Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Optimalisasi Model Pembelajaran Teaching Factory untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang Purwaningtias, Mashita; Chamami, M. Rikza
Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia
Publisher : LPPM Politeknik Raflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jpvr.v5i2.914

Abstract

Pendidikan vokasi menghadapi tantangan besar di era Industri 4.0 dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi dan optimalisasi model pembelajaran Teaching Factory di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipan, wawancara informal, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory telah diimplementasikan melalui dua unit unggulan yaitu Center Islamic Bank untuk program Perbankan Syariah dan Centertech untuk program Teknik Komputer dan Jaringan. Implementasi ini didukung oleh beberapa mitra strategis yang telah menyediakan infrastruktur, pelatihan, dan standar kerja industri. Teaching Factory terbukti efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa, mengembangkan keterampilan teknis dan profesional, serta menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoritis dengan praktik industri nyata.
ANALISIS PROBLEMATIKA NON-LINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SMK ISLAMIC CENTRE BAITURRAHMAN SEMARANG Muhammad Ferdy Muamar Saputra; M. Rikza Chamami
Journal Central Publisher Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i5.647

Abstract

Latar Belakang : Pembelajaran bahasa Arab di SMK yang berbasis islam merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan memahami bahasa Arab. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai problematika non linguistik dalam pembelajaran bahasa Arab di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang serta menawarkan berbagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang baik. Fokus kajian penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab, metode pembelajaran yang kurang efektif atau variatif, serta tidak adanya keterkaitan pembelajaran bahasa Arab dengan kejuruan peserta didik. Metode : Penelitian ini menggunakkan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta data yang dikumpulkan melalui studi literatur, observasi kelas, dan wawancara. Hasil dan Pembahasan : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat problem pada pembelajaran bahasa Arab yaitu kurangnya motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang kurang efektif, serta tidak adanya keterkaitan dengan jurusan yang mereka ambil. Kesimpulan : Penelitian ini menekankan perlu adanya perbaikan dari berbagai aspek secara terpadu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang, baik dari sisi strategi pengajaran, pengembangan kurikulum, maupun pendekatan psikopedagogis yang mampu membangkitkan semangat belajar siswa.
Implementasi Program Sekolah Ramah Anak Dalam Mengembangkan Karakter Siswa di SD HJ. Isriati Baiturrahman 2 Semarang Dani Rizky Saputra; M. Rikza Chamami
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.712

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan penanaman nilai-nilai moral. Di era digital, tantangan pembentukan karakter siswa semakin kompleks, terutama dengan maraknya media sosial seperti TikTok yang sering memuat konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi efektif guru dalam membentuk karakter siswa yang positif sesuai prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) di SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru meliputi menjadi teladan dalam sikap dan tutur kata, menyajikan pembelajaran praktik yang kreatif, memberikan hukuman mendidik tanpa kekerasan, serta mengembangkan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh negatif media sosial dan kurangnya partisipasi orang tua dalam pembentukan karakter anak di rumah. Guru berperan penting dalam memberikan edukasi terkait penggunaan media sosial secara bijak, membatasi penggunaan gawai di sekolah, dan memantau perkembangan karakter siswa melalui kolaborasi dengan orang tua. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk membentuk karakter siswa secara holistik di era digital.
Development of Augmented Reality in Islamic Religious Education as an Anti-Corruption Learning Medium Chamami, M. Rikza; Nasikhin, Nasikhin; Saefudin, Ahmad
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 20 No 2 (2022)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v20i2.3817

Abstract

This study aims to develop and determine the impact of using augmented reality as an anti-corruption educational medium based on the development of Islamic educational materials. The data processing used to research and development methods ADDIE model using a validity test and measurements of N-Gain scores. Three junior high schools with different environmental characteristics participated in the study. The findings first indicate that the development of augmented reality for the field of anti-corruption education can be adapted to the essential competencies of Islamic Religious Education subjects with the themes of honesty, trustworthiness, and istiqomah. Second, there was an increase in the cognitive domain, as indicated by the anti-corruption education values for SMP N 02 Bawang students by 79.5%; SMP N 01 Subah students by 79%; and SMP N 01 Batang students by 80.44%. On the N-Gain scale, all three achievements are considered effective. This research has implications for demonstrating that the application of augmented reality can effectively improve cognitive ability in anti-corruption education based on the development of Islamic educational materials. We recommend that these findings be used as a basis for determining anti-corruption education policies in Indonesia 
Model Pembelajaran Lok-R Pada Mata Pelajaran PAI Dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang Arifni Intan Tsaniyatul A’tadila; M. Rikza Chamami
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada siswa kelas V di SD Hj.Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes capaian belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model LOK-R memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan hasil belajar siswa, meskipun terdapat beberapa kendala dalam penerapannya, seperti keterbatasan waktu untuk refleksi dan kesulitan siswa dalam beradaptasi dengan kerja kelompok. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman materi dan keterampilan sosial siswa, materi yang membutuhkan pemahaman mendalam. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya manajemen waktu yang lebih baik dan pendampingan khusus bagi siswa dengan keterampilan literasi rendah untuk mengoptimalkan penerapan model LOK-R.
Insights on mother’s subjective well-being: The influence of emotion regulation, mindfulness, and gratitude Warsah, Idi; Chamami, M. Rikza; Prastuti, Endang; Morganna, Ruly; Iqbal, Mirza Muchammad
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v8i1.13655

Abstract

Adaptation theory explains that mothers’ subjective well-being (SWB) is determined by their abilities to adapt to challenging life events using coping mechanisms. The literature highlights three latent coping mechanism factors: emotional regulation, mindfulness, and gratitude. This study aims to build a model of mothers’ SWB based on these factors. The sample comprised 302 young mothers (20-25 years old) selected using convenience sampling. Data were solicited from Likert scales that measured emotion regulation, mindfulness, gratitude, and SWB and analyzed using structural equation modeling. The results show that the SWB model had adequate goodness of fit, with a chi-square of 153.553 (p < .05), GFI of .934, AGFI of .899, CFI of .929, TLI of .906, and RMSEA of .076. The model shows that emotion regulation and mindfulness, mediated by gratitude, influenced SWB, with gratitude as a strong predictor of SWB. As an implication in counseling, gratitude interventions should be applied in practice.
Internalization of Islamic Spiritual Values in the Culture of an Excellent School at SMA Negeri 3 Semarang Samsudin, Arif; Chamami, M. Rikza; Fihris, Fihris
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.26927

Abstract

Schools often emphasize academic achievement, modern facilities, and global achievements, but often spirituality is not a major concern even though academic intelligence without spiritual guidance has the potential to produce morally fragile graduates. This study aims to analyze the internalization of Islamic spiritual values in the culture of an excellent school at SMA Negeri 3 Semarang, as well as to examine the impact of the Specta Religios and Specta Charity programs on student character development. This research uses a qualitative approach with a descriptive type, through observation, interviews, and documentation techniques of students, PAI teachers, and Rohis extracurricular advisors. The results show that Specta Religi program, which includes reciting the Qur'an, performing the dhuha prayer, and giving religious lectures, has succeeded in fostering religious habits, discipline, and a sense of responsibility among students. Meanwhile, the Specta Charity program, which involves distributing food, social service, and caring activities, has fostered solidarity, empathy, and social responsibility. These two programs complement each other in instilling Islamic values because they emphasize a balance between vertical religiosity towards Allah and horizontal care for others. Thus, the internalization of Islamic spiritual values at SMA Negeri 3 Semarang has proven effective in forming a holistic, excellent school culture, producing students who are both high-achieving and noble in character.
AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR M. Azka Ulinnuha; Aulya Naysa Abila; Saskia Meilana Siswanto; Nasila Ayu Natasya; Faiz Irkham Maulana; M. Rikza Chamami
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i1.1797

Abstract

Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.
DINAMIKA KEPASTIAN DAN KERAGUAN: ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO TERHADAP VALIDITAS ARAH KIBLAT DAN JADWAL SHOLAT M. Azril Fardhani; Rommy Muhammad Rijalul Fahmi; Angeli Aulistia Hanif; Maulida Mar’atus Solikha; Khonsa Miftahurrohmah; M. Rikza Chamami
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/86n1r840

