Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL REGUL DARI BUKIT MENOREH KARYA HERRY W. NUGROHO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANYA DI SMA Wahyu Yazid Rizquna; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Regul dari Bukit Menoreh Karya Herry W. Nugroho, (2) nilai-nilai moral, (3) kebahasaan novel, dan (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskrpsi kualitatif. Sumber data berupa novel Regul dari Bukit Menoreh Karya Herry W. Nugroho. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai unsur utama dibantu dengan alat kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik catat. Dalam analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik content analysis (analisis isi). Teknik penyajian hasil analisis data dilakukan dengan teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Regul dari Bukit Menoreh Karya Herry W. Nugroho terdiri dari: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandan, dan amanat; (2) nilai-nilai moral novel Regul dari Bukit Menoreh Karya Herry W. Nugroho mencangkup tiga aspek, yaitu hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan orang lain, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan-Nya; (3) kebahasaan novel terdiri dari: ungkapan, majas, dan peribahasa, (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Regul dari Bukit Menoreh Karya Herry W. Nugroho dilaksanakan di SMA dengan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Metode yang digunakan adalah metode inkuiri berbasis pendekatan saintifik. Kegiatan pembelajaran meliputi: tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup. Kata kunci: Nilai Moral, Novel, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.Abstract: This study aims to describe: (1) the intrinsic elements novel of Regul dari Bukit Menoreh Herry W. Nugroho by Herry W. Nugroho, (2) moral values, (3) novel languages, and (4) lesson plans in high school. This research is a qualitative descriptive study. The data source is the novel Regul dari Bukit Menoreh by Herry W. Nugroho. The research instrument was the researcher as the main element assisted by a data recording card and writing instruments. The data collection technique is done by using literature study and note taking technique. In data analysis, it was done using techniques content analysis . The technique of presenting the results of data analysis is carried out by using informal presentation techniques. Based on the results of the study, it can be concluded that: (1) the intrinsic elements novel of Regul dari Menoreh Herry W. Nugroho consist of: themes, characters and characterizations, plot, setting, pandanus angle, and mandate; (2) the moral values of the novel Regul dari Bukit Menoreh by Herry W. Nugroho covering three aspects, namely the human relationship with oneself, the moral value of human relations with others, and the moral value of the relationship between humans and God; (3) the language of the novel consists of: phrases, figures of speech, and proverbs, (4) the plan for implementing the learning process for the novel  Regul dari Bukit Menoreh by Herry W. Nugroho is carried out in SMA with KD 3.9 to analyze the contents and language of the novel. The method used is an inquiry method based on a scientific approach. Learning activities include: the preliminary stage, the core stage, and the closing stage.Keywords: Moral Value, Novel, Lesson Plan.
ANALISIS NILAI BUDAYA BABAD BANYUURIP DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS X SMA Elia Junitasari; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.324 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud nilai budaya yang terkandung dalam Babad Banyuurip di Kabupaten Purworejo, (2) hubungan antarunsur wujud nilai budaya Babad Banyuurip, dan (3) relevansi hasil analisis wujud nilai budaya Babad Banyuurip sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah analisis nilai budaya Babad Banyuurip yang dituturkan oleh masyarakat Desa Banyuurip dan buku Serat Babad Banyuurip karya R.H. Oteng Suherman. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai budaya Babad Banyuurip sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Instrumen penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara, dan dokumen sebagai pelengkap. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis model interaktif meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) wujud nilai budaya yang terkandung dalam Babad Banyuurip, yaitu: (a) peralatan kehidupan manusia: balai pasewakan keraton, kuda hitam, keris, kandang besi, rakit batang pisang, dan bara/alat penangkap ikan; (b) mata pencaharian: petani, pencari ikan, dan pande besi; (c) sistem kemasyarakatan: subsistem sosial, subsistem kekerabatan dan hukum, subsistem kekerabatan, subsistem politik, subsistem kekerabatan dan sosial; (d) sistem bahasa dan sastra (kisah cerita legenda terjadinya nama-nama desa seperti Desa Banyuurip, Pagak, Jatiprobo, Besuki, Ngadimerta, Krumpyung, Bathang, Candi, Kedhungdawa, Liwung, dan Bara); (e) kesenian: gamelan; (f) sistem pengetahuan: sistem pengetahuan sosial, kesehatan, kepercayaan, dan peralatan; (g) sistem religi: bertapa, bersamadi, penggunaan aji-aji dan keris; (2) hubungan antarunsur terjalin erat, sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang padu; (3) cerita Babad Banyuurip dapat direlevansikan sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas X SMA karena di dalamnya dapat memberikan pesan nilai kehidupan dalam bermasyarakat bagi siswa.Kata kunci: Nilai budaya, Babad Banyuurip, Bahan pembelajaran sastra.
