p-Index From 2021 - 2026
5.766
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Proceeding International Conference on Information Technology and Business International conference on Information Technology and Business (ICITB) EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Sosio Konsepsia Naditira Widya Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Sebatik KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Administrasi dan Manajemen DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendekia Niaga Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat International Journal of Multi Discipline Science (IJ-MDS) Jurnal Ekonomi Indo-MathEdu Intellectuals Journal Journal of Education Research Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra Jurnal Inovasi Pembangunan ETAM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Transformasi: Journal of Economics and Business Management Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) Jurnal Pengabdian Bukit Pengharapan Mount Hope Management International Journal Naditira Widya
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENERAPAN SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING (STP) DAN PROMOSI PEMASARAN SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN PERKEMBANGAN UMKM KOTA BENGKAYANG Blasius Manggu; Sabinus Beni
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.329 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pentingnya segmentasi, tergenting, positioning dan promosi pemasaran pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota Bengkayang, sehingga dapat memudahkan menyusun strategi pemasaran. Pasar dapat dipetakan berdasarkan geografis, demografis, kelas ekonomi, psikografis. Membidik pasar mana yang dituju agar program pemasaran perusahaan sesuai dengan karakteristik. Penempatan produk di benak konsumen melalui kinerja produk, pelayanan, harga, inovasi produk agar konsumen selalu menggunakan produk kita. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kota Bengkayang terdiri dari bermacam macam jenis usaha dan selama ini usaha yang mereka jalankan belum fokus pada target market berdasarkan karakteristik wilayah, demografi, psikografis, pasar yang dituju belum terarah masih memusatkan pada pasar secara menyeluruh, sementara dalam melayani pasar produk yang diunggulkan masing-masing UMKM masih kurang, kualitas pelayanan masih terbatas. Program pemasaran dalam segi promosi belum begitu dijalankan dengan baik, karena minimnya pengetahuan dan strategi yang dijalankan untuk menghadapi pasar masih sebatas jual dan laku belum mengarah kepada pengembangan usaha untuk bersaing. Jenis penelitian ini dengan pendekatan kualitatif, sedangkan metode dalam penelitian ini yaitu dengan melaksanakan observasi ke lapangan, dengan mendatangi beberapa UMKM yang bergerak di bidang usaha dagang, jasa keuangan, toko kelontong, kedai kopi, sebagai sampel, serta studi literatur, dokumentasi, sehinga dapat diperoleh data untuk dianalisis guna mengetahui penerapan segmentasi, targeting, positioning dan promosi pemasaran untuk meningkatkan perkembangan UMKM di kota Bengkayang.
PENYULUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PERENCANAAN USAHA DI DESA BANI AMAS KECAMATAN BENGKAYANG Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1748

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Aula Kantor Desa Bani Amas Kecamatan Bengkayang Kalimantan Barat bagi keluarga pra sejahtera  dan aparatur desa di Desa Bani Amas. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga, tidak adanya pemisahan keuangan untuk konsumsi dan tabungan keluarga serta kesulitan dalam merencanakan usaha yang sesuai dengan kondisi perekonomian mitra. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dalam mengelola keuangan dan menyusun rencana usaha. Metode kegiatan ini adalah dengan kegiatan penyuluhan tatap muka yang dilakukan selama satu hari efektif terbagi dalam empat sesi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan evaluasi untuk mengetahui hasil kegiatan dalam mengatasi permasalahan mitra. Hasil kegiatan ini berdasarkan evaluasi diketahui bahwa sebanyak 71% atau 45 orang dari 64 orang peserta memahami materi dan siap menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dengan menabung minimal 10% dari total penghasilan dan ingin membuka kebun, ada yang ingin membuka kebun jagung dan ada yang membuka kebun sayur. Sebanyak 19 orang tidak atau belum memahami, hal tersebut dikarenakan beberapa diantaranya masih ingin berada pada zona nyaman menerima bantuan pemerintah. Komitmen pemerintah Desa Bani Amas pada tahun 2021 untuk menganggarkan dari dana desa untuk kegiatan pemberdayaan pendampingan usaha produktif masyarakat
PENDAMPINGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DI KECAMATAN BENGKAYANG KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v4i1.828

