Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MEMORABILIA BUNG HATTA DALAM SENI KAYU Edi Eskak; Ahmad Bahrudin; Wahyono Wahyono; I Made Sukanadi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 39, No 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v39i2.7711

Abstract

Ketokohan Bung Hatta atau Drs. Muhammad Hatta sebagai pahlawan nasional dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia menarik untuk dijadikan inspirasi penciptaan seni dengan media kayu. Penciptaan menjadi karya seni selain dapat menggerakkan industri kreatif, juga sebagai pengenangan tokoh inspiratif untuk diteladani bagi generasi berikutnya.  Keteladanan yang dapat diambil dari Bung Hatta antara lain adalah sikap dan perilaku beliau selaras antara perkataan dengan perbuatannya. Bung Hatta terkenal dengan jiwa nasionalis, religius, organisatoris yang handal, penuh etika dan etiket, tertib, dan disiplin. Media kayu dipilih karena merupakan bahan lokal yang mudah didapatkan serta dapat diaplikasikan dengan berbagai teknik seni rupa, sehingga akan menumbuhkan industri kreatif berbasis sumber daya alam dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, inspirasi penciptaan, desain, serta perwujudan karya. Hasilnya adalah karya seni dengan media kayu dengan aplikasi teknik: ukir datar, skrol, sablon, lukis, dan pirografi.
Penciptaan Motif Batik dari Legenda Pulau Kemaro pada Busana Pengantin Wanita Handayani, Mery; Sukanadi, I Made; Aruman, Aruman
Style : Journal of Fashion Design Vol 3, No 1 (2023): Style: Journal of Fashion Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v3i1.4755

Abstract

The creation of this Final Project is entitled Creation of Batik Motifs from the Legend of Kemaro Island on the Bride's Dress. The legend of Kemaro Island is an archipelago legend originating from Palembang. This legend tells of the love story of a Chinese merchant and Princess Sriwijaya who are the origins of Kemaro Island. The legend of Kemaro Island is visualized in the bride's attire. This work of clothing can be enjoyed as a whole, both in use and beauty. The making of this work aims to introduce the Legend of Kemaro Island to the public through the art of batik which is designed with wedding attire. In the creation of this final project, the author made 6 (six) designs for the bride's dress, but only 2 designs were made into ready-to-wear works, each of which has its own characteristics, the uniqueness of which makes the wedding dress created have high quality and aesthetic value. interesting
Character Education Model in Wayang Kulit for Early Childhood Junaidi, Junaidi; Raharjo, Arif Budi; Sahid, Nur; Sukanadi, I Made; Wicaksana, Dewa Ketut; Purnamasari, Ni Putu Laras
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol. 24 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v24i2.9625

Abstract

This study explains the character education model in wayang kulit art for early childhood (5 to 6 years old) as one support to form their future personality. This study is based on an action research approach to improve character quality to be better than before. The subjects are male or female students following and understanding character education through wayang kulit. The action method transforms adult puppet into children, concludes figures with positive character, and is responsible for early childhood to be actively involved in education and wayang kulit. The results show that positive character education, such as diligence, sincerity, firmness, helpful, determination, wiseness, humility, fairness, and friendliness, is found in human and animal children characters named Punta, Sena, Juna, Pinten, Tangsen, Bledug, and Belo which follows the child's developmental level rapidly advancing towards the future, and it can be used in the early childhood and kindergarten education environment nationally and internationally. Thus, much support is needed from children's educational institutions and wayang kulit arts, i.e., Kemdikbudristek (Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of Indonesia), Kemen KPP-PA (Ministry of Women Empowerment and Children Protection of Indonesia), SENAWANGI (National Secretariat of wayang kulit of Indonesia), PEPADI (Association of Indonesian Wayang Kulit), UNIMA, UNICEF, and UNESCO, to achieve a culture-based character education program.
Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
Penyuluhan Seni Pengembangan Motif dan Warna pada Kelompok Perajin Batik Ibu-Ibu PKK Desa Surojoyo Sukanadi, I Made; Angel, Birgitta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12519

Abstract

Desa Surojoyo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Candimulyo, KabupatenMagelang yang terkenal luas sebagai surganya durian. Desa Surojoyo tergabung dalam lembaga desatermasuk Pemberdayaan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan PKK yang dilakukanberupa produksi batik. Namun, teknik dan motif yang dihasilkan relatif harus dikembangkan danditingkatkan kualitasnya. Perlu adanya pengembangan motif yang menjadi ikon berkarakter khasDesa Surojoyo. Produk batik yang dikerjakan oleh ibu-ibu PKK hanya terbatas pada material utamakain mori dengan pewarnaan naptol. Selama ini belum ada pembaharuan teknik pewarnaan sehinggaperlu dikenalkan jenis pewarna lainnya seperti remasol. Penyuluhan ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok perajin batik ibu-ibu PKK DesaSurojoyo sehingga mampu memproduksi kerajinan yang bervariasi. Selain itu, penyuluhan ini jugauntuk meningkatkan keterampilan dalam membuat desain produk serta bentuk motif yang khasSurojoyo. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini adalah denganmemberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Melalui kegiatan penyuluhan seni yangtelah dilakukan, para peserta mampu mengerjakan beberapa produk batik dan mampu memodifikasibatik menjadi souvenir. Berdasarkan hasil penyuluhan seni ini dipandang perlu perhatian dari instansiterkait untuk dilaksanakan lagi program lanjutan yang lebih intensif dan berkesinambungan. Surojoyo Village, located in Candimulyo District, Magelang Regency, is widely known as a durianparadise. The village is part of the Village Development Institution, including the Family WelfareEducation Empowerment (PKK). One of PKK's activities is batik production. However, the techniquesand motifs applied need to be developed and improved. There is a need to develop motifs that become theicons and characteristic of Surojoyo Village.The batik products made by PKK members are currentlylimited to using plain cotton as the main material and naphthol dyes. So far, there has been noinnovation in dyeing techniques. Therefore, it is highly essential to introduce other types of dyes such asremasol. This training activity e aims to improve the knowledge and skills of batik creators in order toproduce various handicraft products. It also aims to improve their skills in designing products andcreating distinctive Surojoyo motifs. The methods applied by the authors during conducting the trainingwere providing counseling, training, and mentoring. The results indicate that the participants are ableto make several batik products and modify batik into souvenirs. Based on the results, it is considerednecessary for relevant agencies to carry out a more intensive and sustainable follow-up program.
Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
Penyuluhan Seni Pengembangan Motif dan Warna pada Kelompok Perajin Batik Ibu-Ibu PKK Desa Surojoyo Sukanadi, I Made; Angel, Birgitta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12519