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA RETORIKA DAKWAH USTAD TEGKU HANAN ATTAKI EDISI KEAJAIBAN ISTIGFAR DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Hasanah Diah Li; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.73 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bentuk tindak tutur direktif pada dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar; 2) fungsi tindak tutur direktif yang digunakan pada dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar; 3) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkualitatif.Objek penelitian ini adalah tuturan pada dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar, dengan fokus penelitian tindak tutur direktif dalam dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar yang terdiri dari jenis dan fungsi tindak tutur direktif dan rencana pembelajarannya di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak, danteknikcatat. Teknik analisis datadilakukandenganteknikanalisisisidanmetode padan. Teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik analisis formal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 1) bentuk tindak tutur direktif pada dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar terdiri dari: a) jenis permintaan, b) jenis pertanyaan, c) jenis perintah, d) jenis larangan, e) jenis pemberian izin, dan f) jenis nasihat; 2) fungsi tindak tutur direktif pada dakwah ustad Tengku Hanan Attaki edisi Keajaiban Istigfar terdiri dari: a) fungsi tindak tutur permintaan meliputi fungsi meminta, fungsi memohon, fungsi berdoa, dan fungsi mengajak; b) fungsi tindak tutur pertanyaan memiliki fungsi bertanya; c) fungsi tindak tutur perintah memiliki fungsi menyuruh;d) fungsi tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi melarang dan fungsi membatasi; e) fungsi tindak tutur direktif pemberian izin memiliki fungsi memaafkan, dan f) tindak tutur nasihat memiliki fungsi nasihat dan fungsi memperingatkan 3) rencana pembelajaran dilakukan dengan menggunakan acuan kurikulum 2013, KD 3.6  menganalisis isi, struktur dan kebahasaan dalam ceramah. Metode pembelajaran yang digunakan problem solving (metode pemecahan masalah). Penilaian dilakukan dengan metode tes tulis.   Kata kunci : tindak tutur direktif, retorika dakwah, rencana pembelajaran.
