Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis dan Perancangan Aquascape menggunakan Protokol MQTT untuk Media Pengiriman Data Suhu dan pH Reza Kurniawan; Fikra Titan Syifa; M. Lukman Leksono
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i1.344

Abstract

Aquascape merupakan sebuah seni mengatur tanaman air , ikan hias dan batu pada sebuah akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya aquascape menjadi tempat hidup dan berkembang ikan sekaligus tumbuhan air. Tumbuhan air untuk berkembang akan membutuhkan energi melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis tumbuhan air memerlukan pencahayaan sebagai pengganti sinar matahari. Sehingga dibuatlah suatu sistem media pengiriman data atau monitoring suhu air dan kualitas ph untuk mengetahui kualitas kesehatan aquascape tersebut. Suhu air ideal suhu air di dalam aquascape tersebut yaitu 20-28 derajat Celcius dan nilai PH yang baik adalah 6,0 – 8,0. Sistem ini berbasis mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan sensor suhu DS18B20 dan PH Senor. Dengan dibuatnya sebuah sistem ini yang dihubungkan ke melalaui protokol MQTT, terdiri dari rangkaian alat - alat diatas diharapkan dapat melakukan pengiriman data atau monitoring suhu air dan kualitas PH secara realtime walaupun pengguna diluar rumah atau lokasi yang jauh dari aquascape tersebut, pengguna dapat memonitoring kesehatan aquascape tersebut.
Sistem Monitoring pH dan Kekeruhan Akuarium Menggunakan Metode Regresi Linear Hanif Aditya Permana; Fikra Titan Syifa; Mas Aly Afandi
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i1.407

Abstract

Pada pemeliharaan ikan didalam akuarium membutuhkan perawatan guna menjaga kelangsungan hidup ikan dan vegetasi air yang terdapat didalamnya. Selain rutinitas pemberian pakan, nilai parameter lingkungan akuarium juga perlu selalu diawasi dan dijaga pada rentang tertentu. Tujuan utama yang ingin dicapai untuk memonitoring pH dan kekeruhan pada akuarium sehingga kualitas air akuarium bisa terjaga. pH yang baik untuk ikan hias di akuarium yaitu lebih dari 7 dan kurang dari 8, kemudian kekeruhan yang baik untuk ikan hias di akuarium yaitu dibawah 25 ntu. Pada penelitian ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 digunakan sebagai pusat kendali sistem, kemudian sensor pH untuk mendeteksi nilai pH air, kem Pada pemeliharaan ikan didalam akuarium membutuhkan perawatan guna menjaga kelangsungan hidup ikan dan vegetasi air yang terdapat didalamnya. Selain rutinitas pemberian pakan, nilai parameter lingkungan akuarium juga perlu selalu diawasi dan dijaga pada rentang tertentu. Tujuan utama yang ingin dicapai untuk memonitoring pH dan kekeruhan pada akuarium sehingga kualitas air akuarium bisa terjaga. pH yang baik untuk ikan hias di akuarium yaitu lebih dari 7 dan kurang dari 8, kemudian kekeruhan yang baik untuk ikan hias di akuarium yaitu dibawah 25 ntu. Pada penelitian ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 digunakan sebagai pusat kendali sistem, kemudian sensor pH untuk mendeteksi nilai pH air, kemudian sensor turbidity untuk mendeteksi nilai kekeruhan air, kemudian Buzzer berfungsi sebagai alarm dan yang terakhir LCD berfungsi untuk menampilkan hasil dari pembacaan sensor tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode regresi linear untuk mengetahui keakuratan dari pembacaan sensor pH. Pada penelitian ini terdapat pengujian sensor turbidity untuk menguji hasil sensor, pengujian sensor pH untuk menguji nilai ADC / tegangan output dan akurasi sesnsor pH, Pengujian regresi linear pada sensor pH dan pengujian QOS untuk mengetahui beberapa nilai parameter diantara lain delay, throughput, packet loss dan jitter. Pada sistem ini digunakan android ntuk monitoring dan notifikasi dengan implementasi internet of things. Berdasarkan hasil pengujian pada sensor pH dengan kondisi pH 4,2, 7,1 dan 9,4, pada pembacaan sensor dengan kondisi pH 9,4 tingkat rata-rata errornya yaitu 2%. Namun setelah diuji denngan metode regresi linier dengan persamaan y=-0,2540+1,0468X nilai rata-rata errornya menjadi 0%, dapat disimpulkan bahwa metode regresi linier dapat diterpakan pada penelitian ini. Pada hasil pengujian QOS delay didapatkan nilai rata-rata pengujian delay sebesar 975,9470 ms dimana termasuk dalam kategori jelek, packet loss didapatkan rata-rata sebesar 15,126 % dimana termasuk dalam kategori sedang, throughput didapatkan rata-rata sebesar 694,661 bit/s dimana termasuk dalam kategori sangat bagus dan Jitter didapatkan rata-rata sebesar 473,9918 ms dimana masuk dalam kategori jelek. Kata kunci : Akuarium, Sensor pH, Sensor Turbidity, NodeMCU ESP32, Buzzer, LCD.
Pemanfaatan ESP32 Sebagai Sistem Pemantauan Kualitas Air Keran Siap Minum Secara Real-Time Menggunakan Aplikasi Cindy Tio Helena Manurung; Jaenal Arifin; Fikra Titan Syifa; Raditya Artha Rochmanto
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i2.535

