Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA 1 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS PINOLOSIAN Sitti Nurul Hikma Saleh; Muzayyana M; Sarman S; Hafsia Khairunisa Mokodompit; St.Rahmawati Hamzah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.154 KB)

Abstract

Pentingnya pemberian MP-ASI > 6 bulan karena kematangan saluran pencernaan bayi terjadi pada usia 6 bulan ke atas karena sistem pencernaanya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status Gizi bayi 6-12 bulan di UPTD Puskesmas Pinolosian. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif menggunakan desain cross sectional . Populasi penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai anak usia 1 tahun, ibu yang bersedia menjadi responden, bisa berkomunikasi dengan baik, dan ibu yang aktif mengikuti posyandu dengan sampel sebanyak 66 responden. Pada penelitian ini, dipilih menggunakan metode accidental sampling. pengumpulan data menggunakan kuesioner, juga analisis data univariat serta bivariat dan juga menggunakan uji chi square dan program komputer. Populasi dalam penelitian ini berjumlah189 bayi dan sampel diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel 66. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi Anak Usia 1 Tahun di UPTD Puskesmas Pinolosian. (P Value =0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 1 tahun.
Edukasi Manfaat Pijat Bayi Usia 6-12 Bulan untuk Meningkatkan Nafsu Makan di Wilayah Kerja Puskesmas Bilalang Alhidayah Alhidayah; Muzayyana Muzayyana; Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin Agustin; St.Rahmawati Hamzah; Siska Sibua
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1713

Abstract

Pertumbuhan anak merupakan hal yang sangat penting dan aspek yang harus diperhatikan sejak usia dini. Salah satu penyebab permasalahan berat badan adalah nafsu makan yang turun, stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi Pijat pada bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada balita. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar balita. Jika pijat dilakukan secara teratur aka meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan edukasi baby massage pada ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan sehingga dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah berat bedan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan ibu serta cara melakukan pijat pada bayi, karna hal ini penting untuk membantu perkembangan bayi secara optimal. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ada peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan penyuluhan yaitu nilai post test rata-rata 88,67% ibu memahami dan mampu menerapkan cara pijat bayi dengan benar.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Hamzah, St. Rahmawati
Journal of Health Education and Literacy Vol 3 No 2 (2021): Journal of Health, Education and Literacy (J-healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v3i2.916

Abstract

Anemia gizi besi masih merupakan masalah yang serius di Indonesia. Tahun 2018 terjadi peningkatan anemia pada ibu hamil sebesar 11,8% dibanding tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkomsumsi tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas Bilalang Kotamobagu tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 31 ibu hamil yang ditarik menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 61,3% responden yang kepatuhan konsumsi tablet Fe secara penuh, 64,5% responden yang mempunyai pengetahuan baik, 67,7% responden yang mempunyai motivasi yang kuat, 58,1% responden yang mempunyai dukungan keluarga baik, 74,1% responden yang menyatakan peran petugas kesehatan baik. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,007), motivasi (p value = 0,002), dukungan kelauarga (p value = 0,000) dan peran tenaga kesehatan (p value = 0,002) dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil. Disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan melalui media informasi dan penyuluhan tenaga kesehatan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe.
EDUKASI PENDAMPINGAN DETEKSI DINI RISIKO STUNTING PADA IBU BALITA DI POSYANDU SIA Hamzah, Strahmawati; B, Hamzah; Lamonge, Jely
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 1 No. 2 (2024): July (2024)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v1i2.255

Abstract

Kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Riskesdas tahun 2018 stunting pada balita sebanyak 30,8%. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 stunting di Indonesia sebanyak 21,6%. Prevalensi stunting di Sulawesi Utara sebanyak 20,5% dan di Kotamobagu sebanyak 21,9%. Laporan dari Dinkes Kotamobagu Desa Sia menjadi salah satu lokus stunting dengan prevalensi sebesar 18,8%. Kendala yang ditemukan dilapangan dalam deteksi dini risiko stunting di posyandu adalah kurangnya jumlah kader posyandu yang aktif sehingga layanan edukasi hasil pemantauan pertumbuhan tidak tersampaikan dengan baik serta ibu malas membawa anaknya melakukan pemantauan pertumbuhan di posyandu. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi pelaksana, studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan dengan melakukan edukasi kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu dalam melakukan deteksi dini risiko stunting. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada peserta penyuluhan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman ibu balita. Kegiatan edukasi pendampingan deteksi dini risiko stunting di Posyandu Sia terlaksana dengan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini risiko stunting dan meningkatnya kesadaran ibu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebagai upaya dalam deteksi dini risiko stunting.
DETERMINAN TINGGI BADAN LAHIR DAN PREVALENSI WASTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN DI DESA KARAMPI, KECAMATAN LANGGUDU, KABUPATEN BIMA, NUSA TENGGARA BARAT Darmin, Darmin; Hamzah, ST. Rahmawati; Noris, M.; Novitasari, Dalia; Avila, Dea Zara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36245

Abstract

Wasting adalah kondisi anak yang berat badannya menurun dari waktu ke waktu hingga berat badan total jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau berat badan untuk tinggi badan rendah (underweight) dan menunjukkan penurunan berat badan yang parah dan akut. Lokasi penelitian berada di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Metode penelitian kualitatif Observasional Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah 47 anak usia 12-59 bulan di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Sampel menggunakan teknik total sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengolahan data berupa editing data, coding dan entry data. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dan uji chi-square. Variabel independen adalah berat badan lahir, sedangkan variabel dependen adalah prevalensi balita dengan berat badan kurang pada usia 12-59 bulan. Distribusi berat badan lahir balita usia 12-59 bulan sebagian besar adalah < 48 cm, yaitu sebesar 97,9%. Distribusi prevalensi Wasting pada anak balita usia 12-59 bulan sebagian besar adalah gizi normal yaitu sebesar 83,0% dan gizi kurang sekitar 14,9%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dasar untuk menurunkan angka Wasting di desa karampi. saran perlu adanya sosialisasi lebih lanjut terkait bahasa prevalensi Wasting terhadap kondisi balita. Pemerintah daerah dapat meningkatkan program kesehatan ibu dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan gizi bagi ibu hamil, serta mendorong konseling gizi prenatal dan pemberian makanan tambahan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian BBLR di RSUD Kotamobagu Hamzah, St. Rahmawati
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 ( Edisi Juli - Desember 2024 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v12i1.2421

Abstract

Background: WHO estimates that globally, around 20 million LBW babies are born each year, accounting for 15.5% of all live births, and nearly 95.6% of them are born in developing countries. The trend of LBW babies in Indonesia in 2018 was 6.2%. This figure has decreased by 4% from 2013, which was 10.2%, but has not met the target of 3%. Objective: The purpose of this study was to analyze the risk of LBW incidence at RSUD Kotamobagu. Method: This study used an analytical observational design with a case-control design. The number of samples used was 88, with 44 cases and 44 controls (1:1). The sampling technique used purposive sampling that met the inclusion criteria. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: The study shows a significant relationship between parity and the incidence of LBW (p=0.012; OR=3.361), meaning that mothers with parity ≥ 3 are at 3.361 times the risk of giving birth to LBW babies compared to mothers with parity < 2. There is a significant relationship between chronic energy deficiency (CED) and the incidence of LBW (p=0.001; OR 1.157), meaning that mothers who are chronically energy deficient (CED) during pregnancy are at 1.157 times the risk of giving birth to LBW babies. Conclusion: Parity and chronic energy deficiency (CED) are risk factors for the incidence of LBW at RSUD Kotamobagu.
Edukasi Pencegahan Diare Pada Balita Di Desa Bungko Kota Kotamobagu: Edukasi Pencegahan Diare Pada Balita Di Desa Bungko Kota Kotamobagu Hamzah, Strahmawati; B, Hamzah; Gobel, Anisa; Gaib, Istiara
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 1 (2025): January (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i1.301

