Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGABDIAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA PLERET SEBAGAI DESA SEHAT SEHINGGA MAMPU SECARA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN MENGATASI PERMASALAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Yeny Sulistyowati; Nazwar Hamdani Rahil; Lenna Maydiana Sari
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.45 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.379

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Bantul dari tahun ke tahun terus meningkat, pada tahun 2015 kasus DBD 1417 kasus, meningkat menjadi 1.900 kasus pada tahun 2016 dengan angka kematian 4 orang. Peningkatan kasus pada thun 2016 salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada tahun 2016 dan keterbatasan tenaga kesehatan untuk melakukan PSN. Melihat permasalahan yang dihadapi oleh Desa Pleret tersebut, maka sangat penting dilaksanakan penyuluhan terkait dengan pencegahan, penanganan DBD sebelum dibawa ke layanan kesehatan terdekat. Pemerintah Desa Pleret juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak Universitas sehingga diharapkan kegiatan di wilayah ini yang sudah dimulai sejak tahun 2016 dapat berkelanjutan dan bersinergi dengan pihak-pihak lain. Sasaran kegiatan adalah kader-kader Posyandu Desa. Pelaksanaan penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdi dengan tujuan menjadi mitra untuk mewujudkan Desa Pleret sebagai desa yang berwawasan lingkungan sehat sehingga mampu secara mandiri dan berkelanjutan mengatasi permasalahan demam berdarah dengue (DBD). Tahapan yang dilaksanakan adalah sosialisasi, pelaksanaan penyuluhan, koordinasi dan evaluasi. Sosialisasi kegiatan telah terlaksana dua kali yaitu pada tanggal 10 dan 15 Juli 2017. Pelaksanaan kegiatan pada hari Selasa, 25 Juli 2017. Jumlah peserta 26 orang dari total yang diundang sebanyak 30 orang (86,67%). Diharapkan jangkauan peserta kegiatan lebih luas, sehingga semakin banyak pihak yang meningkat pengetahuannya dan diharapkan terlibat dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi terkait waktu kategori cukup (30,77%), atas saran peserta ada tindak lanjut terkait materi-materi yang disampaikan. Akan diagendakan kegiatan-kegiatan lain untuk mengatasi permasalahan DBD tidak hanya dari aspek kesehatan tapi juga dari aspek lainnya, seperti ekonomi, sosial, budaya dan lainnya.Kata Kunci: Desa Sehat, Mandiri, Berkelanjutan, Demam Berdarah.
Pembuatan Pangan Berindeks Glikemik Rendah Dan Buku Saku Pendamping Sebagai Upaya Perbaikan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Diabetes Mellitus Yeny Sulistyowati; Yeni Rohani; Ade Citra Welesti
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v4i2.1038

Abstract

Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2016 kasus diabetes melitus sebanyak 1.839 kasus, turun sangat signifikan dibanding tahun 2015 sebesar 3.562 kasus. Program Perbaikan Gizi Masyarakat adalah salah satu program pokok Puskesmas yaitu program kegiatan yang meliputi peningkatan pendidikan gizi, penanggulangan Kurang Energi Protein, Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kekurangan Yaodium (GAKY), Kurang Vitamin A, Keadaan zat gizi lebih, Peningkatan Survailans Gizi, dan pemberdayaan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga/ Masyarakat. Rumah Tangga ber PHBS adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Persentase jumlah Rumah Tangga ber PHBS pada tahun 2017 di wilayah Puskesmas sebesar 96.86% dari 59.831 jumlah Rumah Tangga yang dipantau.Besarnya jumlah kasus diabetes mellitus dan penanganannya memerlukan peran maksimal dari kader Posyandu dalam perbaikan status gizi ibu hamil dengan diabetes millitus. Pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu hamil dengan diabetes mellitus perlu ditingkatkan dalam Pembuatan Pangan Berindeks Glikemik Rendah. Persoalan prioritas mitra dalam kasus ibu hamil dengan diabetes mellititus adalah perlunya peningkatan peran Kader Posyandu dalam perbaikan status gizi ibu hamil dengan diabetes mellitus, perlunya pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu hamil dengan diabetes millitus dalam Pembuatan Pangan Berindeks Glikemik Rendah sebagai Upaya Perbaikan Status Gizi Ibu Hamil dengan Diabetes Mellitus.Kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode penerapan yang kami lakukan adalah penyampaian materi dan praktek tentang pembuatan Pangan Berindeks Glikemik. Kegiatan dilaksanakan pada Hari Kamis, tanggal 12 September 2019, dari pukul 08.00-11.00 WIB. Merupakan kegiatan inti pelaksanaan setelah rangkaian kegiatan pendahuluan yang telah dilaksanakan sebelumnya, berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik formal maupun informal. Berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah 49 peserta, sebagian besar menyatakan sangat puas terhadap materi, pemateri, waktu pelaksanaan maupun panitia penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah Dokumentasi Pelaksanaan Video kegiatan, Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (Minimal 1) Pengetahuannya meningkat, Pelayanannya meningkat, Kesehatannya meningkat.Kata Kunci: Pangan, Buku Saku, DM, Gestasional
Pengaruh Pemberian Ekstrak Ciplukan (Physalis Angulata L.) Terhadap Profil Lipid Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Diberi Suntikan Streptozotocin dan Lipopolisaccaride Maria Rafika; Yeny Sulistyowati; Idi Setiyobroto
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i1.2301

