Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penerapan Metode Earned Value Dalam Analisis Kinerja Biaya dan Waktu Proyek Konstruksi RSU. Vina Estetica Utami, Adita; Ginting, Aryawitra Y
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2023.v4i2.5042

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja proyek konstruksi berdasarkan penggunaan anggaran dengan metode earned value. Tujuannya adalah menilai besarnya anggaran, progres, dan waktu dalam proyek pada periode tertentu. Metode earned value diterapkan menggunakan MS Project dan MS Excel untuk mengontrol biaya dan waktu. Data meliputi laporan belanja, pencapaian kinerja, RAB, dan gambar teknik hingga minggu ke-55. Hasil analisis earned value menggunakan MS Project dan MS Excel menunjukkan tidak ada keterlambatan, dengan nilai ETS 3 minggu, sejalan dengan durasi pekerjaan hingga minggu ke-58. Nilai ACWP dari MS Project dan MS Excel adalah Rp 2,853,590,751 dan Rp 2,842,986,148. Keuntungan diperoleh melalui variabel CV, yaitu Rp 627,382,487 (MS Excel) dan Rp 622,159,839 (MS Project). Kesimpulannya, kinerja proyek tidak terlambat dan anggaran yang digunakan lebih rendah dari yang direncanakan, terlihat dari nilai BCWP Rp 3,476,303,225 (MS Excel) dan Rp 3,475,750,590 (MS Project). Dengan pencapaian kinerja 88.34%, variabel BCWS menunjukkan anggaran seharusnya sebesar Rp 3,752,341,036 (MS Excel) dan Rp 3,812,355,239 (MS Project). Nilai ACWP lebih rendah dari BCWS, menghasilkan keuntungan proyek. Hasil analisis perbedaan nilai antara MS Excel dan MS Project dijelaskan dalam laporan. Penelitian ini menyoroti pemanfaatan metode earned value dengan dukungan MS Project dan MS Excel untuk mengontrol biaya dan waktu dalam proyek konstruksi, memastikan penyelesaian tepat waktu dan sesuai anggaran.
ANALISIS KINERJA JALAN BOURAQ KOTA TANGERANG AKIBAT PENERAPAN SISTEM SATU ARAH (SSA) Nathanael Soarota; Adita Utami
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1446

Abstract

Kota Tangerang sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara tidak luput dari masalah kemacetan. Salah satu langkah yang dilakukan dalam mengatasi kemacetan adalah dengan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) pada Jalan Bouraq  dan Jalan Daan Mogot. Namun penerapan SSA mengakibatkan perubahan pola pergerakan yang ada sehingga mempengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja Jalan Bouraq sebelum dan sesudah penerapan SSA, meramalkan kinerja jalan 5 tahun mendatang serta mengetahui kinerja pada skenario pelebaran jalan. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu PKJI 2014. Hasil dari penelitian diketahui penerapan SSA menyebabkan penurunan kinerja pada Jalan Bouraq. Awalnya derajat kejenuhan didapatkan sebesar 0,61 namun setelah SSA diterapkan meningkat menjadi 1,397. Terjadi penurunan kecepatan dimana sebelum penerapan SSA didapat sebesar 24,2 km/jam kemudian menurun menjadi 7,48 km/jam. Hal tersebut mempengaruhi waktu tempuh dimana sebelumnya Jalan Bouraq dapat ditempuh dalam 0,107 jam namun meningkat menjadi 0,347 jam. Berdasarkan analisis diperkirakan volume lalu lintas dalam 5 tahun mendatang mencapai 4.459 skr/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 1,54. Untuk mengakomodasi volume lalu lintas 5 tahun mendatang, skenario pelebaran jalan Bouraq hingga 12 m dapat meningkatkan kapasitas sebesar 5.708 skr/jam dan menghasilkan derajat kejenuhan sebesar 0,71.
ANALISIS MANAJEMEN LALU LINTAS KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PKJI 2014 (STUDI KASUS JL. CIPUTAT RAYA, PONDON PINANG) Dayan Aditya; Adita Utami
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i1.2338