Abstract

Pemantauan kualitas air keran siap minum sangat penting bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat mendeteksi kualitas air dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things. Pada penelitian ini, sensor Analog pH meter v2, Suhu DS18B20, dan Turbidity SEN0189 digunakan untuk mendeteksi nilai pH, Suhu, dan kekeruhan pada air. Disamping itu google firebase, MIT App Inventor dan WireShark digunakan sebagai pendukung teknologi IoT serta pemantau QoS. Ketiga sensor diuji untuk mencari nilai error menggunakan 3 sampel yang berbeda untuk masing-masing sensor. Cairan uji pH buffer 4,9;7,5;dan8,8 digunakan untuk menguji sensor pH. Sampel air suhu 29,1℃;8,7℃; dan 65,0℃ digunakan untuk menguji sensor suhu. Sampel air keruh 439NTU, 1404NTU, dan 2589NTU digunakan untuk menguji sensor turbidity.Pengujian Quality of Service menggunakan tiga parameter yaitu packetloss,delay, dan throughput. Hasil pengujian sensor pH, suhu, dan turbidity mendapatkan nilai error sebesar 0,85%;1,31%; dan 0,49% untuk pH; 1,90%; 3,09%; dan 1,39% untuk suhu; 2,58%;2,63%; dan 2,91% untuk kekeruhan. Hasil pengujian QoS mendapatkan nilai rata-rata packet loss 0,01%; delay 20,36 ms, dan throughput 581,14 bit/sec. Berdasarkan hasil nilai error, sensor pH,suhu dan turbidity cukup akurat. Pengujian packetloss dan delay sudah menampilkan hasil yang baik. Namun, hasil throughput masih harus ditingkatkan.
Pengujian Sistem RSSI pada Perancangan Prototype Pemantauan Lahan Kebun Teh Berbasis LoRa hazia rifka maulida; Fikra Titan Syifa; Mas Aly Afandi
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v4i2.538

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian dari sektor pertanian. Teh adalah salah satu komoditi pertanian yang pengelolaannya cukup luas di Indonesia dan berumur panjang. Teh merupakan tanaman yang hidup pada suhu 130C – 150C dan kelembaban >70% pada siang hari. Perkebunan teh yang luas menimbulkan sulitnya melakukan monitoring suhu dan kelembaban tanah lahan tersebut, sehingga peneliti ingin merancang sebuah alat yang dapat memonitoring lahan perkebunan tersebut secara jarak jauh. Peneliti membuat alat untuk mengetahui suhu dan kelembaban tanah yang ada pada lahan perkebunan teh, dengan menggunakan sensor DHT11 dan sensor soil moisture YL-69 yang terhubung dengan mikrokontroller ESP32 untuk mempermudah monitoring. Sistem ini menggunakan sebuah alat monitoring, aplikasi android dan database menggunakan google firebase. Akurasi yang dihasilkan dari sensor DHT11 cukup baik, pada pengujian DHT11 dilakukan pada waktu siang hari. Nilai rata-rata error rate pada siang hari yaitu 3,00%. Akurasi yang dihasilkan sensor YL-69 cukup baik, terdapat 3 kategori kondisi tanah yaitu kering dengan nilai kurang dari 70%, lembab jika dirange 70% sampai 90%, dan basah jika diatas nilai 90%. Didapatkan nilai rata-rata RSSI terkecil yaitu sebesar -112,4666667. Sedangkan nilai rata-rata SNR yaitu sebesar -8,6, dan selanjutnya nilai delay terbesar yang diterima oleh perangkat yaitu mempunyai nilai rata-rata sebesar 9 detik.
PERANCANGAN PROTOTYPE ALAT PENDETEKSI DETAK JANTUNG KADAR OKSIGEN DAN SUHU TUBUH MENGGUNAKAN PLATFORM BLYNK Meliena Vanesha Hutagalung; Fikra Titan Syifa; Indah Permatasari
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.461

