Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak daun Carica papaya terhadap Mortalitas dan Pertumbuhan Larva Spodoptera frugiperda R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
AGRIEKSTENSIA Vol 21 No 2 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v21i2.2167

Abstract

Invasi oleh Spodoptera frugiperda berpengaruh terhadap penurunan produksi jagung di Indonesia. Upaya pengendalian S. frugiperda yang dilaksanakan pada umumnya menggunakan pestisida sintetik, namun demikian penggunaan pestisida sintetik dapat mengakibatkan berbagai dampak negarif terhadap lingkungan dan kesehatan. Alternatif pengendalian S. frugiperda ialah pemanfaatan pestisida nabati. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki potensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ialah Carica papaya. Pemanfaatan ekstrak C. papaya diharapkan dapat menurunkan tingkat penggunaan pestisida sintetik di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi, Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada bulan Mei-September 2022. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap non-faktorial dengan perlakuan kontrol, ekstrak aqueous dan metanol daun C. papaya 1-4%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 36 satuan percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 10 ekor larva S. frugiperda instar 2. Pemberian perlakuan menggunakan metode residu pada pakan. Nilai mortalitas kumulatif tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan ekstrak metanol konsentrasi 4% dengan nilai mortalitas sebesar 75±5,77%. Ekstrak aqueous 3% memiliki pengaruh paling baik terhadap penghambatan pertumbuhan larva S. frugiperda, dengan bobot larva rata-rata sebesar 203 mg.
Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Sirsak (Annona muricata) terhadap Kejadian dan Intensitas Serangan Hama pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) R. Arif Malik Ramadhan; Dhea Nurul Amalia; Nasrudin Nasrudin
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.165

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik umum digunakan masyarakat untuk mengurangi OPT pada tanaman budidaya, namun pestisida ini memiliki kekurangan diantaranya tidak ramah lingkungan, hama sasaran menjadi resisten, dan musuh alami yang bukan sasaran ikut musnah. Pemanfaatan pestisida nabati merupakan salah satu upaya untuk menekan populasi hama pada tanaman, dan meminimalisir pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keefektifan ekstrak metanol biji A. muricata terhadap kejadian dan intensitas serangan pada daun dan buah C. annum. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak biji A. muricata dengan konsentrasi P0 (0%), P1 (0,25%), P2 (0,5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 (4%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 Perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk menurunkan intensitas dan kejadian serangan hama pada buah C. annum terdapat pada konsentrasi 1% (P3).
Perangkap Cahaya Sebagai Komponen Pengendalian Hama Terpadu Di Kelompok Wanita Tani Mawar Bodas Kota Tasikmalaya R. Arif Malik Ramadhan; Selvy Isnaeni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.778 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.10

Abstract

The most common pest control carried out in the city of Tasikmalaya is by using synthetic pesticides. The concept of integrated pest control (IPM) in the community aims to suppress the use of synthetic pesticides. Application of IPM can be implemented by integrating various types of compatible controls based on economic, ecological, and social considerations. The use of light traps is one of IPM components that easy to implement to monitor the presence of insects in an agroecosystem. The use of this light-trapping technology received a positive response from partner communities, agricultural extension workers, and local governments. Based on the data collected during the implementation of this program, it is known that there is an increase in knowledge and skills and the use of light trapping technology in the partner community. There is an increase in knowledge related to terms and the use of light traps by 100%, an increase in knowledge about the time of applying light traps by 37.5%, an increase in respondents skills in assembling simple light traps by 100%, and the application of light trapping technology by partner communities by 88.9 %.
Bioactivity Test of Annona muricata, Chromolaena odorata, and Tinospora cordifolia extracts against Spodoptera frugiperda R. Arif Malik Ramadhan; Efrin Firmansyah
Agrovigor Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v16i1.10668