NILAI-NILAI MORALDALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR DAN SKENARIOPEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS X Taufik Taufik; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.975 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?;(2)nilai-nilai moral novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?; (3) skenario pembelajaran novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kisah perjuangan hidup seorang gadis tunarungu yang cacat sejak dilahirkan dalam menggapai impiannya, (b) tokoh utama dan tokoh tambahan, (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama, (f) hubungan antarunsur yang terdapat dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? tersebut saling berhubungan yang membangun sebuah cerita, (2) nilai moral dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? ada empat yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, nilai moral hubungan manusia dengan alam sekitar, dan nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (3) scenario pembelajaran novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? di kelas X SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran, lalu pada kegiatan inti guru menerangkan materi unsure intrinsic dan nilai moral, kemudian guru menyuruh siswa untuk berdiskusi membahas unsur intrinsic dan nilai moral setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya, danpadatahappenutup guru merefleksikegiatanpembelajaransertamenanamkannilai moral yang terkandung di dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan.Kata kunci: nilai moraldan skenario pembelajaran
Analisis Tindak Tutur Ekspresif pada Film Dancing In The Rain Sutradara Rudi Aryanto dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XI SMA Sefy Selma Anggraini; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dan (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA. Objek penelitian ini berupa tindak tutur ekspresif. Teknik SBLC dan teknik catat merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) bentuk tindak tutur ekspresif dalam film Dancing In The Rain  sutradara Rudi Aryanto terdiri dari: (a) memaafkan berjumlah 3 data, (b) memuji berjumlah 11 data, (c) mengucapkan terima kasih berjumlah 16 data, (d) mengkritik berjumlah 5 data, (e) mengeluh berjumlah 10 data, (f) menyalahkan berjumlah 22 data, (g) mengucapkan selamat berjumlah 2 data, dan (h) menyanjung berjumlah 4 data; 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disesuaikan pada KD 3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan pada film atau drama yang dibaca atau ditonton diterapkan di kelas XI SMA dengan menggunakan model NHT (Number Head Together). Kegiatan pembelajarannya meliputi: (a) pendidik membagi kelompok dan memberi nomor 1-5, (b) pendidik bertanya tentang suatu masalah yang berkaitan dengan film maupun tindak tutur, (c) peserta didik berdiskusi dan berpikir bersama, dan (d) pendidik memanggil satu nomor dan peserta didik yang nomornya sesuai segera menjawab pertanyaan pendidik.Kata Kunci : tindak tutur ekspresif, film, rencana pelaksanaan pembelajaranAbstract: This study aims to describe: (1) the form of expressive speech acts and (2) the lesson plan in class XI SMA. The object of the research is expressive speech acts. SBLC technique and note-taking technique are techniques used to collecting the data. The results of the study concluded that: 1) the form of expressive speech acts in the film Dancing In The Rain by director Rudi Aryanto consists of: (a) fogiving 3 data, (b) praising 11 data, (c) saying to thank you 16 data, (d) criticizing 5 data, (e) complaining of 10 data, (f) blaming 22 data, (g) congratulating 2 data, and (h) flattering 4 data; 2) The lesson plan adjusted to KD 3.19 Analyzing the content ang language of the film or drama who read or watched applied in class XI SMA using the NHT (Number Head Together) model. Learning activities include: (a) educators divide groups and give numbers 1-5, (b) educators ask questions about a problem relate to films and speech act, (c) student discuss and think together, and (d) educators call one numbers and student whose numbers match immediately answer educator questions.Keywoards: expressive speech acts, film, lessons plans
NILAI SOSIAL DALAM FILM GIE SUTRADARA RIRI RIZA DAN KETERKAITAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI KELAS XI SMA Rizki Giwa Apriani; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.175 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai sosial dalam film Gie; (2) keterkaitan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas XI SMA dengan materi nilai sosial dalam film Gie. Objek penelitian ini adalah nilai sosial yang berhubungan dengan unsur instrinsik dalam film Gie. Fokus penelitian ini adalah nilai sosial terdiri dari nilai material, nilai vital, dan nilai spiritual (nilai moral, nilai religius, nilai kebenaran, dan nilai keindahan). Data dalam penelitian ini berupa tuturan tokoh dan adegan dalam film, sedangkan sumber datanya adalah film Gie. Untuk pengumpulan data digunakan metode simak yang diikuti dengan teknik catat. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kartu data dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan teknik penyajian data secara informal. Dari hasil analisis dapat disimpulkakan bahwa (1) nilai sosial film Gie meliputi nilai yang bersumber dari Tuhan, nilai yang bersumber dari masyarakat, dan nilai yang bersumber dari individu. Nilaiyang bersumber dari Tuhan tergambar adanya salat berjamaah, jujur, menahan hawa nafsu, dan lain-lain. Nilai yang bersumber dari masyarakat terlihat masyarakat saling tolong menolong, membela kebenaran dan sebagainya. Nilai yang bersumber dari individu terlihat kerja keras Jaka berjuang untuk hidup yang layak; (2) keterkaitan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas XI SMA dengan materi nilai sosial film Gie yang dikaitkan dengan pembelajaran drama terdiri dari menjelaskan materi sesuai SK mendengarkan dan KD yang sesuai adalah mengidentifikasi peristiwa, pelaku dan dialog, konflik, dan nilai sosial dala film Gie.; mengelompokan dan siswa mencari unsur instrinsik, mencermati peran dan perwatakan tokoh, nilai sosial, dan konflik yang terjadi melalui dialog tokoh dalam film Gie dan data yang mendukung; dan siswa merangkum isi film Gie.Kata Kunci : Nilai Sosial Film, Keterkaitan Pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA FILM SURAT CINTA UNTUK KARTINI SUTRADARA AZHAR KINOI LUBIS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Tri Ambarwati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.75 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Surat Cinta untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis; (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Surat Cinta untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis; (3) skenario pembelajaran film Surat Cinta untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis dengan pembelajaran keterampilan berbicara di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan pelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah penggunaan tindak tutur direktif pada film Surat Cinta Untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data pada penelitian ini adalah film Surat Cinta Untuk Kartini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) bentuk tindak tutur direktif dalam film Surat Cinta Untuk Kartini Sutradara Azhar Kinoi Lubis terdiri atas: permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat; (2) fungsi tindak tutur direktif dalam film Surat Cinta Untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis terdiri atas: permintaan memiliki fungsi meminta 5 data, memohon 1 data, menekan 2 data, dan mengajak 5 data; pertanyaan memiliki fungsi bertanya 6 data, mengintrogasi 1 data; perintah memiliki fungsi menyuruh 8 data; larangan memiliki fungsi melarang 5 data; pemberian izin memiliki fungsi membolehkan 3 data; dan nasihat memiliki fungsi menasihati 3 data, menyarankan 4 data, dan memperingatkan 2 data; (3) skenario pembelajaran tindak tutur  direktif bagi siswa kelas XI SMA dilaksankan dengan dasar KD 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan pendidik menyampaikan materi tentang film dan tindak tutur direktif,  pendidik memberikan tugas untuk menyaksikan film Surat Cinta Untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis dan mengidentifikasi yang termasuk tuturan direktif, peserta didik berkelompok untuk mengklasifikasi dan menganalisis tindak tutur direktif pada film Surat Cinta Untuk Kartini sutradara Azhar Kinoi Lubis, pendidik meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas, tiap-tiap kelompok memberi tanggapan kepada kelompok yang telah menyampaikan hasil diskusinya. Kata kunci: Tindak tutur direktif, film, dan skenario pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN ORANG LAIN DENGAN METODE KUANTUM PADA SISWA KELAS X.4 SMA NEGERI 1 BULUSPESANTREN TAHUN AJARAN 2013/2014 Angga Prastyo Nugroho; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.27 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Ajaran 2013/2014, (2) perubahan sikap dan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman oran lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren Tahun Ajaran 2013/2014, dan (3) peningkatan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun Ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan teknk tes dan nontes. Dalam analisis data digunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Dalam penyajian hasil analisis data, digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) proses pembelajaran menulis cerpen terdiri dari tiga tahap yaitu prasiklus, siklus I dan siklus II. Pembelajaran pada tahap prasiklus, siklus I dan siklus II sama-sama melaksanakan empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, (2) sikap dan perilaku positif ditunjukkan pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren melalui keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum, (3) terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan metode kuantum pada siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren terlihat dari nilai rata-rata prasiklus, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata pada prasiklus mencapai 56,1, kemudian dilakukan siklus I meningkat menjadi 71,8. Nilai rata-rata pada siklus II meningkat mencapai 82. Dengan demikian, penerapan metode kauantum dalam pembelajaran menulis cerpen dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi siswa kelas X.4 SMA Negeri 1 Buluspesantren.Kata kunci: keterampilan menulis cerpen, pengalaman orang lain, metode kuantum.