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan sering dijumpai dengan kelainan metabolisme lipid. Metabolisme lipid ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kadar Trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL. Ada banyak tanaman herba di Indonesia yang bersifat antioksidan yang dapat menjadi obat antidiabetes. Herba ciplukan adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah terbukti secara empiris sebagai antidiabetes. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap profil lipid tikus jantan galur Sprague dawley diberi suntikan streptozotocin dan lipopolysaccharide. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen murni (true experiments design) dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Subjek penelitian adalah 20 ekor tikus jantan Sprague dawley diberi suntikan streptozotocin dan lipopolysaccharide. Pemberian herba Ciplukan dengan berbagai variasi dosis (5, 10, 20 mg/kg BB) selama 21 hari. Pada hari ke-22 pengambilan sampel darah untuk pengujian kadar profil lipid. Data dianalisis dengan uji Anova dan Bonferroni. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar profil lipid pada kelompok perlakuan lebih baik dari kontrol. Kadar trigliserida pada kelompok perlakuan lebih rendah dari kontrol. Kadar LDL pada kelompok perlakuan lebih rendah dari kelompok kontrol. Kadar HDL pada kelompok perlakuan lebih tinggi dari kontrol. Kadar kolesterol pada kelompok perlakuan lebih rendah dari kontrol. Ada pengaruh pemberian ekstrak Ciplukan terhadap profil lipid.Kata Kunci :  Diabetes mellitus, herba ciplukan, profil lipid, Sprague dawley, streptozotocin, lipopolysaccharide.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Masa Nifas Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 2-12 Bulan di Klinik Utama “AR” Jakarta Tahun 2021 Titik Widayati; Yenni Ariestanti; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i2.2254

Abstract

Masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil), dan berlangsung selama kira-kira 6 minggu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan di klinik utama “AR” Jakarta Tahun 2021.Desain penelitian yang digunakan ialah analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu bayi usia 2-12 bulan di klinik utama “AR” Jakarta yang berjumlah 36 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner mengenai kunjungan masa nifas, tingkat pendidikan, paritas dan jarak ke pelayanan kesehatan. Data dianalisis dengan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% (p=0.05).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pendidikan dengan kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan di klinik utama “AR” Jakarta Tahun 2021 (X2=12,378, p=0,002). Ada hubungan paritas dengan kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan di klinik utama “AR” Jakarta Tahun 2021 (X2=8,017; p=0,005). Ada hubungan jarak tempat tinggal ke tempat pelayanan kesehatan dengan dengan kunjungan masa nifas pada ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan di klinik utama “AR” Jakarta Tahun 2021 (X2=5,166; p=0,023). Kata kunci : kunjungan masa nifas
Peningkatan Pengetahuan Tentang Stunting pada Ibu Balita di Kelurahan Pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta Yeny Sulistyowati; Lili Indrawati; Suryani Suryani; Sukma Aditya Putra; Muhammad Gumilar
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v6i2.2545

Abstract

Stunting in early life, especially in the first 1000 days from conception to the age of two years, impaired growth has adverse functional consequences in children. The current condition of the COVID-19 pandemic requires more and more multi-sectoral collaboration to prevent these consequences. Some of these consequences include poor cognition and educational performance, poor parenting, low adult wages, lost productivity, and accompanied by excessive weight gain later in life, an increased risk of chronic nutrition-related diseases in adult life. Mother's knowledge of toddlers also plays a role in this effort. Therefore, the purpose of this activity is to increase the knowledge of mothers under five about stunting. The activity was carried out in several Posyandu areas which was carried out in September – October 2022. The implementation was in collaboration with Cadres, Pondok Ranggon Village Health Center, Cipayung District Health Center and Pondok Ranggon Village and Cipayung District. The result of this activity is an increase in partner empowerment through increased knowledge (Post Test Results Increase compared to Pre Test) namely those whose knowledge is good from 95% to 98% after counseling and increasing partner skills (Cross-program collaboration, evidenced by the active involvement of community elements (Village government, RW, cadres, youth organizations and religious leaders.) With the increase in knowledge of mothers and children under five, it is hoped that the role of cooperation with cross-sectors will be increased so that the sustainability of the program can be well maintained. Keywords: Knowledge, Mother, Children Under Five, Stunting
Hubungan Karakteristik Ibu, Pengetahuan, Fasilitas Kesehatan, Dukungan Suami dengan Perilaku Ibu Hamil Melakukan ANC di Klinik Utama ”AR” Yenni Ariestanti; Titik Widayati; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i4.2363