Abstract

The most strategy to control Spodoptera frugiperda in Indonesia is using synthetic pesticides. Synthetic pesticides for pests control are causing many negative effects. The use of biopesticide can be an environmentally friendly solution to control S. frugiperda. In line with the Vision and Mission of Universitas Perjuangan Tasikmalaya to develop local wisdom, it is necessary to study the potential of some local plants as vegetable pesticides against S. frugiperda. Result of field observations obtained three plants suspected of having potential as vegetable pesticide, including: Annona muricata, Chromolaena odorata, and Tinospora cordifolia. This study aims to test the bioactivity of the three plant extracts against larval mortality, antifeedants, and development inhibition of S. frugiperdalarvae. The test was carried out with the residue method on the feed withno-choice test. Each plant extract was tested with a concentration of 1%, 2%, 3%, and one control treatment. Each treatment used 10 larvae of S. frugiperdasecond instar and repeated three times. The best control potential was shown by A. muricata 3% extract. Extract A. Muricata 3% can control S. frugiperda with a larval mortality value of 83.33 ± 5.77%, antifeedant activity by 91.11%, and inhibits larval development up to 3.84 days.
Peningkatan Produksi Pangan dengan Integrated Farming System (IFS) Peternakan sapi – Hortikultura di Kabupaten Pangandaran Selvy Isnaeni; Nasrudin Nasrudin; R. Arif Malik Ramadhan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.343

Abstract

Poktan karya gumilang dan Kelompok wanita tani (KWT) Sekara Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti ternak sapi potong, dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Poktan dan KWT ini sudah memiliki rumah kompos sejak lama, namun sudah lama tidak digunakan karena tidak adanya yang mengelola rumah kompos tersebut secara maksimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari para petani ternak tidak termanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, integrated farming system (IFS) sangat memungkinkan untuk dapat dilakukan di Poktan dan Kwt ini. Tujuan pengabdian ini adalah membantu mengembangkan potensi budidaya hortikuktura di kabupaten pangandaran khususnya di Poktan dan KWT dan penerapan pertanian organik serta mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan merupakan materi umum mengenai integrated farming system (IFS) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktek yang dilakukan adalah praktek pembuatan kompos dan pengaplikasian kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan sampai dengan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini maka kelompok tani karya gumilang dan kelompok wanita tani sekar arum saluyu dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk dapat unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang didapatkan pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan aplikasi kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi budidaya dan menghasilkan produk tanaman hortikultura lebih banyak. Increasing Food Production with Integrated Farming System (IFS) live stock – Hortculture in Pangandaran district. Farmers Karya Gumilang and Farmer Women’s Group (FWG) Sekar Arum Saluyu manage many sectors suck as live stock and cultivation such as rice cultivation, horticulture crops, and animal feed. The farmers and FWG have had compost ouses for a long time, but they have not been used for a long time because there is no one who manages the compost houses optimally. So that the exisiting cow dung from livestock farmers is not utilized properly. From the initial analysis that has been carried out, the integrated farming system(IFS) is very possible to be carried out in the farmers and FWG. The purpose og this service is to help develop the potensial for horticultural cultivation in Pangandaran district, especially in farmers and FWG and teh application of organic farming and develop the potensial for horticultural cultivation. The material presented is general material regarding integrated farming farming system (IFS) and compost making as well as horticultural plant cultivation materials. The practice carried out is the practice of making compost and applying compost for the cultivation of horticultural crops. As well as assistance to harvest horticultural crops. With the exixtence of this IFS, the Karya Gumilang farmers groups to excel in agriculture. From the result obtained, the use of livestock manure for compost and the application of compost to horticultural crops can reduse the production costs and produce more horticultural plant products.
Pengaruh Ekstrak daun Carica papaya terhadap Mortalitas dan Pertumbuhan Larva Spodoptera frugiperda R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
AGRIEKSTENSIA Vol 21 No 2 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Invasi oleh Spodoptera frugiperda berpengaruh terhadap penurunan produksi jagung di Indonesia. Upaya pengendalian S. frugiperda yang dilaksanakan pada umumnya menggunakan pestisida sintetik, namun demikian penggunaan pestisida sintetik dapat mengakibatkan berbagai dampak negarif terhadap lingkungan dan kesehatan. Alternatif pengendalian S. frugiperda ialah pemanfaatan pestisida nabati. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki potensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ialah Carica papaya. Pemanfaatan ekstrak C. papaya diharapkan dapat menurunkan tingkat penggunaan pestisida sintetik di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi, Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada bulan Mei-September 2022. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap non-faktorial dengan perlakuan kontrol, ekstrak aqueous dan metanol daun C. papaya 1-4%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 36 satuan percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 10 ekor larva S. frugiperda instar 2. Pemberian perlakuan menggunakan metode residu pada pakan. Nilai mortalitas kumulatif tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan ekstrak metanol konsentrasi 4% dengan nilai mortalitas sebesar 75±5,77%. Ekstrak aqueous 3% memiliki pengaruh paling baik terhadap penghambatan pertumbuhan larva S. frugiperda, dengan bobot larva rata-rata sebesar 203 mg.
Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Sirsak (Annona Muricata) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Dhea Nurul Amalia; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
Media Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i1.6873

Abstract

Di Indonesia tanaman Capsicum annuum dikonsumsi dalam bentuk segar maupun sebagai produk olahan. Kebutuhan C. annuum di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya permintaan komoditas tersebut di pasaran. Penurunan hasil panen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pada saat budidaya, salah satunya yaitu keberadaan organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol biji Annona muricata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun total, dan jumlah buah total pada tanaman C. annuum. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol biji A. muricata dengan konsentrasi P0 (0%), P1 (0,25%), P2 (0,5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 (4%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 Perlakuan dan 4 ulangan. Aplikasi ekstrak biji A. muricata dilakukan dengan cara disemprot menggunakan sprayer pada saat tanaman berumur 2 MST (Minggu Setelah Transplanting) hingga 11 MST, dengan interval 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak metanol A. muricata tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun total akan tetapi berpengaruh nyata terhadap produksi jumlah buah total pada perlakuan konsentrasi ekstrak 1%. Panen pertama menghasilkan 49 buah dengan bobot total 977 g, dan rata-rata bobot sebesar 19.94 g/tanaman untuk setiap buah. In Indonesia, the Capsicum annuum plant is consumed fresh or as a processed product. The increasing need for C. annuum in Indonesia has resulted in a large demand for this commodity in the market. Decreased yields can be influenced by various factors during cultivation, one of which is the presence of plant-disturbing organisms. This study aims to determine the effect of giving the methanol extract of Annona muricata seeds (the first word should not be abbreviated) on plant height, total leaf number, and total fruit number in C. annuum plants. The treatment tested in the study was methanol extract of A. muricata seeds with concentrations P0 (0%), P1 (0.25%), P2 (0.5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 ( 4%). The design used was a randomized block design (RBD) with 6 treatments and 4 repetitions. The application of A. muricata seed extract was carried out by spraying using a sprayer when the plants were 2 WAP (Week after Transplanting) to 11 WAP, with an interval of 1 week. The results showed that the administration of methanol extract of A. muricata had no significant effect on the parameters of plant height and total leaf number however, it had a significant effect on the total number of fruit production in the 1% extract concentration treatment. The first harvest produced 49 fruit with a total weight of 977 g, and an average weight of 19.94 g/plant for each fruit. 
The Plant Growth Analysis of Cucumis sativus L. Affected by Various Types of Organic Matter Nasrudin Nasrudin; Jihad Muhammad; R. Arif Malik Ramadhan
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 5 No 2 (2023): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.5.2.28-32.2023