NILAI MORAL DALAM NOVEL SUJUD NISA DI KAKI TAHAJUD SUBUH KARYA KARTINI NAINGGOLAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Ari Handayani; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.176 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajud Subuh Karya Kartini Nainggolan, (2) nilai moral dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajud Subuh Karya Kartini Nainggolan, dan (3) skenario pembelajaran nilai moral dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajud Subuh Karya Kartini Nainggolan di Kelas XI SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Sujud Nisa di Kaki Tahajud Subuh, yaitu (a) temanya adalah keteguhan seorang wanita dalam menghadapi segala cobaannya, (b) tokoh dan penokohannya meliputi tokoh utama (Nisa) dan tambahan (Ibu Nisa, Adit, Fauzi, dan Uut), tokoh protagonis (Nisa), dan antagonis (Ais), dan tokoh datar (Bapak Nisa) dan bulat (Nisa dan Ais), (c) alurnya maju, (d) latar meliputi latar tempat (di Yogyakarta, di Kamar Nisa, di Rumah Sakit dan di Kamar Kos), latar waktu (pukul empat sore, sabtu sore, dan hari senin minggu pertama di bulan September) yang disajikan secara utuh sehingga menimbulkan imajinasi pembaca, dan latar sosial (lingkungan keluarga yang islami), dan (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama “aku”; (2) nilai moral dalam novel ini meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya meliputi salat, berdoa, membaca Alquran, ibadah, bersyukur, iklas, dan sabar; hubungan manusia dengan manusia meliputi persahabatan, memberi semangat, dan peduli terhadap orang lain; hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi bijaksana, rela berkorban, dan berpendirian; dan hubungan manusia dengan alam sekitar, yaitu mengagumi keindahan lingkungan sekitar; dan (3) skenario pembelajaran nilai moral dalam novel ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan pemberian tugas.Kata kunci: nilai moral, novel Sujud Nisa di Kaki Tahajud Subuh, dan skenario pembelajaran.
Nilai Pendidikan Karakter Novel Merdeka Sejak Hati Karya A. Fuadi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA Sindi Denta Ramadhani; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Merdeka Sejak Hati Karya A. Fuadi; (2) nilai pendidikan karakter novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik novel, nilai pendidikan karakter, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Studi pustaka merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data. Analisis isi  merupakan teknik yang digunakan dalam analisis data. Metode informal merupakan teknik yang digunakan dalam penyajian hasil analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi terdiri dari: a) tema mayor: kisah perjalanan hidup seorang pahlawan nasional, tema minor: pencarian jati diri, penjajahan bangsa Indonesia, pendirian sebuah organisasi, keharmonisan keluarga, b) tokoh utama: Lafran Pane (keras kepala, pemberani), tokoh tambahan: Nenek, Sutan Pangurabaan , Gonto Siregar , Salmiah Pane, c) alur: maju, d) latar tempat: ruang makan, surau, pasar, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar suasana: menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, e) sudut pandang: orang pertama sebagai pelaku utama, f) amanat: jangan pernah menyerah untuk menggapai sebuah keinginan; (2) nilai pendidikan karakter dalam Novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi terdiri dari: (a) religius, (b) jujur, (c) toleransi, (d) disiplin, (e) kerja keras, (f) kreatif, (g) mandiri, (h) demokratis, (i) rasa ingin tahu, (j) semangat kebangsaan, (k) cinta tanah air, (l) menghargai prestasi, (m) bersahabat/komunikatif, (n) cinta damai, (o) gemar membaca ada, (p) peduli lingkungan, (q) peduli sosial, (r) tanggung jawab; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disesuaikan dengan KD 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Division). Kegiatan pembelajarannya  meliputi: (a) guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5  siswa yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi dan jenis kelamin, (b) guru memberikan tugas menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter untuk dikerjakan di rumah, (c) pada minggu berikutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana Suci Rizkiana SUCI RIZKIANA Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Faizah Bagiya Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti