Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AQUEOUS DAUN PEPAYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAGO, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera frugiperda J. E. SMITH Rahmatilah, Cecep; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10126

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik mempunyai dampak negatif terhadap permasalahan resistensi dan resurgensi hama. Tanaman pepaya berpotensi sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak aqueous daun pepaya terhadap aktivitas biologis Spodoptera. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni hingga September 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf perlakuan di antaranya 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% ekstrak daun pepaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ekstrak aqueous daun pepaya dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan paling efisien untuk menurunkan tingkat fekunditas imago betina S. frugiperda akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kemampuan pembentukan imago dan fertilitas telur S. frugiperda.
Inventarisasi Keanekaragaman Serangga di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Menggunakan Perangkap Warna Amalia, Istia Siti; Ramadhan, R. Arif Malik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 2 (2024): Bioeksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.2.11738

Abstract

Serangga merupakan organisme yang berperan penting dalam ekosistem. Keragaman serangga dapat dijadikan indikator biodiversitas lingkungan dan kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati keragaman serangga dan mengidentifikasi peranannya bagi ekosistem Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah dengan memasang perangkap kuning dan perangkap hijau di beberapa tempat dengan waktu pengamatan 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap serangga yang terperangkap lalu dihitung tingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah serangga yang terperangkap lebih banyak pada perangkap kuning daripada perangkap hijau. Pada perangkap kuning, sebanyak 109 ekor serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 4 spesies predator, 2 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Pada perangkap hijau, sebanyak 68 serangga yang terperangkap terdiri dari 7 spesies hama, 2 spesies predator, 3 spesies parasitoid, 1 spesies penyerbuk, dan 1 spesies pengurai. Hasl pengamatan pada perangkap kuning dan hijau memiliki Indeks Keragaman Shannon-Wiener (H’) dengan kriteria sedang yaitu 2,064 dan 2,048. Berdasarkan Indeks Dominansi Simpson (C) perangkap kuning dan hijau termasuk ke dalam kriteria rendah, yaitu 0,188 dan 0,182. Hasil pengamatan pada kedua perangkap tersebut menunjukkan bahwa Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki keragaman serangga yang sedang, tekanan ekologi sedang, kondisi ekosistem yang cukup seimbang, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi pada ekosistem tersebut.
Keragaman dan Dominasi Serangga Nokturnal di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya Ramadhan, R. Arif Malik; Amalia, Istia Siti; Azizah, Dewi Nur; Nurhidayah, Silvia
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 2 (2023): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i2.1249

Abstract

Berdasarkan aktivitasnya serangga dapat digolongkan menjadi serangga diurnal dan serangga nokturnal. Kebanyakan serangga nokturnal memiliki peranan sebagai hama yang dapat mempengaruhi kegiatan budidaya pada agroekosistem. Salah satu metode untuk memonitor, mempelajari, memprediksi, dan mengendalikan berbagai hama nokturnal dalam agroekosistem ialah dengan pemanfaatan perangkap cahaya. Pemanfaatan perangkap cahaya bertujuan untuk memonitor peranan serangga nokturnal, indeks keragaman, dan indeks dominansi di sekitaran Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022 dengan metode pemasangan perangkap cahaya di tiga titik berbeda dengan waktu pengamatan selama tujuh hari. Serangga yang terperangkap kemudian diidentifikasi hingga tingkat spesies kemudian dihitung jumlah populasi yang terperangkap untuk selanjutnya dihitung dingkat keragaman dan dominansinya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, terdapat 17 spesies serangga yang terperangkap yang memiliki perananan berbeda-beda. Sebanyak 14 spesies serangga berperan sebagai hama, 2 spesies serangga sebagai predator, dan 1 spesies serangga sebagai polinator. Berdasrakan indeks keragaman serangga yang terperangkap diketahui bahwa Inkubator fakultas memiliki indeks keragaman serangga yang sedang dengan nilai indeks keragaman secara keseluruhan sebesar H’ = 2,641 yang berarti keanekaragamannya sedang, tekanan ekologisnya sedang, dan kondisi ekosistemnya pun cukup seimbang. Berdasarkan indeks dominansi di Inkubator Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan memiliki nilai sebesar C = 0,081 yang berarti tidak terdapat serangga yang mendominasi pada agroekosistem tersebut.
Efektivitas Trichoderma viride Sebagai PGPR pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Hizbillah, Syandra Tiara; Ramadhan, R. Arif Malik; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1422

