Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sikap Petani terhadap Pengolahan Kopi Robusta Berbasis Indikasi Geografis di Kabupaten Temanggung Nuning Setyowati; Hanifah Ihsaniyati -; Aditya Pitara Sanjaya; Widiyanto -
Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/17202133273

Abstract

Coffee is a superior commodity in Temanggung Regency. Post-harvest processing affects the quality of a coffee product. The Robusta Temanggung Coffee Geographical Indication Standard governs the standard of processing. This research aims to analyze the attitude of robusta coffee farmers towards GIs based coffee processing standards. The study uses a descriptive method. The respondents were 80 robusta coffee farmers in Temanggung Regency. Questionnaires are structured using a Likert scale. The data collection using random sampling techniques. The data analysis using the scoring method. The results showed that farmers had a good attitude towards GIs-based coffee processing standards, agreeing to GIs based sorting, drying, and storage processes. Farmers have not been motivated to measure coffee bean water content according to GIs standards due to facility constraints. Intensive education, motivation, facilities, and mentoring are required for farmers to implement GIs-based coffee processing standards.
SIKAP PETANI DALAM PEMBIBITAN TANAMAN PORANG DI KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN Fajar Indah Kurniati; Suminah Suminah; Widiyanto Widiyanto
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v6i1.32475

Abstract

Abstrak Budidaya tanaman porang saat ini menjadi primadona di kalangan masyarakat umum dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Saradan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Madiun yang sudah menanam porang sejak tahun 1986. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap petani dalam pembibitan tanaman porang, yang dilihat dari pengaruh sikap petani dan pengaruh antara faktor yang mempengaruhi sikap petani dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang. Metode kuantitatif dengan teknik survei digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan lokasi secara purposive di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Lokasi penelitian dipilih karena Kabupaten Madiun merupakan sentra produsen porang di Jawa Timur dan endemik porang Madiun 1. Kecamatan Saradan merupakan kecamatan dengan luas lahan dan produksi porang terbanyak di Kabupaten Madiun. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Responden sebanyak 91 petani dengan populasi 906 petani. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dilihat dari aspek kognitif, afektif dan konatif ketiganya termasuk dalam kategori sikap yang baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor pengalaman pribadi dan luas lahan dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara lingkungan ekonomi, pendidikan non formal dan media massa dengan sikap petani dalam pembibitan tanaman porang di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.Kata kunci: Petani, Porang, Pembibitan, Sikap Abstract Porang plant cultivation has become excellent among the general public in recent years. Saradan sub-district is one of the sub-districts in Madiun Regency that has planted porang since 1986. This study aims to examine farmers 'attitudes in porang plant nurseries, as seen from the influence of farmers' attitudes and the influence of factors affecting farmers 'attitudes and farmers' attitudes in porang plant nurseries. Quantitative methods with survey techniques were used in this study. The location was purposively chosenin Saradan District, Madiun Regency. The research location was chosen because Madiun Regency is the center of porang producer in East Java and is endemic to Porang Madiun 1. Saradan is a district with the largest area of land and production of porang in Madiun Regency. Sampling using proportional random sampling. Respondents were 91 farmers with a population of 906 farmers. Data analysis using multiple linear regression test. The results showed that the attitudes seen from the cognitive, affective and conative aspects were included in the good attitude category. There is a significant influence between personal experience factors and land area with the attitude of farmers in porang plant nurseries. There is an insignificant influence between the economic environment, non-formal education and mass media with the attitude of farmers in the porang plant nursery in Saradan District, Madiun Regency. Keywords: Farmers, Porang, Nurseries, Attitudes 
Pembuatan Cookies Berbahan Tepung Menir Organik KWT BUMP PT. Pengayom Tani Sejagad Putri Permatasari; Widiyanto Widiyanto; Amalia Nadifta Ulfa; Indah Nurhidayati; Haryani Saptaningtyas
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202164.909

