Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

THE FIQH OF RUKHSAH: STUDI ANALITIS DISPENSASI PUASA BAGI MAHASISWA DENGAN KONDISI MEDIS M. Rikza Chamami; Muhammad Asrori; Maizza Hilda; Aatinaa Rohmah; Salma Salsabila; Silvi dwi
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1855

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan analisis yang mendalam mengenai konsep rukhsah atau dispensasi puasa bagi mahasiswa yang mengalami kondisi medis tertentu, dengan mengintregasikan perspektif fikih dan kebutuhan praktis dalam kehidupan akademik. Dalam radisi hukum islam, rukhsah merupakan bentuk keringanan yang diberikan kepada mukallaf Ketika kondisi normal tidak memungkinkan pelaksanaan ibadah secara sempurna. Mahasiswa dengan gangguan Kesehatan seperti penyakit kronis, gangguan metabolik, masalah gastrointestinal, atau kondisi psikis yang diperparah oleh puasa, seringkali menghadapi dilema antara menjaga komitmen religious dan mempertahankan stabilitas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis deskriptif melalui telaah literatur fikih klasik, fatwa kontemporer, serta kajian medis yang relevan guna untuk menetapkan Batasan dan indikator objektif terkait kebolehan meninggalkan atau mengganti puasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh al rukhsah menjadi dasar pemberian dispensasi. Syariat mengedepankan keselamatan dan menolak kemudharatan, sehingga mahasiswa yang kondisi medisnyadapat memburuk apabila berpuasa berhak mendapatkan rukhsah berupa tidak berpuasa, mengganti di hari lain, atau dalam kasus membayar fidyah. Disamping itu, penelitian menemukan bahwa Sebagian mahasiswa memahami bahwa kerangka fikih yang membolehkan keringanan sehingga mulai memahami rukhsah puasa yang dianjurkan dalam kondisi medis tertentu. Diperlukannya juga edukasi fikih Kesehatan di lingkungan kampus untuk meningkatkan literasi keagamaan dan kesehatan, sehingga mahasiswa mampu mengambil Keputusan ibadah yang tepat, seimbang, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun kebutuhan medis mereka.
POSTER HALALAN THAYYIBAN: EDUKASI RINGKAS UNTUK MAHASISWA DI WARUNG BU DESI Azharina Fauziah; Himmatul Aliyah; Resa Wulan Sari; Laily Ramadhani N.R; Najkha Alfan A.S; M. Rikza Chamami
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap konsep halalan thayyiban, menilai efektivitas poster sebagai media edukasi ringkas, dan mengeksplorasi penerapan prinsip Falsafah Kesatuan Ilmu di warung Bu Desi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan wawancara, observasi, dan analisis poster sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap halalan thayyiban lebih menekankan pada kualitas, kebersihan, dan kesegaran makanan. Poster edukasi efektif meningkatkan kesadaran mahasiswa dan memfasilitasi komunikasi antara pemilik warung dan konsumen. Penerapan Falsafah Kesatuan Ilmu terlihat dari integrasi nilai agama, etika, dan praktik sosial dalam pengelolaan warung, yang juga menjadi sarana pembelajaran informal bagi mahasiswa. Kesimpulannya, kombinasi pengalaman konsumsi langsung, poster edukasi, dan praktik etis memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap makanan halal dan thayyib, serta dapat menjadi model edukasi konsumsi yang efektif.
Kesesuaian Penjadwalan Kuliah terhadap Pelaksanaan Sholat Fardhu Mahasiswa di Lingkungan Kampus UIN Walisongo Anom Dwiyantoro; Aghisna Tsanil Mafasa; Ana Zahratun Nisa; Melinda Wahyu Ningrum; Umi Lailatul Maghfiroh; M. Rikza Chamami
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v4i1.2896

