Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN HUMANISTIK ABAD 21 Muhammad Fu'ad Hadiyastama; Dwi Yulianti; Muhammad Nurwahidin
Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Publisher : Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hidup bermasyarakat, bahasa mempunyai fungsi menjadi alat untuk berinteraksi. Bahasa bisa di katakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam berkomunkasi antar sesama anggota masyarakat, jika tidak ada bahasa, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik. Manusia selalu membutuhkan bahasa untuk bisa berhubungan dengan manusia lain. Sesuai dengan kodrat nya yaitu manusia sebagai mahluk sosial. Tinjauan ini bertujuhan  guna menarasikan hal-hal yang bersangkutan pad bahasa sebagai sarana berfikir ilmiah. Metode yang dipakai pada tinjuan ini yakni kajian pustaka, sedangkan data –data yang di pergunakan adalah data-data yang bersumber dari database Google scholar sepuluh tahun terahir yang relevan dengan tinjauan ini. Hasil yang didapati dari tinjauan ini menjelaskan bahwa sangat berperan sebagai sarana berfikir ilmiah, Dengan adanya bahasa ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan pesat  dan dapat di nikmati dan di manfaat kan oleh seluruh manusia di dunia.
Teori Belajar Humanistik Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa M Mansur; Muhammad Nurwahidin; Dwi Yulianti
Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia
Publisher : Jurnal Pengembangan Profesi Pendidik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan sikap dan Perilaku dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap menjadi bersikap benar, dari tidak terampil menjadi terampil melakukan sesuatu. Pembelajaran merupakan interaksi siswa dan juga pengajar serta setiap sumber belajar yang dijadikan sarana pembelajaran untuk meraih tujuan tertentu guna merubah sikap dan juga cara berpikir siswa. Penelitian ini menggunakan metode Studi ini memakai penelitian normatif Melalui pengkajian berbagai referensi dari jurnal dan buku serta penelitian terdahulu yang diklasifikasikan ke dalam satu kesatuan berupa naskah. Hasil penelitian Teori humanistik pendidikan juga menjelaskan bahwasanya tujuan utama dari belajar yaitu memanusiakan manusia di mana kesuksesannya dapat dilihat apabila peserta didik dapat mengerti tentang pribadinya dan juga lingkungan sekitarnya. Peserta didik wajib berupaya sehingga mereka dapat mengaktualisasikan dirinya secara optimal. Implementasi teori humanistik diharapkan bisa meningkatkan prestasi belajar para siswa yang juga adalah buah dari adanya proses belajar. Sehingga melalui peningkatan prestasi belajar siswa tersebut dapat dilihat sejauh mana kesuksesan belajar dan juga perubahan siswa yang terjadi.
Analysis of 4Cs-Oriented Learning Development Teacher Elementary School Post-Covid-19 Pandemic Dwi Yulianti; Pramudiyanti
Journal of Adaptive Education Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Adaptive Education
Publisher : Program Doktor Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/joaedu.v3i1.1025

Abstract

An analysis of the development of 4Cs-oriented learning for elementary school teachers in the post-COVID-19 pandemic needs to be carried out to determine the level of success in implementing learning during the Covid-19 pandemic while maintaining the quality of learning outcomes oriented to 4Cs skills. These four skills form the basis of student readiness in dealing with the rapid development of science and technology that is occurring in the 21st century. The results of a preliminary study by researchers on nine SD Gugus Raden Intan Kec. Candipuro, South Lampung Regency, Indonesia, found three main problems (1) the learning objectives represented in the learning outcomes of students were not 4Cs oriented: (2) teachers in implementing online learning during the pandemic were not oriented towards achieving 4Cs skills. (3) teachers have not made professional development demands to develop interactive media, interesting methods, and several learning systems that accommodate 4Cs skills oriented learning effectiveness during a pandemic. The sample in this study involved 27 lower grade teachers who taught grades 1, 2, and 3 at SD Gugus Raden Intan Kec. Candipuro, South Lampung Regency, Indonesia. The focus of learning development analysis in this study aims to obtain an intervention that can help improve teacher competence in developing learning that is oriented towards the achievement of the 4Cs skills after the Covid-19 Pandemic.
Social, Cognitive, Teaching, and Technology Presence in Blended Inquiry Learning: A Higher Education Study Bambang Riadi; Muhammad Fuad; Dwi Yulianti; Rangga Firdaus
Online Learning In Educational Research (OLER) Vol. 4 No. 2 (2024): Online Learning in Educational Research
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/oler.v4i2.507

Abstract

Blended Inquiry Learning (BIL), an approach integrating blended and inquiry-based methods, seeks to enhance higher-order thinking skills (HOTS), including analysis, evaluation, and creation. This study explores the impact of BIL by assessing the roles of social, cognitive, instructional, and technological presence. Employing quantitative methods, data were gathered using a 19-item Likert scale questionnaire and analyzed through Partial Least Squares (PLS) Regression, a structural equation modeling technique. Participants included 222 students from various departments enrolled in the Indonesian Language Education course at the University of Lampung. The findings indicate that all four presences significantly influence BIL effectiveness, with technological presence having the most substantial effect and social presence the least. The study further advocates for incorporating technological presence as a fundamental component in the Community of Inquiry (CoI) framework to enhance the integration of digital technologies in education. This revised framework enables educators to design learning experiences that align with the demands of the technological era, utilizing tools such as Learning Management Systems (LMS), computer-based simulations, and virtual collaboration platforms
Mapping the Conditions of Scientific Literacy and Social Literacy of Elementary School Students: Qualitative Analysis Anistia Rizki Khoirun Nisa; Herpratiwi; Dwi Yulianti; Sumarti; Muhammad Nurwahidin; Hasan Hariri; Sunyono Sunyono; Rabiyatul Adawiyah Siregar
ISEJ : Indonesian Science Education Journal Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/isej.v6i2.2176

Abstract

Scientific literacy and social literacy are essential competencies that should be developed from the early stages of formal education, particularly within integrated science and social studies learning. This study aims to map the current condition of elementary school students’ scientific and social literacy in Integrated Science and Social Studies learning in Lampung Province, Indonesia. A qualitative approach with a descriptive exploratory design was employed to obtain an in-depth understanding of students’ literacy conditions in authentic classroom contexts. The research participants consisted of elementary school teachers and students selected through purposive sampling based on their direct involvement in Integrated Science and Social Studies instruction. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation studies involving lesson modules, textbooks, and student worksheets. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Data trustworthiness was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings reveal that students’ scientific literacy remains at a basic level. Students were generally able to observe phenomena but experienced difficulty in reasoning, interpreting information, explaining causal relationships, and applying concepts to real-life contexts. Similarly, students’ social literacy had developed in terms of basic interaction and group work but had not yet reached the level of critical social understanding and reflective social reasoning. These conditions were influenced by the dominance of conventional teaching methods, limited exploratory activities, weak contextualization of learning materials, and suboptimal use of technology. This study implies that strengthening students’ scientific and social literacy requires a transformation of instructional practices toward more inquiry-based, contextual, reflective, and student-centered learning.
Pengembangan Lembar Kerja Berbasis Etnosains pada Materi Gaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Intan Yulia Putri; Sunyono Sunyono; Dwi Yulianti; Caswita Caswita
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 2 (April 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i2.6478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis etnosains pada materi pengaruh gaya terhadap benda yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Research and Development (R&D), dan pengembangannya mengacu pada model ADDIE. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 1 Sawah Lama Bandar Lampung, yang terdiri dari 4 kelas dengan total 107 siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga 27 siswa dari kelas IV A diajarkan sebagai kelas eksperimen dan 27 siswa dari kelas IV B diajarkan sebagai kelas kontrol. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan angket. LKS berbasis etnosains pada materi pengaruh gaya terhadap benda melalui tahap uji coba validasi oleh ahli materi, media, bahasa, dan uji pelaksanaan pembelajaran. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata persentase 79% dengan kategori cukup valid, ahli media memperoleh rata-rata persentase 70% dengan kategori cukup valid, dan ahli bahasa memperoleh rata-rata persentase 80% dengan kategori cukup valid. Hasil uji pelaksanaan pembelajaran memperoleh rata-rata persentase 84,34% dengan kriteria sangat praktis. Teknik analisis data menggunakan tes N-Gain, dengan perhitungan rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen sebesar 78,7184 atau 78,7% dalam kategori efektif. Sementara itu, rata-rata skor N-Gain kelas kontrol sebesar 51,5764 atau 51,6% dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKS berbasis etnosains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi IPA tentang pengaruh gaya terhadap benda di kelas IV SDN 1 Sawah Lama, Bandar Lampung. Sementara itu, penggunaan metode pembelajaran konvensional cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Problem-Based E-Module for Enhancing Fifth-Grade Critical Thinking in Integrated Science and Social Studies Muhammad Ilham Setiadi; Dwi Yulianti; Fatkhur Rohman; Rangga Firdaus
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i12025p129-144