Abstract

COOKIES FROM ORGANIC GROAT FLOUR TRAINING IN KWT BUMP PT. PENGAYOM TANI SEJAGAD. The rice milling process in addition to producing rice as the main product also other by-products in the form of broken rice or groats, rice bran or husks, and bran or bran. These by-products have not been utilized optimally by the BUMP Pengayom Tani Sejagad which is located in Kebonagung, Sidoharjo District, Wonogiri Regency. This problem is one of the challenges as well as opportunities for training related to groat processing in order to increase the added value of by-products from rice milling. This community service activity aims to provide education and skills to farmers in the Pengayom Tani Sejagad Farmer-Owned Enterprise (BUMP) in processing groats so that they have a higher selling value. The implementation method is the preparation of material handbooks, socialization of processing and innovation of processed food from groats, workshops for processing groats, packaging training, marketing of products from processing groats, and monitoring and evaluation. The service activities carried out can improve the knowledge and skills of target partners in processing, packaging and marketing groat cookies.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KOMANDO STRATEGIS PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) DI KABUPATEN SRAGEN Tika Sekar Kinasih; Widiyanto; Suminah
Agrica Ekstensia Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.191 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i2.98

Abstract

Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.Program Kostratani merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanian yang ada di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sehingga penyuluh pertanian berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam pelaksanaan program Kostratani di Kabupaten Sragen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen yang merupakan pegawai negeri yaitu sebanyak 54 orang, sehingga penentuan responden penelitian ini dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan data pada penelitian menggunakan wawancara melalui google form, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri atas variabel X (faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja) yaitu umur, frekuensi pelatihan kerja, masa kerja, jumlah kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangan variabel Y (kinerja penyuluh pertanian), yaitu terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen dalam pelaksanaan program Kostratani berada pada kategori cukup baik. Faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Sragen sebesar 19,5% pada tingkat signifikansi α=5%. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu frekuensi pelatihan kerja, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu umur, masa kerja, jumlah kelompok tani binaan serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Dalam Pengembangan Kopi Organik Di Kabupaten Pati (Studi Kasus Kelompok Tani Wanna Lestari Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu) Mariska Prita Hidayati; Agung Wibowo; Widiyanto Widiyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.704 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2735

Abstract

Kopi organik merupakan kopi yang bebas dari pengaruh bahan kimia. Kopi dikatakan organik jika sudah memiliki sertifikat resmi organik dari lembaga sertifikasi. Kabupaten Pati memiliki wilayah penghasil kopi organik yaitu di Desa Gunungsari yang mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran agen perubahan pemberdayaan, dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan dalam pengembangan kopi organik. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan studi kasus. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) di Desa Gunungsari Kabupaten Pati dengan pertimbangan kelompok tani Wanna Lestari merupakan satu-satunya kelompok tani yang mendapatkan program desa organik. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan agen perubahan pemberdayaan menjalankan perannya masing-masing untuk mendampingi keberjalannya pengembangan kopi organik. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat tani di kelompok tani Wanna Lestari meliputi beberapa aspek yaitu kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, penyelenggaraan, dan pengawasan. Aspek yang paling menonjol yaitu faktor pembiayaan atau dana yang dimana pemberdayaan akan berhenti setelah program selesai yang diberikan di kelompok tani.
Pelatihan Pengolahan Eggroll Kelor Putri Permatasari; Widiyanto Widiyanto; Amalia Nadifta Ulfa; Indah Nurhidayati; Haryani Saptaningtyas
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i3.2173

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan kelor menjadi produk olahan yang mempunyai nilai gizi tinggi sebagai upaya mencegah terjadinya stunting pada bayi dan anak. Kelor dimanfaatkan dengan diolah menjadi produk makanan eggroll. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan koordinasi, diskusi dan identifikasi permasalahan kemudian menentukan metode yang tepat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode sosialisasi/workshop, pelatihan dan praktik secara langsung. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dalam melakukan pemanfaatan kelor menjadi produk olahan eggroll sekaligus sebagai inovasi usaha dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengaruh Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Provinsi DKI Jakarta Ayu Puspita Sari; Sugihardjo; Widiyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.501 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i06.319

Abstract

COVID-19 pertama kali ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Februari 2020 dan setidaknya sudah menyebar ke 124 negara di dunia. COVID-19 masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, kemudian menyebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia diprediksi akan mempengaruhi eksistensi sektor pertanian apabila perkembangannya semakin meluas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar; (2) Mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar; (3) Mengetahui pengaruh antara faktor internal dan eksternal penyuluh pertanian terhadap kinerja penyuluh pertanian selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan eksplanatori. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Provinsi DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan teknik sensus. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya PSBB berada pada kategori baik dengan pelaksanaan dalam kategori cukup dan evaluasi dan pelaporan dalam kategori sangat baik. Kinerja penyuluh pertanian Provinsi DKI Jakarta dipengaruhi oleh umur, masa kerja, pendidikan, pelatihan, ketersediaan sarana prasarana, dan kondisi lingkungan kerja sebesar 52,5%.
Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Petani di Desa Sugihwaras Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Dian Febrianti; Widiyanto; Retno Setyowati
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.181 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i08.381

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia yaitu kemiskinan. Kabupaten Kebumen merupakan kabupaten termiskin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 201 9 dengan angka kemiskinan 16,82 persen. Kemiskinan mendorong rumah tangga petani untuk menerapkan strategi bertahan hidup. Strategi bertahan hidup merupakan apa usaha seseorang agar dapat beradaptasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan petani, strategi bertahan hidup, serta dampak strategi bertahan hidup terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive) di Desa Sugihwaras Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen. Penentuan informan dilakukan secara snowball sampling. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan kemiskinan rumah tangga petani ditandai dengan lahan yang sempit, pendapatan yang tidak menentu, dan rata-rata jumlah tanggungan 3-4 orang. Strategi bertahan hidup yang dilakukan petani pemilik penggarap, petani penyewa, petani penyakap, dan buruh tani yaitu strategi on farm, strategi off farm, dan strategi non farm. Dampak strategi bertahan hidup terhadap kesejahteraan petani yaitu hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Strategi Nafkah Petani di Era Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Desa Wonorejo dan Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar) Alfira Rahma Nursita Haerna; Suwarto Suwarto; Widiyanto Widiyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.008 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v3i12.743

Abstract

The Covid-19 pandemic is a challenge faced by all sectors, one of which is the agricultural sector. Gondangrejo Sub-district is one of the sub-districts in Karanganyar Regency which according to Karanganyar Health Service data in 2021 with the highest number of positive Covid-19 victims reaching 1,608 people as of September 30, 2021. The impact of the Covid-19 pandemic was felt by almost all circles, including rural communities. This condition encourages people to carry out livelihood strategies to be able to meet the needs of their families during the Covid-19 pandemic. This study aims to examine how the impact of the Covid-19 pandemic, livelihood strategies and the impact of the strategies carried out by farmers during the Covid-19 pandemic were. The research method used is qualitative with a case study approach. The research location was determined purposively in Wonorejo and Kragan Villages, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. Determination of informants is done by purposive and snowball sampling. The validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results showed that the Covid-19 pandemic had an impact on agricultural physical capital, financial capital, and social capital for farmers in Wonorejo and Kragan villages. The livelihood strategies carried out by farmers in Wonorejo and Kragan villages during the Covid-19 pandemic are on-farm, off-farm, and non-farm. The livelihood strategies that have been carried out by farmers are able to meet daily basic needs during the Covid-19 pandemic and are able to survive in the face of the Covid-19 pandemic.
Bonding Social Capital as a Milestone for Village-Owned Enterprises Existence (a Study of BUM Desa Kerjaya Krasa, Krocok Village, Japah District, Blora Regency) Yonna Esty Kusuma; Suwarto Suwarto; Widiyanto Widiyanto
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 6 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4552.967 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i6.79

Abstract

The Indonesian Government is currently trying to intensify the establishment and development of BUM Village to increase village income. The existence of BUM Village is expected to be a pillar of the village community’s economy, so that the existence of BUM Village needs to be maintained and further considered. The management of BUM Village is carried out by the village government together with the community, based on these reasons it is important to conduct further research on social processes related to the existence of bonding social capital in the development of BUM Village. One of the BUM Village that can maintain its existence is BUM Village Kerjaya Krasa, established in 2017. This paper aims to analyze the development and role of bonding social capital in BUM Village Kerjaya Krasa. The research was conducted qualitatively through in-depth interviews, observation, and documentation. The structural dimensions of social capital found are related to the good relationship between the BUM Village management, with the Krocok Villagers, and the Krocok Village Government. The cognitive dimensions of social capital that can be analyzed include written rules, norms, and sanctions. The relational dimensions that can be found are related to trust, transparency, reciprocity, and social values.