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manajemen lalu lintas jalan simpang bersinyal yang berlokasi di Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang. Persimpangan ini berada di daerah komersil dengan arus lalu lintas yang tinggi, sehingga menimbulkan antrean kendaraan dan kemacetan pada jam sibuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar kinerja simpang bersinyal serta memberikan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Hasil dari penelitian ini didapatkan, untuk kinerja simpang eksisting bahwa tingkat pelayanan simpang berada dalam golongan F (Buruk Sekali) ditandai tundaan simpang rata-rata sebesar 433,82 det/skr dan derajat kejenuhan pada masing-masing lengan simpang untuk arah Bintaro, Pondok Indah, dan Lebak Bulus sebesar 1,95 dan untuk arah Kebayoran sebesar 1,89. Namun, setelah dilakukan peningkatan kinerja simpang berupa perencanaan underpass, nilai derajat kejenuhan mengalami penurunan yang signifikan yaitu untuk arah Bintaro sebesar 0,35, arah Kebayoran sebesar 0,20, arah Pondok Indah sebesar 0,47, dan arah Lebak Bulus sebesar 0,23 dan tingkat pelayanan simpang menjadi B (Baik)
Pemanfaatan Kincir Angin Sebagai Sumber Listrik Pompa Fertilisasi Air Bersih dan Akses Penerangan di Desa Tanjung Seteko Kabupaten Ogan Ilir Utami, Adita; Hadi, Novi Trisman; M. Rizki
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer (ABDIKOM)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/abdikom.v3i1.10355

Abstract

Potensi energi keberlanjutan terus diupayakan demi keberlangsungan energi yang ramah lingkungan serta menciptakan inovasi yang dapat mendukung kemajuan daerah. Desa Tanjung Seteko merupakan desa yang terletak di Kabupaten Ogan Ilir. Potensi energi ramah lingkungan yang bisa dimanfaatkan adalah energi angin. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi bagi masyarakat Desa Tanjung Seteko menyediakan pasokan air bersih bagi masyarakat Desa Tanjung Seteko serta mewujudkan Indonesia sebagai penghasil energi ramah lingkungan. Metode implementasi juga dibagi dalam beberapa tahap yakni tahap pra Implementasi, implementasi dan pasca implementasi. Hasil implementasi yang telah dilakukan adalah mendirikan pembangit listrik tenaga angin sebagai sumber energi listrik mandiri untuk sarana dan prasarana Desa Tanjung Seteko, menyediakan akses penerangan desa menyediakan pasokan air bersih yang telah difilter yang didapatkan dari sumur desa setempat yang sebelumnya tidak bisa dikonsumsi karena berkarat, pemberian buku panduan inovasi kepada masyarakat setempat guna sebagai buku panduan inovasi. Inovasi proyek ini masih dapat dikembangkan di masa mendatang dengan membangun akses listrik menuju rumah warga dan juga penambahan generator kincir angin sebagai pembangkit listrik tenaga angin di desa-desa sekitar. Perluasan dan peningkatan listrik tentu saja membutuhkan dukungan dari semua pihak terkhusus pada pembangkit energi dalam negeri yang diharapkan dapat mendukung pembangunan energi ramah lingkungan di Desa Tanjung Seteko.
Evaluasi Beban Kendaraan Terhadap Derajat Kerusakan dan Umur Sisa Jalan (Studi Kasus: Jalan Pematang Raya-Siantar) Pasaribu, Ruhut Gerald; Utami, Adita
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2024.v5i2.6448

Abstract

Road damage due to excessive vehicle load on Pematang Raya - Siantar Road threatens regional transportation and economy. This study evaluates the relationship between vehicle load and road damage to recommend more effective supervision. Secondary and primary data are used to analyze traffic growth, excess load, Vehicle Damage Factor (VDF), degree of road damage, and remaining life of the road. The results showed that the micro truck vehicle type had the highest excess load percentage (33.96%). Pematang Raya - Siantar Road experienced a decrease in the design life of 2.43% per year under normal load conditions. Still, under actual load conditions, it showed a decrease in the design life of 25.36%, reducing the road life to 7.20 years with a truck factor (TF) value reaching 1.3. Based on the research results, it is recommended to improve supervision and implementation of the Heaviest Axle Load (MST), repair road pavement layers, conduct periodic socialization and raids, utilize sensor technology, and conduct economic analysis to determine the financial impact of road damage.
Analisis Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Menggunakan Metode Accident Rate Dan Equivalent Accident Number (EAN) Di Kota Magelang Muto'in, Naurahelmi Farihah; Utami, Adita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.1.60-67.2022

