Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Problem Based Learning di Kelas V SDN 1 Ngadikusuman Wiedlovira, Talita Permata; Muryaningsih, Sri
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8409

Abstract

Melalui pemanfaatn pembelajaran model Problem Base Learning (PBL) dengan bantuan sumer belajar berbasis powerpoint, peneliti berupaya guna mengembangkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 1 Ngadikusuman. Pada awalnya, kurangnya antusiasme siswa dan keyakinan bahwa matematika itu sulit merupakakan indicator motivasi belajar yang rendah. Karena hasil tersebut dapat menarik secara visual dan relevan dengan situasi dunia nyata, siswa jauh lebih termotivasi untuk berpikir, berdiskusi, dan memecahkan masalah setelah menggunakan model PBL dengan bantuan media powerpoint diterapkan. Peningkatan rata-rata dari 68,93 menjadi 71,61 dan nilai terendah 50 menjadi 66 menunjukan bahwa adanya peningkatan yang positif pada prestasi belajar, meskipun siswa sudah memahami konsep materi, kesalahan dalam perhitunagn bilangan bulat masih terjadi. Akibatnya memerlukan strategi yang unik untuk memperbaiki hal tersebut. Peneliti ini menunjukan efektivitas model PBL dalam mengembangkan dorongan serta prestasi belajar matematika.
PELATIHAN MENYUSUN RANCANGAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BAGI GURU SD Irawan, Dedy; Nugroho, Agung; Muryaningsih, Sri; Aziez, Feisal; Putra, Ilzam Afdila; Qurniawati, Dina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35907

Abstract

Abstrak: Pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang bermakna, mendalam, serta berpusat pada peserta didik. Kenyataanya Guru masih mengalami keterbatasan dalam memahami konsep dan penerapan pendekatan Deep Learning dalam penyusunan rancangan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Deep Learning melalui pelatihan terstruktur meliputi sosialisasi, pendalaman teori konstruktivisme, praktik penyusunan perangkat ajar, serta integrasi teknologi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa angket untuk mengukur perubahan kemampuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan: sebelum pelatihan, 74% peserta menyatakan tidak memahami Deep Learning, sedangkan setelah pelatihan 75% menyatakan setuju dan 25% sangat setuju bahwa kemampuan mereka meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru, meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih bermakna.Abstract: 21st century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum require teachers to be able to design meaningful, in-depth, and learner-centered learning. In reality, teachers still have limitations in understanding the concept and application of the Deep Learning approach in designing learning plans. This community service activity aims to improve teachers' understanding and skills in developing Deep Learning-based Lesson Plans (RPP) through structured training covering socialization, in-depth study of constructivism theory, teaching tool development practice, and technology integration. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests in the form of questionnaires to measure changes in participants' abilities. The evaluation results showed a significant improvement: before the training, 74% of participants stated that they did not understand Deep Learning, while after the training, 75% agreed and 25% strongly agreed that their abilities had improved. These findings confirm that the training was effective in strengthening teachers' competencies, improving the quality of learning planning, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in a more meaningful way.
Meningkatkan Sikap Gotong Royong dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) di Kelas III SD Negeri 2 Bojong Farikhatul Awaliyah; Sony Irianto; Sri Muryaningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107299

Abstract

This study was motivated by the low attitude of mutual cooperation and learning achievement of students in learning mathematics. This condition encourages an effort to improve both aspects through the application of the STAD type cooperative learning model with the help of geoboard media. This study used the Classroom Action Research (PTK) method which was carried out in two cycles, with a subject of 35 third grade students at SD Negeri 2 Bojong. The instruments used include tests, questionnaires, observations, interviews, and other complementary documents. The results showed that the application of cooperative learning model type student teams achievment division STAD assisted by Geoboard media was able to improve the mutual cooperation attitude and learning achievement of students. The increase in mutual cooperation attitude can be seen from the results of observations and questionnaires in cycle I which are still in the sufficient category (average observation 2.42; questionnaire 65.30), then increased to a very good category in cycle II (average observation 3.27; questionnaire 80.29). Meanwhile, students' learning achievement also increased from an average score of 56.36 with 57.57% completeness in cycle I (sufficient category), to 80.14 with 82.35% completeness in cycle II (very good category). Based on these findings, it can be concluded that the application of the STAD type cooperative learning model combined with geoboard media is effective in improving students' mutual cooperation attitude.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya sebuah upaya untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan bantuan media geoboard. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 35 peserta didik kelas III di SD Negeri 2 Bojong. Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket, observasi, wawancara, serta dokumen pelengkap lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe student teams achievment division STAD berbantuan media Geoboard mampu meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik. Peningkatan sikap gotong royong terlihat dari hasil observasi dan angket pada siklus I yang masih berada pada kategori cukup (observasi rata-rata 2,42; angket 65,30), kemudian meningkat menjadi kategori sangat baik pada siklus II (observasi rata-rata 3,27; angket 80,29). Sementara itu, prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 56,36 dengan ketuntasan 57,57% pada siklus I (kategori cukup), menjadi 80,14 dengan ketuntasan 82,35% pada siklus II (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan media Geoboard efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik, khususnya dalam materi Unsur-Unsur Bangun Datar di SD Negeri 2 Bojong.
PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI VARIASI OLAHAN DAUN KELOR BAGI KADER POSYANDU Nugroho, Agung; Untarti, Reni; Irawan, Dedy; Muryaningsih, Sri; Wibowo, Anggun Pria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36744

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi salah satu problem kesehatan yang dialami hampir di semua negera berkembang termasuk Indonesia. Penyebab utama stunting di Indonesia meliputi pola makan yang kurang bergizi, sanitasi yang buruk, serta akses terhadap layanan kesehatan yang masih terbatas di beberapa daerah. Hal ini ditambah realita jika kesadaran masyarakat terhadap isu stunting masih tergolong rendah. Melihat hal ini tentunya perlu penanganan secara integratif melalui edukasi secara berkelanjutan serta dengan dengan meningkatkan asupan gizi melalui konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat makanan olahan sehat dari daun kelor. Program sosialisasi ini dilaksanakan dengan sasaran penerima yaitu para kader Posyandu di Desa Karangcegak, Kabupaten Purbalingga sebanyak 15 orang. Kegiatan berupa sosialisasi serta pembuatan cookies berbahan baku dain kelor sebagai salah satu inovasi makanan sehat bagi anak. Setelah pelatihan, kader menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pengalaman pelatihan dari 40% menjadi 100%. Program ini menjadi strategi edukatif yang efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa serta mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.Abstract: Stunting is one of the health problems experienced in almost all developing countries, including Indonesia. The main causes of stunting in Indonesia include poor nutrition, poor sanitation, and limited access to health services in some areas. This is compounded by the fact that public awareness of stunting is still relatively low. In view of this, an integrated approach is needed through continuous education and by increasing nutritional intake through the consumption of nutrient-rich foods. The objectives of this activity were to raise public awareness about balanced nutrition and stunting prevention, as well as to provide knowledge and skills in making healthy processed foods from moringa leaves. This socialization program was carried out with 15 Posyandu cadres in Karangcegak Village, Purbalingga Regency as the target recipients. The activity involved socialization and the making of cookies using moringa leaves as one of the innovations in healthy food for children. After the training, the cadres showed an increase in knowledge and training experience from 40% to 100%. This program has become an effective educational strategy in efforts to prevent stunting at the village level and supports the sustainable utilization of local food potential.