Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGAWASAN ORANG TUA DAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA B Hamzah; St. Rahmawati Hamzah
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 6 No. 1 (2020): April : Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.383 KB) | DOI: 10.47859/jmu.v6i1.160

Abstract

Background: Premarital sexual behavior is one of the result of promiscuity. This problem tends to be carried out by middle adolescent groups (15-18 years). Around 63% of junior high school, high school and university-age adolescents in Indonesia claimed to have had premarital sex. Some permissive dating behaviors performed by adolescents include holding hands when dating (92%), kissing (82%), and petting (63%). Purpose: This purpose ostudy aims to determine the relationship of parental supervision and information media with premarital sexual behavior in adolescents at State High School No 1 Kotamobagu. Method: This study applied an analytic cross-sectional design with a sample of 299 school-age adolescents aged 14-18 years. The sampling technique used was stratified random sampling. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed univariately and bivariately using the chi square test. Results: The results of the study based on the chi square test showed that there was a relationship between parental supervision (p=0.006) and information media (p=0.001) with premarital sexual behavior in adolescents. Conclusion: There was a relationship between parental supervision and information media with sexual behavior in adolescents at State High School No 1 Kotamobagu. It is recommended to the relevant parties to play an active role in conducting supervision and providing sexual education early on so that students avoid premarital sexual behavior.Keywords: Information Media; Parental Supervision; Premarital Sexual Behavior
Hubungan Peran Bidan dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Imunisasi TT pada Ibu Hamil Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin; St. Rahmawati Hamzah; Ani
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.262

Abstract

Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Pelaksanaan kegiatan imunisasi TT ibu hamil terdiri dari kegiatan imunisasi rutin dan kegiatan tambahan. Kegiatan imunisasi rutin adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dan terus-menerus harus dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan. Imunisasi TT  masih menjadi masalah serius di Kelurahan Maccini Sawah, di karenakan kasusnya meningkat setiap tahun. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Hubungan Peran Bidan dan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar. Metode dalam penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan antara faktor risiko dengan faktor efek, Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil primigravida yang datang berkunjung di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Makassar sebanyak 43 orang, Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling yaitu pengambilan responden dengan membatasi kriteria yang ditetapkan dengan total sampel 30 responden, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dimana untuk variabel peran bidan memiliki 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala gutman dan dukungan suami memiliki 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala gutman. Data yang dikumpulkan dalam penelitian diproses secara analitik dengan uji Chi Square dan hasil tersebut akan diolah untuk menentukan adanya hubungan antara kedua variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian terdapat hubungan antara ada hubungan peran bidan dengan kepatuhan imunisasi TT ibu primigravida dengan nilai p=0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan kepatuhan imunisasi TT ibu primigravida dengan nilai p= 0,005. Tanpa adanya peran tenaga Kesehatan khususnya bidan dan dukungan suami kepatuhan ibu hamil dalam melakukan imunisasi TT tidak akan bisa berjalan dengan baik karena bidan memberi informasi atau nasehat verbal dan non verbal dan suami memberikan dukungan sosial, dukungan tersebut biasanya diinginkan dari orang-orang penting yang memiliki derajat keterlibatan erat dengan ibu hamil.
Factors Associated with Visit to Posyandu Toddlers in the work area of the Public Health Center Gogagoman: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gogagoman Strahmawati Hamzah
Journal of sciences and health Vol. 2 No. 3 (2022): Journal of Scinces and Health
Publisher : Politeknik Karya Persada Muna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54619/jsh.v2i3.99

Abstract

Background: The coverage rate of toddlers visits at posyandu has not been able to meet the target set by the government, which is 90%. The government, in this case the Ministry of Health, has strengthened the posyandu to become a forum for the community to maintain the health of infants and toddlers. In fact, complete visits to the Posyandu for toddlers are still lacking because they are influenced by low knowledge about the benefits of Posyandu, the number of children and the mother's employment status. The purpose of this study was to determine the factors associated with visit to the Posyandu for toddlers (1-5 years) in the work area of the Public Health Center Gogagoman. Method: The type of research used is analytic observational with a cross sectional study design. The sample in this study was 94 respondents, obtained by simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed by univariate and bivariate with chi square test. Results: The results showed that there was a relationship between the level of knowledge (19,03>2,706), parity (11,95>2,706), and job status (10,07>2,706) with visit to the Posyandu for toddlers (1-5 years) in the work area of the Public Health Center Gogagoman. The participation of mothers under five in visiting posyandu can be influenced by knowledge about the benefits of posyandu and the time it takes to take care of children and working. Conclusions: Factors related to visit to the Posyandu for toddlers (1-5 years in the work area of the Public Health Center Gogagoman are the level of knowledge, parity, and job status. Keywords: Knowledge, parity, job, posyandu, toddler
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur St.Rahmawati Hamzah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.033 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.43

