Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Identification of Livelihood Assets of the Tanggulangin Fishing Community Klirong sub-district Kebumen District Zulaikhah Fitri; Sugihardjo Sugihardjo; Agung Wibowo
JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Vol 3 No 2 (2021): JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial
Publisher : CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51486/jbo.v3i2.56

Abstract

ABSTRACT Tanggulangin Fishing Community still depends on the catch of fish even though the available resources can be properly utilized and managed to improve livelihoods. A sustainable livelihood approach is needed to determine fishermen in their livelihoods that are uncertain and depending on the season. Identification of sustainable livelihood assets in order to survive in fishing and famine seasons. The research method used is descriptive qualitative. The determination of informants is done by using the snowball technique. Data collection using in-depth interview techniques, participant observation and documentation. The data were analyzed interactively and the validity of the data was obtained by using triangulation techniques of sources and methods. The sustainable livelihood assets carried out by the Tanggulangin Fishing Community are utilizing financial and social capital during the fishing season, while natural capital during the low season is amidst physical and human capital constraints. Physical capital constraints, namely still using traditional fishing facilities, have no effect because they still want to maintain the balance of the marine ecosystem. Human capital constraints that are not open to information and skills so that an increase in human capital (knowledge, skills and experience) is needed. Keyword: fishing community; identification; livelihood assets ABSTRAK Rukun Nelayan Tanggulangin masih bergantung pada hasil tangkapan ikan padahal sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk meningkatkan penghidupan. Pendekatan penghidupan berkelanjutan dibutuhkan guna menentukan nelayan dalam mempertahankan hidupnya yang tidak menentu dan tergantung pada musim. Pengidentifikasian aset penghidupan berkelanjutan agar dapat bertahan hidup pada musim melaut dan paceklik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan validitas data diperoleh dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Aset penghidupan berkelanjutan yang dilakukan oleh Rukun Nelayan Tanggulangin adalah memanfaatkan modal finansial dan modal sosial pada musim melaut sedangkan modal alam pada musim paceklik ditengah hambatan modal fisik dan manusia. Hambatan modal fisik yaitu masih menggunakan sarana penangkapan ikan secara tradisional tidak berpengaruh karena mereka tetap ingin menjaga keseimbangan ekosistem laut. Hambatan modal manusia yang kurang terbuka terhadap informasi dan keterampilan sehingga dibutuhkan peningkatan modal manusia (pengetahuan, keterampilan dan pengalaman). Kata Kunci: aset penghidupan; identifikasi; rukun nelayan
Model of Conflict Resolution with Social Capital in the Development of Genilangit Tourism Village, Poncol District, Magetan Regency, East Java Province Agung Wibowo; Eny Lestari; Sugihardjo Sugihardjo
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.607 KB) | DOI: 10.25015/16202028590

Abstract

Tourism Village of Genilangit can be regarded as one form Community based tourism but in the process of rural tourism development can not be separated from the dynamics of the conflict. This study aimed to analyze the existence of social capital plays an important role in resolving the conflict. This study chose the area on the southern slope of Mount Lawu in Genilangit Village in Poncol District, Magetan Regency. The main basis for the selection of this region is that the development of the Genilangit Tourism Village is the initiator of the local community with the cost and energy of the local community. his research embraces paradigm constructivist with qualitative methods. This research uses a case study, which is an empirical inquiry investigating the strength of social capital values in line with the development of a tourism village. Data analysis was performed by uniting the two approaches is the structural-functional theory and the theory of conflict. The results showed that the values of social capital that are still stored on the community becomes a powerful weapon in conflict resolution in the construction of a tourist village. Entities of social capital in this study from the aspect of participation in a network, resiprocity, trust, values, norms that exist in the local community. social capital is the basis in preparing models of conflict resolution in rural development Tourism Village of Genilangit.
Kemitraan antara Petani Kopi dengan Perusahaan (Studi Kasus Kintamani) Ginanjar Dwi Cahyanto; Agung Wibowo; Putri Permatasari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i1.19426

