Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN MENYUSUN RANCANGAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BAGI GURU SD Irawan, Dedy; Nugroho, Agung; Muryaningsih, Sri; Aziez, Feisal; Putra, Ilzam Afdila; Qurniawati, Dina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35907

Abstract

Abstrak: Pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang bermakna, mendalam, serta berpusat pada peserta didik. Kenyataanya Guru masih mengalami keterbatasan dalam memahami konsep dan penerapan pendekatan Deep Learning dalam penyusunan rancangan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Deep Learning melalui pelatihan terstruktur meliputi sosialisasi, pendalaman teori konstruktivisme, praktik penyusunan perangkat ajar, serta integrasi teknologi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa angket untuk mengukur perubahan kemampuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan: sebelum pelatihan, 74% peserta menyatakan tidak memahami Deep Learning, sedangkan setelah pelatihan 75% menyatakan setuju dan 25% sangat setuju bahwa kemampuan mereka meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru, meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih bermakna.Abstract: 21st century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum require teachers to be able to design meaningful, in-depth, and learner-centered learning. In reality, teachers still have limitations in understanding the concept and application of the Deep Learning approach in designing learning plans. This community service activity aims to improve teachers' understanding and skills in developing Deep Learning-based Lesson Plans (RPP) through structured training covering socialization, in-depth study of constructivism theory, teaching tool development practice, and technology integration. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests in the form of questionnaires to measure changes in participants' abilities. The evaluation results showed a significant improvement: before the training, 74% of participants stated that they did not understand Deep Learning, while after the training, 75% agreed and 25% strongly agreed that their abilities had improved. These findings confirm that the training was effective in strengthening teachers' competencies, improving the quality of learning planning, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in a more meaningful way.
PELATIHAN METODE PEMBELAJARAN SAINS/EKSPERIMEN SEDERHANA BAGI PENDIDIK PAUD Tatik Ariyati; Labib Sajawandi; Desti Pujiati; Herdian; Sri Muryaningsih
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1623

Abstract

All forms of children's curiosity and exploration of the world around them are essentially forms of scientific activity that occur naturally. Through scientific activities carried out by children, they can often build their own knowledge by seeking and discovering new knowledge as a result of their exploration. Therefore, teachers must use appropriate learning methods to facilitate communication between teachers and students. The provision of guidance or, more precisely, training on simple experimental/scientific methods will provide teachers with additional skills and understanding to bring a new perspective to teaching and learning activities and break the perception that experimental or scientific learning is too advanced for early childhood education. Semua bentuk keingintahuan dan penjelahan anak terhadap dunia sekitar pada dasarnya merupakan bentuk kegiatan saintifik yang telah terjadi secara alamiah. Melalui kegiatan saintifik yang dilakukan oleh anak, mereka seringkali dapat membangun pengetahuannya sendiri, dengan cara mencari dan menemukan pengetahuan baru dampak dari eksplorasi yang dilakukan. Maka guru harus menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyambungkan komunikasi antara guru dan siswa. Dengan adanya kegiatan penyuluhan atau lebih tepatnya pelatihan tentang metode eksperimen/sains sederhana akan memberikan tambahan keterampilan dan pemahaman bagi guru untuk memberikan nuasa baru pada kegiatan belajar mengajar serta mematahkan pemahaman bahwa pembelajaran eksperimen atau sains terlalu tinggi bagi pendidikan anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Problem Based Learning di Kelas V SDN 1 Ngadikusuman Talita Permata Wiedlovira; Sri Muryaningsih
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8409

Abstract

Melalui pemanfaatn pembelajaran model Problem Base Learning (PBL) dengan bantuan sumer belajar berbasis powerpoint, peneliti berupaya guna mengembangkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 1 Ngadikusuman. Pada awalnya, kurangnya antusiasme siswa dan keyakinan bahwa matematika itu sulit merupakakan indicator motivasi belajar yang rendah. Karena hasil tersebut dapat menarik secara visual dan relevan dengan situasi dunia nyata, siswa jauh lebih termotivasi untuk berpikir, berdiskusi, dan memecahkan masalah setelah menggunakan model PBL dengan bantuan media powerpoint diterapkan. Peningkatan rata-rata dari 68,93 menjadi 71,61 dan nilai terendah 50 menjadi 66 menunjukan bahwa adanya peningkatan yang positif pada prestasi belajar, meskipun siswa sudah memahami konsep materi, kesalahan dalam perhitunagn bilangan bulat masih terjadi. Akibatnya memerlukan strategi yang unik untuk memperbaiki hal tersebut. Peneliti ini menunjukan efektivitas model PBL dalam mengembangkan dorongan serta prestasi belajar matematika.
Meningkatkan Sikap Gotong Royong dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) di Kelas III SD Negeri 2 Bojong Awaliyah, Farikhatul; Irianto, Sony; Muryaningsih, Sri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107299