Abstract

Jantung merupakan organ vital pada manusia dengan fungsi utama untuk memompa darah keseluruh tubuh, dimana didalam darah pada tubuh terdapat gas, air dan zat makanan serta oksigen untuk disalurkan bagi semua sel dan jaringan. Salah satu indikator kesehatan tubuh manusia yaitu detak jantung, saturasi oksigen serta suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat dengan menggunakan pulse oximeter sebagai sensor utama pengukur detak jantung nya serta untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan sensor suhu. Hasil data pengukuran dapat dimonitor melalui platform Blynk dan disimpan ke dalam cloud storage. Pengujian akan dilakukan terhadap sepuluh orang responden dengan menggunakan prototype yang sudah dibangun dan menggunakan alat yang dijual secara konvensional. Hasil pengujian dari prototype yang dirancang baik dengan nilai akurasi yaitu sebesar 97,87% pada MAX30100 untuk nilai detak jantung, dan 96,46% untuk kadar oksigen. Serta sensor DS18B20 nilai akurasi yang didapat senilai 99,50%. Selain itu, hasil pengujian delay masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai sebesar 25,9 ms.. Kata kunci: Blynk, Saturasi Oksigen, Detak Jantung, Pulse Oximeter.
WATER TURBIDITY MONITORING SYSTEM AND RICE FIELD IRRIGATION DISCHARGE DOOR CONTROL USING BLYNK Dzakiya Nur Yuniar; Fikra Titan Syifa; Nur Afifah Zen
Journal of Electronic and Electrical Power Applications Vol. 2 No. 2 (2022): JEEPA Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/jeepa.v2i2.1278

Abstract

The research objective is to design an IoT-based rice field irrigation turbidity monitoring system, where later farmers can monitor water turbidity and control the Internet of Things (IoT) through Turbidity sensor processing and the ESP8266 module produced by Relay and cloud Blynk processing. The research flow starts from a literature search, the software design process compiles program scripts for each component that has been programmed through the Arduino IDE application, then creates Blynk which is used to monitor or monitoring the turbidity of irrigation water in real time. After designing the hardware and software, the next stage is system testing, if there are constraints and the results are not appropriate, then the hardware and software design is carried out again until the test is successful and the data results are appropriate, then proceed to the next stage of making the test data results. The research results of the Water Turbidity Monitoring System and Rice Irrigation Ditch Control Using Blynk have been successfully designed and functioning properly. The turbidity sensor works well with sensor readings that pass the range of 10 to 70. If the sensor value is less than 10, the water is detected as clean, but the value is more than 70, then the water is detected as cloudy or dirty. Findings Quality of service (QoS) research shows unsatisfactory or poor results in the delay, packet loss, and throughput components, which are caused by poor internet connectivity.
Pengujian Sistem Dan Parameter QoS Pada Perancangan Prototipe Pintu Air Irigasi Sawah Menggunakan Aplikasi Blynk Rizki Candra Wahyu Pratama; Fikra Titan Syifa; Nur Afifah Zen
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i1.827