Abstract

Organic matter can be used to increase the growth and metabolism activities of Cucumis sativus L. plants. Plant growth analysis is a simple method that can be used to determine physiological activities that support plant growth. The study aims to describe plant activities through plant growth analysis which is influenced by the use of organic matter. The research was conducted at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. The study used a Completely Randomized Design - single factor (types of organic matters) i.e. control, rice straw compost, rice husk, leaf green compost, and cow manure. Four replications were used in this study. Based on our study, the application of organic matter significantly affects LAI 2 WAP, LAI 4 WAP, WC 2 WAP, WC 4 WAP, NAR, PGR, and HI. Cow manure, green leaf compost, and rice straw compost can increase LAI, while rice husk, rice straw, and green cow manure can increase WC. Furthermore, the application of rice husk and cow manure was able to increase in NAR, CGR, and HI. The increase NAR, CGR, and HI in this study was positively correlated with r= 0.622 and r= 0.284, respectively.
Inventory of Chili Pests and Diseases in Kabandungan Sub-District, Sukabumi Regency R. Arif Malik Ramadhan; Dhea Nurul Amalia; Indra Permana; Panji Rahmatullah
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 5 No 2 (2023): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.5.2.44-49.2023

Abstract

The decline in chili commodity production is influenced by various factors, including climate anomalies, less than optimal cultivation techniques, decreasing land quality, and pest attacks. Kabandungan District, as one of the chili production centers, can be used as a reference for studying the presence and intensity of chili pest attacks in general. Information about pest attacks can be used as a basis for control that can be applied in any location with similar characteristics. This research was conducted in Kabandungan District, Sukabumi Regency, West Java Province, Indonesia. This research was carried out from November 2021 to March 2022. The number of chili plants observed was 930 plants which were divided into 61 observation points spread across 6 villages, including Cianaga, Cihamerang, Cipeuteuy, Kabandungan, Mekarjaya, and Tugubandung Villages. The chili plants observed consisted of the local variety of cayenne pepper (CMR), cayenne red chili (CMR), curly red chili (CMK) variety TM 999, Darmais F1 large red chili (CMB), curly red chili (CMK), and chili curly red (CMK) OR Twist 42. The results of the study stated that the incidence of pest attacks was dominated by S. Litura attacks 26.40%, and Colletotrichum capsici 25.60% in the vegetative phase, as well as S. Litura 27.21%, and Gemini Virus 47.35% in the generative phase. S. litura attacks are reported to dominate all villages in Kabandungan District, while Mekarjaya Village is dominated by mites.
The Pengaruh Ekstrak Metanol Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Kejadian dan Intensitas Serangan Hama pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Yoseph Pratama Lumban Tobing; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.480

Abstract

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kuantitas dan kualitas tanaman yaitu hama. Pengendalian hama yang saat ini diterapkan masih terfokus pada penggunaan pestisida sintetik yang memiliki berbagai dampak negatif. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya terbuat dari tumbuhan, penggunaan pestisida nabati diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam menekan serangan hama pada tanaman cabai dengan dampak negatif yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas ekstrak metanol daun tembakau terhadap kejadian dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol daun tembakau dengan konsentrasi A1 (0%), A2 (0,5%), A3 (1%), A4 (2%), A5 (4%). Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A5 memiliki hasil yang lebih unggul pada parameter jumlah daun terserang dengan nilai serangan paling rendah yaitu 2,37%. Parameter intensitas serangan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan A5 dengan nilai dari 0% di 2 MST sampai 1,81% di 11 MST. Perlakuan A4 dengan konsentrasi ekstrak metanol daun tembakau 2% memperoleh hasil tinggi tanaman paling baik yaitu 14,31 cm pada 2 MST dan 45,44 cm pada 7 MST. mulai dari 14,25 cm di 2 MST sampai 45,44 cm di 7 MST dan jumlah daun tertinggi sebanyak 11,21 helai di 2 MST hingga 56,87 helai di 11 MST dibanding dengan perlakuan kontrol sebanyak 10,44 helai di 2 MST hingga 52,81 helai di 11 MST.