Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Artistic Affordance in Virtual Reality Painting Sidik, Muhamad Fauzan; Damayanti, Nuning Yanti; Mutiaz, Intan Rizky; Grahita, Banung
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3260

Abstract

Kemunculan Virtual Reality (VR) memungkinkan kegiatan melukis dilakukan di dunia maya, menawarkan media seni yang unik dengan sifat yang sangat berbeda dengan media seni konvensional. Perbedaan materialitas ini berpotensi menghasilkan alternatif media baru, sebuah teori yang dikemukakan oleh Gibson tentang bagaimana suatu lingkungan/sistem menawarkan alternatif berkreasi yang baru. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengeksplorasi pengalaman pembuatan karya seni dalam ranah virtual menggunakan software VR-Pain. Kami menggunakan pendekatan kualitatif heuristik yang terdiri atas keterlibatan awal, pencelupan, inkubasi, iluminasi, penjelasan, dan sintesis kreatif. Pada proses penelitian, ditemukan bahwa kemungkinan berkreasi dengan VR-Pain dihasilkan dari kuas virtual. Simulasi lukisan dalam VR juga melahirkan sense of agency, yaitu rasa kontrol seniman saat menciptakan karya seni pada lingkup virtual. Studi ini mengusulkan konsep baru keterjangkauan artistik dalam VR, yang mengacu pada segala sesuatu di lingkungan virtual yang memengaruhi proses kreatif dan ekspresi artistik selama pembuatan seni VR. Pemahaman terhadap kemampuan artistik membantu mengomunikasikan fungsionalitas dan kegunaan VR ke sarana kreatif dan artistik serta dapat meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pengguna dalam praktik pembuatan seni. Studi ini menunjukkan bahwa diperlukan kolaborasi antara umpan balik diperlukan pengembang, peneliti, dan seniman untuk merancang antarmuka pengguna atau pilihan tools dalam sistem VR yang lebih kaya sehingga akan menjadikan VR sebagai media artistik yang lebih baik. Kata Kunci: alternatif-media-baru, lukis, rasa-kontrol, seni, virtual-reality
Pemikiran Ulang Materialitas: Kajian Fenomenologi Pengalaman Penciptaan Seni dari Pelukis Cat Minyak Tradisional di dalam Realitas Virtual Sidik, Muhamad Fauzan; Damayanti, Nuning Yanti; Mutiaz, Intan Rizky; Grahita, Banung
Jurnal Sosioteknologi Vol. 23 No. 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2024.23.3.3

Abstract

Recent technological developments have brought back virtual reality (VR) as a new creative medium. This research investigates how artists with no prior VR experience perceive and employ immersive VR environments to translate their physical world creative concepts into the virtual realm. By bridging the gap between traditional and virtual reality art, this study contributes to a deeper understanding of affordance theory in today’s context. Using a phenomenological approach, data was collected through immersive VR painting sessions, think-aloud protocols, and reflective interviews. Over three sessions, one selected participant utilized OpenBrush to explore the affordances of VR painting. Key findings reveal a transformative shift in artistic knowledge and practice. Participants adapted their understanding of materials and techniques to the unique affordances of VR, aligning with affordance theory and actor-network theory. The study's implications for artists are that by integrating VR into traditional art practices, artists can explore new creative avenues. Additionally for VR developers, the findings suggest potential improvements to VR tools, such as enhancing haptic feedback or developing more intuitive interfaces to better support artistic expression.  
The Symbolic and Aesthetic Value of Traditional Tableware: A Systematic Review M I Mambraku, Victor; Damayanti, Nuning Yanti; Pasaribu, Yannes Martinus; Nugraha, Adhi
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Octob
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i1.5322

Abstract

Traditional tableware reflects significant symbolic and aesthetic values that help maintain cultural identity in the era of globalization. However, the shift towards modern products has reduced the role of traditional tableware, leading to a decline in people's understanding of its cultural significance. The study analyzed the literature that highlights the role of traditional tableware in various cultures, focusing on its spiritual, social, and ecological aspects. Using a systematic approach, this study identifies sustainable education and design-based preservation strategies that uphold the symbolic meanings of traditional tableware. Our methods include the analysis of literature and cross-cultural perspectives of different ethnicities. We highlight the importance of integrating traditional tableware into modern education and design to strengthen people's connection to their cultural identity. Our findings suggest that cultural preservation can be enhanced by promoting aesthetics, revitalizing symbolic values, and adopting an ecology-based approach that supports the sustainability of local cultural identity. The study proposes a conceptual framework that guides cultural preservation strategies in the face of the challenges of globalization, offering practical implications for education and product design relevant to modern society.
Etika dan Estetika Galeri Seni Rupa Universitas di Era Digital Azalia, Dea Ananda; Damayanti, Nuning Yanti; Damajanti, Irma
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.722

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara galeri seni rupa universitas memproduksi, mengkurasi, dan mengkomunikasikan karya seni. Studi ini mengkaji pergeseran etika dan estetika yang muncul dari transformasi tersebut melalui analisis komparatif RMIT Gallery dan George Paton Gallery di Melbourne serta Galeri Soemardja di Institut Teknologi Bandung. Dengan menggunakan metodologi kualitatif yang menggabungkan observasi lapangan (2019–2025), wawancara kurator, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan etis dalam praktik seni digital, seperti isu kepengarangan, atribusi, bias dataset, representasi, dan tanggung jawab institusional. Pada saat yang sama, digitalisasi membentuk kecenderungan estetika baru yang ditandai oleh hibriditas medium, presentasi berbasis antarmuka, format partisipatif digital, dan inovasi pengarsipan. Kebaruan penelitian ini terletak pada posisinya yang melihat galeri universitas sebagai ruang penting dalam merumuskan kerangka etika dan estetika di era digital, khususnya dalam ekosistem teknologi Indonesia yang sedang berkembang. Studi ini menyimpulkan bahwa galeri universitas perlu memperkuat literasi digital, menyusun pedoman etika, dan mengembangkan strategi kuratorial adaptif guna merespons dinamika budaya visual berbasis AI.