Abstract

This study was motivated by the low attitude of mutual cooperation and learning achievement of students in learning mathematics. This condition encourages an effort to improve both aspects through the application of the STAD type cooperative learning model with the help of geoboard media. This study used the Classroom Action Research (PTK) method which was carried out in two cycles, with a subject of 35 third grade students at SD Negeri 2 Bojong. The instruments used include tests, questionnaires, observations, interviews, and other complementary documents. The results showed that the application of cooperative learning model type student teams achievment division STAD assisted by Geoboard media was able to improve the mutual cooperation attitude and learning achievement of students. The increase in mutual cooperation attitude can be seen from the results of observations and questionnaires in cycle I which are still in the sufficient category (average observation 2.42; questionnaire 65.30), then increased to a very good category in cycle II (average observation 3.27; questionnaire 80.29). Meanwhile, students' learning achievement also increased from an average score of 56.36 with 57.57% completeness in cycle I (sufficient category), to 80.14 with 82.35% completeness in cycle II (very good category). Based on these findings, it can be concluded that the application of the STAD type cooperative learning model combined with geoboard media is effective in improving students' mutual cooperation attitude.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya sebuah upaya untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan bantuan media geoboard. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 35 peserta didik kelas III di SD Negeri 2 Bojong. Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket, observasi, wawancara, serta dokumen pelengkap lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe student teams achievment division STAD berbantuan media Geoboard mampu meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik. Peningkatan sikap gotong royong terlihat dari hasil observasi dan angket pada siklus I yang masih berada pada kategori cukup (observasi rata-rata 2,42; angket 65,30), kemudian meningkat menjadi kategori sangat baik pada siklus II (observasi rata-rata 3,27; angket 80,29). Sementara itu, prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 56,36 dengan ketuntasan 57,57% pada siklus I (kategori cukup), menjadi 80,14 dengan ketuntasan 82,35% pada siklus II (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan media Geoboard efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik, khususnya dalam materi Unsur-Unsur Bangun Datar di SD Negeri 2 Bojong.
Integrasi Word Square dan Teka-Teki Silang untuk Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia: Integrating Word Square and Crossword Puzzles for Indonesian Vocabulary Mastery Isnaeni Praptanti; Dedy Irawan; Cicih Wiarsih; Sri Muryaningsih; Muhammad Al Fayyed
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 10 No. 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v10i1.30988

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan fondasi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena mendukung kemampuan siswa memahami informasi dan berkomunikasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia melalui integrasi media Word Square dan LKPD teka-teki silang. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas IV sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan kosakata dan observasi aktivitas pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata penguasaan kosakata meningkat dari 63 pada siklus I menjadi 88 pada siklus II. Selain itu, aktivitas, partisipasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Word Square dan teka-teki silang efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia.
Peningkatan Kemampuan Numerasi dan Conseptual Understanding Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Permainan Gawang Goal Materi Perkalian Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Muhammad Manik Widi Nugroho; Sri Muryaningsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74214

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan Pemahaman konsep siswa kelas V SD Negeri 1 Pucungwetan pada materi perkalian melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) yang padukan dengan permainan Gawang Goal. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi guna mengetahui tingkat numerasi dan pemahaman konserp. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan teknik analisis data. Serta penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa dari 38% menjadi 81%, sedangkan Pemahaman konsep meningkat dari 44% menjadi 75% . Nilai posttest juga mengalami kenaikan, yaitu numerasi mencapai 88% dan Conseptual Understanding sebesar 81%. Selain itu, hasil observasi guru meningkat dari 80 menjadi 98, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 50 menjadi 74. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan permainan Gawang Goal mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna sehingga efektif diterapkan dalam materi perkalian di sekolah dasar.
Peningkatan Pemahaman Konsep dan Pemecahan Masalah Matematis Kelas IV Melalui Model RME Berbantuan Media Quizizz Jacinda Athalia Salsabila; Sri Muryaningsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74220

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah pada peserta didik kelas IV SD Negeri Silado materi bangun datar melalui model Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengadopsi model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data didapatkan melalui pre-test, post-test, evaluasi, dan observasi. Penelitian ini menggunakan 2 teknik, teknik kuantitatif dengan mengukur peningkatan indikator pemahaman konsep serta pemecahan masalah, dan kualitatif dengan menguraikan data yang telah diperolah selama pelaksanaan penelitian. Penelitian ini menyampaikan bahwa model RME mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan pemecahan masalah peserta didik dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap pertemuan. Peningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik ditunjukkan dari siklus I pertemuan 1 tercatat rata-rata 57% dan meningkat pada pertemuan 2 menjadi 67%, pada siklus II pertemuan 1 mencapai rata-rata 76%, kemudian pada pertemuan 2 meningkat menjadi 86%. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dilihat dari siklus I pertemuan 1 mendapatkan rata-rata 52%, kemudian pada pertemuan 2 rata-rata meningkat menjadi 62%, siklus II pertemuan 1 mencapai rata-rata 71%, kemudian pada pertemuan 2 rata-rata meningkat menjadi 86%.
Peningkatan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Melalui Model RME Berbantuan Wordwall SiswaKelas V Sekolah Dasar Demas Rijalul Faqih; Sri Muryaningsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74221