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk, berbanding lurus dengan peningkatan volume kendaraan. Semakin meningkatnya volume kendaraan dapat menyebabkan semakin tingginya kerawanan dan indikasi terjadinya kecelakaan lalu lintas Berdasarkan data SATLANTAS Polres Magelang Kota, jumlah kejadian kecelakaan pada tahun 2015 sebanyak 136 kejadian, tahun 2016 sebanyak 188 kejadian, tahun 2017 sebanyak 186 kejadian, tahun 2018 sebanyak 167 kejadian, tahun 2019 sebanyak 265 kejadian, dan tahun 2020 sebanyak 149 kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi  rawan kecelakaan (blacksite) serta titik rawan kecelakaan (blackspot)pada ruas jalan di kota Magelang . Metode yang digunakan yaitu Accident Rate untuk mengidentifikasi ruas jalan rawan kecelakaan dan Metode Equivalent Accident Number (EAN) sebagai identifikasi titik rawan kecelakaan. Hasil dari penelitian ini adalah titik rawan kecelakaan yang ditinjau pada ruas jalan Ahmad Yani berada di KM 3+800 – KM 4 dengan nilai accident rate sebesar 70,399 , ruas jalan Jenderal Sudirman berada di KM 0+600 – KM 0+800 dengan nilai accident rate sebesar 105,446, ruas jalan Urip Sumoharjo berada di KM 1+800 – KM 2 dengan nilai accident rate sebesar 78,283, ruas jalan Soekarno Hatta berada di KM 0+800 – KM 1 dengan nilai accident rate sebesar 47,424, dan ruas jalan Gatot Subroto berada di KM 1+200 – KM 1+400 dengan nilai accident rate sebesar 59,729.
Effect of Latex Rubber as Asphalt Additive to the Characteristics of AC-WC Mixture Sucipto, Prayogi Adi; Utami, Adita; Rahmatunnisa, Syifa Nurhaliza; Saputra, Syawaldi; Brawijaya, Brawijaya
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2023): EDISI SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v8i2.5143

Abstract

Quality improvement can be achieved by making innovations in the development of rubber asphalt material. This research was conducted to determine the effect of adding natural rubber as an additive to the wear-resistant Laston mixture (AC-WC). This study made 33 total samples, which were divided into 18 conventional asphalt mixtures and 15 rubber asphalt mixtures, with normal asphalt variations ranging from 5.5% - 8% and for rubber with variations of 5% - 7% of optimum asphalt weight, respectively each with an interval (0.5 %). It was mixed using a wet process. Based on the 2018 General Highways Specifications, Optimum Asphalt Content (OAC) was obtained at 7.5% and Optimum Rubber Content (ORC) at 6%. The test results for the stability and melting values of normal asphalt were 1786.22 kg and 3.56 mm, while the tests for the stability and melting values for rubber asphalt were 1181.22 kg and 3.6 mm. It can be interpreted that adding this rubber content increases the stability of the value 2x greater than the point where the stability value falls on the normal asphalt content variation of 8%. 
Congestion Charge Analysis for Private Vehicle Users in the Central Business District (Case Study: Jalan Pemuda-Pandanaran-Ahmad Yani, Semarang City) Utami, Adita; Qumara, Nadhiyah Ayu; Nurhidayat, Asep Yayat
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2023): EDISI MARET 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v8i1.4188

