Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI MORAL NOVEL SANG PENAKLUK KUTUKAN KARYA ARUL CHANDRANA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Desi Damayanti; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.247 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana di kelas XII SMK. Sumber data diperoleh dari novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel Sang Penakluk Kutukan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Sang Penakluk Kutukan karya Arul Chandrana terdiri atas (a) tema: kepercayaan di masyarakat; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Ranti berwatak berbakti pada orang tua, dan baik hati, tokoh tambahan: Hekma: peduli, Rama Laklang: sabar, Bu Leli: lembut; (c) alur campuran; (d) latar tempat: Desa Kumalasa, Pantai Labbhuan, dan Pulau Karabillo, latar waktu: pagi, siang, dan malam, latar sosial: kepercayaan masyarakat terhadap keyakinan yang diwariskan leluhur mereka; (e) sudut pandang persona ketiga; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: pemberani, jujur, pemaaf, dan sabar (b) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: memberi nasihat, kasih sayang dalam keluarga, tolong menolong, dan persahabatan (c) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: mengucapkan salam, istighfar, tawakal, menjauhi larangan Allah, berdoa, bersyukur, dan menjenguk orang sakit, dan (d) hubungan manusia dengan alam sekitar meliputi: memuji keindahan alam dan memanfaatkan alam; dan (3) skenario pembelajaran pada novel diterapkan dalam pembelajaran di kelas XII SMK yang terdapat Kompetensi Dasar: (3.1) memahami struktur dan kaidah dan teks cerita fiksi dalam novel (3.3) menganalisis teks cerita fiksi dalam novel. Pembelajaran ini menggunakan model jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran meliputi: pendidik membuka pembelajaran dan berdoa, pendidik menyampaikan materi pembelajaran tentang struktur intrinsik novel dan nilai moral yang terdapat dalam novel, peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis struktur intrinsik dan nilai moral novel Sang Penakluk Kutukan Karya Arul Chandrana, peserta didik mendiskusikan dan melaporkan hasil diskusi, pendidik mengevaluasi hasil kelompok peserta didik.   Kata kunci: nilai moral, novel, skenario pembelajaran SMK
NILAI RELIGIUS ANTOLOGI CERPEN LUKISAN KALIGRAFI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMP KELAS VII Akhmad Alwi Subhan; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.766 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai religius, dan (3) skenario pembelajaran antologi cerpen Lukisan Kaligrafi karya Ahmad Mustofa Bisri di SMP kelas VII. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Lukisan Kaligrafi (2003). Objek penelitian pada unsur intrinsik, nilai religius, dan skenario pembelajaran antologi cerpen Lukisan Kaligrafi di SMP Kelas VII. Teknik cuplikan (sampling) menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat teks yang tersurat dan tersirat dengan peneliti sebagai human instrument yang dibantu kartu data. Validitas data menggunakan theoretical triangulation. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan hasil penelitian dipaparkan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini: (1) cerpen-cerpen dalam antologi cerpen Lukisan Kaligrafi terbangun dari unsur intrinsik yang padu dan mendukung tema religius-islami; (2) nilai religius berupa takwa kepada Allah, ridla terhadap ketentuan Allah, dan berdoa hanya kepada Allah, bermanfaat bagi sesama, introspeksi diri, berbaik sangka, ikhtiar, dan berbuat yang terbaik; (3) skenario pembelajaran terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pembelajaran dapat dilaksanakan dengan metode quantum learning yang terdiri dari enam langkah pokok, yakni tanamkan, alami, namai, demonstrasikan, dan rayakan.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai religius, cerpen Lukisan Kaligrafi, quantum learning
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA Anesty Okta Fianty; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dengan media film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif pada film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di SMA. Sumber data pada penelitian ini adalah film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis ini dilakukan dengan metode padan. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan; (2) fungsi tindak tutur direktif dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah memiliki fungsi menyuruh 21 data, meminjam 1 data, dan menyilakan 1 data; permintaan memiliki fungsi meminta 32 data, mengharapkan 1 data, memohon 4 data, dan menawarkan 8 data; ajakan memiliki fungsi mengajak 7 data, merayu 1 data, dan mendukung 1 data; nasihat memiliki fungsi menasihati 6 data, menyarankan 8 data, mengarahkan 1 data, dan mengingatkan 3 data; kritikan memiliki fungsi menegur 5 data, menyindir 1 data, mengumpat 2 data, dan marah 2 data; larangan memiliki fungsi melarang 6 data dan menegur 1 data; (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan di kelas XI SMA dilaksanakan berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton menggunakan model Discovery Learning. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pembelajaran yang disampaikan. selanjutnya, pada tahap inti, dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran discovery learning (penemuan) yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk berkelompok kemudian diminta menemukan dialog yang termasuk tindak tutur direktif dalam film. Dalam tahap penutup, guru merefleksikan kegiatan pembelajaran untuk membangun karakter siswa.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, dan skenario pembelajaran.
