Claim Missing Document
Check
Articles

PENERIMAAN DIRI WARGA LANJUT USIA YANG HIDUP SENDIRI Ajisuksmo, Clara Rosa Pudjiyogyanti; Permatasari, Dyah Ayu
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.03

Abstract

This study aims at obtaining description of self-acceptance of elderly who live alone by themselves, as well as factors that affect their self-acceptance. This study implemented a qualitstivee approach by interviewing four participants, two males and two femaleswith age range of 60-70 years. Self-acceptance and self-understanding were measured by aspects of feeling equal with others, having self-confidence, being responsible, outward looking and open minded, having self-determination, realizing to self limitations, and accepting the characteristics as a human. Factors that support high self-acceptance are good self-understanding, religiousity, and the attitude of their surrounding that support their presence. Low self-acceptance is caused by failure to achieve dreams and hopes, lack of social support from their children, and weak economic conditions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan diri warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, serta faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan diri mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu wawancara kepada empat partisipan (dua berjenis kelamin laki-laki dan dua berjenis kelamin perempuan) yang tinggal seorang diri dengan rentang usia 60-70 tahun. Penerimaan dan pemahaman akan diri diungkapkan dalam aspek perasaan sederajat dengan individu lain, percaya dengan kemampuan diri, bertanggung jawab, berorientasi keluar diri, berpendirian, menyadari keterbatasan dan menerima sifat-sifat kemanusiaan dirinya. Faktor yang mendukung penerimaan diri yang tinggi adalah pemahaman diri yang baik, nilai-nilai religiusitas, dan sikap masyarakat sekitar yang mendukung kehadiran mereka. Penerimaan diri yang rendah disebabkan oleh faktor, ketidakberhasilan diri meraih impian atau harapan, kurangnya dukungan sosial dari anak, dan kondisi ekonomi yang lemah.
PSIKOEDUKASI PENGASUHAN ORANG TUA YANG MENDUKUNG MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TIKTOK Syazana, Kunanti Najla; Winata, Audrey; Ciptasetya Geraldine, Rayungsari; Callista Zahra, Sahda; R. P. Ajisuksmo, Clara
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34699

Abstract

Pola pengasuhan orang tua akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam membangun hubungan dengan lingkungan sosialnya ketika ia dewasa. Psikoedukasi Pengasuhan Orang tua yang mendukung Motivasi Belajar Anak melalui media sosial Instagram dan TikTok bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pengasuhan yang baik yang mendukung terbentuknya karakter anak yang mandiri, mampu mengelola emosi, berprestasi secara akademik, serta memiliki hubungan sosial yang sehat. Pola asuh authoritative dinilai efektif bagi motivasi anak karena memberikan tuntutan yang jelas, tetapi juga memberikan respon positif terhadap pencapaian dan kebutuhan anak usia sekolah. Pemahaman dan penerapan pola asuh yang sesuai menjadi kunci dalam menunjang kesejahteraan dan potensi anak secara optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk yang sederhana, yaitu dengan Psikoedukasi. Psikoedukasi dilakukan menggunakan media sosial Instagram dan TikTok karena kedua media sosial ini banyak digunakan oleh berbagai kalangan, sehingga diharapkan psikoedukasi ini dapat mencapai tujuannya secara lebih efektif. Konten Instagram dan TikTok dilakukan melalui feeds dan story yang diunggah sebanyak empat kali di akun @Rumates.id. Interaksi dengan masyarakat terjadi melalui comment, likes, polling, dan question box. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi mendapat respon positif dengan total 197 likes dan 3.658 views di Instagram dan TikTok. Terdapat enam komentar yang menunjukkan pertanyaan dan respon positif dari audiens terkait psikoedukasi yang diberikan. Kedepannya diharapkan jangkauan psikoedukasi dapat meluas dengan berbagai platform online agar edukasi dapat lebih mudah diakses.
The Relationship of Self Regulated Learning with Academic Adjustment of Seventh Grade Santri of Pondok Pesantren Hannani, Ulfa; Ajisuksmo, Clara
TAZKIYA Journal of Psychology Vol. 9 No. 2 (2021): TAZKIYA Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tazkiya.v9i2.17196

Abstract

Academic adjustment is an important thing for students, especially seventh graders at Miftahul Ulum Islamic Boarding School, one of the modern-based Islamic boarding schools that combines the national education curriculum and the cottage curriculum. In early adolescence, students have begun to develop cognitive strategies and adjust behavior to the academic environment. The ability of students to regulate cognitive and behavior in learning is called self-regulated learning. The purpose of this study was to determine the relationship between self-regulated learning and the academic adjustment amongst seventh grade students of Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The research method used in this research was mixed methods. Quantitative data was collected from 160 students through The Motivated Strategies of Learning Questionnaire Scale (MSLQ) to measure self-regulated learning and Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) to measure academic adjustment. While in the qualitative approach, group interviews students were conducted into three group based on the level of the self-regulated learning group and academic adjustment. The result reveals that there was a significant positive relationship between self-regulated learning and the academic adjustment of seventh grade students at Miftahul Ulum Islamic Boarding School (r = 0,561; p < 0,001) indicating that students who had high self-regulated learning also had high academic adjustment at Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The group discussion found interesting results where students who have good motivation, cognitive strategies and learning behavior strategies, then adjust themselves to academic demands at Miftahul Ulum Islamic Boarding School is also good.
PENDIDIKAN ANAK MARJINAL, KETERAMPILAN HIDUP DAN MEDIA LITERASI: PEMBEKALAN UNTUK TUTOR PKBM DALAM MENDAMPINGI ANAK MARJINAL R.P Ajisuksmo, Clara; D.E. Paramitha, Emanuel; Steffi, Kamelia; F.N. Sunjaya, Lidwina; C. Johan, Virginia; Agustian, Murniati; Kartikawangi, Dorien
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.147-154

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  adalah membekali para tutor dari tiga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Jakarta Pusat dengan pengetahuan mengenai psikologi pendidikan positif, pendidikan untuk anak marjinal, pendidikan keterampilan hidup dan media literasi yang dipandang relevan dengan kebutuhan tutor PKBM dalam memfasilitasi kegiatan belajar di PKBM. Anak-anak peserta belajar di PKBM dirasakan mempunyai motivasi belajar dan minat belajar yang rendah, yang berdampak pada kelelahan psikis para tutor PKBM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menyegarkan semangat dan motivasi para tutor PKBM dalam melayani anak-anak marjinal yang menjadi peserta belajar di PKBM. Materi yang diberikan di kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirasakan relevan dan sangat berguna bagi para tutor PKBM dalam menjalankan aktivitas mereka. Diharapkan pada kegiatan selanjutnya dapat diberikan pembekalan dengan studi kasus dan solusi konkrit dalam menjalankan program pendidikan di PKBM untuk anak-anak dari komunitas marjinal
Peran Gereja Katolik Indonesia Dalam Menangani Migran Pencari Suaka Clara R. P. Ajisuksmo; Yeremias Siane Ikang Soge
Jurnal Perkotaan Vol. 14 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v14i2.5534

Abstract

Fenomena pengungsi dan pencari suaka di Indonesia semakin sering terjadi. Masalah pengungsi telah menjadi masalah kemanusiaan dan perhatian dunia saat ini. Alasan pengungsi dan pencari suaka meninggalkan negaranya karena negaranya mengalami konflik berkepanjangan, seperti konflik politik, agama, etnis, dan terorisme. Kehidupan mereka merasa terancam dan terpaksa mencari rasa aman untuk memperjuangkan haknya untuk hidup di negara lain. Sedangkan Indonesia sendiri dalam menghadapi permasalahan pengungsi dan pencari suaka dihadapkan pada 2 polemik besar yaitu masyarakat Indonesia masih banyak yang miskin sehingga masih membutuhkan pertolongan, sedangkan permasalahan pengungsi merupakan permasalahan kemanusiaan. Oleh karena itu, Indonesia belum meratifikasi Konvensi Jenewa tahun 1951 dan Protokol tahun 1967 tentang penanganan pengungsi. Permasalahan pengungsi dan pencari suaka tentu juga menjadi perhatian Paus Fransiskus. Gereja Katolik memandang pengungsi dan pencari suaka sebagai Kristus yang menderita. Peran Gereja lebih terfokus pada kemanusiaan pastoral. Kehadiran Gereja merupakan simbol gerakan moral dan gerakan iman untuk berpartisipasi secara amal dan melakukan pemberdayaan dan advokasi untuk menyuarakan hak-hak pengungsi dan pencari suaka.
Apakah Anak Yang Bekerja Sebagai Pemulung Masih Mempunyai Motivasi Belajar? Gabrielle Deanella; Denella Sephianty; Carissa Ardiani; Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal Perkotaan Vol. 15 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v15i1.5535