Abstract

Pemanfaatan T. viride sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat berperan sebagai mikroorganisme yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2022 yang bertempat di lahan percobaan Universitas perjuangan Tasikmalaya dan proses penanaman isolat dilaksanakan di Laboratorium BPTPH Wilayah V Kota Tasikmalaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis T. viride yang efisien untuk pertumbuhan cabai merah, mengetahui pengaruh T. viride pada fase vegetatif dan generatif pada budidaya tanaman cabai merah, persentase hambatan T. viride sebagai PGPR terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro, serta mengetahui efektivitas T. viride sebagai PGPR bagi tanaman cabai merah. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan variasi dosis T. viride, di antaranya T0 (0 g), T1 (2,5 g), T2 (5 g), T3 (10 g), T4 (15 g), dan T5 (20 g). Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T5 memperoleh hasil lebih unggul pada beberapa parameter seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, jumlah buat, bobot buah, dan persentase hambatan jamur. Aplikasi T. viride sebagai PGPR efektif terhadap fase vegetatif dan generatif tanaman.
RESPONS PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS PUPUK HAYATI TRICHODERMA SP. Sheli Mustikasari Dewi; Nurma Yanti Ningtyas, Dewi; Siti Amalia, Istia; Arif Malik Ramadhan , R.
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3414

Abstract

Corn is a leading commodity sector of food crops that are useful and have high economic value to be cultivated or developed. There needs to be an effort to increase corn production, one of which is by fertilizing. The use of biological agents to provide biofertilizers that are more useful for plants is the most feasible alternative in an effort to increase the availability of nutrients in the soil. One biological agent that has the potential to help plant growth is the fungus Trichoderma sp. The purpose of this study was to see the growth response of corn plants to the application of Biofertilizer Trichoderma sp. with various dosages. The research was conducted from November 2023 to January 2024 at the Rawasari experimental garden, Kel. Munjuljaya, Purwakarta Regency. The study used a Group Randomized Design (RAK) with 5 dose treatments of Trichoderma sp., namely: 0 gr; 15 gr; 30 gr; 45 gr; and 60 gr. There are 5 treatment combinations with 5 repetitions. Observation variables are growth components (plant height, number of leaves, stem diameter and flowering age). The results showed that the best response growth component was 60 gr treatment dose of Trichoderma sp. against plant height (78.13 cm), number of leaves (11.52). stem diameter (2.8 cm) and flowering age (48.02 days).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Metanol Carica papaya Terhadap Perkembangan, Fertilitas, Dan Fekunditas Spodoptera frugiperda Padillah, Rifqi; Ramadhan, R. Arif Malik; Firmansyah, Efrin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v7i2.121

Abstract

The increasing pattern of use of synthetic pesticides and the unwise use of synthetic pesticides can cause various further problems such as air, water and soil pollution which will affect the environment and the health of farmers. The papaya plant (Carica papaya L.) belongs to the Caricaceae family which has been widely used in traditional medicines. This research was carried out with the aim of determining the effect of administering C. papaya methanol extract on various biological aspects of Spodoptera frugiperda and to determine the compound content contained in the extract. This research will be carried out from June to August 2022 at the Agrotechnology Laboratory of the Tasikmalaya University of Perjuangan. The design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatment levels including 0%, 1%, 2%, 3% and 4% papaya extract. Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental units. The results of the study showed that 2% methanol extract of C. papaya leaves had a significant effect on inhibiting the growth of S. frugiperda from instar II to instar III but had no significant effect on the development of larvae from instar IV to imago. The research results showed that the methanol extract of C. papaya was not effective in inhibiting the formation of pupae and imago. Application of C. papaya leaf extract at a concentration of 1% can reduce the fecundity level of female imago of S. frugiperda but does not affect the fertility of the eggs produced.
INVENTARISASI HAMA PENYAKIT TANAMAN PADI DI DESA SUKAHARJA KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA Habibah, Nurul; Ramadhan, R. Arif Malik; Emila, Nurul Hidayati; Sani, Juliana; Wulandari, Nani
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 1 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i1.3420

Abstract

Inventarisasi hama dan penyakit pada padi merupakan salah satu langkah awal untuk menentukan strategi pengendalian secara efisien. Kegiatan inventarisasi dilaksanakan di lahan padi milik petani seluas ±1 ha yang berlokasi di Blok Neundeut, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu survey lapangan merujuk pada buku Petunjuk Teknis Pemantauan dan Pengamatan serta Pelaporan OPT dengan menggunakan sampling diagonal terpanjang. Terdapat 3 unit contoh dimana setiap unit contoh dilakukan pengamatan pada 10 rumpun tanaman, dan total tanaman yang diamati adalah 30 rumpun. Perhitungan tunas, jumlah anakan, rumpun, serta bagian tanaman yang terserang OPT merupakan pengamatan yang kerusakannya bersifat mutlak, sedangkan pengamatan kerusakan tidak mutlak dilakukan dengan menilai intensitas kerusakan yang diakibatkan oleh serangan OPT. Terdapat 8 jenis OPT yang ditemukan pada saat proses inventarisasi yang terdiri dari 5 spesies hama dan 3 spesies patogen. Tidak terdapat OPT yang melebihi ambang ekonomi, namun terdapat 2 spesies yang perlu diperhatikan yaitu Hyderellia sp. dan Xanthomonas oryzae dengan intensitas serangan berturut-turut sebesar 10,00% dan 7,03%. Tindakan pencegahan yang dapat diaplikasikan diantaranya pemanfaatan perangkap kuning, agens hayati Paenibacillus polymyxa dan pemanfaatan ekstrak Sygyzium aromaticum.
Aplikasi berbagai jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) Muhammad, Jihad; Nasrudin, Nasrudin; Ramadhan, R. Arif Malik
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.708

