Iwan Junaedi
Universitas Negeri Semarang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBANDINGAN KURIKULUM MATEMATIKA KELAS V-VI DI INDONESIA DAN IRLANDIA Nuhyal Ulia; Iwan Junaedi; Mulyono Mulyono
Euclid Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.528 KB) | DOI: 10.33603/e.v9i1.5383

Abstract

Kurikulum menjadi hal yang sangat penting bahkan dapat menunjukkan keberhasilan suatu negara. Perubahan kurikulum dilakukan dengan tujuan untuk perbaikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Lembaga evaluasi tingkat internasional seperti PISA dan TIMSS menjadi acuan dalam mengembangkan kurikulum. Berdasarkan hasil PISA 2018 diperoleh Indonesia berada pada peringkat 74 sedangkan Irlandia pada peringkat 8. Sedangkan hasil TIMSS 2015 menggambarkan Indonesia berada pada peringkat 44 sedangkan Irlandia pada peringkat 9. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan kurikulum matematika kelas V-VI di Irlandia dan Indonesia ditinjau dari tujuan dan struktur kurikulum pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan studi literature terkait dokumen kurikulum di Indonesia dan Irlandia. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi berupa dokumen kurikulum, peratudan dan undang-undang,  dan hasil penelitian dari artikel jurnal yang relevan. Struktur kurikulum matematika kelas V-VI di Indonesia adalah bilangan, geometri, pengukuran, dan pengolahan data. Sedangkan di Irlandia meliputi bilangan, aljabar, bangun dan ruang, pengukuran dan data. Kompetensi yang dikembangkan pada matematika dasar di Irlandia yaitu mengembangkan sikap positif matematika, pemecahan masalah, pemahaman konsep matematika, kemahiran dan ketrampilan dasar matematika, dan komunikasi matematika. Sedangkan di Indonesia yaitu Pemahaman konsep, komunikasi, penalaran, sikap menghargai matematika dan pemecahan masalah.
Students' Mathematical Problem Solving Ability in terms of Independent Learning in the Eliciting Activities Model (MEAs) Anisa Rima Auliya; Iwan Junaedi; Bambang Eko Susilo
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 6 No 2 (2022): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.71 KB) | DOI: 10.31331/medivesveteran.v6i2.2140

Abstract

This study aims to describe the mathematical problem-solving ability of class VIII B students in learning independence in the Eliciting Activities Model (MEAs). This research method uses the descriptive qualitative method. The research subjects were students of class VIII B of MTs Muhammadiyah 7 Purbalingga, which consisted of two students for each category. The data in this study were taken with a problem-solving ability test and a learning independence questionnaire, which was processed through three stages: data reduction, data processing, and concluding. This study concludes that the mathematical problem-solving ability of class VIII B students is included in the medium category. Likewise, students' learning independence is included in the medium category. Therefore, there is a relationship between learning independence and mathematical problem-solving abilities of class VIII B students in Eliciting Activities Model (MEAs) for flat-sided building materials. Keywords: mathematical problem-solving ability, self-regulated learning.
Proses Berpikir Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Persepektif Gender Wahyu Ridlo Purwanto; Y L Sukestiyarno; Iwan Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir merupakan proses dinamis yang terjadi dalam setiap aktivitas mental seseorang yang berfungsi untuk memformulasikan atau memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mencari pemahaman terhadap sesuatu. Proses berfikir sangat dibutuhkan dalam memecahkan masalah, karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian materi persamaan linier dua variabel siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman yang berbeda-beda. Pola pikir yang menandai dalam memecahkan masalah adalah pola pikir yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis dan kreatif. Masing-masing siswa mempunyai pola pikir yang berbeda dalam menyusun dan mengolah informasi pada materi persamaan linier dua variabel bisa dikarenakan perbedaan gender pada siswa. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis beberapa hasil penelitian tentang proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perspektif gender. Metodologi yang digunakan adalah studi kepustakaan. Penelitian ini menemukan bukti perbedaan strategi yang digunakan anak laki-laki dan anak perempuan, bahkan untuk menyelesaikan soal masalah.
Pengembangan Media Pembelajaran Schoology Berbantuan Software Geogebra Materi Transformasi Geometri Kelas XI di Era Industri 4.0 Wahyu Ning Dewi Kumalaretna; Kartono Kartono; Iwan Junaedi; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0, kegiatan pembelajaran dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan lulusan berkualitas bagi generasi masa depan. Kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dimana saja, seperti dengan memanfaatkan teknologi digital, big data, dimana bahan pembelajaran telah masuk ke dalam big data. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan proses dan mengetahui pengembangan media pembelajaran produk perangkat lunak Schoology interaktif matematika berbasis Geogebra di era industri 4.0 tentang transformasi geometri di kelas XI SMK Tunas Harapan Pati. Penelitian ini adalah penelitian yang berbasis pengembangan pada pengembangan model 4D yang dijelaskan oleh Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap, yaitu define, design, mengembangkan dan menyebarluaskan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Tunas Harapan Pati jurusan Teknik Komputer Jaringan dengan jumlah siswa 1 kelas adalah 40 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan validasi model lembar dari 3 validator, wawancara guru, quetioner pengguna dan tes skor siswa. Hasilnya adalah dianalisis dalam bentuk deskriptif hasil penelitian, hasil tingkat validitas media adalah 93% atau dalam dengan kata lain tingkat prevalensi berada dalam kategori "Tinggi", tingkat praktis dilihat dari siswa kuisioner aktivitas meneliti 84,2% atau dapat dikategorikan “Baik” dan tingkat efektifitas 81,25% termasuk dalam kriteria “Praktis”, sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak untuk itu diuji.