Abstract

Program imunisasi adalah pemberian imunisasi yang merupakan suatu usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan cara memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah penyakit tertentu. Hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kotobangon diketahui ibu yang mempunyai pengatahuan kurang (75%) tidak tepat membawa bayinya imunisasi karena keterbatasan pengetahuan, informasi dan pengalaman tentang pentingnya imunisasi. Penyuluhan yang edukatif dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam melakukan identifikasi kebutuhan imunisasi pada anak balitanya. Metode yang digunakan ceramah interaktif, tanya jawab dan pembagian leaflet. Waktu pelaksanaan pada hari Rabu 24 Agustus 2022 di Posyandu Desa Moyag yang dihadiri 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dengan skor pre-test 10,73 dan meningkat pada saat post-test menjadi 19,42 dengan perbedaan nilai rata-rata skor pengetahuan peserta pada saat pre-test dan post-test sebesar 8,69. Sebagai kesimpulan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Stunting di Desa Tobela Kecamatan Porehu Hamzah B; St. Rahmawati Hamzah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.026 KB) | DOI: 10.59025/js.v2i1.66

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang terjadi sejak janin hingga anak umur dua tahun. Secara nasional prevalensi balita stunting di Indonesia adalah 30,8% dan di Sulawesi Tenggara sebanyak 30,2%. Angka ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan angka yang dianjurkan WHO yaitu <20%. Pemantauan kasus stunting dapat dilakukan melalui pengukuran antropometri di Posyandu. Meskipun ibu sudah datang ke posyandu, akan tetapi kesadaran dan pengetahuan ibu tentang stunting masih rendah. Penyuluhan kesehatan sebagai media edukasi dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan ibu dalam melakukan pencegahan stunting. Waktu pelaksanaan pada hari Kamis 15 September 2022 di Posyandu Desa Tobela yang dihadiri 18 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting, dimana sebelum dilakukan penyuluhan skor pengetahuan adalah 9,42 dan setelah dilakukan penyuluhan skor pengetahuan adalah 18,35 dengan perbedaan rata-rata skor pengetahuan adalah 8,93. Sebagai kesimpulan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya pencegahan stunting.
Edukasi Mengurangi Stress Kehamilan Dengan Prenatal Massage Dan Spa Di Desa Ratatotok Muara Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin; Alhidayah; St.Rahmawati Hamzah; Ade Marcelina Lauma; Sita Hastini Manoppo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.273 KB)

Abstract

Stress menjadi persoalan kesehatan yang sering menyerang setiap manusia. Tidak hanya orang biasa, ibu hamil pun rentan terhadap stress, sehingga dapat menyerang kesehatan ibu maupun janin. Kondisi psikologis yang dialami ibu selama hamil dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dalam tubuhnya. Keluhan umum secara fisik yang berkaitan dengan kehamilan seperti sakit pinggang dan punggung, sebelit, wasir, lemas, mimpi buruk, cemas, sakit kepala, merasa gemuk, insomnia (sulit tidur), pening, seperti akan pingsan, sesak nafas, mual dan muntah, nyeri sentuhan pada payudara, nyeri ulu hati, garis peregangan, kulit gatal, kontraksi palsu, pegal dan linu, sering berkemih, infeksi jamur, kram tungkai, nyeri pada betis, varises, tumit dan kaki bengkak. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh faktor-faktor seperti kenaikan volume darah dan perubahan hormonal. Sebagian besar dari perubahan dan keluhan selama hamil bersifat sementara, meskipun dapat membuat ibu hamil stress. Berkaitan dengan fenomena tersebut beberapa keluhan tersebut dapat diatasi dengan Massage prenatal dan Spa, selain itu Spa dapat memberikan efek psikologis yang menenangkan dan nyaman sehingga kebugaran tubuh, jiwa dan pikiran dapat dirasakan oleh ibu hamil, maka perlu adanya sosialisasi mengenai prenatal massage dan spa, manfaat prenatal massage dan spa, dan tehnik atau cara melakukan prenatal massage dan Spa . Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan ibu hamil untuk mengatasi stress selama kehamilan dan mengurangi ketidaknyamanan selama hamil. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta edukasi di desa Ratatotok Muara Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara adalah 15 ibu hamil. Hampir seluruh peserta berusia > 25 tahun tahun sebanyak 10 ibu hamil (66,7%), lebih banyak ibu hamil berpendidikan menengah 9 ibu hamil (60%) dan memiliki gravida atau kehamilan yang multigravida sebanyak 10 ibu hamil (66,7%) serta memiliki usia kehamilan kebanyakan trimester II sebanyak 8 ibu hamil (53,4%). Hasil evaluasi menurut penilaian pre test dan post test diketahui sebagian besar memiliki pengetahuan meningkat (81,67%) setelah dilakukan edukasi.
Edukasi Pijat Batuk Pilek Pada Balita Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu di Desa Ratatotok Tengah Strahmawati Hamzah; Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana Muzayyana; Agustin Agustin; Alhidayah Alhidayah; Hafsia Khairun Nisa Mokodompit; Adelia Ginintu; Anastasya Datukramat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.042 KB)

Abstract

Batuk dan pilek merupakan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada anak usia di bawah 5 tahun. ISPA yaitu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular di seluruh dunia. ISPA juga yakni penyebab kematian ketiga di dunia. Masalah batuk pilek pada balita sangat sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita masih rendah sehingga sangat rentan terjangkit virus. Orang tua yang mendapati anak mengalami batuk pilek menganggap merupakan hal yang wajar pada balita. Penanganan yang terlambat dan kurang tepat terhadap batuk pilek dapat memperparah keadaan balita sehingga terjadi kejang. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat batuk pilek melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan pengabdian yaitu memberikan materi kepada 20 ibu yang memiliki balita melalui ceramah interaktif dan diskusi. Untuk mengevaluasi pengetahuan ibu dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah penyuluhan dengan kuesioner. Hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat batuk, dimana perbedaan rata-rata skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah penyuluhan sebesar 8,14. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu dapat melakukan pijat batuk pilek pada balita yang baik dan benar.
Pelatihan Payudara Massage Bagi Ibu Post Partum Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana; Agustin; Siti Rahmawati Hamzah; Alhidayah; Sarman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.255 KB)

Abstract

Asupan Air Susu Ibu (ASI) menjadi aspek yang semakin penting untuk di berikan kepada anak-anak, mengingat manfaat ASI untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, menunjukkan bahwa dari 2,3 juta bayi dengan usia < 6 bulan, hanya 52,5% diantaranya yang mendapatkan ASI eksklusif. Menyusui adalah proses pemberian air susu kepada bayi. Tujuan kegiatan ini untuk menambah keterampilan ibu untuk meningkatkan produksi ASI nya. Kegiatan  merupakan edukasi kepada ibu post partum dengan bentuk training atau pelatihan, terkait bagaimana cara perawatan payudara menggunakan teknik payudara Massage. Telah dilaksanakan selama 3 hari, dengan peserta sebanyak 37 orang ibu post partum. Menunjukkan hasil bahwa kegiatan pelatihan payudara Massage memberikan pengetahuan yang lebih kepada ibu post partum, terlihat persentase yang memahami, sebelum di berikan pelatihan sebesar 8,1% dan sesudah di berikan pelatihan sebesar 91,9%.  Sementara yang tidak memahami berkurang hingga 13,5% dari sebelumnya sebesar 86,5%. disimpulkan bahwa, kegiatan pelatihan payudara massege sangat di perlukan oleh ibu post partum. Dengan teknik terapi pijat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (24-59 BULAN) DI KOTA KOTAMOBAGU Strahmawati Hamzah
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i2.18842

Abstract

Tahun 2018 sebanyak 158 juta anak atau 22,9% anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting, dan sebanyak 56% ditemukan di Asia. Prevalensi stunting di Indonesia tercatat masih di angka 30,8% dan di Kotamobagu sebanyak 25,1%. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kotamobagu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko kejadian stunting pada balita di Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel sebanyak 88 balita (24-59 bulan) yang ditarik menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Penelitian ini telah mendapat surat rekomendasi telah lulus uji etik nomor: 30/UN47.B7/KE/2023. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting (p=0,015; OR = 3,241), balita yang memiliki ibu pendek berisiko 3,241 kali untuk menderita stunting dibandingkan dengan ibu dengan tinggi badan normal.  Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,002; OR = 0,169), balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 0,169 kali untuk menderita stunting dibandingkan dengan balita ASI eksklusif. Kesimpulan bahwa tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian stunting pada balita di Kotamobagu.
RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DIBAWAH DUA TAHUN DI KOTAMOBAGU St. Rahmawati Hamzah; Alhidayah A; Khafia Khairun Nisa Mokodompit; Darmin D
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.384 KB)

Abstract

Stunting cases in Indonesia are still a serious problem with a prevalence of 24,4%, this figure has not met the WHO recommended target of 20%. Stunting data in North Sulawesi shows a prevalence rate of 21.6% and in Kotamobagu it is 25,1%. One of the factors causing stunting cases is low birth weight (LBW). The aim of the study was to analyze the relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under two years old in Kotamobagu. The type of research used is an analytic observational design with a case control study design with a retrospective approach. The research samples were 44 cases and 44 controls. The sampling technique uses Simple random sampling. Data were collected using a structured instrument and analyzed univariately and multivariately with the Chi-Square test. There is a relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under two years of age (OR=40,600; 95% CI, 8,622-191,178 p=0,000). This means that LBW children have a 40,6 times greater risk of being stunted compared to children born with normal weight. Because the OR value> 1, low birth weight (LBW) is a risk factor for stunting in children under two years old in Kotamobagu City. It is suggested to health workers and stakeholders in Kotamobagu to provide assistance and empower nutrition intake for pregnant women and continue to intensify the movement for the first 1000 days of life.