Abstract

The partnership between the Kintamani people's coffee farmers and the company is expected to absorb overall production as well as increase the coffee production of the farmers and be mutually beneficial. PT. Perkebunan Nusantara XII is a company that is a partner of the Kintamani people's coffee farmers, precisely in the Blawan Bondowoso Plantation by forming a core plasma partnership pattern. This study aims to describe the partnership conditions that exist between the Kintamani people's coffee farmers and the company. The qualitative data analysis technique is done by collecting data until it is saturated and then conveyed interactively. Research showed that there were three parties involved between the company, smallholder coffee farmers and BNI. The company as the core company provides assistance, procurement and purchasing facilities to smallholder coffee farmers as a plasma. In addition, the smallholder coffee farmers as plasma have an obligation to provide their coffee production to the nucleus company. The purchase of coffee production by the core company involves BNI as the party that distributes capital loans in the form of People's Business Credit (KUR) to plasma. The impact of partnerships with companies is felt by smallholder coffee farmers, such as the smooth marketing of coffee. The hope of partnership farmers can be continuous and implemented in the long term.Keywords: Coffee, Corporate, Nucleus-plasma Pattern, Partnership, Smallholder Coffee FarmersAbstrakKemitraan antara petani kopi rakyat Kintamani dengan perusahaan diharapkan dapat menyerap produksi secara keseluruhan sekaligus peningkatan produksi kopi petani dan bisa saling menguntungkan. PT. Perkebunan Nusantara XII merupakan perusahaan yang menjadi mitra petani kopi rakyat Kintamani tepatnya di Kebun Blawan Bondowoso dengan membentuk suatu pola kemitraan inti plasma. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi kemitraan yang terjalin antara petani kopi rakyat Kintamani dengan perusahaan. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan data hingga jenuh kemudian disampaikan secara interaktif. Penelitian menunjukkan terbentuk tiga pihak yang berhubungan antara perusahaan, petani kopi rakyat dan BNI. Perusahaan sebagai perusahaan inti memberikan fasilitas pendampingan, pengadaan dan pembelian kepada petani kopi rakyat sebagai plasmanya. Di samping itu petani kopi rakyat sebagai plasma memiliki kewajiban memberikan hasil produksi kopinya kepada perusahaan inti. Pembelian hasil produksi kopi oleh perusahaan inti melibatkan BNI sebagai pihak yang menyalurkan pinjaman modal berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada plasma. Dampak kemitraan dengan perusahaan yang dirasakan petani kopi rakyat seperti lancarnya pemasaran kopi. Harapan petani kemitraan bisa kontinu dan dilaksanakan dalam jangka panjang.Kata kunci: Kopi, Kemitraan, Perusahaan, Petani Kopi Rakyat, Pola Inti-Plasma
The Influence of Innovation Characteristics to Farmers’ Decision in Accepting Integrated Crop-Livestock Technology in Karanganyar Region, Central Java Sutrisno Hadi Purnomo; Eka Handayanta; Aqni Hanifa; Agung Wibowo; Mela Purnaningrum
Buletin Peternakan Vol 43, No 4 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (4) NOVEMBER 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i4.40765

Abstract

Farmer’s decision in accepting integrated crop-livestock farming technology was affected by a some factors, including innovation characteristic. This research aimed to figure out the influence of innovation characteristic (relative advantage, compatibility, complexity, triability and observability) to farmer’s decision in adopting the innovation. The research was held in Ngargoyoso Subdistrict, Karanganyar Region, Central Java Province. Basic method used in this research was descriptive quantitative using purposive sampling technique to determine research location. Samples were determined using purposive sampling method with total number was 52 respondents. Data were analyzed using several analysis : data normality, validity, reliability, Oneway ANOVA, multiple linear regression and classic assumption. Oneway ANOVA test showed that farmers with different farming experience had different response in deciding to adopt the technology. Multiple linear regression test gave an equation Y = 2.379 + 0.369X1 + 0.213X2 + 0.080X3 + 0.777X4+ (-0.320X5) + e. The determination coefficient value (R2) is 0.647. The conclusion of this research was characteristic of innovation significantly influenced the farmers’ decision in accepting the integrated crop-livestock technology simultaneously, but partially only variable relative advantage and triability which significantly influenced to farmers’ decision in accepting the integrated crop-livestock technology innovation.
RANCANG BANGUN MODEL KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI ORGANIK DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Kusnandar Kusnandar; Dwiningtyas Padmaningrum; Wiwit Rahayu; Agung Wibowo
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v14i1.163

Abstract

The aim of this research was to design an institutional model for organic rice agribusiness. Data were collected through interviews and focus group discussion which includes the primary and secondary data. Data analysis methods for organic rice agribusiness institutional development were: system analysis, institutional analysis and interactive analysis. Result of the research indicated that organic rice agribusiness system in Sragen was supported by a strong superstructures. There were Go Organic 2010 program and many policies of Sragen government includes: cultivation, extension, marketing, and certification. Profile community of organic rice agribusiness includes organic rice farmers, farmer groups, associations of farmer groups (gapoktan), extension agents, organic rice farmer associations, organic rice agro-industry companies, government, and consumers. Designing models with the agribusiness system suggested a cluster of industry (industrial cluster) which composed of five subsystems, namely: upstream agribusiness, on farm agribusiness, down stream agribusiness, supporting agribusiness system, and marketing subsystem.
Analisis Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Dewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali Risky Ayu Andriani; Agung Ayu Wibowo; Joko Ayu Winarno
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.643 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60399

Abstract

AbstrakDewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) merupakan salah satu bentuk community-based tourism dan merupakan desa wisata unggulan di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini memilih wilayah di lereng sebelah timur Gunung Merapi di Desa Samiran di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Dasar utama pemilihan wilayah ini adalah desa wisata ini mengusung konsep pemberdayaan, dimana aktivitas utamanya berasal dari masyarakat lokal dan hasilnya juga untuk masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang mengarah ke paradigma konstruktivis. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang menyelidiki kebutuhan masyarakat sejalan dengan pengembangan desa wisata.  Analisis kebutuhan dalam penelitian ini digambarkan dalam bentuk diagram pohon masalah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat yang dirasakan menjadi pemicu dalam pengembangan desa wisata. Aspek partisipasi masyarakat, nilai, norma, penghargaan, dan aktualisasi diri menjadi entitas kebutuhan dalam penelitian ini. Analisis kebutuhan menjadi dasar dalam pengembangan desa wisata Samiran Boyolali. AbstractDewi Sambi (Samiran Boyolali Tourism Village) is a form of community based tourism and is a leading tourism village in Boyolali Regency. This study aims to analyze the needs of the people involved in developing tourist villages. This study chose the area on the eastern slope of Mount Merapi in Samiran Village in Selo District, Boyolali Regency. The main basis for the selection of this region is that the tourist village carries the concept of empowerment, where the main activity comes from the local community and the results are also for local people. The method used in this study is qualitative which leads to the constructivist paradigm. This research uses a case study that investigates community needs in line with the development of a tourist village. The needs analysis in this research is illustrated in the form of a problem tree diagram. Data analysis was performed using the Miles and Huberman method. The results showed that the perceived community needs became a trigger in the development of tourism villages. The aspects of community participation, values, norms, appreciation, and self-actualization are needed entities in this research. Analysis of needs is the basis for developing the Samiran Boyolali tourism village.
Strategi Pengembangan Desa Beruk Sebagai Desa Wisata Putri Permatasari; Joko Winarno; Sapja Anantanyu; Agung Wibowo; Suwarto Suwarto; Suryono Suryono
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 4 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v4i1.1296

Abstract

Community service activities are carried out in partnership with the government of Beruk Village, Jatiyoso District, Karanganyar Regency. This activity aims to increase public awareness and participation in the development of Beruk village so that it can become an agriculture-based tourism village. The implementation method is carried out through socialization, workshops and group discussion forums (FGD). The results of community service activities are an increase in the cognitive aspects of  members of the Beruk village community related to the natural potential that can be managed into a tourist village so that it can improve the residents’ economny, cognitive enhancement of farmers in running farming on conservation land so that they can support agriculture-based tourism village programs and cognitive enhancement village government officials in managing Bumdes so as to provide information on the formation, management and efforts to establish Beruk village as a tourist village
Perilaku Petani terhadap Pertanian Buah Naga secara Organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri Riesta Adyanti Purnama; Retno Setyowati; Agung Wibowo
AGRIBEST Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v5i1.4120

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri; mengkaji faktor-faktor pembentuk perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri; dan mengkaji hubungan antara faktor-faktor pembentuk perilaku dengan perilaku petani dalam melaksanakan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri. Metode dasar yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive atau sengaja. Lokasi penelitian di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri yaitu Gapoktan Beji Makmur dan Kelompok Wanita Tani Pelangi. Sampel ditentukan dengan metode proportional random sampling, sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah Rank Spearman IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perilaku petani dalan pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri termasuk dalam kategori baik (2) Faktor pembentuk perilaku petani dalam pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri yaitu penyuluhan berada pada kategori sangat baik, pengetahuan berada pada kategori tinggi, motivasi berada pada kategori tinggi, sikap berada pada kategori baik, dan pendampingan berada pada kategori baik (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pengetahuan, motivasi, dan pendampingan dengan perilaku petani terhadap pertanian buah naga secara organik, sedangkan faktor penyuluhan dan sikap tidak berhubungan signifikan dengan perilaku petani terhadap pertanian buah naga secara organik di Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri.
Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Petani dalam Kegiatan Pengolahan Pupuk Organik di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes Nisita Wuri; Sugihardjo; Agung Wibowo
JURNAL TRITON Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v12i1.162