Deskripsi Analisis Kesalahan Siswa dalam Memecahkan Masalah Aljabar berdasarkan NEA Erina Siskawati; Zaenuri Zaenuri; Budi Waluyo; Iwan Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika problem solving materi aljabar berdasar Newman Error Analysis (NEA) beserta scaffoldingnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Asy-Syifa Balikpapan pada kelas VII. Data hasil tes dijadikan sebagai data awal. Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap empat subjek penelitian dan diberi scaffolding bila melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal problem solving materi aljabar Subjek penelitian sebanyak 4 siswa, dua putri (AR dan MMS) dan dua putra (MFS dan MMS). Metode pengambilan data adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian adalah kesalahan reading yang dilakukan subjek pada soal nomor empat. Subjek melakukan kesalahan transformasion pada soal nomor satu dan tiga. Kesalahan yang dilakukan subjek pada process skill untuk soal nomor dua. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis bentuk-bentuk kesalahan siswa MTs Asy-Syifa Balikpapan kelas VII dalam menyelesaikan soal problem solving materi Aljabar berdasar Newman Error Analysis (NEA) adalah pada tahapan membaca (reading), yaitu siswa tidak menuliskan yang diketahui dengan benar. Pada tahapan transformasion (pemahaman), subjek salah dalam menuliskan rumus yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal. Pada tahap process skill (kemampuan proses) subjek masih melakukan kesalahan yaitu tidak melakukan tahapan matematis, salah dalam memanipulasi variabel atau bilangan, dan mengoperasikan aljabar.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Calon Guru Ditinjau dari Metakognitif pada Materi Kalkulus Diferensial Eko Andy Purnomo; YL Sukestiyarno; Iwan Junaedi; Arief Agoestanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dalam pemecahan masalah disebabkan oleh mahasiswa tidak memaksimalkan kemampuan metakognitif. Jika seseorang memiliki kemampuan metakognitif yang baik, maka akan lebih mudah dan tepat dalam pemecahan masalah. Berdasarkan observasi dilapangan ditemukan banyak mahasiswa mengalami kegagalan dalam menyelesaikan masalah. Pada penelitian ini bertujuan mendeskrepsikan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari metakognitif. Sampel penelitian diambil mahasiswa prodi pendidikan matematika FMIPA UNIMUS yang terdiri dari mahasiswa kemampua tinggi, sedang dan rendah. Proses metakognitif pada penelitian ini terdiri 3 tahap diantaranya planning, monitoring, dan checking. Pengumpulan data dengan triangulasi data yaitu tes evaluasi, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data terdiri dari reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa berkemampuan tinggi dapat melakukan semua proses metakognitif, mahasiswa berkemampuan sedang dapat melakukan sebagian besar proses kognitif dan mahasiswa kemampuan rendah hanya mampu melakukan sedikit proses kognitif. Proses metakognitif yang tidak dilakukan pada memilih strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah (I4) dan memilih strategi perbaikan yang tepat (I7). Berdasarkan penelitian diharapkan mahasiswa dapat mengoptimalkan metakognitif dalam pemecahan masalah. Penelitian selanjutnya bagaimana mengoptimalkan metakognitif dalam pemecahan masalah.
