Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Ngabandungan Banda Indung Interpretasi Kepercayaan Masyarakat Sunda Rancakalong melalui Seni Visual Maulina, Rini; Sabana, Setiawan; Damayanti, Nuning Yanti; Muhtadin, Teddi
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1204

Abstract

ABSTRACTIndung (mother) in Sundanese culture is not only meaningful as a mother who gives birth, but has a broadmeaning and contains motherhood. Sundanese people have a tradition of appreciating the indung, seenfrom the mention of the indung in Paribasa, Babasan, Carita Pantun, and mythology. The maternal natureof Sunan Ambu, Dayang Sumbi and Nyi Sri Pohaci, was placed in the highest position as a glorificationof the indung. The results of the study showed that the philosophy contained in the traditional ceremonyof Ngalaksa in Rancakalong, Sumedang, contains the meaning of broad indung, interpreted into the formof visual artwork “Ngabandungan Banda Indung”, based on the problem of interpretation the meaningof the mother in visual artwork has been limited to mothers who give birth. Using the Art Based Researchmethod, the creation of research-based artwork. Aimed at interpretation of the wider meaning of the landin the form of the depiction of the banda indung (mother’s wealth) such as rice plants, honje, Kawung,Kalapa, jagong, with the depiction of batik, using glass painting techniques.Keywords: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Visual ArtABSTRAKIndung (ibu) dalam budaya Sunda tidak hanya bermakna sebagai ibu yang melahirkan, tapimemiliki makna yang luas dan mengandung sifat keibuan. Masyarakat Sunda memiliki tradisilebih menghargai indung, terlihat dari penyebutan indung pada paribasa, babasan, carita pantun,dan mitologi. Sifat keibuan terdapat pada Sunan Ambu, Dayang Sumbi, dan Nyi Sri Pohaci,ditempatkan pada posisi tertinggi sebagai pemuliaan indung. Hasil penelitian menunjukkanfalsafah yang terkandung dalam upacara adat Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang,mengandung makna indung yang luas, diinterpretasikan ke dalam bentuk karya seni visualNgabandungan Banda Indung, berdasarkan permasalahan interpretasi terhadap makna ibu dalamkarya seni visual selama ini terbatas pada ibu yang melahirkan. Menggunakan metode ArtBased Research, penciptaan karya seni berbasis penelitian. Bertujuan sebagai interpretasi maknaindung yang lebih luas berupa penggambaran banda indung (kekayaan Ibu) seperti tanamanpadi, honje, kawung, kalapa, jagong, dengan penggambaran batik, menggunakan teknik lukiskaca.Kata Kunci: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Seni Visual.
Artistic Affordance in Virtual Reality Painting Sidik, Muhamad Fauzan; Damayanti, Nuning Yanti; Mutiaz, Intan Rizky; Grahita, Banung
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3260

Abstract

Kemunculan Virtual Reality (VR) memungkinkan kegiatan melukis dilakukan di dunia maya, menawarkan media seni yang unik dengan sifat yang sangat berbeda dengan media seni konvensional. Perbedaan materialitas ini berpotensi menghasilkan alternatif media baru, sebuah teori yang dikemukakan oleh Gibson tentang bagaimana suatu lingkungan/sistem menawarkan alternatif berkreasi yang baru. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengeksplorasi pengalaman pembuatan karya seni dalam ranah virtual menggunakan software VR-Pain. Kami menggunakan pendekatan kualitatif heuristik yang terdiri atas keterlibatan awal, pencelupan, inkubasi, iluminasi, penjelasan, dan sintesis kreatif. Pada proses penelitian, ditemukan bahwa kemungkinan berkreasi dengan VR-Pain dihasilkan dari kuas virtual. Simulasi lukisan dalam VR juga melahirkan sense of agency, yaitu rasa kontrol seniman saat menciptakan karya seni pada lingkup virtual. Studi ini mengusulkan konsep baru keterjangkauan artistik dalam VR, yang mengacu pada segala sesuatu di lingkungan virtual yang memengaruhi proses kreatif dan ekspresi artistik selama pembuatan seni VR. Pemahaman terhadap kemampuan artistik membantu mengomunikasikan fungsionalitas dan kegunaan VR ke sarana kreatif dan artistik serta dapat meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pengguna dalam praktik pembuatan seni. Studi ini menunjukkan bahwa diperlukan kolaborasi antara umpan balik diperlukan pengembang, peneliti, dan seniman untuk merancang antarmuka pengguna atau pilihan tools dalam sistem VR yang lebih kaya sehingga akan menjadikan VR sebagai media artistik yang lebih baik. Kata Kunci: alternatif-media-baru, lukis, rasa-kontrol, seni, virtual-reality
Pemikiran Ulang Materialitas: Kajian Fenomenologi Pengalaman Penciptaan Seni dari Pelukis Cat Minyak Tradisional di dalam Realitas Virtual Sidik, Muhamad Fauzan; Damayanti, Nuning Yanti; Mutiaz, Intan Rizky; Grahita, Banung
Jurnal Sosioteknologi Vol. 23 No. 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2024.23.3.3

Abstract

Recent technological developments have brought back virtual reality (VR) as a new creative medium. This research investigates how artists with no prior VR experience perceive and employ immersive VR environments to translate their physical world creative concepts into the virtual realm. By bridging the gap between traditional and virtual reality art, this study contributes to a deeper understanding of affordance theory in today’s context. Using a phenomenological approach, data was collected through immersive VR painting sessions, think-aloud protocols, and reflective interviews. Over three sessions, one selected participant utilized OpenBrush to explore the affordances of VR painting. Key findings reveal a transformative shift in artistic knowledge and practice. Participants adapted their understanding of materials and techniques to the unique affordances of VR, aligning with affordance theory and actor-network theory. The study's implications for artists are that by integrating VR into traditional art practices, artists can explore new creative avenues. Additionally for VR developers, the findings suggest potential improvements to VR tools, such as enhancing haptic feedback or developing more intuitive interfaces to better support artistic expression.