Abstract

Himpitan kemiskinan keluarga menjadi pendorong utama putus sekolah dan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi, guna membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga untuk mempertahankan kehidupan. Salah satu bentuk keterlibatan ekonomi anak adalah menjadi pemulung. Kegiatan sebagai pemulung dipandang mudah karena tidak melalui seleksi dan ijasah, namun penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran motivasi belajar dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada dua orang anak laki-laki yang bekerja sebagai pemulung di TPST Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sampel penelitian dilakukan secara purposive yaitu dua anak laki-laki berusia 11 tahun yang bekerja sebagai pemulung dan merupakan siswa kelas 5 sekolah dasar. Untuk memperoleh informasi terkait motivasi belajar, digunakan protokol wawancara yang dikembangkan peneliti. Triangulasi dilakukan dengan mewawancarai guru dari anak yang bekerja sebagai pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang bekerja menjadi pemulung di TPST Bantar Gebang Bekasi, masih mempunyai cita-cita dan tekun mengikuti pelajaran formal di sekolah serta ekstra kurikuler dengan harapan menambah pengetahuan sehingga memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan.
PSIKOEDUKASI KEPADA CAREGIVER MENGENAI PERAN ENGAGEMENT DALAM TERAPI MUSIK PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA Prastyapadmaratri, Arumingtyas; Eudonia Raisa Blessinta Nadeak; Rafifah Anabela Putri; Clara R. P. Ajisuksmo
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34796

Abstract

Elderly individuals with dementia experience significant cognitive decline, which affects their quality of life. Music therapy, as a non-pharmacological intervention, has been proven effective in enhancing cognitive and emotional functions in elderly. This study aims to provide psychoeducation to caregivers regarding the role of engagement in music therapy for elderly individuals with dementia. The method employed involves delivering material through e-posters on the social media platform Instagram, designed to attract attention and increase audience interaction. The results indicate that this psychoeducation successfully garnered interest from many Instagram users, with a total of 288 interactions comprising likes, comments, saves, and shares. Positive feedback from the audience suggests that the content presented was informative and beneficial. The conclusion of this study is that psychoeducation via social media, especially Instagram, can enhance caregivers’ awareness of the importance of emotional, cognitive, and social engagement in music therapy, thereby assisting the elderly in accessing memories and managing their emotional and cognitive conditions. ABSTRAK Lansia dengan demensia mengalami penurunan fungsi kognitif yang signifikan, yang mempengaruhi kualitas hidup mereka. Terapi musik sebagai intervensi non-farmakologi terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif dan emosional lansia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi kepada caregiver mengenai peran engagement dalam terapi musik untuk lansia dengan demensia. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dengan e-poster yang diunggah melalui media sosial Instagram, yang dirancang untuk menarik perhatian dan meningkatkan interaksi audiens. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi ini berhasil menarik minat banyak pengguna Instagram, dengan total 288 interaksi yang terdiri dari likes, komentar, saved, dan shared. Komentar positif dari para audiens menunjukkan bahwa konten yang disampaikan informatif dan bermanfaat. Dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa psikoedukasi melalui media sosial Instagram dapat meningkatkan kesadaran caregiver tentang pentingnya keterlibatan emosional, kognitif, dan sosial dalam terapi musik, sehingga dapat membantu lansia mengakses kembali memori dan mengelola kondisi emosional dan kognitif mereka.
TERAPI SENI SEBAGAI CARA UNTUK MENINGKATKAN EMOSI POSITIF ORANG LANJUT USIA YANG TINGGAL DI PANTI LANSIA Ajisuksmo, Clara R.P.; Puspasari, Anita; Erianti, Dela; Maharani Dewanti , Dhea; Parera , Raul Julio; Gunawan , Angelina; Sabbathya , Sandrina; Widayanti, Anindha; Sugito , Irene Betzy; Rosario , Teressa M.; Soge , Yeremias S.I.
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i2.1332

