Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Deteksi Dan Pemantauan Kualitas Udara Dalam Ruangan Berbasis IoT Aqila Zulfahmi Putri, Nessa; Uray Ristian; Rahmi Hidayati
JUPITER (Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer) Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer (JUPITER)
Publisher : Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12592552

Abstract

The indoor air quality is related to the comfort and health of the people inside. The causes of poor air quality or stuffiness can be influenced by three parameters: temperature, humidity, and the levels of carbon dioxide. To detect air quality, an IoT-based system was developed to monitor the status of indoor air quality. The air quality statuses defined in this study include not stuffy, moderately stuffy, stuffy, or very stuffy. The sensors used in this study are DHT11 and MH-Z19B. Testing was conducted in three different rooms: Computer Laboratory A, Computer Laboratory B, and the Workshop Laboratory of the Computer System Engineering program at Tanjungpura University, Pontianak. The results of this study include a device that displays information on temperature, humidity, and carbon dioxide levels on a 16x2 LCD with LED lights that turn on when parameter values exceed the set thresholds, and a website. The average detected temperature was 27.51°C, humidity was 52.34%, and the average carbon dioxide level was 703.36 PPM. Based on these three parameters, the average detected air quality status was moderately stuffy. The system was able to detect indoor air quality with an overall average system accuracy of 90.31%.
Sistem Monitoring Hidroponik Indoor berbasis Wick menggunakan HOPONIC (Home Pot Hidroponic) TAQIYUDDIN, YASPIN; RUSLIANTO, IKHWAN; RISTIAN, URAY
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 1: Published January 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i1.201

Abstract

ABSTRAKPermasalah bagi penggiat berkebun bertempat tinggal diperkotaan terkendala oleh kesibukan lain. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini dikembangkannya sistem IOT dan aplikasi Android untuk memonitoring hidroponik tanaman pakcoy secara indoor. HOPONIC (Home Pot Hidroponic) merupakan prototipe sistem monitoring hidroponik dengan metode wick yang berlokasi di dalam ruangan atau indoor, dan aplikasi Android yang dikembangkan dengan menggunakan framework Flutter. Notifikasi aplikasi Android memberitahu perubahan pH, suhu, ketinggian, dan larutan nutrisi oleh sistem HOPONIC. Persentase keberhasilan dari pembacaan nilai node sensor pada sistem HOPONIC adalah pH 96,09%, kadar larutan nutrisi 97,11%, suhu 91,68%, ketinggian atau debit 99,84%, intensitas cahaya 88,17%. Dengan HOPONIC pertumbuhan tinggi tanaman sayur pakcoy lebih unggul sebesar 0,43 cm, sedangkan untuk pertumbuhan daun tanaman pakoy lebih unggul dengan menggunakan HOPONIC sebesar 1,7 Lembar Daun.Kata kunci: IoT, Hidroponik, Pakcoy, Arduino, ESP32 ABSTRACTThe problem for gardening activists living in urban areas is that they are hampered by other activities. Therefore, this research aims to develop an IoT system and Android application for indoor hydroponic monitoring of pakcoy plants. HOPONIC (Home Pot Hydroponic) is a prototype hydroponic monitoring system with a wick method located indoors, and an Android application developed using the Flutter framework. Android application notifications notify changes in pH, temperature, altitude, and nutrient solution by the HOPONIC system. The percentage of successful reading of sensor node values in the HOPONIC system is pH 96.09%, nutrient solution content 97.11%, temperature 91.68%, height or discharge 99.84%, and light intensity 88.17%. With HOPONIC, the height growth of Pakcoy vegetable plants is superior at 0.43 cm, while for leaf growth, Pakoy plants are superior when using HOPONIC at 1.7 leaves.Keywords: IoT, Hydroponics, Pakcoy, Arduino, ESP32
Infrastruktur Jaringan Komunikasi pada Smart-Green House Tanaman Anggur berbasis Edge Computing HASFANI, HIRZEN; RISTIAN, URAY
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 2: Published April 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i2.484

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini memanfaatkan Edge Computing dalam memantau tanaman anggur Smart Greenhouse Anggur. Penggunaan Edge Computing yang membuat data tidak langsung di kirim ke server tetapi data dikirim terlebih dahulu dikirim ke node terdekat. Smart Greenhouse anggur ini tersusun dari beberapa node tanpa kabel yang saling terkoneksi dengan berbagai macam sensor seperi sensor suhu udara, kelembaban udara dan tanah dan kadar air dalam tanah pada pot anggur. Datadata sensor tersebut ditransmisikan ke edge computing dan selanjutnya dikirimkan ke web server untuk diolah menjadi sistem informasi. untuk jalur komunikasi dengan perangkat IoT. Parameter QoS yang akan diukur pada penelitian ini adalah delay, Jitter, Jitter dan troughput. Hasil pengukuran QoS adalah rata-rata dari Troughput 1048.521 Kbps (Cukup), Delay 117.91 ms (Sangat Baik), Jitter 0.003046026 ms (Sangat Baik), dan Jitter 0% (Sangat Baik).Kata kunci: Edge Computing, Smart Greenhouse, Node, QoS, IoT ABSTRACTThis research utilizes Edge Computing to monitor grape plants in a Smart Greenhouse. Edge Computing allows data to be sent to the nearest node instead of directly to the server. edge computing enables the processing of data locally, leading to reduced delays and improved response times, ultimately supporting real-time control over critical business operation. Smart Greenhouse uses wireless nodes connected to sensors that read the plant's conditions such as air temperature, air humidity, soil humidity, and soil moisture. Sensor data is sent to Edge Computing and directly connect to a web server to be processed become information system. The QoS parameters measured are delay, Jitter, Jitter, and website. The average QoS results are website of 1048.521 Kbps (Sufficient), delay of 117.91 ms (Very Good), Jitter of 0.003046026 ms (Very Good), and Jitter of 0% (Very Good).Keywords: Edge Computing, Smart Greenhouse, Node, QoS, IoT
Sistem Pemantauan Tempat Sampah menggunakan Pemodelan Edge Computing ROKOIYE, SITI; RISTIAN, URAY; KASLIONO, KASLIONO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 2: Published April 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i2.275

Abstract

ABSTRAKIoT adalah teknologi yang memanfaatkan konektivitas internet untuk menghubungkan perangkat dan bertukar data. Contoh penerapannya adalah pada sistem pemantauan tempat sampah yang melakukan pemantauan kapasitas sampah dari jarak jauh melalui koneksi internet. IoT memiliki tantangan seperti keterlambatan respons data dan ketergantungan pada internet. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, dalam penelitian ini diterapkan pemodelan edge computing dengan memanfaatkan edge server. Penggunaan edge server pada sistem dapat memproses dan mengirimkan data dari berbagai tempat sampah. Ketergantungan pada koneksi internet saat melakukan pemrosesan data dari perangkat IoT dapat dikurangi karena edge server melakukan pemrosesan data secara lokal. Pemrosesan dan pengiriman data menggunakan protokol HTTP. Hasil pengujian QoS yang dilakukan dalam penerapan model edge computing pada sistem pemantauan tempat sampah diperoleh nilai rata-rata throughput 1338 bps dan rata-rata delay adalah 115 ms.Kata kunci: Internet Of Things, Pemantauan Tempat Sampah, Edge Computing ABSTRACTIoT is a technology that utilizes internet connectivity to connect devices and exchange data. An example of its application is in a trash bin monitoring system that remotely monitors trash capacity through an internet connection. IoT has challenges such as data response delays and dependence on the internet. Therefore, to overcome these problems, this research applies edge computing modeling by utilizing edge servers. The use of edge servers in the system can process and transmit data from various bins. Dependence on the internet connection when processing data from IoT devices can be reduced because the edge server performs data processing locally. Processing and sending data using the HTTP protocol. The results of QoS testing carried out in the application of the edge computing model in the bin monitoring system obtained an average throughput value of 1338 bps and the average delay is 115 ms.Keywords: Internet of Things, Trash Bin, Edge Computing
Sistem Pintu Cerdas dengan QR Code berbasis Internet of Things sebagai Penerapan Edge Computing HAKIM, MADAJABBAR PALAPA; RISTIAN, URAY; SUHARDI, SUHARDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 4: Published October 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i4.907

