Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelestarian Budaya Masyarakat Hukum Adat Huta Sihaporas di Kabupaten Simalungun Elma Suzana Sinaga; Reh Bungana Beru Perangin-angin
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6664

Abstract

The objectives ofthis research are in the form of, (1) to find out the efforts made in preserving the Sihaporas customary law community, (2) to know the obstacles and challenges in efforts to preserve the culture of the Sihaporas customary law community, Simalungun Regency. This study uses an empirical research method supported by literature studies. The data collection process involves the use of primary and secondary data. Primary data is obtained by conducting direct observations, conducting interviews, and documenting the results, while secondary data is obtained from sources such as books, journals, and articles. The results of the study show that the efforts made in preserving the culture of the Sihaporas customary law community are; continue to carry out rituals, maintain traditional values passed down from previous generations, take care of the natural environment, and comply with customary processions and applicable regulations as well as preserve and defend ancestral heritage objects. The obstacles and challenges faced in efforts to preserve the culture of the Sihaporas customary law community are; Sihaporas has not been recognized by the government and the state until now. Public knowledge is still limited in developing networks with priority concepts, strategies, and programs at the grassroots level. as well as the lack of assistance or advocacy in helping the Sihaporas community to be recognized as an indigenous people. As well as the presence of PT. TPL seizing the Sihaporas customary forest is very disturbing, not only to the preservation of customary rituals and the continuity of agriculture, but also to ecological sustainability.
Pelindungan Hukum Pengetahuan Tradisional Terhadap Makanan Tradisional Cimpa Matah Sebagai Makanan Khas Suku Karo Berutu, Rini Armianti; Bintang, Dandi Putra; Ginting, Loficha Metesa Br; Butar-butar, Ikhsanul Fadly; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Br. PA, Reh Bungana Bungana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i3.2023.980-984

Abstract

Masalah yang ingin dibahas dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat setempat terhadap cimpa matah, pemerintah belum mendaftarkan cimpa matah ke Rektoral jendral Kemenkumham sebagai bentuk pelindungan hukum pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah. Tidak terbudayakannya dengan baik cimpa matah sebagai salah satu makanan tradisional, dan startegi, pengembangan oleh pemerintah dalam membudidayakan cimpa matah sebagai makanan khas suku karo. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana bentuk pelindungan hukum yang diberikan atas pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah dan untuk menetahui strategi, upaya dalam pemanfaatan dan pembinaan Cimpa Matah sebagai salah satu suatu unsur kekayaan intelektual yaitu pengetahuan tradisional. pemerintah setempat dalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat khusunya masyarakat suku karo baik secara teoritis maupun praktisnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Normatif-Empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap responden dengan lokasi penelitian di Desa Suku Julu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten karo Provinsi Sumatera Utara, adapun teknik pengumpulan data dengan Reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian memproleh bahwasanya cimpa matah belum terlindungi secara hokum, pelindungan hokum pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah belum didaftarkan dan dimohonkan pelindunganya kepada DKJI Kemenkumham RI. Selain hal tersebut terdadapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam pemberdayaan cimpa matah sebagai makanan khas suku karo yaitu dengan edukasi pendidikan terhadap pemuda setempat agar cimpa ini tersu terjaga kelesarianya, penegekan hokum terhadap pelindungan cimpa matah, pemasaran dan promosi oleh pemerintah setempat agar cimpa ini dapat dikenal tidak hanya disuku karo tetapi juga untuk masyarakat dan suku lainya.  Kata Kunci: Cimpa Matah, Makanan Khas karo Pelindungan Pengetahuan Tradisonal.Â