Abstract

This study aims to examine the aligenment between class scheduling and the performance of the live daily prayers among student4s at UIN Walisongo Semarang. As an Islamic higher education institution, UIN Walisongo expected to integrate academic activities with the religious obligateions of its students. However, the intensity of class schedules and the dynamics of campus activities often have the potensial to conflict with prayer times, making it necessary to investigate the exten to which academic schedules are synchronized with the required times for prayer. This research focuses on three main aspects: (1) the compatibility of class schedules with the times of the five daily prayers, (2) the extent to which academic administrator consider prayer times when designing class scheduls, and (3) the forms of taysir or facilitative measures provided by the anniversity to support timely prayer performance. Using a qualitative field research method and a case study approach, data are collected through observations, interviews, and documentation related to class schedules and worship facilities within the campus environment. The findings of this study are expected to provide a comprehensive understanding of the relationship between academic scheduling systems and the practice of performing the five daily prayers among students. In addition, this research aims to generate recommendations based on Islamic jurisprudence and Islamic time management principles, which my serve as a foundation for developing academic policies that are more supportive of religious observance. Such policies would help ensure that academic activities and religious obligations can operate in harmony and mutually reinforce one another.
Dugderan Sebagai Representasi Islam Dan Budaya Jawab Di Masjid Agung Kauman Semarang Syafaat, Ilham; Brilianta App, Farel; Tazkiya, Hana; Khairiyyah, Khabibatul; Tazkiyyah, Rheyna; Chamami, M. Rikza
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Dugderan sebagai representasi akulturasi Islam dan budaya Jawa di Kota Semarang dengan menyoroti bagaimana tradisi ini membentuk identitas religius-kultural masyarakat urban. Topik ini dipilih karena Dugderan, yang berawal dari penetapan awal Ramadan oleh ulama dan pemerintah kolonial, telah berkembang menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai keislaman dengan praktik budaya lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama dan pengurus masjid, serta telaah literatur historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur keagamaan, seperti penetapan awal puasa dan penyampaian khutbah, berpadu harmonis dengan unsur budaya Jawa seperti arak-arakan Warak Ngendog, pasar rakyat, dan simbol-simbol lokal yang dimaknai ulang oleh masyarakat. Akulturasi ini memperkuat kohesi sosial sekaligus menunjukkan kemampuan Islam Nusantara untuk beradaptasi dengan konteks lokal tanpa kehilangan nilai inti. Penelitian ini menegaskan bahwa Dugderan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi refleksi dinamis hubungan antara agama, budaya, dan identitas masyarakat Semarang.
Empowerment of Female-Headed Households in Marginalized Communities through Islamic Legal and Sharia Economic Literacy Using an Asset-Based Community Development (ABCD) Approach Azizah, Imroatul; Irfan, Moh; Fathurrohman, Amang; Rochmawati, Ida; Chamami, M. Rikza; Mustofa, Syaiful
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v10i1.2262

Abstract

Background: Female-headed households in marginalized communities face complex challenges in understanding Islamic law and managing family economics, impacting household resilience and welfare. Purpose of the Study: This community service aims to enhance Islamic legal literacy and strengthen sharia-based economic capacity through local asset optimization. Methods: Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, this participatory action research involved field observation, interviews, and FGDs with 30 PEKKA in Wedi Village, Bojonegoro. Results: The program successfully identified three key asset clusters: social (pengajian groups), cultural (Islamic values), and economic (culinary, sewing, farming skills). ABCD strategy activated these assets, leading to the formation of the “Srikandi Salak” business group and multidimensional transformation.
Implementation of the Exploratory Discovery Approach to Enhance Student Creativity in Islamic Religious Education Samsudin, Arif; Fihris, Fihris; Chamami, M. Rikza; Muthohar, Sofa; Rohman, Rohman
Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2026): March
Publisher : Research Departement of Darullughah Wadda'wah International Islamic University Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.3905

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) learning in senior high schools still tends to be teacher-centered, resulting in limited development of students’ active participation, creativity, and independent learning. This condition highlights the need for a learning approach that encourages exploration, concept discovery, and active student engagement. The Exploratory Discovery approach is considered relevant as it emphasizes independent exploration, group discussion, concept discovery, and reflection, which align with constructivist principles and 21st-century competencies. This study aims to describe the implementation of the Exploratory Discovery approach in PAI learning for grade XI students at SMA Negeri 03 Semarang and to analyze the forms of student creativity as well as the supporting and inhibiting factors affecting its effectiveness. This research employed a descriptive qualitative method with purposive sampling involving three PAI teachers and five grade XI students. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, including lesson plans, syllabi, and students’ work. Data analysis followed the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the implementation of the Exploratory Discovery approach enhances students’ creativity in the form of mind maps, posters, miniatures, and critical argumentation skills. Supporting factors include a conducive learning environment and the teacher’s role as a facilitator, while inhibiting factors include differences in student readiness, limited instructional time, and initial dependence on the teacher.