A (BPA), Sensor Serat Optik, Gelombang Evanescent Khairunnisa, Safira Adara; Yantidewi, Meta; Khoiro, Muhimmatul
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Vol 13 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n2.p138-145

Abstract

IMPLEMENTASI SENSOR FIBER OPTIK DALAM MENGUKUR KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT: Kata Kunci: Fiber Optik, Kelapa Sawit, Minyak, Multimode, Sensitivitas. Mutawakkillah, Nainunis; Yantidewi, Meta; Khoiro, Muhimmatul
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p95-102

Abstract

AbstrakBanyaknya penggunaan minyak kelapa sawit mengakibatkan kualitas minyak goreng sawit menurunmengakibatkan penyakit-penyakit mematikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh fiber optik multimode dalam mendeteksi kualitas minyak serta menganalisis karakteristik sensor fiber optik dalam mendeteksi kualitas minyak. Sensor fiber optik dibangun dari laser dioda merah 638 nm sebagai sumber cahaya, fiber optik plastik step index dengan jenis multimode, dan fotodioda yang dihubungkan pada Arduino Nano dengan hasil pengukuran berupa tegangan ditampilkan pada LCD. Fiber optik sepanjang 15 cm dikupas pada bagian tengahnya sepanjang 1,5 cm menggunakan metode chemical etching hingga cladding tidak tersisa yang akan digantikan oleh sampel saat proses pengujian. Sampel penelitian ini berupa 5 jenis minyak ber merek S, SC, SV, B, dan C dengan setiap jenis minyak digoreng dengan 3 kali penggorengan. Hasil penelitian ini menunjukkan sensor fiber optik multimode mempunyai pengaruh sebagai sensor deteksi dengan respon pengukuran tegangan berkisar >2500 mV. Jumlah pengulangan pemakaian minyak dengan sensorfiber optik dapat dilihat dari keluaran yang semakin besar atau berbanding lurus. Karakteristik sensor fiber optik dengan menggunakan perhitungan jangkauan kerja, sensitivitas, dan resolusi yang menggunakan rasio dalam perhitungannya. Hasil karakterisasi yang diperoleh jangkauan kerja paling baik dan sensitivitas terbaik pada fiber optik multimode adalah sampel B dengan nilai jangkauan kerja 0,120 sensitivitas sebesar 0,040 /pengulangan sedangkan jangkauan kerja dan sensitivitas paling rendah adalah jenis SC dengan jangkauan kerja bernilai 0,022 sensitivitas 0,007 /pengulangan. Resolusi terbaik yaitu jenis SC bernilai 1,358, untuk yang paling rendah jenis B yang bernilai 0,249.Kata Kunci: Fiber Optik, Kelapa Sawit, Minyak, Multimode, Sensitivitas. AbstractThe large amount of palm oil used causes the quality of palm cooking oil to decline resulting in deadly diseases.The aim of this research is to analyze the effect of multimode fiber optics in detecting oil quality and to analyze the characteristics of fiber optic sensors in detecting oil quality. The fiber optic sensor is built from a 638 nm red diode laser as a light source, step index plastic fiber optics with multimode type, and a photodiode connected to an Arduino Nano with the measurement results in the form of voltage displayed on the LCD. The 15 cm long optical fiber is peeled in the middle 1.5 cm long using the chemical etching method until no cladding remains which will be replaced by the sample during the testing process. The samples for this research were 5 types of oil branded S, SC, SV, B, and C with each type of oil fried in 3 fryers. The results of this research show that the multimode fiber optic sensor has an influence as a detection sensor with a voltage measurement response ranging >2500 mV. The number of repetitions of oil use with a fiber optic sensor can be seen from the output which is getting bigger or is directly proportional. Characteristics of fiber optic sensors using calculations of working range, sensitivity and resolution which use ratios in the calculations. The characterization results obtained by the best working range and the best sensitivity on multimode optical fiber were sampleB with a working range value of 0.120, a sensitivity of 0.040/repetition, while the lowest working range and sensitivity was the SC type with a working range value of 0.022, a sensitivity of 0.007/repetition. The best resolution is type SC with a value of 1.358, while the lowest is type B with a value of 0.249.Keywords: Fiber optic. Oil, Palm, Multimode, Sensitivition
KARAKTERISTIK SENSOR FIBER OPTIK KONFIGURASI SPIRAL DALAM MENDETEKSI KADMIUM PADA AIR: Kata Kunci: Sensor Fiber Optik, Spiral, Kadmium Fadhilah, Nisa'ul; Yantidewi, Meta; Khoiro, Muhimmatul; Firdaus, Rohim Aminullah
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p103-108