Abstract

Community service activities are carried out in Bani Amas Village, Bengkayang District, West Kalimantan with the aim of poor families receiving conditional assistance. Hopeful Family Program with the aim of this community partnership program is to provide training and assistance in the establishment of joint business groups (KUBE) families of beneficiaries of the Hope Family Program. (PKH) in Bengkayang Subdistrict continuously both in terms of the process of making proposals to the operation of KUBE. The phenomenon that occurs from the first time the activities are carried out until the end of the effective six-month mentoring activity, families of beneficiaries of the Hope Family Program (PKH) have not been able to move further to achieve independence as has been envisioned by the Ministry of Social Affairs by fostering a spirit of entrepreneurship through joint business groups (KUBE). The partner of the community partnership program is the formation of 11 (eleven) Joint Business Groups (KUBE) of the Bengkayang District Family Hope Program in Bengkayang Regency to assist in making KUBE assistance proposals ready to be submitted to the Ministry of Social Affairs through the Bengkayang Regency Social Service. The partnership method used is providing training in the form of lectures, tutorials and discussions as well as making business proposals.
POS INTAI BELANDA BUKIT VAN DERING SERUKAM SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA SEJARAH DI BUMI SEBALO [DUTCH FORTRESS VAN DERING HILLS AS A HISTORICAL TOURISM AREA IN BUMI SEBALO] Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo; Tomas Aquino
Naditira Widya Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v15i2.446

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, yaitu di lokasi Pos Intai Belanda Bukit Van Dering. Keberadaan pos intai tersebut masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat baik yang berada di sekitar Kabupaten Bengkayang maupun di luar daerah Kabupaten Bengkayang. Saat ini, kondisi bangunan pos intai cukup memprihatinkan dan terkesan dilupakan keberadaannya baik oleh masyarakat mapun pemerintah setempat. Tujuan penelitian untuk memahami rencana pemugaran kawasan Pos Intai Belanda Bukit Van Dering di Serukam sebagai kawasan pariwisata peninggalan sejarah kolonial Belanda di Bumi Sebalo Bengkayang. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terkait Pos Intai Belanda terhadap narasumber yang dapat dipercaya serta ditunjang dengan data dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya perhatian pemerintah dalam menginventarisasi dan merevitalisasi peninggalan sejarah Pos Intai Belanda di Bukit Van Dering Serukam serta belum ada upaya untuk memperkenalkan kawasan pariwisata sejarah Pos Intai Bukit Van Dering. Lokasi Pos Intai tersebut berada pada kawasan Bukit Van Dering dengan keindahan alam sangat alami dan lestari yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan pariwisata khas Kabupaten Bengkayang tetapi belum tersentuh oleh pembangunan pariwisata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa harus ada kerjasama dengan pelibatan setiap unsur pemangku kepentingan dalam upaya merevitalisasi situs Pos Intai Van Dering, serta dapat memanfaatkannya sebagai sumberdaya pariwisata dan materi pembelajaran muatan lokal di Kabupaten Bengkayang.The research was conducted in Dusun Serukam, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang in the Province of West Kalimantan, which was at the location of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering. Not many people, either in or outside Bengkayang, know about the existence of this lookout post. Presently, the condition of the construction of the lookout post is devastating and seems to have been forgotten by the community and the local government. The objective of this study was to determine the plan to restore the area of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam as a tourism area of the Dutch colonial history and heritage of Bumi Sebalo in Bengkayang. This research used a qualitative method and carried out by in-depth interviews related to the Dutch Lookout Post and supported by data obtained from relevant agencies. The results suggest that the government has not conducted inventory and revitalization of the Dutch Lookout Post of Bukit Van Dering in Serukam. There has not been attempt also to introduce this historical tourism area. The lookout post was built on Bukit Van Dering surrounded by natural beauty and potential for the development of a tourism area.
PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Sabinus Beni; Blasius Manggu
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Vol 3, No 2 (2018): JURKAMI
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.926 KB) | DOI: 10.31932/jpe.v3i2.341