Abstract

Desa Surojoyo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Candimulyo, KabupatenMagelang yang terkenal luas sebagai surganya durian. Desa Surojoyo tergabung dalam lembaga desatermasuk Pemberdayaan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan PKK yang dilakukanberupa produksi batik. Namun, teknik dan motif yang dihasilkan relatif harus dikembangkan danditingkatkan kualitasnya. Perlu adanya pengembangan motif yang menjadi ikon berkarakter khasDesa Surojoyo. Produk batik yang dikerjakan oleh ibu-ibu PKK hanya terbatas pada material utamakain mori dengan pewarnaan naptol. Selama ini belum ada pembaharuan teknik pewarnaan sehinggaperlu dikenalkan jenis pewarna lainnya seperti remasol. Penyuluhan ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok perajin batik ibu-ibu PKK DesaSurojoyo sehingga mampu memproduksi kerajinan yang bervariasi. Selain itu, penyuluhan ini jugauntuk meningkatkan keterampilan dalam membuat desain produk serta bentuk motif yang khasSurojoyo. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini adalah denganmemberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Melalui kegiatan penyuluhan seni yangtelah dilakukan, para peserta mampu mengerjakan beberapa produk batik dan mampu memodifikasibatik menjadi souvenir. Berdasarkan hasil penyuluhan seni ini dipandang perlu perhatian dari instansiterkait untuk dilaksanakan lagi program lanjutan yang lebih intensif dan berkesinambungan. Surojoyo Village, located in Candimulyo District, Magelang Regency, is widely known as a durianparadise. The village is part of the Village Development Institution, including the Family WelfareEducation Empowerment (PKK). One of PKK's activities is batik production. However, the techniquesand motifs applied need to be developed and improved. There is a need to develop motifs that become theicons and characteristic of Surojoyo Village.The batik products made by PKK members are currentlylimited to using plain cotton as the main material and naphthol dyes. So far, there has been noinnovation in dyeing techniques. Therefore, it is highly essential to introduce other types of dyes such asremasol. This training activity e aims to improve the knowledge and skills of batik creators in order toproduce various handicraft products. It also aims to improve their skills in designing products andcreating distinctive Surojoyo motifs. The methods applied by the authors during conducting the trainingwere providing counseling, training, and mentoring. The results indicate that the participants are ableto make several batik products and modify batik into souvenirs. Based on the results, it is considerednecessary for relevant agencies to carry out a more intensive and sustainable follow-up program.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pala (myristica fragrans h.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans Permatasari, A. A. Ayu Putri; Sukanadi, I Made; Sumadewi, Ni Luh Utari
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2703

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut. Dalam keadaan tertentu bakteri ini mampu berubah menjadi patogen. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai anti mikroba yaitu dalam pala, dimana daun pala ini memiliki senyawa yang bersifat antibakteri diantaranya saponin, triterpenoid, tanin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pada daun pala (Myristica fragrans H.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. 5 perlakuan ekstrak etanol dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 2 kontrol menggunakan aquades sebagai pembanding kontrol negatif dan ciprofloxacin sebagai pembanding kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pala memiliki aktivitas antibakteri terkuat pada konsentrasi 10% dan 20%. Dan hasil uji statistic menunjukan signifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri streprococcus mutans dengan p= 0,00 (p<0,05). Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol daun pala menunjukan adanya bahan kimia tepenoid antimikroba, alkaloid, dan fenolik, yang merupakan zat metabolit sekunder.
MEMORABILIA BUNG HATTA DALAM SENI KAYU Eskak, Edi; Bahrudin, Ahmad; Wahyono, Wahyono; Sukanadi, I Made
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 39 No. 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v39i2.7711

Abstract

Ketokohan Bung Hatta atau Drs. Muhammad Hatta sebagai pahlawan nasional dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia menarik untuk dijadikan inspirasi penciptaan seni dengan media kayu. Penciptaan menjadi karya seni selain dapat menggerakkan industri kreatif, juga sebagai pengenangan tokoh inspiratif untuk diteladani bagi generasi berikutnya.  Keteladanan yang dapat diambil dari Bung Hatta antara lain adalah sikap dan perilaku beliau selaras antara perkataan dengan perbuatannya. Bung Hatta terkenal dengan jiwa nasionalis, religius, organisatoris yang handal, penuh etika dan etiket, tertib, dan disiplin. Media kayu dipilih karena merupakan bahan lokal yang mudah didapatkan serta dapat diaplikasikan dengan berbagai teknik seni rupa, sehingga akan menumbuhkan industri kreatif berbasis sumber daya alam dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, inspirasi penciptaan, desain, serta perwujudan karya. Hasilnya adalah karya seni dengan media kayu dengan aplikasi teknik: ukir datar, skrol, sablon, lukis, dan pirografi.