Abstract

Abstract: This research project originated from an examination of the requirements of both teachers and students in their learning experiences. Its primary goal was to develop a sound, usable, and impactful problem-based e-module to improve critical thinking abilities in fifth-grade Integrated Science and Social Studies (IPAS). The study followed a Research and Development (R&D) framework, specifically the ADDIE model's five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Participants were carefully chosen using purposive sampling to align with the research aims. Data was gathered through validated and reliable assessments and subsequently analyzed with an independent t-test, which showed a significant result (p < 0.001). The findings clearly demonstrate that the developed problem-based e-module is an effective tool for cultivating critical thinking skills in fifth-grade integrated science and social studies education. Abstrak: Proyek penelitian ini berasal dari pemeriksaan terhadap kebutuhan guru dan siswa dalam pengalaman belajar mereka. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan e-modul berbasis masalah yang solid, dapat digunakan, dan berdampak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS Terpadu kelas lima. Penelitian ini mengikuti kerangka Research and Development (R&D), khususnya lima tahap model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Partisipan dipilih secara cermat menggunakan teknik purposive sampling agar sesuai dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui asesmen yang telah divalidasi dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji t independen yang menunjukkan hasil signifikan (p < 0.001). Temuan menunjukkan secara jelas bahwa e-modul berbasis masalah yang dikembangkan merupakan alat yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan IPAS terpadu kelas lima.
Pengaruh Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Terhadap Kemampuan Berkolaborasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri 4 Metro Barat Cicili Arici Rafistri; Dwi Yulianti; Mulyanto Widodo; Destiani Destiani
Pedagogi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pedagogi.vol.11i.2.666

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan berkolaborasi peserta didk di kelas II SD Negeri 4 Metro Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 34 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah instrument tes dan non tes. Hasil pengujian hipotesis diperoleh data nilai signifikan < ttabel (taraf signifikansi 5%, α = 0,05) dengan rincian 0,02 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan berkolaborasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas II SD Negeri 4 Metro Barat.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Video Berbantuan Inshot di Bidang MIPA (A Systematic Literature Review): Indonesia Nur Iman Putri Kertamuda; Dwi Yulianti; Muhammad Nurwahidin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2125

Abstract

Media pembelajaran adalah alat atau perantara yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi antara pendidik dan pelajar. Salah satu contoh media tersebut yakni media audio visual, yang merupakan istilah lain untuk media yang dapat dilihat dan didengar sekaligus. Menonton video setelah atau sebelum membaca buku dapat membantu siswa memahami pelajaran. Tujuan pembuatan artikel adalah untuk memaparkan manfaat dari media video dalam pembelajaran dengan bantuan aplikasi edit Inshot di bidang MIPA. Hasilnya menggunakan deskriptif analisis dan menggunakan Sistematika Literature Review (SLR) untuk meninjau beberapa artikel dan jurnal dari penelitian sebelumnya. Data awal yang diperoleh ada 23 artikel mengenai media pembelajaran Inshot pada tahun 2021-2024. Setelah diakukan screening melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria, yang mana terdapat 7 artikel yang digugurkan karena tidak berhubungan dengan pelajaran di bidang MIPA dan tidak memiliki basis data. Dari hasil screening, didapatkan 16 jurnal yang dilakukan analisis. Hasilnya menunjukkan bahwa media video yang digunakan oleh aplikasi Inshot membantu siswa belajar dan meningkatkan hasil belajar mereka. Oleh karena itu, pendidik yang mengampu pelajaran di bidang MIPA disarankan untuk menggunakan aplikasi Inshot dalam mengedit dan membuat media pembelajaran.
DEVELOPMENT OF WORDWALL GAMES TO IMPROVE LITERACY AND NUMERACY IN EARLY CHILDHOOD 5-7 YEARS OLD Siti Alifah Faiz; Herpratiwi; Dwi Yulianti
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8026

Abstract

Literacy and numeracy skills are the main foundation for early childhood education, which plays a role in preparation for the next level of education. The purpose of this research is to develop educational games based on digital technology such as wordwall to improve early childhood literacy and numeracy skills. This research uses the Research and Development (R&D) method using a development research design based on the ADDIE model. The trials in this study were carried out in two ways, namely media expert trials and material trials at Khalifah Kindergarten, Jati Agung South Lampung. The results of the study indicate that the effectiveness of wordwall based educational games in improving literacy and numeracy skills among young children stems from the fact that this medium offers interactive, visual, and game based learning that aligns with children’s learning characteristics. These findings suggest that the use of interactive digital learning media not only enhances learning outcomes but also creates meaningful learning experiences tailored to the developmental stages of young children. The results theoretically, this study reinforces the concept of digital game-based learning in early childhood education, while practically, it offers an innovative alternative for teachers to enhance the quality of learning, making it more active, enjoyable, and meaningful.