Abstract

ABSTRAKSistem pintu cerdas telah merevolusi kontrol akses dengan metode seperti pengenalan sidik jari, kata sandi, dan QR Code. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada internet, keterlambatan pengiriman data, dan pembatasan penjadwalan tetap ada. Penelitian ini menerapkan Edge Computing pada sistem pintu cerdas berbasis IoT dengan QR Code dan menambahkan fitur penjadwalan. Tujuannya adalah meningkatkan respons, kinerja, dan fleksibilitas dengan meminimalkan keterlambatan dan pembatasan jaringan, serta memungkinkan akses pengguna sesuai jadwal yang ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan variasi waktu akses dan status pintu dalam kondisi normal dan offline, dengan rata-rata keterlambatan 3,35 detik (normal) dan 3,01 detik (offline). Penelitian inimemiliki potensi untuk pengembangan sistem pintu cerdas yang lebih efisien dan responsif menggunakan Edge Computing, memberikan kontribusi pada sistem keamanan canggih dan terpercaya dengan kemampuan penjadwalan terintegrasi di berbagai lingkungan.Kata kunci: Edge Computing, Sistem Pintu Cerdas, QR Code, Internet of Things ABSTRACTSmart door systems have revolutionized access control with methods like fingerprint recognition, passwords, and QR Codes. However, challenges such as internet dependency, data transmission delays, and limited scheduling persist. This study implements Edge Computing in an IoT-based QR Code smart door system and introduces a scheduling feature. The objective is to enhance responsiveness, performance, and flexibility by minimizing delays and network limitations, while allowing user access based on predetermined schedules. Test results show variable access times and door statuses under normal and offline conditions, with average delays of 3.35 seconds (normal) and 3.01 seconds (offline). This research offers potential for a more efficient and responsive smart door system using Edge Computing, contributing to advanced and reliable security systems with integrated scheduling capabilities across diverse environments.Keywords: Edge Computing, Smart Door System, QR Code, Internet of Things
IMPLEMENTASI CHANGE DETECTION UNTUK EFISIENSI PENGIRIMAN PAKET DATA PADA IOT MASTER-SLAVE DI GREENHOUSE Ristian, Uray; Hasfani, Hirzen; Kesuma Wijaya, Uray Syaziman
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 5, No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v5i3.4914

Abstract

Greenhouse adalah bangunan yang secara khusus dirancang untuk melindungi tanaman dari kondisi lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan, serta mengatur lingkungan internal guna menciptakan kondisi ideal yang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Namun, sistem monitoring konvensional di Greenhouse mengalami masalah tingginya penggunaan kuota internet dan packet loss akibat ketergantungan pada WiFi access point (AP). Dalam penelitian ini, dikembangkan sebuah sistem monitoring tanaman di Greenhouse menggunakan arsitektur master-slave menggunakan protokol ESP-NOW untuk mengatasi masalah packet loss. Selain itu, algoritma change detection diterapkan pada node master guna mengurangi pengiriman data yang redundan serta memperkecil ukuran paket data yang dikirimkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat packet loss mencapai 1,43% dari total 222.793 pengiriman data selama tiga hari, yang termasuk dalam kategori "sangat bagus" menurut standar TIPHON. Algoritma change detection juga berhasil mengurangi estimasi penggunaan kuota internet bulanan hingga 82,4 MB. Sistem yang dikembangkan ini terbukti efektif dan efisien dalam memantau kondisi lingkungan tanaman dengan tingkat keandalan yang tinggi, sekaligus mampu menghemat penggunaan kuota internet.
Implementation of a Web-Based Master-Slave Architecture for Greenhouse Monitoring Systems in Grape Cultivation Hirzen Hasfani; Uray Ristian; Wijaya, Uray Syaziman Kesuma
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/janapati.v13i3.84105