Abstract

Kegiatan pengolahan pupuk organik merupakan kegiatan kelompok yang dilakukan oleh Kelompok Tani Bahagia IV. Kegiatan ini didorong oleh keprihatinan petani terhadap semakin menurunnya kesuburan lahan sebagai dampak negatif penggunaan pupuk kimia selama puluhan tahun. Sebagai kegiatan kelompok, tentu membutuhkan partisipasi petani untuk menjaga keberlanjutan kegiatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik di Kelompok Tani Bahagia IV. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu kelompok tani Bahagia IV yang berada di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes dengan pertimbangan kelompok tersebut secara konsisten memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan petani. Informan penelitian meliputi Ketua Kelompok Tani Bahagia IV, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Kepala BPP Kecamatan Bulakamba, pengurus kegiatan pengolahan pupuk organik serta petani anggota kelompok. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Interaktif, serta validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik meliputi umur, pendidikan formal dan atau nonformal petani, pekerjaan serta akses komunikasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi petani yaitu dengan membuat jadwal bagi petani dalam proses produksi, sehingga setiap individu petani memiliki peran dan tanggung jawab yang sama atas keberlangsungan kegiatan. Optimalisasi peran serta petani dalam pengolahan pupuk organik sebagai kegiatan usaha kelompok perlu direalisasikan, agar dapat berkembang menjadi usaha kelompok yang lebih baik.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dengan Penggunaan Biostater pada Kelompok Tani Rukun Makaryo Desa Pereng Mojogedang Karanganyar Putri Permatasari; Joko Winarno; Sapja Anantanyu; Suwarto Suwarto; Agung Wibowo
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.80-88

Abstract

Local knowledge is the various works and initiatives of a certain community which are believed to be useful for fulfilling part of their daily needs. This local knowledge can take the form of a set of knowledge and skills in creating something that is believed to be very useful. The source or origin of local knowledge and skills is generally acquired from generation to generation or the result of paying attention to and practicing it yourself over and over again the result of the experiences of others arround it. The use of this local knowledge has been empirically believed and proven by local community from time to time. One of the works of the Rukun Makaryo Farmer Group, Pereng Mojogedang village, is the ude of cattle rumen and its contents as a biodecompuser in the process of fermentation of solid wate from castle to fermented solid organik fertilizer. The rationale is very simple, namely in the rumen of cows there are bacteria that can destroy various forages that are eaten by cows. Therefore, if the bacteria can be cultivated outside the cow’s stomach, it can be used to overcome the abundant solid wate of cattle in rural areas to become solid organik fertilizer needed by farmers.
Co-Authors Andre Noevi Rahmanto Aqni Hanifa Arip Wijianto Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bharata Dharmacahya D Padmaningrum Dewi Sri Rejeki Tri Wahyuni Dhea Firna Ananda Dikhorir Afnan Dio Ariza Kelana Drajat Tri Kartono Drajat Tri Kartono Dwi Hastutik Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Eka Handayanta Eksa Rusdiana Eksa Rusdiyana Eksa Rusdiyana Elisa Medi Saputri Elisa Tri Rahmawati Emi Widiyanti Eny Lestari Eny Lestari Eny Lestari Fajar Julian Santosa Ginanjar Dwi Cahyanto Hafida Narulita Sari Hamzah Wijayanto Wijayanto Imaduddin Xena Joko Ayu Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Kusnandar Kusnandar Luthfi Agung Ardhianta Mahendra Wijaya Mariska Prita Hidayati Mela Purnaningrum Moch. Samsul Anwar Muhammad Iqbal Akbar Nisa Maidah Rahmawati Nisita Wuri Nurul Risca Pratiwi Oky Dea Novianti Padmaningrum Padmaningrum Permatasari Putri Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Retno Setyowati Riesta Adyanti Purnama Rindea Wini Pertiwi Risky Ayu Andriani Risky Ayu Andriani Rosita Candrakirana Sandra Lestari Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu, Sapja Sapja Anantayu Siska Prihantiwi Sonia Aprilia Susanta Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Suminah Suminah Suminah Suminah Suryono Suryono Suryono Suryono Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutrisno Hadi Purnomo Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Totok Mardikanto Tri Abdul Rahman Ulfa, Amalia Nadifta Waskito Widi Wardojo Widiyanto Winarno Joko Wiwit Rahayu Zaini Rohmad Zulaikhah Fitri Zulaikhah Fitri