Penggunaan Model Problem Solving Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Iman Solahudin; Kartono Kartono; Iwan Junaedi; Nuriana Rachmadi Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca pandemic covid-19 berdampak pada sektor Pendidikan di berbagai dunia, salah satunya Indonesia. Dampak yang fundamental yaitu kesulitan guru dalam memberikan penilaian matematika secara komprehensif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan maslaah siswa serta mengukur keefektifan model Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan sampel sebanyak 20 orang siswa pada salah satu sekolah di Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data menggunakan Tes dan Wawancara. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan Uji Hipotesis, skor siswa memiliki perbedaan rata-rata antara Pretest dan Postest, yaitu 90,12 untuk rata-rata Postes dan 80,75 rata-rata skor Prestes, berdasrkan uji Paired Tes terlihat nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, bermakna bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara Pretest dan Postest. Dengan demikian model problem-solving Efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Literasi Numerasi dan Berpikir Kritis: Systematic Literature Review Kintoko Kintoko; St. Budi Waluya; Iwan Junaedi; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama dekade terakhir telah diserukan pembelajaran Abad 21 yang lebih fokus pada literasi, penalaran, dan berpikir kritis. Salah satu argumen utamanya adalah pendekatan tradisional yang berfokus pada keterampilan, prosedur, dan perhitungan, tidak mengarahkan siswa untuk bernalar atau berpikir kritis. Metode Systematic Literature Review dengan analisis bibliometrik digunakan untuk memetakan tren penelitian terkait literasi, penalaran, dan berpikir kritis dengan menganalisis dokumen secara komprehensif pada database Scopus periode 2012-2022. Terdapat lima tahapan penelitian ini, yaitu penentuan kata kunci, pencarian data, pemilihan dokumen, validasi data, dan analisis data. Hanya dokumen berupa artikel yang diterbitkan dalam jurnal yang digunakan. Biblioshiny dan NVivo digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi, penalaran, dan berpikir kritis telah menarik perhatian komunitas global. Jumlah publikasi meningkat signifikan mulai 2012, yang diiringi banyak sitasi. Amerika Serikat adalah negara terproduktif, diikuti Indonesia dan China. Indonesia telah mempublikasikan 35 artikel, dan sudah memiliki sitasi sebanyak 7 sitasi dan hanya 2 artikel sebagai penulis korespondensi. Penulis terproduktif dengan h-indeks tertinggi, yaitu Asari Ar. Pondasi pengetahuan yang kokoh telah dibangun oleh Pfannkuch dan Wild. University of Tasmania fokus meneliti topik ini, disusul University of California dan University of Haifa. Di Indonesia, 8 universitas meneliti topik ini, namun jumlahnya masih sedikit. Hal ini berarti masih terbuka peluang besar, topik ini untuk diteliti. Kata kunci terbanyak digunakan dalam artikel adalah “mathematic literacy”. Kata kunci baru yang masih tren adalah “engenering education research”. Pada peta tematik, terdapat sepuluh kluster. Kluster “engenering education” dan “engenering” merupakan tema motorik. Kluster “education”, “human geography”, “students”, “cybernetyc”, dan “geophysics” merupakan tema dasar. Kluster “critical thinking” dan “sustainable development” merupakan tema periferal. Kluster “human” merupakan tema khusus. Berdasarkan hal tersebut, tren penelitian terkini yaitu kolaboratif learning. Tema pendidikan memuat topik pembelajaran kolaboratif, critical learning, human, sedangkan tema statistika memuat topik asesmen, matematika, pendidikan tinggi, metode penelitian, dan pendidikan guru. Topik-topik ini hendaknya mendapat perhatian lebih untuk diteliti selanjutnya untuk melengkapi puzzle pengetahuan. Sumber primer terkait topik ini yaitu international journal of Scientific and technologi, international journal of Mathematical education in, Teaching Statistics, dan Eurasia Jurnal of mathematics, science and techno.
The Creative Thinking Process of Mathematics Education Students Based on the Wallas Thinking Stage in terms of Student Learning Barriers Lukmanul Akhsani; Iwan Junaedi; Tri Sri Noor Asih
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numerical methods are a course that studies mathematical problem solving in a systematic way using numbers. Students still have obstacles in learning numerical methods. These obstacles occur in the mental preparation of students in attending lectures, the lecture process carried out by lecturers and students' academic abilities. The purpose of this study is to describe the creative thinking process of students based on the Wallas stage. The method used is qualitative. respondents are students of prospective mathematics teachers. The data was obtained by testing the ability to think creatively. The test results were analyzed by looking at the creative thinking process according to Wallas, namely preparation, incubation, illumination, and verification. Furthermore, an analysis of test answers and in-depth interviews was carried out based on student learning barriers based on the obstacles faced. Interviews were conducted to students who have high, medium and low learning barriers. In general, students have obstacles in the creative thinking process, namely students only use the method of completion without understanding its meaning. This happens because students do not understand the concept well. As a result, students will not be able to solve problems from the lecturer properly if the form or illustration of the questions is changed.
A Meta-Analysis On The Effect Of Ethnomathematics To Students’ Ability In Geometry Wahyu Ridlo Purwanto; Zaenuri Zaenuri; Wardono Wardono; Iwan Junaedi
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometry skills are fundamental in studying mathematics in three dimensions. In schools, it is expected to make schemes of methods and solutions so that students in junior high school can more easily understand geometry lessons by providing tangible examples in students' environments. One of the solution keys to mathematics lessons, especially in geometry, is to combine it with ethnomathematics. In this study, a meta-analysis is reviewed to present an empirical synthesis of studies designed to deliver a systematic design of ethnomathematics related to the meta-analysis's geometric learning education submission, empirical studies are used on the analysis of journal articles from 2015-2021. This research is focused on empirical studies using mixs-methods this meta-analysis conduct to gain knowledge of ethnomathematics on the general effect of students' geometric skills. This method aims to examine and combine all pertinent studies, both published and unpublished, so that a weighted mean effect size would be derived. This meta-analysis aims to review the quantitative results of empirical studies of the effect of ethnomathematics in conveying students' geometric abilities The results of this study are statistically significant with small mean scores on effect sizes and heterogeneity test results between studies. Linear models are used to describe the independent variables that affect all effect sizes. The meta-analysis results were obtained. The effect of ethnomathematics has a positive impact on learning geometry in secondary schools. Ethnomathematics can be used as a solution to learning geometry to improve students' geometry skills.