NILAI PENDIDIKAN AKIDAH TOKOH UTAMA NOVEL TAKBIR RINDU DI ISTANBUL KARYA PUJIA ACHMAD DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Anisa Mayasaroh; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.621 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad; (2) hubungan antarunsur nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad; dan (3) skenario pembelajaran unsur ekstrinsik yang difokuskan pada nilai pendidikan akidah yang terdapat pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad di kelas XII SMK. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) nilai pendidikan akidah tokoh utama yang terdapat pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad dikaitkan dengan rukun iman yang terdiri atas iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada qadha dan qadar serta rukun Islam yang terdiri atas syahadat, salat, zakat, puasa dan haji; (2) hubungan antarunsur nilai pendidikan akidah tokoh utama novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad terdiri atas hubungan iman kepada Allah dengan iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab dengan iman kepada Allah, iman kepada kitab-kitab dengan iman kepada hari kiamat, iman kepada Nabi dan Rasul dengan iman kepada Allah, serta iman kepada qadha dan qadar dengan iman kepada Allah; (3) skenario pembelajaran nilai pendidikan akidah tokoh utama pada novel Takbir Rindu di Istanbul karya Pujia Achmad sesuai dengan kompetensi dasar 3.2 mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah/sastra sederhana. Model yang digunakan dalam pembelajaran sastra adalah model Problem Based Learning (PBL). Langkah-langkah pembelajaran terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi) dan penutup.Kata Kunci: nilai pendidikan akidah novel, skenario pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM DIALOG FILM TAUSIYAH CINTASUTRADARA HUMAR HADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Dewi Purwati; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.628 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif; (2) bentuk tindak tutur ekspresif dialog film Tausiyah Cinta sutradara Humar Hadi; dan (3)  skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan ekspresif dalam dialog film Tausiyah Cinta sutradara Humar Hadi di kelas XI SMA. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif dan ekspresif dalam film Tusiyah Cinta sutradara Humar Hadi. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif dan ekspresif dalam film Tausiyah Cinta sutradara Humar Hadi dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Tausiyah Cinta. Dalam pengumpulan data digunakan teknik simak dan catat.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan kartu pencatat. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik daya pilah pragmatis.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Tausiyah Cinta meliputi lima bentuk, yaitu lima tindak tutur direktif mengajak, tiga tindak tutur direktif meminta, enam tindak tutur direktif menyuruh, enam tindak tutur direktif memohon, dan empat tindak tutur direktif menyaranan; (2) bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam dialog film Tausiyah Cinta sutradara Humar Hadi meliputi enam bentuk, yaitu tiga tindak tutur ekspresif memuji, tiga tindak tutur ekspresif menyalahkan, dua tindak tutur ekspresif mengucapkan selamat, 26 tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih, tiga tindak tutur ekspresif mengkritik, dan dua tindak tutur ekspresif mengeluh; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dan ekspresif dalam dialog film Tausiyah Cintadi kelas XI SMAberdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton dengan menggunakan model Jigsaw. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi (a) guru memberi materi; (b) guru menanyangkan Film Tausiyah Cinta; (c) guru memberi penjelasan model pembelajaran Jigsaw; (d) peserta didik dibagi kelompok menjadi dua, kelompok asal dan ahli; (e) setiap kelompok ahli  mendiskusikan pertanyaan yang diberikan oleh guru; (f) setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asalnya masing-masing dan mendiskusikan semua jawaban yang telah didapat di kelompok ahli; (g) peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.   Kata Kunci: tindak tutur direktif dan ekspresif,film, skenario pembelajaran