Abstract

Sistem irigasi di Indonesia masih menerapkan metode tradisional, yaitu metode buka tutup untuk saluran irigasi ke sawah masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Metode tersebut dinilai peneliti kurang efektif dan efisien, sehingga diperlukan sistem monitoring dalam saluran irigasi tersebut. Monitoring ketinggian air diperlukan untuk menjaga debit air agar tidak merusak sawah ataupun tanaman lain disekitarnya. Sistem monitoring dirancang menggunakan sensor ultrasonic dan NodeMCU sebagai media komunikasi data yang terhubung dengan jaringan WiFi. Sistem ini berbasis Internet of Things sehingga proses monitoring dapat dilakukan melalui aplikasi Blynk pada smartphone. Penerapan sistem ini diharapkan dapat membuat pekerjaan para petani menjadi lebih efektif dan efisien. Dari hasil perancangan dan pengujian prototipe, dapat ditarik kesimpulan bahwa sensor ultrasonic memiliki pengukuran jarak ke permukaan air yang presisi dengan alat pembanding yaitu penggaris. Fungsi aktuator dan Blynk membuktikan bahwa kontrol jarak jauh berjalan dengan baik dan responsif dalam membuka atau menutup pintu irigasi dan mematikan atau menyalakan pompa DC. Hasil pengujian QoS masing-masing parameter memperoleh rata-rata, untuk delay sebesar 1491 ms, untuk throughput sebesar 6,131 kbps, untuk packet loss sebesar 11,36%. Berdasarkan standarisasi TIPHON, hasil pengujian parameter delay dan throughput masuk dalam kategori Buruk. Sedangkan hasil pengujian parameter packet loss masuk dalam kategori Baik. Hal ini dikarenakan Blynk server butuh waktu untuk menanggapi paket yang dikirim maupun paket yang diterima.
Pemanfaatan Sensor Arus untuk Efektifitas Penggunaan Daya Listrik pada Ruangan Kelas Menggunakan Internet of Things Ahmad Khairol Maulidi; Fikra Titan Syifa; Gunawan Wibisono
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i1.836

Abstract

Seiring bertambahnya kebutuhan akan peralatan listrik yang digunakan di dalam suatu ruangan kelas maka kebutuhan akan energi listrik serta biaya yang akan dikeluarkan akan semakin besar. Sulitnya memonitor pemakaian perangkat listrik yang ada dikelas berpotensi terjadinya pemakaian perangkat secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem smart class berbasis modul NodeMCU ESP8266, dengan rancangan ini perangkat yang ada di dalam kelas (prototype) dapat dimonitor dan dikendalikan secara jarak jauh. Sehingga dapat dilakukan analisa performansi kinerja saat dilakukan monitoring dan controlling jarak jauh. Termonitornya biaya listrik yang digunakan sehingga dapat mengatur perangkat dengan lebih efisien. Rancangan prototype ini menggunakan alat bantu, NodeMCU ESP8266, Modul sensor PZEM-004T, dan relay. Rangkaian tersebut menghasilkan data yang dikirim ke platform blynk yang diolah menjadi alat monitor dan kendali jarak jauh yang dapat dijalankan pada aplikasi ios. Hasil pengujian akurasi modul sensor PZEM-004T persentase error tegangan rata-rata hanya 0,78% sedangkan pada arus rata-rata persentase error hanya mempunyai persentase 12,90% saja. Hasil pengujian Quality of Service untuk memonitoring data dari NodeMCU ESP8266 ke server blynk mendapatkan delay rata-rata 116 ms, throughput rata-rata sebesar 5446,900 Kbps dan packet loss 0,023%. Berdasarkan parameter tiphon nilai throughput, delay, packet loss termasuk kategori sangat bagus. Pada pengujian fitur hasilnya didapatkan persentase 100% berhasil dari 30 kali pengujian. prototype smart class ini berhasil karena berdasarkan pengujian prototype ini dapat berjalan dengan baik.
Rancang Bangun Prototipe Pemantau Kekeruhan Air dan Pengaturan Pakan Ikan pada Akuarium Menggunakan Nodemcu ESP32 Kholidiyah Masykuroh; Fikra Titan Syifa; Farhan Ario Pamungkas
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i1.917

Abstract

Kemajuan inovasi teknologi saat ini membuat lebih mudah untuk berkomunikasi dari perangkat yang satu ke perangkat lain. Lalulintas informasi antara sumber dan pencari informasi dapat terbantu oleh layanan website. Perkembangan IoT telah menkombinasikan komunikasi antara perangkat dengan website. Memelihara ikan dalam akuarium merupakan salah satu kegiatan harian masyarakat. Akan tetapi ada permasalahan yang dihadapi yaitu bagaimana memonitor kekeruhan air dan pakan ikan pada akuarium. Kondisi ini berpengaruh pada daur hidup ikan itu sendiri. Oleh karena itu, pada penelitian ini membuat sistem monitoring kekeruhan air dan pakan ikan yang dapat dipantau secara online menggunakan handphone. Prototipe dibuat menggunakan sensor Turbidity untuk memonitor kekeruhan air dan Motor Servo untuk pemberian pakan ikan secara otomatis. Perangkat tersebut dikendalikan oleh mikrokontroller yaitu Nodemcu ESP32. Hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan sampel acak menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu margin error untuk setiap pengukuran adalah 0,115.
Penerapan Sensor Suhu DS18B20 dan Sensor pH sebagai Otomatisasi Pakan Ikan Berbasis IoT Ferdy Rakhman Ibrahim; Fikra Titan Syifa; Herryawan Pujiharsono
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i2.844