Abstract

Pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial yang sangat penting dikuasai oleh siswa pada pembelajaran di era saat ini. Namun, kondisi pada siswa kelas V SD N 2 Sumbang memiliki pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis yang masih rendah. Hal tersebut didukung dengan hasil observasi awal dan hasil pretest sebelum diadakannya tindakan. Maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 2 Sumbang materi keliling dan lus bangun datar melalui model Realistic Mathematics Education berbantuan website edukatif Wordwall. Penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus mengadopsi model Kemmis & McTaggart. Teknik analisis data kuantitatif dan kuautatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RME berbantuan Wordwall mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Persentase pemahaman konsep siswa meningkat terlihat dari hasil akhir siklus 1 yaitu 71%, kemudian meningkat pada akhir siklus 2 menjadi 89%. Keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan yang terlihat dari hasil rata-rata persiklus dari setiap indikator. Sehingga penerapan model RME berbantuan Wordwall efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Improving Grade V Students’ Mathematics Learning Outcomes on FPB Topics Through Problem-Based Learning Siti Aisyah Apriliani; Sri Muryaningsih
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.451

Abstract

The low mathematics learning outcomes in the Biggest Common Factor (FPB) material in grade V of SD Negeri 3 Larangan is due to learning that is still teacher-centered so that students are less active in understanding concepts and solving problems. This research aims to improve student learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains through the application of the Problem Based Learning (PBL) model. The method used is the Kemmis and McTaggart model Class Action Research (PTK) which is carried out in two cycles. The research subjects amounted to 23 students in grade V of SD Negeri 3 Larangan. Data collection techniques are carried out through tests, observations, interviews, and documentation, while data analysis uses quantitative and qualitative approaches. The results of the study show that the application of the PBL model is able to improve student learning outcomes. Cognitive learning completeness increased from 30.43% in the pre-cycle to 63% in the first cycle and 78% in the second cycle. In addition, the affective and psychomotor aspects of students have also improved which is shown through increased discipline, cooperation, responsibility, confidence, and students’ skills in solving and presenting problem-solving results. Thus, the Problem Based Learning model is effectively used to improve mathematics learning outcomes in FPB materials in elementary schools.  
PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI VARIASI OLAHAN DAUN KELOR BAGI KADER POSYANDU Agung Nugroho; Reni Untarti; Dedy Irawan; Sri Muryaningsih; Anggun Pria Wibowo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36744

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi salah satu problem kesehatan yang dialami hampir di semua negera berkembang termasuk Indonesia. Penyebab utama stunting di Indonesia meliputi pola makan yang kurang bergizi, sanitasi yang buruk, serta akses terhadap layanan kesehatan yang masih terbatas di beberapa daerah. Hal ini ditambah realita jika kesadaran masyarakat terhadap isu stunting masih tergolong rendah. Melihat hal ini tentunya perlu penanganan secara integratif melalui edukasi secara berkelanjutan serta dengan dengan meningkatkan asupan gizi melalui konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat makanan olahan sehat dari daun kelor. Program sosialisasi ini dilaksanakan dengan sasaran penerima yaitu para kader Posyandu di Desa Karangcegak, Kabupaten Purbalingga sebanyak 15 orang. Kegiatan berupa sosialisasi serta pembuatan cookies berbahan baku dain kelor sebagai salah satu inovasi makanan sehat bagi anak. Setelah pelatihan, kader menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pengalaman pelatihan dari 40% menjadi 100%. Program ini menjadi strategi edukatif yang efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa serta mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.Abstract: Stunting is one of the health problems experienced in almost all developing countries, including Indonesia. The main causes of stunting in Indonesia include poor nutrition, poor sanitation, and limited access to health services in some areas. This is compounded by the fact that public awareness of stunting is still relatively low. In view of this, an integrated approach is needed through continuous education and by increasing nutritional intake through the consumption of nutrient-rich foods. The objectives of this activity were to raise public awareness about balanced nutrition and stunting prevention, as well as to provide knowledge and skills in making healthy processed foods from moringa leaves. This socialization program was carried out with 15 Posyandu cadres in Karangcegak Village, Purbalingga Regency as the target recipients. The activity involved socialization and the making of cookies using moringa leaves as one of the innovations in healthy food for children. After the training, the cadres showed an increase in knowledge and training experience from 40% to 100%. This program has become an effective educational strategy in efforts to prevent stunting at the village level and supports the sustainable utilization of local food potential.