Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERANCANGAN PROTOTIPE MESIN PEMILAH PRODUK BERDASARKAN BERAT YANG TERINTEGRASI DENGAN SISTEM TRACEABILITY Suratun; Deni Muswara; Joki Irawan
JUTEKS Vol 12 No 1 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v12i1.21581

Abstract

Pemilah barang merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk memisahkan dan mengelompokkan produk berdasarkan karakteristik tertentu seperti warna, ukuran, berat dan bentuk. Salah satu inovasi penerapan teknologi adalah prototype mesin pemilah produk berdasarkan berat yang telah dimodifikasi dengan teknologi IoT. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan prototipe mesin pemilah produk yang memanfaatkan sistem IoT untuk kontrol dan monitoring jarak jauh penambahan teknologi barcode pada prototipe digunakan sebagai fitur pelengkap untuk menunjang sistem traceability dalam sistem pelacakan produk. Software yang digunakan untuk pemprograman sistem kontrol prototipe ada tiga, yaitu software arduino IDE, software EcoStruxure machine expert - basic, dan software Haiwell cloud scada. Hasil penghitungan pada motor servo pendorong, besar torsi yang terjadi pada beban 0,5 sampai 0,7 kg adalah 0,0016 sampai 0,0022 N.m. Hasil penghitungan pada motor servo pemilah, besar torsi yang terjadi pada beban 0,5 sampai 0,7 kg adalah 0,024 sampai 0,033 N.m. Sistem pemilah produk menunjukkan akurasi yang tinggi dalam mengklasifikasikan produk berdasarkan berat. Semua produk dalam rentang berat yang ditentukan untuk Tipe A dan Tipe B telah diklasifikasikan dengan benar. Sistem secara konsisten mengklasifikasikan produk di luar rentang berat yang ditentukan (Tipe NG) dengan benar, menunjukkan bahwa sensor berat dan mekanisme pemilahan berfungsi dengan baik. Diperolehnya bentuk fisis prototipe mesin pemilah produk yang sesuai dengan desain yang diharapkan. Integrasi sistem IoT melalui Haiwell Cloud SCADA memungkinkan pemantauan data secara real-time, termasuk informasi waktu klasifikasi dan berat produk. Hal ini memungkinkan pengawasan jarak jauh atas kinerja sistem dan memberikan fleksibilitas untuk penyesuaian parameter operasi mesin, seperti batas berat klasifikasi produk. Kata Kunci : Prototipe mesin pemilah produk, Teknologi Internet of Things (IoT), Sistem traceability, monitoring dan control
RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM MONITORING SUHU DAN KEKERUHAN OLI HIDROLIK PADA HYDRAULIC POWER UNIT (HPU) BERBASIS IOT DI PT. ELANG PERDANA TYRE INDUSTRY Joki Irawan; Ilham Rizq Fauzaan; Iwan Sumirat
JUTEKS Vol 12 No 1 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v12i1.21584

Abstract

Mesin Endurance Test yang ada di PT. Elang Perdana Tyre Industry dilengkapi Hydraulic Power Unit (HPU) yang berfungsi untuk penggerak actuator hidrolik. Mesin ini sering bermasalah dengan alarm “Hydraulic High Temperature Fault”, yang dimana temperature pada HPU sudah melebihi 80°C, hal ini bisa disebabkan karena faktor komponen HPU sudah ada yang abnormal atau kualitas oli hidrolik yang sudah menurun. Tidak adanya penggantian oli secara berkala menyebabkan kualitas oli terabaikan. Sebuah sistem prototype dirancang sebagai alat bantu analisa penurunan kualitas oli dan alat bantu pendeteksi suhu oli dengan berbasis Internet of Things (IoT), sistem yang dibangun pada mikrokontroller Arduino UNO R3 dan Esp8266 akan menampilkan sebuah pembacaan parameter suhu dan kekeruhan oli hidrolik pada LCD Display dan juga aplikasi Blynk. Adapun untuk pembacaan suhu dan kekeruhan oli digunakan sensor Max6675 Thermocouple Type-K dan analog Turbidity sensor DFRobot SEN0189, hasil dari penelitian ini didapat akurasi sensor suhu adalah 99,38% dan akurasi sensor kekeruhan 94,36%, seluruh parameter yang diukur akan disimpan kedalam SD Card untuk keperluan analisa kedepannya. Kedua sensor ini masih terbilang layak untuk digunakan dan sistem notifikasi berjalan dengan baik sesuai dengan perintah kode program. Kata Kunci: Hydraulic Power Unit, Internet of Things, Sistem Monitoring, Suhu, Kekeruhan
Implementation of a Safety Instrumented System: A Comprehensive Review and Conceptual Framework Goeritno, Arief; Muhidin, Muhidin; Annisa, Sarah Chairul; Fitriani, Fitriani; Azama, Irham Muhammad; Waluyo, Roy; Suratun, Suratun; Muliawati, Fithri; Irawan, Joki; Ramadhan, Afham
Journal of Applied Science and Advanced Engineering Vol. 2 No. 2 (2024): JASAE: September 2024
Publisher : Master Program in Mechanical Engineering, Gunadarma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59097/jasae.v2i2.33

Abstract

A safety instrumented system (SIS) is specifically designed to protect personnel, pieces of equipment, and the environment by reducing the likelihood or severity of the impact of identified emergency events. This review has five objectives, i.e., (i) to find the layers of protection, (ii) to figure out and implement the SIS through life cycle step design, (iii) to find the Safety Integrity Level (SIL), (iv) to find the Safety Requirement Specification (SRS), and (v) to figure out and think about the SIS design that will be used. The study's methods are algorithms that a researcher uses to carry out research in stages of achievement and accordance with research objectives. Referring to the review proposed, five results have been achieved, which are guided by the process stages. The SIS design has been implemented and can be used as a reference for understanding the basic concepts and instrumentation of process control systems. The second is figuring out and implementing the SIS, which is an essential stage in the life-cycle step process. The third, the SIL determination, can be done using qualitative or quantitative methods that involve evaluating two risk components, e.g., probability and severity, and lies in the risk levels and the weighting structure. Furthermore, a matrix shows many of the factors that are used to determine the SIL levels. Fourth, the SRS consists of two parts, i.e., requirement specification of the functional and the integrity. Fifth, one of the considerations in designing the SIS is the separation between the SIS and the BPCS, thereby reducing the possibility of both systems failing simultaneously. Finally, the consequences range from minor injury to high death, and the main conclusion in this article is that the concept system will make it easier to find references or get predictions for determining instrumentations and creating a process control system.
Prototipe Sistem Otomasi Pembersihan Dan Pengisian Galon Air Isi Ulang Berbasis PLC Nurjayanto, Ramdhan; Sumirat, Iwan; Irawan, Joki
JUTEKS Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v9i2.13507

Abstract

Pembuatan prototipe sistem otomasi pembersihan danpemgisian galon air isi ulang berbasis PLC, dikarenakan semakinbanyak pengusaha individual yang ingin memulai usaha depotair. Metode penelitian untuk menghasilkan prototipe sistemotomasi pembersihan dan pengisian galon air isi ulang berbasisPLC dilakukan beberapa tahapan yaitu, perencanaan pembuatanalat dan perencanaan rangkaian sistem otomasi, pembuatankerangka alat, pembuatan program sistem otomasi, pengawatanrangkaian, pengujian alat prototipe. Perbandingan kedua alatberdasarkan efisiensi waku satu sequence dan penggunaan airsaat alat beroperasi. Hasil pengujian alat konvensional danprototipe dengan hasil perbandingan waktu 75 menit / hari, danpengujian pemborosan air saat alat beroperasi dengan pelanggan30 galon perhari yaitu, 30 liter / hari. Berdasarkan hasil tersebutdapat disimpulkan maka prototipe ini dapat dikembangkanmenjadi skala yang sama, dikarenakan d
ANALISIS KONTINGENSI LEPASNYA TRAFO-II IBT 500/150 KV PADA SISTEM TENAGA LISTRIK SUBSISTEM DI BANDUNG Opa Mustopa; Sarah Chairul Annisa; Joki Irawan
JUTEKS Vol 8 No 2 (2021): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v8i2.15889

Abstract

Keandalan dan stabilitas suatu sistem tenaga listrik perlu dijaga karena berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Sistem ini terbagi atas tiga, yaitu pembangkit, transmisi, dan distribusi. Kestabilan penyaluran listrik dari pembangkit sampai konsumen di lakukan dengan saling terintegrasi antara ketiga bagian tersebut. Pelaksanaan operasi dalam sistem tenaga listrik haruslah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Simulasi pada sistem tenaga listrik adalah salah satu cara mengurangi resiko kesalahan operasi agar dapat mengidentifikasi jiaka ada alat atau komponen yang lemah selanjutnya dilakukan antisipasi pencegahan gangguan yang bersifat teknis. Analisis kontingensi dilakukan untuk mengetahui perubahan aliran daya akibat terjadinya pelepasan salah satu komponen sistem tenaga listrik. Pelepasan tersebut dapat terjadi karena adanya gangguan maupun karena akan dilakukannya pemeliharaan berkala sehingga harus dilepasnya salah satu komponen sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, analisis kontingensi dapat menjadi sebuah solusi untuk menganalisa suatu sistem tenaga listrik untuk mencegah pemadaman meluas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara Studi literatur, Observasi, dan Diskusi. Hasilnya adalah pada saat system tenaga listrik sub system Bandung dalam keadaan normal, terdapat under voltage pada bus Cianjur oleh karena itu perlu diantisipasi dengan penambahan Kapasitor, kemudian saat dilakukan simulasi pelepasan IBT-II, hampir semua bus mengalami under voltage sehingga system menjadi tidak stabil dan beberapa trafo mengalami over load. Dan apabila system mengalami overload, perbaikan yang dilakukan bisa dengan cara pengurangan beban, sedangkan apabila terjadi under voltage, dapat diperbaiki dengan menambah kapasitor.