Abstract

Abstrak: Persentase Penduduk  Miskin di Kabupaten Bengkayang periode tahun 2015-2017 mengalami kenaikan secara terus menerus. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang tahun 2017 Persentase Penduduk Miskin menduduki urutan ke 8 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bengkayang Desa Setia Budi dan Desa Bani Amas. Tujuan dari Penelitian ini untuk mngetahui Program Keluarga Harapan dalam pengentasan Kemiskinan dengan menumbuhkan jiwa wirausaha melalui Kelompok Usaha Bersama menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan efektif untuk mengentaskan kemiskinan dalam jangka panjang melalui pembangunan Sumber Daya Manusia. Data Keluarga Penerima Manfaat sebaiknya dilakukan penyesuaian berdasarkan kondisi di lapangan yang divalidasi oleh pendamping sosial kecamatan serta disahkan oleh kepala desa.Kata Kunci: Kemiskinan, Pemberdayaan, Kewirausahaan,Pembangunan Manusia
MODAL SOSIAL SEBAGAI SUATU ASPEK DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Sabinus Beni; Blasius Manggu; Sensusiana Sensusiana
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Vol 3, No 1 (2018): JURKAMI
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.544 KB) | DOI: 10.31932/jpe.v3i1.155

Abstract

Credit Union (CU) merupakan bagian dari Koperasi Simpan Pinjam, dimana CU bernaung dibawah Induk Koperasi Kredit (Inkopdit). Pada tahun 1852 dan 1864 koperasi ini kemudian dikembangkan oleh Herman Schulze Delitzsch dan Friedrich Wilhelm Raiffeisen menjadi Credit Union (CU).Pada tahun 1975 mulai diperkenalkan Credit Union ke Kalimantan Barat oleh CUCO Indonesia (Credit Union Counselling Office) yang berpusat di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan menjelaskan modal sosial sebagai suatu aspek dalam rangka pemberdayaan masyarakat di dalam Credit Union Bonaventura Tempat Pelayanan Ledo serta usaha mereka dalam memberdayakan para anggotanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Credit Union Bonaventura Tempat Pelayanan Ledo, dengan waktu penelitian mulai bulan Januari 2017 sampai bulan Desember 2017. Populasi target penelitian adalah anggota, calon anggota, masyarakat umum, pengurus, dan manajemen Credit Union Bonaventura TP Ledo. Teknikdalammenentukansumber data primer atau informan adalah purposive sampling melalui key person. Kata Kunci: Credit Union, Modal Sosial, Pemberdayaan Masyarakat
PKM PENDAMPINGAN USAHA KECIL PEDAGANG KAKI LIMA (KASUS PEDAGANG DI KOTA BENGKAYANG) Blasius Manggu; Sabinus Beni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i1.880

Abstract

Kehadiran pedagang kaki lima (PKL) kadang dapat meresahkan warga dan pemerintah, teapi kehadiran mereka juga dapat berkontribusi dalam menggerakan ekonomi suatu daerah. Minimnya sumber daya yang dimiliki oleh para pedagang kaki lima dapat membuat usahanya kurang begitu berkembang. Kegiatan Pendampingan para PKL diharapakn dapat berguna demi kelangsungan usaha dan mendapatkan pengetahua dalam berwirausaha. Pedaganag kaki lima di kawawan kota Bengkayang berjumlah 300 yang terdiri dari pedagang kuliner khas kearifan lokal, warung tenda makan, barang klontongan, kue tradisional, martabak, aneka gorengan, kedai roti,burger, mie ayam bakso, pedagang sayuran, buah-buahan, minuman ringan, perabot rumah tangga, helm, peralatan tukang bangunan, sol. Pedaganag kaki lima di kawawan kota Bengkayang berjumlah 300 yang terdiri dari pedagang kuliner khas kearifan lokal, warung tenda makan, barang klontongan, kue tradisional, martabak, aneka gorengan, kedai roti,burger, mie ayam bakso, pedagang sayuran, buah-buahan, minuman ringan, perabot rumah tangga, helm, peralatan tukang bangunan, sol. Pendampingan dalam mengelola manajemen keuagan usaha, agar laporan keuangan hasil usaha tercatat dengan baik, pendampingan dalam memasarkan hasil usaha agar para pembeli semakin banyak, pendampingan dalam penggunaan teknologi informasi, agar para pedagang kaki lima dapat bersaing dengan pedagang lainya.
Revitalisasi Cagar Budaya untuk Pengembangan Pariwisata di Kawasan van Dering Serukam Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo; Thomas Aquino
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.199