Abstract

AbstrakKadmium (Cd) adalah logam berat yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan efek toksik padalingkungan, kesehatan manusia, dan hewan sehingga Menteri Kesehatan Republik Indonesia menetapkanbatas maksimum kadar yang diperbolehkan dalam air minum yaitu 0,003 mg/L. Penelitian ini bertujuanuntuk mengembangkan sensor berbasis fiber optik untuk mendeteksi ion kadmium dalam air denganmemanfaatkan gelombang evanescent menggunakan konfigurasi spiral. Sensor ini dirancang untukmemberikan data pengujian secara real-time dan meningkatkan karakteristik sensor untuk pengujian kualitasair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Cd maka intensitas cahaya menjadisemakin berkurang yang ditandai dengan penurunan nilai dB. Sensor fiber optik konfigurasi spiral denganjumlah lilitan yang lebih banyak menunjukkan karakteristik sensor yang lebih baik. Sensor dengan 3 lilitanmenunjukkan hasil pengukuran terbaik dengan jangkauan kerja 4,86 dB, sensitivitas 99,21 dB/ppm, danresolusi 1,01 x 10-4 ppm.Kata Kunci: Sensor Fiber Optik, Spiral, Kadmium AbstractCadmium (Cd) is a heavy metal that is difficult to decompose and has the potential to cause toxic effects on theenvironment, human health, and animals. Therefore, the Indonesian Minister of Health has set the maximum permissible concentration in drinking water at 0.003 mg/L. This study aims to develop a optical fiber-based sensor to detect cadmium ions in water using evanescent wave technology with a spiral configuration. The sensor is designed to provide real-time testing data and improve sensor characteristics for water quality testing. The results indicate that higher concentrations of Cd lead to a decrease in light intensity, marked by a reduction in dB values. The spiral optical fiber sensor with a greater number of windings demonstrates superior sensor characteristics. The sensor with 3 windings shows the best measurement results with a working range of 4.86 dB, sensitivity of 99.21 dB/ppm, and resolution of 1.01 x 10-4 ppm.Keywords: Fiber Optic Sensor, Spiral, Cadmium
Kalibrasi Sensor MS1100-P111 sebagai Detektor Gas Formaldehid (HCHO) dan Sensor DHT22 untuk Mendeteksi Kelembaban Relatif dan Temperatur Agustinur, Satya Cantika; Yantidewi, Meta; Deta, Utama Alan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5447

Abstract

Pemantauan kondisi ruangan bertujuan untuk mencegah dampak buruk akibat dari udara yang tercemar, termasuk adanya gas formaldehid. Gas tersebut bisa dipengaruhi oleh kelembaban relatif dan temperatur ruangan. Pentingnya memonitor dan mengendalikan kondisi di dalam ruangan telah mendorong penggunaan teknologi sensor dan perangkat IoT untuk pemantauan real-time. Oleh karena itu, penulis akan melakukan kalibrasi sensor yang akan digunakan, yaitu sensor MS1100-P111 sebagai detektor gas formaldehid dan sensor DHT22 untuk mendeteksi kelembaban relatif dan temperatur. Kalibrasi sensor dilakukan untuk memastikan akurasi dan reliabilitas pengukuran, menggunakan perbandingan persamaan dari datasheet untuk MS1100-P111 dan metode regresi linear untuk DHT22. Setelah kalibrasi, dilakukan perhitungan nilai error, persentase error, dan rata-rata kalibrasi. Hasil perhitungannya secara berurutan adalah 0,004 mg/m³; 1,783%; dan 98,217%. Untuk kalibrasi sensor DHT22, digunakan metode regresi linear. Nilai error, persentase error, dan rata-rata kalibrasi yang diperoleh untuk kelembaban relatif adalah 0,145%; 0,279%; dan 99,721%. Sedangkan untuk temperatur, nilai error, persentase error, dan rata-rata kalibrasi yang diperoleh adalah 0,81 ; 2,25%; dan 97,75%.
Carbon Monoxide (CO) Level Measurement Using Internet of Things (IoT) Based Drone with NodeMCU ESP32 Trisnanti, Sefrina Putri; Yantidewi, Meta; Deta, Utama Alan
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 3 (2024): Protek: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v11i3.6237

Abstract

Carbon monoxide (CO) is a dangerous gas with no odor, color, or taste and can easily mix with other air around it. This study aims to design and determine the results of measuring CO levels using a drone integrated with an MQ-7 gas sensor and an IoT-based ESP32 nodeMCU by manipulating the time and height of measuring CO levels. The method used is data acquisition in the form of a data retrieval process from the MQ-7 sensor programmed with the ESP32 nodeMCU via the ThingSpeak web.  The results of measurements of CO levels in Ketintang, Surabaya air quality in the medium category at 07.00-11.00 WIB and good at 15.00 WIB. Measurement at 07.00 WIB CO levels are higher than at 11.00 WIB and 15.00 WIB. This can occur because the use of motorized vehicles and the process of burning waste in households is denser. Most of these activities are carried out close to the ground so that the higher the altitude in measuring CO levels, the lower the CO levels detected. Other factors that affect CO levels are temperature, wind speed, and weather when taking measurements. Based on the results of the study, it can be concluded that hours and altitude affect the CO levels produced.
Analysis of the Time of Dew Occurrence on the DCDB Panel at PLN GIS 150 kV Gunungsari Surabaya Rachmawati, Arum Vonie; Agustinur, Satya Cantika; Indralaksono, Rio; Syahriannanda, Kinanta; Riandana, I Made Niantara; Alim, Andu Mahdy; Yantidewi, Meta; Dzulkiflih, Dzulkiflih
BERKALA SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v13i1.45408

Abstract

The DCDB panel is a panel for distributing direct current electricity. Inside the panel there are cables to carry current which affects the temperature of the panel. The greater the current flowing, the greater the resulting temperature. Dew that occurs on the DCDB panel can cause various kinds of electrical disturbances, so the DCDB panel must be kept dry and protected from condensation. The dew parameter is the dew point. In order to minimize the occurrence of dew on the DCDB panel, it is necessary to know the prediction or estimate of the occurrence of dew on the DCDB panel by evaluating the Rectifier room temperature with the external environmental weather temperature. Therefore, research was carried out for 10 days in the PT. PLN (Persero) GIS 150 kV Gunungsari Rectifier room, Surabaya, which contained a DCDB panel. The data obtained is temperature monitoring data in the Rectifier room, DCDB panel body, and DCDB panel door. From this data, observations are made to see the temperature changes that occur in the panel. Environmental weather data is obtained via the Weather Underground website. The research data obtained was analyzed using RMSE and MAPE to check errors and graph plotting using SPSS. Based on the research conducted, it can be concluded that the dew point is estimated to occur at 03.30-05.00 in July with a temperature range of 21.3℃-23.3℃.