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 2 milyar kasus diare dan 1,9 juta anak balita meninggal karena diare di seluruh dunia setiap tahun. Dari semua kematian tersebut, 78% terjadi di negara berkembang. Pada tahun 2023 jumlah kasus diare di Sulawesi Utara sebanyak 19.435 dengan jumlah penemuan kasus diare di Kota Kotamobagu sebanyak 1.482. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Bungko dari 20 terdapat 62% ibu belum mengetahui cara melakukan pananggulangan pertama ketika ada anak mengalami diare. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi pelaksana, studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan dengan melakukan edukasi kepada peserta tentang diare dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanggulangan diare. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada peserta untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman ibu. Kegiatan edukasi pencegahan diare di Desa Bungko terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang pencegahan diare dan meningkatnya pemahaman ibu untuk melakukan penanggulangan diare yang tepat.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMK Negeri 1 Kotamobagu Hamzah, Strahmawati; Mokodongan, Siti Masyitha; Mokodompit, Mutiara Ramadani
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 2 (2025): July (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i2.348

Abstract

Kelompok usia remaja memiliki risiko dalam beberapa masalah kesehatan. Pada tahun 2015, angka kematian remaja diperkirakan 1,7 juta dengan penyebab utamanya berupa bunuh diri, cedera kecelakaan, maupun kematian ibu. Angka aborsi di Indonesia ini diperkirakan 2,4 juta, sekitar 16% dari aborsi tersebut dilakukan oleh remaja berusia 15–19 tahun. Kehamilan yang tidak diinginkan terjadi sebesar 10,2%. Studi pendahuluan yang dilakukan sebanyak 90% siswa belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi pelaksana, studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan dengan melakukan penyuluhan kesehatan kepada peserta tentang kesehatan reproduksi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan reproduksi. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada peserta untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa. Kegiatan penyuluhan kesehatan di SMK Negeri 1 Kotamobagu terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dan meningkatnya pemahaman peserta untuk berperilaku positif terhadap kesehatan remaja.
Korelasi tingkat kecemasan saat persalinan dengan lamanya proses kelahiran pada ibu bersalin Ani; Hamzah, Strahmawati; Suhartini; Yuliandini, Astri; Thalib, Abdul
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1201

Abstract

  Background: The anxiety experienced by the mother when facing the labor process can prolong the duration of labor and risk causing long partus. About 30% of pregnant women experience anxiety before childbirth, which if left untreated can negatively impact the delivery process. Purpose: This study aims to determine the relationship between the level of anxiety of maternal mothers and the incidence of long partus at Daya Hospital. Method: This study used an observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 maternal respondents with long partus who were taken using a saturated sampling technique. Data were collected through the Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS) questionnaire and the long-term partus incidence questionnaire and analyzed using the Fisher Exact test. Results: As many as 90% of mothers with prolonged partus experienced anxiety, and the majority had mild anxiety levels (60%). The results of the analysis showed a p value 0.041 (< 0.05), which means that there is a significant relationship between maternal anxiety and the incidence of long partus. Suggestion: Consistent psychological intervention and emotional support to pregnant women before and during childbirth is needed to lower anxiety levels and prevent prolonged partus. Support from health workers, families, and antenatal education needs to be increased.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting di Posyandu Molinow Kotamobagu Hamzah, Strahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i1.266

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronik yang dialami hampir diseluruh negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO tahun 2022 terdapat 148,1 juta anak dibawah lima tahun terlalu pendek dibandingkan dengan usianya (stunting) atau sekitar 22,3%. Laporan SSGI tahun 2022 angka kejadian stunting di Indonesia sebanyak 21,6%, Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 20,5% dan Kota Kotamobagu sebanyak 21,9%. Studi pendahuluan di lokasi kegiatan sebanyak 84% ibu mengatakan pemberian informasi yang lebih spesifik tentang stunting dan bagaimana cara melakukan pencegahannya belum optimal dilakukan. Selama ini masyarakat belum banyak terpapar informasi mengenai stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan diberikan lembar pre-test dan post-test dengan jumlah peserta 20 ibu yang datang ke posyandu. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dilihat dari perbedaan rata-rata pre-test dan post-test.