Abstract

Ikan Koi merupakan ikan hias yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena bentuknya yang cantik dan warnanya yang indah. Di Desa Melung sendiri kolam budidaya Ikan Koi dengan siklus terbuka dan area persawahan serta dataran tinggi dapat menyebabkan metabolisme ikan yang dapat berpengaruh ke pola pakan ikan dikarenakan suhu yang tidak stabil, serta dapat membantu pembudidaya ikan memantau kondisi suhu air dan pH air. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memantau suhu air dan pH air serta membuat sistem pakan ikan otomatis berbasis suhu dan jam, menggunakan board mikrokontroler Arduino Nano Atmega328 dan memanfaatkan NodeMCU ESP8266 sebagai penghubung ke internet. Penggunaan sensor pH 4502C sebagai pendeteksi nilai pH air dan sensor suhu dengan tipe DS18B20 sebagai pendeteksi suhu air. Sebagai pengatur waktu pada sistem pakan ikan otomatis menggunakan modul RTC DS3231 yang terhubung dengan servo untuk membuka dan menutup pakan ikan otomatis, dengan memanfaatkan Internet of Things serta dapat dipantau dengan aplikasi MIT App Inventor. Berdasarkan hasil pengujian sensor suhu didapatkan dengan kondisi suhu air dingin 5,7°C, air normal 25,8°C, air panas 70,5°C mendapatkan rata-rata eror 0,64%, dan pada pengujian sensor pH menggunakan larutan air Cuka 2,54, air normal 6,42, air sabun 10.08 didapat eror rata-rata 5,29%. Pada hasil pengujian takaran menggunakan servo berdasarkan durasi mendapatkan hasil jika 10 ms maka takarannya 5,83 gram, 20 ms takaran 7,53 gram, 30 ms takaran 9,36 gram, dan 70 ms dengan takaran 17,86 gram
Co-Authors -, Priyatmadi Abadias Safik, Muhammad Abi Sabila Mustaqim Afandi, Mas Aly Afifah Dwi Ramadhani Agung Wicaksono Ahmad Khairol Maulidi Aiza Yudha Pratama Al Anshory, Muhammad Zahid Amaliah, Nuuraan Risqi Anang Dwi Prakoso Andhika Cahyono Putra Armanda Suryaningrat Bilal, M Bita Parga Zen Bragiwibisana, Bragiwibisana Carantia Raharditya Cindy Tio Helena Manurung Danny Kurnianto David Kasyanto, Risky Diani, Fitri Dimas Fanny Hebrasianto Permadi Dzakiya Nur Yuniar Eka Firmansyah Faizah Faizah Faizah Faizah Famila Dwi Winati Fanny, Dimas Farhan Ario Pamungkas Ferdy Rakhman Ibrahim Friska Citra Agustia Ghaly Al Ghifari, Muh. Naufal Gilang Prayoga Gladi Pawestri Utami Gunawan Wibisono Gunawan Wibisono Hanif Aditya Permana Hanif Aditya Permana hazia rifka maulida Indah Permatasari Indriyanto, Slamet Irmayatul Hikmah Jaenal Arifin Jalil Faza Kholidiyah Masykuroh Leksono, M. Lukman Listiani, Rizka Maulana, Ramadyan Meliena Vanesha Hutagalung Miftahol Arifin Muhammad Afrizal Amrustian Muntaqo Alfin Amanaf Nabila Noor Qisthani Nisa'ul Nurfajri Arofah Noor Qisthani, Nabila Novi Melawati Nur Alif, Muh Nur Azizah Nur Fajri, Bintang Nurul Latifasari Poppy Ambar Rini Pradana Ananda Raharja Prakasa, Anantia Prakoso, Anang Dwi Prasetyo Yuliantoro Priyatmadi Reza Kurniawan Rizki Candra Wahyu Pratama Rochmanto, Raditya Artha Samudra, Amar Maulana Septi Adi Cahyani Setiawan, Daffa Ikhlas Sevia Indah Purnama Sidik Setiawan, Muh Syahfitra Giffari, Henry Wibowo, Fahrudin Mukti Wulan Sari, Hesti Yosita Dwiani Suryaningtiyas Yoyakim Tarumingi, Adrian Yudhistira, Erastus Chandra YULIAN ZETTA MAULANA Zen, Nur Afifah