Abstract

ENGLISHThe hilltop is located at van Dering Hill commonly named van Dering Fortress by the nearest communities in Serukam Hamlet, Pasti Jaya Village, Samalatan Sub-district, Bengkayang District. This research aimed to describe the revitalization process of van Dering Fortress. This study used a qualitative approach. It carried on in the van Dering Serukam tourism area. Primary data were collected through interviews with community elders, village leader, and sub-district head. Next, the data were analyzed qualitatively. This study resulted that van Dering Fortress was broken about 90%. It happened for a long time since the Dutch have not left Serukam yet. Both local and central government have not yet to pay attention to van Dering Hilltop as a cultural heritage. The landowner of the location of Dutch Hilltop finally built a house on the foothill. This cultural heritage abandonment caused the loss of historical asset during Dutch colonization. Van Dering revitalization was assumed to bring positive impacts for tourism development in Bengkayang District. Then, it could increase the local government income, so that it can support economic growth and local development. INDONESIAPos intai Belanda yang terletak di Bukit Van Dering biasa disebut Benteng van Dering oleh masyarakat Dusun Se-rukam merupakan salah satu peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalatan, Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian adalah menggambarkan upaya revitalisasi Benteng van Dering. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di kawasan wisata van Dering Serukam. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan para tetua adat, kepala desa, dan camat. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cagar budaya Benteng van Dering berada pada kondisi rusak. Kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama, dimana 90% Benteng van Dering sudah hancur, bahkan sebelum Belanda meninggalkan Dusun Serukam. Pemerintah, baik pusat maupun daerah belum memberikan perhatian terhadap revi-talisasi Benteng van Dering sebagai kawasan cagar budaya sejarah. Pemilik lahan tempat berlokasinya pos intai Bel-anda pada akhirnya membangun rumah di bawah kaki bukit. Apabila kondisi tersebut terus terjadi, dapat berdampak hilangnya jejak keberadaan aset bersejarah periode penjajahan Belanda. Revitalisasi Benteng van Dering di Bukit van Dering diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Bengkayang. Se-lanjutnya, hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga mendukung pembangunan dan pertum-buhan ekonomi.
Healthy and Smart Generation Program in Poverty Eradication Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2017: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 3
Publisher : Proceeding International Conference on Information Technology and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of poverty is still ensnare the Indonesian nation. Therefore, the government is moving to address the problem by issuing a continued reduction programs are Healthy and Smart Generation Program. The program is more focused on health and education is an important factor in influencing the level of welfare of a community. The problem of this research is how the match between the process of implementation of Healthy and Smart Generation Program 2016 conducted in the District Seluas Bengkayang with Operational Technical Guidelines. The concept used in this study is the evaluation. Type of this research is descriptive qualitative data. Informants consisted of: Chairman and Treasurer of the Project Management Unit, Facilitators, Fasilitator, Kader Village Community Empowerment, Regulatory and 5 beneficiaries. The evaluation of Healthy and Smart Generation Program in the district Shouts Bengkayang rated 5 stars indicators contained in the Technical Instructions of Operations, namely: the level of partiality to the poor, siding with women, concern for the future of children, transparency, accountability, participation and decentralization. The results of the evaluation in the District Seluas Bengkayang can be said to have not been successful, because there are still many who have not been in accordance with the Technical Guidelines OperationalKeywords: Poverty, Healthy, Smart.
The Contributions Allocations And The Village Fund To Improve The Economic Growth Of The Village Community In The District Of Ledo Blasius Manggu; Sabinus Beni
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2017: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 3
Publisher : Proceeding International Conference on Information Technology and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village Allocation Funds and Rural Fund to improve the Community Economic Growth in Sub Ledo Bengkayang. This study Aimed to find out how big a contribution Village Allocation Fund and the Village Fund, in enhancing the economic growth of rural communities as well as obstacles in the face. The collection of data was done by library research, field research such as observation, interviews and document verification. This study uses qualitative analysis of data. Researchers used this approach to get a comprehensive, picture of Village Allocation Fund Contributions, Dana village in District Ledo, Bengkayang. Keywords: Village Allocation Fund, Economic Growth, and Rural