Abstract

Pemeriksaan Kehamilan/ANC dilakukan oleh seorang ibu hamil dengan tujuan agar fisik, mental dan sosial dari ibu hamil terjaga sampai melahirkan. Pada Bumil tergolong rentan terinfeksi SARS CoV-2 selain lanjut usia dan orang sakit, ibu hamil menjadi golongan yang mengalami kekhawatiran besar menyusul pandemi virus Corona. Mereka harus menjalani pemeriksaan secara teratur sesuai dengan usia kehamilannya sampai menjelang persalinan. Belum lagi kecemasan lain jika harus melahirkan di tengah ancaman Covid-19. pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Tujuan penelitin ini adalah Menganalisis hubungan karakteristik ibu, pengetahuan,fasilitas kesehatan dengan perilaku ibu hamil melakukan ANC di Klinik Utama”AR”pada tahun 2021.Metode penelitian mengunakan  studi cross sectional,sampel dalam sebanyak 66 ibu hamil trimester 3 melakukan ANC di Klinik AR dengan cara perolehan sampel mengunakan  Accidental Sampling. Hasil penelitian terdapat hubungan yang siqnifikan yaitu Umur(P : 0,02),Pekerjaan(P;0,03), Pengetahuan (P:0,03), Pendidikan (P:0,00) dan Fasilitas Kesehatan(P;0,03)dengan perilaku ibu melakukan pemeriksaan kehamilan, tidak terdapat hubungan siqnifikan yaitu variabel Dukungan Suami(P:0,44).Ibu hamil tetap melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dengan situasi masih dalam masa pandemi Covid 19.Kata Kunci : Perilaku Ibu, ANC, Karakteristik ibu (Umur,Pekerjaan Pendidikan),pengetahuan, dan Fasilitas kesehatan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Perilaku Seksual Pranikah di SMKN 24 Jakarta Tahun 2022 Titik Widayati; Yenni Ariestanti; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i2.3110

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan permasalahan yang sangat besar untuk saat ini, yang menjadi penyabab angka kematian perempuan yang tinggi di karenakan  dengan banyaknya kasus Kehamilan Tidak Diinginkan (KDT) yang terjadi pada perempuan menikah maupun remaja tidak menikah. kehamilan tidak diinginkan merupakan salah satu perilaku seksual pranikah yang diakibatkan oleh adanya pengetahuan kesehatan reproduksi yang negatif (mendukung). sedangkan pengetahuan yang kurang atau terbatas tentang kesehatan reproduksi remaja mengakibatkan sikap perilaku seksual pranikah yang negatif. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap seksual pranikah di SMKN 24 Jakarta tahun 2022. Metode penelitian ini adalah survei analitik, jenis penelitian menggunakan Observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel mengggunakan purposive sampling yaitu yang di gunakan pada subyek penelitian ini adalah 80 remaja yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di bagikan kepada responden, kemudian di lakukan pengolahan data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis chi square. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seksual pranikah dengan  p value sebesar 0,000<α 0,05 yang artinya adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seksual pranikah di SMKN 24 Jakarta Timur tahun 2022. saran agar pihak sekolah di SMK 24 Jakarta Timur, agar lebih dalam memberikan ilmu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan cara memberikan penyuluhan dan bimbingan bekerjasama dengan  puskesmas dan lintas sektoral untuk memberika pendidikan megenai pengetahuan tentang bahayanya hubungan seksual pranikah pada remaja.kata kunci : kesehatan reproduksi, sikap perilaku seksual pranikah 
Perubahan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Cipayung Jakarta Timur Yeny Sulistyowati; Cicilia Windiyaningsih; Tiwi Nurhastuti
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i3.3382