Abstract

Proses penentuan arah kiblat yang tepat, serta menetapkan waktu sholat yang tepat dalam konteks geografis Indonesia, tidak semata-mata bergantung pada metodologi ilmiah yang berakar di bidang ilmu falak; melainkan, secara mendalam dibentuk dan sangat dipengaruhi oleh permadani kaya tradisi Islam dan praktik budaya yang telah tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat selama beberapa generasi. Dalam konteks khusus ini, perlu dicatat bahwa mahasiswa yang terdaftar di Universitas Negeri Islam (UIN) Walisongo Semarang, yang terkait erat dengan komunitas lokal yang terletak di Jawa Tengah, tidak hanya membawa warisan sejarah daerah mereka tetapi juga segudang nilai budaya yang secara signifikan menginformasikan dan membentuk perspektif mereka mengenai ketepatan orientasi kiblat dan waktu sholat dalam konteks lingkungan kampus mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai perasaan, keyakinan, dan keraguan mahasiswa tentang arah kiblat dan waktu salat, dengan meninjaunya dalam konteks sejarah penentuan kiblat di Nusantara serta praktik keagamaan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat historis-sosiologis. Teknik untuk mengumpulkan data meliputi studi literatur dari sumber-sumber baik klasik maupun modern, wawancara mendalam dengan mahasiswa dan tokoh agama setempat, serta pengamatan terhadap praktik keagamaan yang berlangsung di kampus. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya interaksi yang kompleks antara keyakinan dan keraguan yang dialami oleh mahasiswa. Banyak di antara mereka cenderung mengandalkan informasi tentang arah kiblat dan waktu sholat yang ditetapkan berdasarkan tradisi ulama lokal, sejarah pendirian masjid-masjid tua di Jawa, serta hasil diskusi dalam masyarakat. Namun, ketidakpastian dan kekhawatiran yang signifikan muncul ketika seseorang dengan cermat menyandingkan tradisi lama itu dengan hasil yang berasal dari pengukuran kontemporer yang digerakkan oleh teknologi yang menjadi ciri bidang astronomi modern, yang telah maju secara signifikan dengan munculnya instrumen dan metodologi canggih. Praktik budaya lokal, termasuk tetapi tidak terbatas pada pertemuan komunitas yang bertujuan menentukan arah kiblat yang tepat, penerapan jadwal sholat yang dikuratori dan disebarluaskan dengan cermat oleh organisasi keagamaan yang diakui secara nasional, dan penghormatan mendalam yang diberikan kepada para pemimpin spiritual tradisional, telah memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan keyakinan kolektif di antara populasi siswa. Studi komprehensif ini menjelaskan gagasan bahwa penyelidikan seputar arah kiblat dan waktu sholat jauh melampaui pertimbangan teknis dan ilmiah belaka; itu juga sangat bersinggungan dengan berbagai dimensi epistemologis, sejarah, dan budaya yang merupakan bagian integral untuk memahami konteks yang lebih luas. Akibatnya, ia mengadopsi pendekatan multidisiplin yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip ilmu falak, wawasan tak ternilai dari kearifan lokal, dan kemajuan teknologi modern, sehingga memfasilitasi munculnya pemahaman spiritual yang tidak hanya didasarkan secara ilmiah tetapi juga beresonansi dengan realitas kontekstual dan dapat diterima secara luas oleh masyarakat yang lebih besar.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TASAWUF DALAM AJARAN TARIQOH QADIRIYAH ASUHAN HABIB UMAR MUTHOHAR DI SEMARANG M. Azril Fardhani; Rommy Muhammad Rijalul Fahmi; Angeli Aulistia Hanif; Maulida Mar’atus Solikha; Khonsa Miftahurrohmah; M. Rikza Chamami
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/91q2v497

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami praktik tasawuf kontemporer di Indonesia. Dengan penekanan khusus pada penerapan nilai-nilai spiritual sebagaimana diartikulasikan dalam Tariqoh Qadiriyah, seperti yang disampaikan oleh Habib Umar Muthohar di Semarang. Tasawuf, sebagai aspek esoterik tradisi islam memainkan peran penting dalam kultivasi karakter dan spiritualitas di antara umat. Namun penerapan praktisnya dalam lingkungan lokal memerlukan pemeriksaan yang komperhensif dan ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai tasawuf yang diajarkan dalam Tariqoh Qadiriyah asuhann Habib Umar Muthohar, mengidentifikasi metode implementasinya dalam kehidupan sehari-hari jamaah, serta mengevaluasi dampak spiritual dan sosial dari praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dicirikan oleh kerangka kualitatif, memanfaatkan teknik pengimpulan data seperti observasi partisipatif, wawancara komperhensif dengan mursyid, administrator, dan praktisi toriqoh, di samping analisis dokumenter. Proses analisis data dilakukan dalam kerangka deskriptif-interpretif. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa nilai-nilai intrinsik yang diberlakukan meliputi tazkiyatun nafs, mujahadah, mahabbah, dan perilaku etika yang patut dicontoh. Metodologi impelementasi dilaksanakan melalui praktik harian, majelis dzikir, suluk, talqon dzikir, dan bimbingan spiritual langsung dari mursyid. Proses internalisasi nilai-nilai tasawuf menunjukkan transformasi positif pada aspek spiritual, moral dan sosial jamaah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tariqoh Qadiriyah asuhan Habib Umar Muthohar berperan sebagai intitusi pendidikan spiritual yang efektif dalam membentuk kesalehan individu dan sosial, serta memberikan kontribusi bagi pemahaman dinamika kehidupan beragama masyarakat muslim urban di Indonesia.