Abstract

This community service activity aims to increase the positive emotions of the elderly living in elderly homes. Previous studies have reported that changes in the physical, psychological, cognitive, and social functions of the elderly affect their mental health. Elderly experience stress, anxiety, and depression due to the changes that occur to them. Therefore, the elderly should live with their families since they need support from the family members. However, there are elderly people who are entrusted by their families to elderly homes. The elderly who live with their families have more positive emotions and meaning of life than those who live in elderly homes. This community service activity is aimed at improving positive emotions of the elderly who live in elderly homes. It was carried out at the elderly home in North Jakarta, and implemented an art therapy method where the elderly were invited to paint glass jars with acrylic paint or draw on paper using the thread pulling technique. Overall, there were 28 elderly participated (8 men and 20 women) in this activity. After finishing painting and drawing with acrylic paint, students of Faculty of Psychology sit together with the elderly to talk and listen to the elderly’s feelings.
Kepuasan Kerja dan Persepsi Terhadap Kualitas Layanan Karyawan: Penelitian pada Pengemudi Taksi di Jakarta Maria Grace; Clara Rosa Pujiyogyanti Ajisuksmo
Jurnal Perkotaan Vol. 17 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v17i2.7248

Abstract

Pelayanan yang baik kepada pelanggan mempunyai peranan yang signifikan dalam membentuk citra dan menentukan keberhasilan perusahaan. Pengemudi taksi merupakan ujung tombak industri taksi, dimana sikap sopan, ramah, nyaman dan aman dalam melayani pelanggan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kepuasan kerja pengemudi taksi berhubungan erat dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Apabila pengemudi taksi mempunyai kepuasan kerja yang tinggi, maka persepsi terhadap kualitas layanan yang mereka berikan kepada pelanggan juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji perbedaan kepuasan kerja dan persepsi terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan usia dan lama kerja. Survey dilakukan terhadap 152 pengemudi taksi PT X yang terdaftar di pool taksi di Jakarta Selatan. Untuk mengukur kepuasan kerja digunakan Job Satisfaction Survey dan untuk mengukur persepsi layanan yang diberikan digunakan Employee Perceived Service Quality. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan persepsi kualitas layanan yang diberikan pengemudi taksi kepada pelanggan.
Psychometric Validation of the Indonesian Adolescent Adaptation of the Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles Lucy Lidiawati Santioso; Wisnu Wiradhany; Clara R. P. Ajisuksmo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 3 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i3.26802

Abstract

This study addresses the need for culturally valid instruments to assess criminal thinking among adolescents in non-Western contexts. Existing measures, such as the Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles (PICTS), have limited applicability for adolescent and cross-cultural populations. This study aimed to adapt PICTS into an adolescent-oriented Indonesian version and evaluate its psychometric properties among Indonesian adolescents. A cross-sectional design was used with 550 adolescents aged 14–18 years recruited from educational and correctional settings. The sample was randomly divided for exploratory factor analysis (EFA; n = 275) and confirmatory factor analysis (CFA; n = 275). Reliability was assessed using Cronbach’s alpha and composite reliability, while validity was evaluated using average variance extracted (AVE), heterotrait–monotrait ratio (HTMT), and correlations with APSD-Y. Results supported a four-factor structure consisting of moral disengagement, executive dysfunction, rationalization, and reflective awareness. The final 29-item model showed acceptable fit (CFI = .910, TLI = .901, RMSEA = .039, SRMR = .060), with reliability coefficients ranging from .646 to .858. Concurrent validity was supported by a moderate correlation with APSD-Y scores (r = .441, p < .001). These findings provide preliminary evidence that the Indonesian adolescent adaptation of PICTS is a culturally relevant instrument for assessing criminal thinking among Indonesian adolescents.Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan instrumen yang valid secara budaya dalam mengukur pemikiran criminal (criminal thinking) pada remaja di konteks non-Barat. Instrumen yang tersedia, seperti Psychological Inventory of Criminal Thinking Styles (PICTS), masih memiliki keterbatasan ketika digunakan pada populasi remaja dan lintas budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengadaptasi PICTS ke dalam versi yang sesuai untuk remaja Indonesia serta mengevaluasi karakteristik psikometriknya. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 550 remaja berusia 14–18 tahun yang direkrut dari lingkungan pendidikan dan pemasyarakatan. Sampel dibagi secara acak untuk analisis faktor eksploratori (EFA; n = 275) dan analisis faktor konfirmatori (CFA; n = 275). Reliabilitas dievaluasi menggunakan koefisien alfa Cronbach dan composite reliability, sedangkan validitas dievaluasi melalui average variance extracted (AVE), heterotrait–monotrait ratio (HTMT), dan korelasi dengan APSD-Y. Hasil penelitian mendukung struktur empat faktor yang terdiri atas moral disengagement, executive dysfunction, rationalization, dan reflective awareness. Model akhir yang terdiri dari 29 aitem menunjukkan kesesuaian model yang memadai (CFI = .910, TLI = .901, RMSEA = .039, SRMR = .060), dengan koefisien reliabilitas berkisar antara .646 hingga .858. Validitas konkuren didukung oleh korelasi positif sedang dengan skor APSD-Y (r = .441, p < .001). Temuan ini memberikan dukungan awal terhadap adaptasi PICTS untuk remaja Indonesia sebagai instrumen yang relevan secara budaya untuk mengukur criminal thinking pada remaja Indonesia.
Co-Authors Adhelia C. Luberizky Alfo Yanuar Anastasi Heni anastasia - Heni Anastasia Heni Heni Angela Oktavia Suryani Angela, Gabriela Antonia Gita Amanta Ardista, Maria V. Baskara, Agustina H Benedicta Evienia Prabawanti C. Johan, Virginia Caecilia Atmini Susilandari Callista Zahra, Sahda Carissa Ardiani Cendrawan, Julianti Ciptasetya Geraldine, Rayungsari Cynthia Eveline Sinulingga D.E. Paramitha, Emanuel Denella Sephianty Desy Chrisnatalia Dhiozandi, Hadyan Doddy Tri Surya Dorien Kartikawangi Emanuel D.E. Paramitha Erianti, Dela Eudonia Raisa Blessinta Nadeak F.N. Sunjaya, Lidwina Gabrielle Deanella Gunawan , Angelina Hadyan Dhiozandi Hana Rochani Gustasari Panggabean Hannani, Ulfa Hardi, Anastasia Herry Pramono Hutami, Priska Ayuningdiah Ike Meriska Iustitiani, Nilla S.D Jessica Paramitha Julianti Cendrawan Kamelia Steffi Laurensia Harini Tunjungsari Laurensia Lindi Paramastuti Leoni Fransisca Lidwina F.N. Sunjaya Lithania, Maria Lucy Lidiawati Santioso Maharani Dewanti , Dhea Maria Grace Mariani, Felicia Sabrina Meitri Angelina Mentari Puteri Meriska, Ike Murniati Agustian Mutia, Rininda Natasha R. Soewono Neidhardt, Eva Nilla S. D. Iustitiani Nilla S.D. Iustitiani P. Bagus Sugiyono Paramastuti, Laurensia Lindi Parera , Raul Julio Permatasari, Dyah Ayu Prastyapadmaratri, Arumingtyas Pratami, Elisabeth Vania Priska Ayuningdiah Hutami Priya, Nikolas Puspasari, Anita Rafifah Anabela Putri Rayini Dahesihsari Rininda Mutia Rosario , Teressa M. Rustono - Rustono Farady Marta Sabbathya , Sandrina Silva Liem Sinulingga, Cynthia Eveline Soge , Yeremias S.I. Steffi, Kamelia Sugito , Irene Betzy Surya, Doddy Tri Syazana, Kunanti Najla Tatu, Joy Gabriella Teresa M. Rosario Teresa Metta Rosario Theresia Indira Shanti Tjajadi, Octavia Putri Ulfa Hannani Vinsenso Valdis Amor Wijoyo Virginia C. Johan Widayanti, Anindha Winata, Audrey Wisnu Wiradhany Yeremias S.I. Soge Yeremias Siane Ikang Soge Yeremias Siane Ikang Soge