Abstract

Semarang, part of the Kedungsepur area, has a population of 1,656,564 with an average annual growth of 1.57%. The increase in population can increase the intensity of trips, so good transportation infrastructure is needed. The presence of the Central Business District (CBD) area in Semarang, precisely on Jalan Pemuda-Pandanaran-Ahmad Yani, often results in congestion. The purpose of this research was to provide recommendations for solutions in the form of a study on applying congestion charges to private vehicles to overcome congestion on the road. This research uses traffic analysis to determine the performance of existing roads using the PKJI 2014 method. After knowing the traffic performance, modeling the mode selection of private cars for BRT Trans Semarang was carried out using the logit binomial difference method. In this study, three travel attributes were considered influential in the choice of mode: travel time, congestion costs, and frequency. The private car utility equation for BRT Trans Semarang is obtained with a value of U=-11.3774-0.2639(X1)-0.0120(X2)-1.5403(X3). Based on the research results, a congestion charge of IDR 10,000 was obtained, with the percentage of private car users switching to BRT Trans Semarang at 79.8%. So implementing a congestion charge is considered adequate to reduce the congestion on the road.ABSTRAKKota Semarang merupakan bagian dari kawasan Kedungsepur memiliki 1.656.564 jiwa penduduk dengan pertumbuhan rata-rata tiap tahun sebesar 1,57%. Peningkatan jumlah penduduk tersebut berpotensi meningkatkan intensitas perjalanan, sehingga dibutuhkan sarana prasarana transportasi yang baik. Adanya Central Business District (CBD) kawasan di kota Semarang tepatnya di Jalan Pemuda-Pandanaran-Ahmad Yani sering mengakibatkan kemacetan. Sehingga tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi solusi berupa kajian penerapan congestion charge terhadap kendaraan mobil pribadi, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalan tersebut. Diawali dengan melakukan analisis lalu lintas untuk mengetahui kinerja ruas jalan eksisting dengan metode PKJI 2014. Selanjutnya setelah diketahui kinerja lalu lintasnya, dilakukan pemodelan pemilihan moda mobil pribadi terhadap BRT Trans Semarang dengan metode logit binomial selisih.  Penelitian ini menggunakan 3 atribut perjalanan yang dinilai berpengaruh dalam pemilihan moda yaitu waktu tempuh, biaya kemacetan, dan frekuensi. Didapatkan persamaan utilitas mobil pribadi terhadap BRT Trans Semarang dengan nilai U = - 11.3774 - 0.2639 (X1) - 0.0120 (X2) - 1.5403 (X3). Nilai congestion charge diperoleh Rp.10.000 dengan persentase pengguna mobil pribadi yang akan berpindah menggunakan BRT Trans Semarang sebesar 79,8%. Sehingga adanya skenario penerapan congestion charge dinilai cukup efektif untuk menurunkan tingkat kemacetan dijalan tersebut.
Model Bangkitan dan Tarikan Penumpang Kereta Api Commuter Line Serpong – Tanah Abang : Studi Kasus Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Sudimara Utami, Adita; Siregar, Naufal Nabil; Nurhidayat, Asep Yayat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2224

Abstract

Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta yang memiliki lokasi sangat strategis, dimana akses menuju transportasi umum yang dapat dengan mudah dijangkau untuk menuju wilayah DKI Jakarta seperti jalan tol dan commuter line. Peningkatan jumlah penumpang commuter line yang meningkat setiap tahun dapat mengakibatkan permasalahan transportasi semakin kompleks baik dari sarana maupun prasarana transportasi dari dan menuju Stasiun serta kapasitas dan operasional Stasiun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Sudimara serta model matematis bangkitan dan tarikan pergerakan pada stasiun tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode stepwise yang merupakan metode alternatif dalam analisis regresi. Pemodelan yang dihasilkan pada bangkitan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu adalah Y = -2635,33 + 64,189 X1 + 966,337X3 + 937,907X4 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan bangkitan pergerakan Y = -2085,73 + 1426,964X1 + 218,278X2. Pemodelan yang dihasilkan pada tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu Y = -1802,7 + 391,409X3 + 1174,637X4 + 39,224X5 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan tarikan pergerakan Y = - 1146,62 + 1076,366X2 + 112,784X4.
SKENARIO OPTIMASI KINERJA PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN JOGLO RAYA – JALAN RAYA POS PENGUMBEN KEMBANGAN JAKARTA BARAT Utami, Adita; Rahmad, Didi
JURNAL REKAYASA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji manajemen lalu lintas pada persimpangan bersinyal di Jalan Joglo Raya, Kembangan. Persimpangan tersebut terletak di kawasan industri yang sibuk sehingga mengakibatkan antrian dan kemacetan pada jam sibuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kinerja simpang penerangan dan memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja simpang eksisting pada kondisi baseline dinilai sangat buruk pada tingkat pelayanan kelas F. (sangat buruk). Hal ini terlihat dari rata-rata tundaan pada simpang sebesar 134,25 detik per kendaraan dan kecepatan rata-rata pada setiap lengan simpang. Kecepatannya 9,79 km/jam menuju Joglo, 11 km/jam menuju Pos Pengumben, 7,89 km/jam menuju Slensen dan 9,72 km/jam menuju Swadharma. Namun, ketika persimpangan tersebut direnovasi dan jalan diperlebar tanpa mengubah lampu lalu lintas atau tahapan pendekatan, kecepatan mobil meningkat secara signifikan. Kecepatannya bertambah menjadi 44 km/jam dari arah Joglo, 49 km/jam dari arah Pos Pengumben, 42 km/jam dari arah Slensen, dan 41 km/jam dari arah Swadharma. Meski mengalami peningkatan, tingkat pelayanan di simpang hanya meningkat hingga Kelas D dan dinilai masih kurang memadai.