ANALISIS PERWATAKAN DALAM NOVEL RANAH TIGA WARNA KARYA AHMAD FUADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XI SMA Edok Ariyani Sadam; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.963 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi, (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi, dan (3) skenario pembelajaran perwatakan novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa isi suatu informasi yang tertulis atau dokumen, yakni berupa kutipan-kutipan yang diambil dari novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi. Pengumpulan data digunakan teknik observasi dan teknik studi pustaka. Observasi adalah pengamatan, kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek, teknik pustaka adalah menggunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Analisis data digunakan analisis isi, analisis isi adalah mengkaji isi teks dengan teliti. Penyajian hasil analisis digunakan metode informal, metode informal adalah perumusan dengan menggunakan kata-kata tanpa menggunakan tanda dan lambang.Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) perwatakan tokoh utama dalam novel Ranah Tiga Warna mempunyai sifat-sifat baik antara lain: percaya diri, pantang menyerah, sabar, menyesal, bersyukur, religius, jujur, pemaaf, tanggung jawab, ikhlas, berfikir realistis dan kreatif, cerdas, tangguh, sederhana, rasa ingin tahu, peduli, santun, demokratis, dan nasionalis; (2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi antara lain pendidikan religius dan pendidikan moral; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Ranah Tiga Warna karya Ahmad Fuadi di SMA kelas XI.Kata kunci: Perwatakan tokoh utama, nilai-nilai pendidikan, Skenario Pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA FILM MARTABAK BANGKA SUTRADARA EMAN PRADIPTA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Refa Kartika Yunarning Fajar; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dialog film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta; (2) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Martabak Bangka. Dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik simak dan catat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Martabak Bangka  meliputi enam bentuk yaitu: sepuluh tindak tutur direktif perintah, duabelas tindak tutur direktif permintaan, enam tidak tutur direktif mengajak, sembilan tindak tutur direktif nasihat, tiga tindak tutur direktif menegur, dan dua tindak tutur direktif melarang; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Martabak Bangka di kelas XI SMA berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton dengan menggunakan model Cooperative learning. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi (a) guru memberikan materi; (b) guru menayangkan film Martabak Bangka; (c) peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok atau menyesuaikan jumlah peserta didik; (d) secara bergantian peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, rencana pelaksanaan pembelajarannya.Abstract: The objectives of this research are (1) to describe the form of directive speech actin dialogue of Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta, and (2) to describe its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The object of this research is directive speech act in Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta. This research is focused on the analysis of directive speech act Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta and its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The data source is Martabak Bangka film. The data were collected by using observation method with uninvolved conversation observation technique. The  instrument of  this research was the researcher herself and analysis card. The data was analyzed by using identity method. The data were presented by using informal technique. It can be concluded  that (1) there are six forms of directive speech act in Martabak Bangka film: (a) ten forms of commanding directive speech act, (b) twelve forms of requesting directive speech act, (c) six forms of inviting directive speech act, (d) nine forms of advising directive speech act, (e) three forms of reprimanding directive speech act, (f) two forms of forbidding directive speech act; (2) the lesson plan of directive speech act in dialogue of Martabak Bangka film based on KD. 3.19 analyzing content and language of drama/film read or watched using Cooperative Learning method with Student Team Achievement Divisions (STAD) type. The learning steps are (a) teacher provides the material; (b) teacher shows Martabak Bangka  film; (c) students are divided into four groups or adjust the number of students; (d) students present their discussion result in front of the class.Keyword: directive speech act, film, the lesson plan
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN METODE PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS (OUTDOOR STUDY) PADA SISWA KELAS VII MTs AL-IMAN MARGOYOSO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dwi Puji Lestari; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.607 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembela­jaran menulis puisi dengan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study); (2) pengaruh penggunaan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study)  terhadap minat dan sikap siswa dalam menulis puisi; (3) peningkatan keterampilan menulis puisi dengan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study)  pada siswa kelas VII MTs AL-Iman Margoyoso Tahun Pelajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian tindakan kelas, yang meliputi tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs AL-Iman Margoyoso. Dalam pengumpulan data digunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa hasil menulis puisi, sedangkan teknik nontes berupa pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan kuantitatif. Penyajian data dilakukan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study)   dilakukan mulai dari siklus I, siklus II dan masing-masing siklus sama, meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, (2) minat dan sikap siswa dalam pembelajaran menulis puisi menjadi lebih baik, hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang menunjukkan bahwa minat belajar siswa jumlah skor rata-rata kelas pada prasiklus 66,25%, siklus I 67,22%, dan pada siklus II 70%, dan hasil observasi terhadap sikap belajar siswa jumlah skor rata-rata prasiklus sebesar 36,66%, siklus I sebesar 70%, dan siklus II sebesar 85% dengan menggunakan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study), (3) pembelajaran menulis puisi  dengan metode pembelajaran di luar kelas (Outdoor Study) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VII MTs AL-Iman Margoyoso. Nilai rata-rata kelas pada tahap prasiklus sebesar 61,2, siklus I  68,59, dan siklus II sebesar 77,3. Secara keseluruhan peningkatan hasil nilai rata-rata siswa dari prasiklus sampai siklus II sebesar 16,1.   Kata kunci: Menulis Puisi, Metode Pembelajaran di Luar Kelas (Outdoor Study).
NILAI MORAL DALAM NOVEL MAHA CINTA KARYA AGUK IRAWAN MIZAN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Abid Mustofa; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.788 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai moral moral dalam novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan; dan (3) relevansi novel Maha Cinta karya Aguk Irawan Mizan sebagai bahan pembelajaran dan pendidikan moral bagi siswa. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan Mizan, dengan fokus penelitian unsur intrinsik dan nilai moral sastra dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Maha Cinta Karya Aguk Irawan meliputi (a) tema: perjuangan cinta tokoh utama; (b) tokoh utama: Imran: baik, cerdas, bijaksana; tokoh tambahan: Marwa, Haji Nurcahya, Bu Nurcahya, Pak Ali, Bu Ali, Dewi, Zaid, Kiai Yazid, Maman; (c) alur: maju; (d) latar terdiri dari latar tempat: latar utama dalam novel Desa Sembungan, Yogayakarta dan Jakarta, latar waktu: kurun waktu antara tahun 1980 sampai tahun 1985 dan latar sosial: kehidupan sosial masyarakat yang tidak mementingkan pendidikan dan masih banyaknya praktik pernikahan dini; (e) sudut pandang: persona ketiga serbatahu; (f) amanat: Hinaan tidak dibalas dengan menghina pula, mintalah petunjuk hanya kepada Allah Swt., taat dalam beribadah; (2) nilai moral dalam meliputi empat jenis (a) hubungan manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri; (d) hubungan manusia dengan alam sekitar; (e) teknik penyampaian nilai moral berupa teknik penyampaian langsung dan tidak langsung; (3) relevan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA karena sesuai dengan materi pokok dan kompetensi dasar yang terdapat dalam silabus Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII SMA. Metode yang digunakan dalam pembelajaran menganalisis isi dan kebahasaan novel adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasaan dan dengan menggunakan model pembelajaran Team Game Tournament. Evaluasi diberikan terdiri dari tiga aspek kognitif, afektif, dan aspek psikomotorik.   Kata kunci : nilai moral novel, dan relevansi sebagai bahan ajar
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM CINTA LAKI-LAKI BIASA SUTRADARA GUNTUR SOEHARJANTO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Tri Liawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.42 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto; (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif pada dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah tindak tutur direktif dalam dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto. Sumber data penelitian ini adalah dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti yang dibantu dengan alat pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto; (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif pada dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto di kelas XI SMA berdasarkan kurikulum 2013 dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran menggunakan model discovery learning. Skenario pembelajaran tersebut meliputi: (a) pendidik menyampaikan materi tindak tutur direktif; (b) peserta didik menonton film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto; (c) peserta didik mendiskusikan jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto; (d) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi mengenai jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto. Kata kunci: tindak tutur direktif, film, skenario pembelajaran.
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti