Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

THE URGENCY OF DEMOCRATIC ETHICS IN SHAPING NATIONAL INTEGRATION: URGENSI ETIKA DEMOKRASI DALAM MEMBENTUK INTEGRASI NASIONAL Fifi Zuhriah; Heru Ismaya
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 2 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i2.5149

Abstract

Ethics are guidelines and orientations in decision-making, activities, and human actions in undergoing democracy. The implementation of democratic values in the life of the nation and state is certainly not free from violations related to violations of democratic values. Violations of democratic values are acts of discrimination against certain individuals (human rights violations). This reflects that society has not yet realized democratic values in its life. National integration is a way out to deal with various conflicts. National integration as an Indonesian cultural strategy basically unites the vision and mission between a number of interests and identities of each member of society with a complex cultural background. By upholding the principles of ethics in the application of democracy. This research is a literature analysis research, which is qualitative in nature. Qualitative field research conducted by researchers to examine a reference to study and analyze the urgency of democratic ethics in forming national integration. So this research is This research is descriptive qualitative.
IMPLEMENTATION OF LAW NUMBER 3 OF 2024 ON VILLAGES REGARDING THE ROLE OF VILLAGE GOVERNMENT IN COMMUNITY SERVICES AND THE IMPLEMENTATION OF VILLAGE DEVELOPMENT PROGRAMS IN BARENG VILLAGE, SEKAR DISTRICT, BOJONEGORO REGENCY: Implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Desa Terhadap Peran Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Masyarakat Dan Pelaksanaan Progam Pembangunan Desa di Desa Bareng Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro Fahimah Nurul Hidayah; Ernia Duwi Saputri; Heru Ismaya
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 3 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i3.5310

Abstract

This study examines decentralization under Law Number 3 of 2024 concerning Villages, which mandates the empowerment of village governments to enhance public services and implement development programs according to local needs. The research problem states how the implementation of Law Number 3 of 2024 concerning Villages affects the role of the village government in community service and the execution of development programs in Bareng Village, Sekar District, Bojonegoro Regency. The objective of the study is to identify the regulation’s implementation in the dimensions of community service and village development. A qualitative research method was chosen, employing observation, interviews, and documentation; data were analyzed through reduction, presentation, and verification. The findings indicate that the village’s authority in financial management and participatory planning has increased, accelerating the provision of administrative services and basic infrastructure. However, challenges arise in the synchronization of regulations across government levels and in strengthening the capacity of village officials. In conclusion, the implementation of Law 3/2024 has expanded the village’s role as a development subject, but its effectiveness depends on improved coordination and the competencies of the village government.
The Impact of Online Gambling on Household Harmony in Bojonegoro Regency: Dampak Perjudian Online terhadap Kerukunan Rumah Tangga di Kabupaten Bojonegoro Dadung Harjo Yudanto; Heru Ismaya
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 3 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i3.5499

Abstract

Humans are social creatures. One of its manifestations is the formation of a marriage between a man and a woman in building a happy household as the smallest unit in society. The rise of online gambling in Bojonegoro Regency has an effect on the household. Ranging from financial losses, addiction, to emotional instability. This research uses a descriptive qualitative approach to analyze the impact of online gambling on household harmony. The qualitative method was chosen because it is able to describe the phenomenon holistically through narrative data), while the descriptive approach is used to portray actual conditions without manipulation of variables. Online gambling has a significant impact on household harmony which starts with a drastic deterioration in communication, When couples are entangled in online gambling activities, the time and attention that should be given to interact with the family is instead diverted to online games. So that daily communication becomes tense and conflict-prone. As a result, couples feel neglected, unappreciated, and have difficulty establishing a healthy discussion space
Implementasi Upaya Penanganan Hukum Pidana Dalam Kasus Tindak Pidana Diskriminasi RAS dan ETNIS Ismaya, Heru
JUSTITIABLE - Jurnal Hukum Vol. 8 No. 1 (2025): JUSTITIABLE -Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/justitiable.v8i1.1374

Abstract

A law is structured based on a series of regulations regarding human behavior. The law is supposed to create order, safety, and happiness in society. Every individual in society must have the authority inherent in each of them, including the right to life, liberty, security, and other universal rights related to Human Rights (HAM). Ethnicity, religion, race, and intergroup (SARA) discrimination is a serious threat to social integrity and the principle of equality before the law. Law Number 40 of 2008 concerning the Elimination of Racial and Ethnic Discrimination is present as a national legal umbrella to overcome discriminatory practices. This article aims to analyze the effectiveness of criminal law efforts in dealing with discrimination. The method used in this study is normative juridical with a statutory and case approach. The results of the study indicate that although criminal sanctions have been strictly regulated. On the other hand, the implementation of this law still faces various obstacles such as minimal reporting, proof of discriminatory intent. Therefore, enforcing criminal law requires collaboration between law enforcement officers, human rights institutions, and the community to realize the rights equal protection. Hukum disusun berdasarkan rangkaian peraturan-peraturan mengenai tingkah kehidupan manusia, dalam hal ini tujuan dari hukum ialah mengadakan ketertipan dan keselamatan, kebahagiaan di dalam masyarakat. Setiap individu, dalam kehidupan di masyarakat pasti memiliki kewenangan yang melekat pada masing-maing dirinya, termasuk hak hidup, kebebasan, keamanan, dan hak universal lainnya yang terkait dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Diskriminasi atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan ancaman serius bagi keutuhan sosial dan prinsip persamaan di hadapan hukum. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis hadir sebagai payung hukum nasional untuk menanggulangi praktik diskriminatif. Tujuan penelitian inj untuk menganalisis dan mengkaji efektivitas upaya hukum pidana dalam menangani diskriminasi berdasarkan ketentuan Undang-Undang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil kajian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun telah diatur sanksi pidana dengan tegas,namun pelaksanaan hukum ini masih menghadapi berbagai kendala seperti minimnya pelaporan, pembuktian niat diskriminatif dan. Oleh karenanya, dalam penegakan hukum pidana memerlukan sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga HAM, dan masyarakat untuk mewujudkan perlindungan hak yang setara.
Pertanggungjawaban Perdata Pelaku Bullying terhadap Korban di Lingkungan Pendidikan Jazilatul Kholidah, Neneng Rika; Ismaya, Heru; Anggraini, Safira
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum)
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v5i2.388

Abstract

Lingkungan pendidikan semestinya menjadi wadah yang aman,nyaman, serta mampu memberikan memotivasi peserta didik baik dalam akademis ataupun secara psikologis. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru saja merilis data yang cukup mencegangkan terkait kasus perundungan atau bullying. Tercatat, terdapat 1.052 kasus pelanggaran hak anak yang diterima sepanjang tahun 2025 berlangsung. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bullying yang masih terjadi di lingkungan pendidikan yaitu sekolah, ini telah menunjukkan bahwa masih kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak serta belum pahamnnya anak terhadap konsekuensi akibat dari melawan hukum sedangkan para korban bullying sering kali tidak mendapat ganti rugi atau pemulihan secara perdata dari pelaku, padahal secara yuridis korban berhak menggunggat ganti rugi atas sebuah kerugian yang telah ditimbulkan dari perbuatan melawan hukum berdasarkan pasal 1365 KUH Perdata dan yang kedua bentuk  Pertanggungjawaban perdata pelaku bullying terhadap korban yaitu orang tua pelaku yang dapat  dimintai pertanggungjawaban atas dasar perbuatan melawan hukum (PMH)  berdasarkan pasal 1367 ayat (2) KUH Perdata. Selanjutnya, Pemberian sanksi skorsing hingga mengeluarkan siswa dari sekolah menjadi bentuk dukungan penolakan bullying dilingkungan pendidikan.
Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga Sebagai Upaya Memelihara Keutuhan Keluarga yang Harmonis dan Sejahtera (Suatu Tinjauan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga) Heru Ismaya; Itok Dwi Kurniawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4244

Abstract

Abstrak Rumah tangga merupakan sebuah susunan terkecil dalam masyarakat dan merupakan bagian pergaulan hidup yang eksistensinya untuk mengembangkan keturunan agar dapar berkembang biak sebagaimana mestinya. Disamping itu tumah tangga dapat juga dimaknai sebagai lambang kenyamanan dalam rangka pemenuhan nalurinya hidup di dunia ini. Kekerasan Dalam Rumah Tangga dimaknai sebagai ragam bentuk penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan (fisik, psikis, emosional, seksual,penelantaran) yang dilakuan untuk mengendalikan pasangan, anak, atau anggota keluarga/orang lainnya, yang menetap atau berada dalam suatu lingkup rumah tangga. Tujuan penelitian ini mendiskripsikan Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 Tentang Penghapus kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) terhadap sikap tindak kekerasan Dalam Rumah Tangga sehingga terbentuk keluarga yang harmonis dan sejahtera. Metode penelitian dengan menggunakan pendejtan kualitatif disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menguraikan, menjelaskan dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan. Hasil penelitian ini, apapun bentuknya kekerasan dalam rumah tangga akan mendapatkan sangsi hukum, karenanya dengan lahirnya Undang-undang tersebut akan berdampak terbentuknya keluarga yang harmonis dan sejahtera. Kata Kunci: Pencegahan, kekerasan, Keluarga Harmonis. Abstract A Family is the smallest arrangement in society and it is part of the association of life whose to develop offspring in order to breed as it should. In addition, the staircase can also be interpreted as a symbol of comfort in order to fulfill his instincts to live in this world. Family Violence is defined as a variety of violence or threats of violence (physical, psychic, emotional, sexual, neglect) that are carried out to control a spouse, child, or family member / other person who is sedentary or within a family sphere. The purpose of this study describes Law Number 23 year 2004 concerning the Elimination of Family Violence towards the attitude of family violence so that a harmonious and prosperous family is formed. Research methods using qualitative learning are presented descriptively, namely by describing, explaining and describing according to the problem. Research results, various form of family violence will get a legal penalty, therefore with the presence of the law will have an impact on the formation of a harmonious and prosperous family. Keywords: Prevention, violence, Harmonious Family.
Antisipasi Terjadinya Bullying melalui Sosialisasi Anti Bullying pada Siswa MTs Assyakur Nglingi Ngasem Bojonegoro Nur Rohman; Moh. Fuadul Matin; Heru Ismaya; Sujiran; Joko Setiyono; Ayis Crusma Fradani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5350