Abstract

The Internet of Things (IoT) technology enables electronic devices to connect to the Internet for real-time data collection and analysis. In greenhouses, IoT is used to monitor soil moisture and environmental conditions to support grape plant care. This study proposes a grape plant monitoring system using a master-slave architecture and the ESP-NOW protocol to reduce reliance on Wi-Fi networks, thus minimizing delay and packet loss. The system leverages direct communication between master and slave nodes. Testing results show an average delay of 1,546.65 ms, jitter of 120.56 ms, and packet loss of only 0.07% from 88,815 data transmissions in one day. Despite variations in packet loss due to power interruptions, the system consistently demonstrates reliable data transmission. Overall, this system proves to be reliable for real-time monitoring in greenhouses, offering stable performance and high data accuracy.
Penerapan Protokol MQTT pada Sistem Otomatisasi Fotosintesis Tanaman Aquascape Berbasis Internet of Things Mahfuza, Sri; Ristian, Uray; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v12i3.88183

Abstract

Aquascape adalah seni menata tanaman air, koral, kayu apung, dan batu karang di dalam akuarium agar tampak alami dan menciptakan kesan berkebun di bawah air. Untuk menjaga kondisi optimal tanaman aquascape, terutama dalam mendukung proses fotosintesis, diperlukan perawatan secara intens dan rutin yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti pencahayaan, kekeruhan air, dan suhu air. Namun, pengaturan kondisi tersebut seringkali memakan waktu yang lama pada saat pengiriman data dari sensor. Selain itu, aquascape juga membutuhkan pemantauan terus-menerus, yang dapat menjadi kendala para aquascaper. Untuk mengatasi permasalahan waktu pengiriman data sensor yang begitu lama, maka penelitian ini mengembangkan sebuah sistem berbasis IoT menggunakan protokol MQTT yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini juga dapat memantau dan mengontrol kondisi ideal aquascape secara otomatis. Sistem ini menggunakan sensor DS18B20 untuk mengukur suhu air dan sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Hasil pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini berupa pengujian nilai delay dan jitter pada protokol MQTT sebanyak 30 kali pengujian yang memperoleh nilai rata-rata delay pengiriman data sebesar 1.9 s (kategori Sangat Bagus) dan rata-rata jitter 26 ms (kategori Bagus) menurut standar TIPHON. Pengujian tersebut membuktikan bahwa data yang dikirim dengan menerapkan protokol MQTT membutuhkan waktu dengan nilai cukup baik. Hal ini dapat mempengaruhi pendeteksian sensor DS18B20 dan sensor Turbidity yang memperoleh nilai rata-rata yaitu 24,50℃ dan 21,68 NTU. Perolehan dengan nilai tersebut dapat meningkatkan efisiensi pembacaan sensor.
Pemanfaatan Protokol WebSocket Pada Sistem Tempat Sampah Pintar (STESEA) Saputro, Arinto Mangku; Ristian, Uray; Midyanti, Dwi Marisa
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v12i3.88697

Abstract

STESEA merupakan salah satu dari contoh penerapan teknologi internet of things pada tempat sampah. Jaringan internet pada STESEA digunakan sebagai penghubung antar komponen dan perantara dalam pengiriman data ketinggian sampah di dalam STESEA. Adapun permasalahan yang dihadapi saat proses pengiriman data adalah penggunaan protokol HTTP yang biasa digunakan sebagai protokol pengiriman data. Kelemahan dari protokol HTTP yaitu selalu mengirim request setiap data yang dibutuhkan dan memerlukan waktu tunggu (delay) dalam merespon request yang diminta. Penggunaan protokol HTTP juga memiliki kelemahan pada saat data yang baru datang yang memerlukan refresh pada website tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan protokol WebSocket sebagai protokol pengiriman data. Protokol WebSocket sendiri hanya memerlukan satu kali request dan membuat ikatan komunikasi yang tidak terputus sehingga data yang dikirim secara real time. Pengujian pertama yang dilakukan yaitu pengujian waktu respon pada protokol WebSocket ketika terjadi perubahan data ketinggian sampah pada STESEA. Hasil pengujian tersebut memperoleh nilai rata-rata waktu respon sebesar 1,5 s. Pengujian selanjutnya yang dilakukan yaitu pengujian QoS pada protokol WebSocket. Hasil pengujian kedua memperoleh hasil berupa nilai rata-rata throughput sebesar 104965,48 bps serta nilai rata-rata delay sebesar 101 ms. Kedua nilai rata-rata throughput dan delay termasuk kategori sangat bagus sesuai dengan standar TIPHON.
Implementasi Sistem Perangkat Ukur Status Gizi Berbasis IOT: Posyandu Lansia Desa Karangan Raihan, Muhammad; Ristian, Uray; Hasfani, Hirzen
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 6 No 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josh.v6i1.5856