Abstract

Based on data from the Indonesian Health Profile in 2017 there were 433 districts / cities infected with dengue disease with an incidence rate of 68,407 cases with 493 deaths (Ministry of Health RI, 2018). Meanwhile, for the DKI Jakarta Province area, the highest number of dengue sufferers in 2017 was in the East Jakarta area of 1,265 cases (DKI Jakarta Health Office, 2018). Riskesdas data in 2018 shows the proportion of Mosquito Nest Eradication (PSN) carried out by households as a whole in Indonesia the proportion is 31.2% and for DKI Jakarta province itself the proportion is 28%. In the implementation of PSN, it is differentiated based on urban and rural areas, for urban areas the proportion is 32.7% and for rural areas the proportion is 29.4%. (Riskesdas, 2018). Data on dengue cases in the Cipayung District Health Center area in 2016 amounted to 623 cases, in 2017 it dropped to 78 cases, in 2018 it dropped again to 52 cases, but in early 2019, from January to March, it increased to 152 cases, and the Cipayung District Health Center was included in the first rank of the highest dengue cases in the East Jakarta region (Cipayung PKC Surveillance, 2019). The activity was held online, on Wednesday, November 4, 2020. The number of participants was 367 people. After 3 months, the change in behavior of PSN DBD COMBI was evaluated and communicated again the change in the hope that dengue cases would decrease significantly. The output of this service activity is https://jakarta.tribunnews.com/2020/11/04/200-peserta-ikuti-webinar-lppm-urindo-bahas-tuntas-penyakit-menular, URINDO Website in News: urindo.ac.id and on Youtube URINDO. In addition, there was an increase in community empowerment (1), knowledge increased in support attitudes and dengue cases decreased. Keywords: Community Empowerment, PSN, DHF
PkM Kesehatan Reproduksi Perempuan Dalam Perspektif Ekonomi Yenni Ariestanti; Yeny sulistyowati; Titik Widayati
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i3.3232

Abstract

Health and productivity are equally important and interconnected. Health is a primary asset. Without good health, achieving productivity becomes challenging. During the peak of the pandemic, funds were redirected from women's and girls' health to other life-saving services. There was also a lack of awareness and general prioritization. This led to a significant funding gap in women's healthcare. Furthermore, the lack of funding for women's health research means that specific challenges or diseases affecting women and girls remain unaddressed. They contribute economically and enrich their nation's wealth. Additionally, they play a crucial role in fostering intergenerational progress, thereby creating more opportunities for their children. An economy that neglects women and girls will widen the gender parity gap. Prioritizing the health of women and girls is a crucial path to building a healthier economy, society, and community. Identifying the issue, aiming to understand why women lack understanding regarding reproductive health issues linked to the post-pandemic economic perspective, is an effort to prioritize health, especially reproductive health. The implementation of Community Service Program (PKM) is carried out through an online webinar via Zoom Meeting link and YouTube on Saturday, February 25, 2023. This activity is in the form of a planned training in partnership with the Cipayung sub-district as part of the university's development efforts, involving an Obstetrician-Gynecologist doctor. The target audience includes lecturers, students, and the general public from all over Indonesia, with a total of 238 participants, including professors, students, nurses, midwives, and the public. Participants comprehend the provided material, engage in discussions, and pose questions about women's reproductive health from an economic perspective.Keywords: Community Service Program (PKM), Reproductive Health, Economy, Women.
Characteristics of Tamarind Seed Biochar at Different Pyrolysis Temperatures as Waste Management Strategy: Experiments and Bibliometric Analysis Ali Rahmat; Sutiharni Sutiharni; Yetti Elfina; Yusnaini Yusnaini; Hadidjah Latuponu; Faidliyah Nilna Minah; Yeny Sulistyowati; Abdul Mutolib
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 8, No 3 (2023): (ONLINE FIRST) IJOST: December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v8i3.63500

Abstract

Household activities and beverage industries that use tamarind often generate waste in the form of tamarind seeds. Tamarind seeds account for approximately 40% of the total weight of the fruit. If these tamarind seeds are not properly managed, they end up as waste with no economic or other benefits. One effective waste management strategy is to convert tamarind seeds into biochar. This research aims to examine the characteristics of biochar produced from tamarind seeds at different pyrolysis temperatures. The results indicate that as the pyrolysis temperature increases, the fixed carbon content also increases. Pores begin to form on the surface of the biochar at a temperature of 400°C. We have identified functional groups such as C-H, O-H, C≡N, C≡C, C=C, C=O, CH3, C-O, and C-C in the biochar. The dominant elements in tamarind seed biochar are K2O, CaO, P2O5, SO3, and MgO, which are part of macronutrients and alkaline elements with the potential to improve soil quality as soil amendments.