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Fenomena ini masih banyak ditemukan di lingkungan sekolah, termasuk di MTs Assyakur Nglingi Ngasem Bojonegoro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya bullying melalui sosialisasi anti bullying kepada siswa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi tatap muka dengan pendekatan edukatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, dan refleksi peserta. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, faktor penyebab, dampak, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% peserta memahami materi dengan baik, serta seluruh peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap dampak negatif bullying. Selain itu, terdapat indikasi perubahan sikap berupa komitmen pelaku untuk menghentikan tindakan bullying dan keberanian korban untuk melawan. Namun demikian, perubahan perilaku jangka panjang belum dapat dipastikan karena keterbatasan waktu intervensi. Oleh karena itu, diperlukan program lanjutan yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan sekolah untuk mengatasi bullying secara komprehensif.
DAMPAK PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP SANGSI PADA ANAK PELAKU PERUNDUNGAN DALAM INTENSITAS PERILAKU VERBAL ( SUATU TINJAUAN UNDANG- UNDANG NOMER 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK) Heru Ismaya; Rika Jazilatul Kholidah
Verstek Vol 14, No 2 (2026): APRIL-JUNI
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jv.v14i2.117824

Abstract

Bullying can be interpreted as a form of structured violence carried out with the aim of intimidating and maintaining dominance by a particular individual or group over a stronger entity. The court, as a legal institution, functions as an enforcement agency. Children are part of the younger generation and are a human resource that plays a strategic role in the future of the nation's ongoing struggle. The purpose of this study is to describe the deterrent effect of sanctions imposed on perpetrators of bullying in terms of the intensity of verbal behavior. The punishment for perpetrators of bullying according to Article 76 C of Law Number 35 of 2014 are as follows; "Everyone is prohibited from placing, allowing, committing, ordering, or participating in committing violence against children" (Law Number 35 of 2014). It means that what is meant by everyone is an individual or corporation, while the meaning of a child is someone who is not yet 18 years old. This article states that perpetrators of verbal bullying can be punished with a maximum prison of 3 years and 6 months and/or a maximum fine of IDR 72 million. Indeed, perpetrators of criminal acts of bullying must be punished to prevent repeat acts. However, on the other hand, the long-term effects on the future of children who bully need to be considered.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Wizer.me Sebagai Bahan Ajar Pancasila Materi Patuh Terhadap Norma Lafia Nur Ilmi; Sely Ayu Lestari; Heru Ismaya
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12853

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sumber daya e-learning berbasis Wizer.me dengan topik Kepatuhan terhadap Norma dan menilai kelayakan solusi yang diusulkan. Model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan, analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi digunakan dalam metodologi penelitian dan pengembangan (R&D) penelitian ini. Dua puluh delapan siswa kelas tujuh dari MTs Mamba'ul Huda menjadi subjek penelitian. E-LKPD yang dirancang mencapai tingkat kepraktisan yang sangat tinggi, menurut hasil validasi. Proporsi 0.89, yang termasuk dalam kategori "sangat layak", dicapai melalui validasi oleh pakar media. Sementara itu, validasi oleh pakar materi 1 menerima skor 1.13, dan validasi oleh pakar materi 2 menerima skor 0.89, keduanya termasuk dalam kategori "sangat layak". Berdasarkan hasil tersebut, rata-rata validasi ahli mencapai 0.97, dan presentase angket respon peserta didik mendapatkan rata-rata 86%. sehingga E-LKPD berbasis Wizer.me dinyatakan “sangat layak” digunakan sebagai bahan ajar materi Patuh Terhadap Norma.
Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Ajaran Sedulur Sikep Samin Berbantuan Aplikasi Canva Aprilia Maharani; Sely Ayu Lestari; Heru Ismaya
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12854

Abstract

Perkembangan teknologi dan globalisasi menyebabkan peserta didik semakin kurang mengenal budaya lokal. Materi pelestarian budaya bangsaku masih disampaikan secara konvesional dan teoritis sehingga siswa kurang berminata dalam belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji keefektifan bahan ajar bermuatan ajaran Sedulur Sikep Samin berbantuan aplikasi Canva untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini memakai metode Research and Development (R&D) dangan model ADDIE yang meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Produk bahan ajar dikembangkan dalam bentuk PDF menggunakan aplikasi Canva dengan materi yang dikaitkan dengan nilai kejujuran, kerukunan, kesederhanaan, gorong royong, harmoni dengan alam, dan saling menghargai sesama. Hasil validasi ahli materi sebesar 0,866 sementara ahli media sebesar 0,855 menunjukkan bahan ajar sangat valid dan layak digunakan. Selain itu, respon peserta didik sebesar 81,5% masuk kategori sangat layak. Hasil dari uji N-gain juga mengalami peningkatan setelah memanfaatkan bahan ajar yang dikembangkan.