Abstract

Pengunaan bahan organik memiliki peranan penting untuk memperbaiki sifat fisik, biologi, maupun kimia tanah yang akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap pengaruh aplikasi beberapa jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini menggunakan metode pot yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKLT) dengan faktor tunggal. Jenis bahan organik digunakan sebagai faktor dalam penelitian ini yang terdiri atas kontrol - tanpa bahan organik, kompos jerami padi, kompos sekam bakar, kompos seresah daun, dan kompos kotoran sapi. Aplikasi masing-masing jenis bahan organik menggunakan dosis yang sama yakni 3 ton/ha. Pengulangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak empat kali dengan sampel pada masing-masing perlakuan sebanyak lima tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan organik menyebabkan tanaman mengalami pertumbuhan panjang dan jumlah daun pada setiap minggunya. Lebih lanjut, aplikasi bahan organik juga berpengaruh nyata terhadap panjang akar saat 2 MST dan bobot buah per tanaman. Aplikasi kompos jerami padi dan kompos kotoran sapi menghasilkan akar terpanjang saat tanaman berumur 2 MST dan bobot buah per tanaman tertinggi, sedangkan kontrol dan aplikasi kompos seresah daun menghasilkan akar terpendek saat 2 MST dan bobot buah per tanaman terendah.
SISTEM DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN UBI JALAR MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Seftiawati, Lisma; Hikmatyar, Missi; Syahrul Anwar, Dede; Malik Ramadhan, R. Arif
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 5 (2024): JATI Vol. 8 No. 5
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i5.10961

Abstract

Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu tanaman pangan penting di banyak negara, terutama di daerah tropis dan subtropis. Namun produksinya sering terganggu oleh serangan hama dan penyakit yang menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Petani sering kesulitan mengenali gejala hama dan penyakit secara akurat, serta kurangnya akses terhadap pakar pertanian menjadi kendala dalam mendapatkan diagnosa yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis web menggunakan metode Certainty Factor untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman ubi jalar, sehingga membantu petani mengenali dan menangani masalah dengan lebih efektif dan efisien. Sistem ini dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL, memungkinkan pengguna memasukkan gejala yang diamati pada tanaman, kemudian diproses bersama dengan nilai Certainty Factor dari pakar untuk menghasilkan diagnosa. Pengujian menunjukkan akurasi sistem mencapai 90%, dengan 9 dari 10 sampel menunjukkan hasil yang sesuai dengan diagnosa pakar. Pengembangan sistem pakar ini memberikan solusi efektif bagi petani dalam mengidentifikasi dan menangani hama serta penyakit pada tanaman ubi jalar, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
The Effectiveness of Taro Compost Fertilizer on Soil pH, Growth and Yield of Pak Choy (Brassica rapa L.) in Tasikmalaya Adinda Putri Amanda; R. Arif Malik Ramadhan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.6155

Abstract

Lack of awereness about the use of agriculture waste in increasing soil fertility leading to high use of inorganic fertilizer. Continuous use of inorganic fertilizer can reduce soil fertility in the future. This research aims to determine the impact of providing taro compost fertilizer on soil pH, growth and yield of pak choy In Tasikmalaya. This research was carried out in experimental field of Agriculture Faculty, Universitas Perjuangan Tasikmalaya from October until November 2023. Experimental design used a randomized block design of one factor with six treatments and three replications. The treatments consist of without taro compost fertilizer, 100, 150, 200, 250 and 300 g/polybag taro compost fertilizer. Reseach results show taro compost fertilizer can increase plant height,  fresh weight of the plant, plant root length,  fresh weight of roots and plant canopy weight. The best treatment was 300 g/polybag with plant height 16,8 cm, fresh weight of plant 55,63 g, plant root length 15,83 cm, fresh weight of roots 8,63 g, and plant canopy weight 47 g compared to control treatment without taro compost fertilizer. However, addition various doses taro compost fertilizer hasn’t effect for soil pH. The conclution of this research is that giving various doses of compost fertilizer can increase the growth and yield of pak choy in Tasikmalaya.