Abstract

Posyandu lansia is a government initiative designed to improve the well-being and health of older people. The program includes periodic evaluation of nutritional status, which includes measuring body weight, height and looking up the nutritional status of the elderly. The manual measurements often used in posyandu, while accurate, are often time-consuming and require high accuracy from health workers. To overcome these challenges, a nutritional status measurement device system called SIGIZI was developed. This system is connected to the measuring device using the HTTP protocol to allow direct data communication between the measuring device and the website in real-time. The system uses load cell sensors to measure weight and ultrasonic sensors for height. Data from the sensors is sent to the server in real-time via HTTP protocol, using stable connections from various providers. After the data is received, the system automatically calculates the Body Mass Index (BMI) by dividing body weight by the square of height, the results of this calculation are used to assess the nutritional status of the elderly. Analysis reveals that the BMI values obtained from SIGIZI and manual measurements differ by an average of 0.4 kg/m², with an error rate of 1.7% and an accuracy of 98.3%, indicating that SIGIZI's measurements are very close to those obtained manually. Furthermore, the HTTP protocol used for SIGIZI data transmission shows a stable connection with Axis (3.0 ms), Telkomsel (3.2 ms), and Tri (3.6 ms). Additionally, the average data transmission delay of 203 ms falls within the acceptable range according to the TIPHON standard, demonstrating that the system is reliable for efficient data transmission.
Co-Authors Abdahu, Muhammad Raymount Abdul Muid Andry Tanu Wijaya Aqila Zulfahmi Putri, Nessa Ari Widiyantoro Ariansyah Sudarsono Azzahra, Syarifah Fatimah Bambang Kurniadi Budiman, Andi Caecilia Cantica Gita Mileniae Ahen Cucu Suhery Darmawansyah Darmawansyah Dedi Triyanto Dedi Triyanto Deny Syahputra DONI, OKTAVIANUS Dwi Marisa Midyanti Dwi Marisa Midyanti Eka Wahyuni Mudasir Fadhil, Muhammad Fikri Fazar Dawamsyach Firdaus, Sabang Habiburrahman Habiburrahman Hafiz Muhardi Halawa, Yasman Hendra Hendra Hidayat, Donny Hirzen Hasfani Ikhwan Ruslianto Indrawan, Muhammad Catur Irham Irham Irma Nirmala Islami, Habi Jaka, Jaka Karika Sari Kartika Sari Kartika Sari Kasliono Kasliono Kesuma Wijaya, Uray Syaziman Krisna Madani Linda, Hemma Mahfuza, Sri Marisa Midyanti, Dwi Maulidia Utami Mega Sari Juane Sofiana Mella Geovanie Muhammad Akib Yuswar Nafsiatun Neneng Suriati Nirmala, Irma Oktaviani, Sarah Pamela Pamela Perdana, Adhetya Putra Prasetya Elektra Zulfikar Prawira Putra, Dhany Qomarullah, Yusdi Rahmi Hidayati Raihan, Muhammad Rayco William Renny Puspita Sari Ridho Subhi Ridhwan Darmawan Mulya Rifah, Rifah Rifky Rifky Rizki Aditya Robianto Robianto ROKOIYE, SITI Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sabang Firdaus Sampe Hotlan Sitorus Sampe Hotlan Sitorus Sampe Hotlan Sitorus Sampe Hotlan Sitorus, Sampe Hotlan Saputra, Maulida Nandar Saputro, Arinto Mangku Sari, Ita Permata Sofiana Sofiana Solihin Solihin Suhardi Suhardi Sukal Minsas Sy. Irwan Nurdiansyah Syamsul Bahri Syamsul Bahri TAQIYUDDIN, YASPIN Tedy Rismawan Tedy Rismawan Tengku Nopriyanti Murti Valentino, Viktorius Wahyudi Rahmat Warsidah Warsidah Wijaya, Uray Syaziman Kesuma Winarti, Kristiana Ria Yolanda Bru Ginting