Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Collaborative Governance Strategy in Increasing Production and Strengthening Food Diversification in Rokan Hulu Regency, Riau Province, Indonesia Yusri, Ali; Fadli, Mashur; Pane, Rico Purnawandi; Rafi, M; Wasillah, Asiah; Zebua, Ben Hansel Notatema; Alby, Syahroni
Journal of Governance and Public Policy Vol. 11 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v11i3.20038

Abstract

This research aims to analyze Collaborative Governance strategies in food diversification efforts in Rokan Hulu Regency, focusing on the regional food policy context. Utilizing qualitative analysis with the Nvivo 12 Plus tool, it systematically processes interview and online media data, revealing key factors such as coordination (47.06%), trust (29.41%), and commitment to common goals (23.53%) that influence collaborative governance. The novelty lies in highlighting the low level of stakeholder commitment, linked to a lack of participation forums, which impacts local food consumption patterns still dependent on rice. While leadership and institutional design are identified as critical aspects of collaborative governance, this study advances the discourse by emphasizing the dominance of the government sector and the need for more balanced stakeholder involvement in program implementation. It also underscores the importance of developing alternative commodities like corn and cassava to enhance food diversification. This research contributes to the state of the art by offering timely insights into the practical challenges of collaboration, advancing both theoretical and applied aspects of governance in rural food security strategies.
To What Extent Do Online News Platforms Frame Environmental Issues? A Content News Analysis In Indonesia's Dompu Maize Development Program Wicaksono, Baskoro; Rahmat, Al Fauzi; Rahmanto, Fajar; Rafi, M.; Dávid, Lóránt Dénes
Nyimak: Journal of Communication Vol 9, No 1 (2025): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v9i1.12797

Abstract

This article examines how online news frames environmental issues in the corn development program in Dompu, West Nusa Tenggara, Indonesia. Furthermore, this article uses qualitative-exploratory research to analyze the news content with the analytical knife of Robert M. Entmen's framing model. Then, the data analysis tool uses NVivo 12 Plus to code the data and distribute terms and words that correlate with the framing of online news. The findings showed that certain aspects of the maize development program were more prominent, in general, the national online media emphasized elements of “make moral judgment” and “treatment recommendation”. In contrast, the local online media emphasized “define problem” and “diagnose cause”. Both online media explicitly instructed how environmental issues in Dompu Regency are important for environmental journalists. Thus, this implies differences in framing between national and local online media, and illustrates that environmental journalists have an important role in framing environmental issues.Keyword: Media framing, Online news, Environment issues, Corn program, Dompu. ABSTRAKArtikel ini meneliti bagaimana berita online membingkai isu lingkungan dalam program pengembangan jagung di Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Lebih lanjut, artikel ini menggunakan penelitian kualitatif-eksploratif untuk menganalisis konten berita dengan pisau analisis model framing Robert M. Entmen. Kemudian, alat analisis data menggunakan NVivo 12 Plus untuk mengkodekan data dan mendistribusikan istilah dan kata-kata yang berkorelasi dengan pembingkaian berita online. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek tertentu dari program pengembangan jagung lebih menonjol, secara umum, media daring nasional menekankan unsur “make moral judgment” dan juga “treatment recommendation”. Sebaliknya, media daring lokal menekankan pada unsur “define problem” dan “diagnose cause”. Kedua media daring tersebut secara eksplisit menginstruksikan bagaimana isu lingkungan di Kabupaten Dompu menjadi penting bagi jurnalis lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini menyiratkan adanya perbedaan pembingkaian antara media daring nasional dan lokal, dan menggambarkan bahwa jurnalis lingkungan memiliki peran penting dalam membingkai isu-isu lingkunganKata Kunci: Pembingkaian media, Berita online, Isu lingkungan, Program jagung, Dompu.
Review of the Effectiveness of the Loan Interest Subsidy Program for Micro, Small and Medium Enterprises by the Cooperative Office of Small and Medium Enterprises (UKM) Pekanbaru City Milda, Gustia; Rafi, M.
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 11, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v11i1.17253

Abstract

The Pekanbaru City SME Cooperative Office holds a loan interest subsidy program that aims to support the implementation of the National Economic Recovery (PEN) program and assist business actors in running their businesses. In its implementation, business actors must take part by developing their business. But in reality, there are problems for business actors, namely the lack of quality of human resources, difficulties in realizing procedures and permits from the Government, the lack of capital owned by business actors and difficulties in obtaining loans. The research method used in this research was descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out using interviews and documentation techniques. The data analysis technique in this research used Nvivo 12 Plus software using the theory of measuring program effectiveness by Sutrisno. The results of this study indicate that from the aspect of understanding the program for business actors, they do not fully understand and are able to deal with the consequences of late payment of loan interest subsidies. The right target indicator has not been able to achieve the objectives of the loan interest subsidy program because there is a Cost Budget Plan (RAB) that does not match the actual conditions. Timely indicators, which are quite slow in the process of distributing the loan interest subsidy program. Then the real change indicator found that the loan interest subsidy program has not been able to bring about changes because there are still many problems that occur such as bad credit, lack of responsiveness, short repayment times, and many who ask for unsecured. From these problems, it can be said that the loan interest subsidy program implemented has not been effective and has not been able to bring impact or change to the community as business actors.
Kapabilitas Pemerintah Desa Dalam Penyelenggaraan Layanan Siaga Dukcapil di Desa Munsalo Kabupaten Kuantan Singingi Ramadhani, Fitri; Rafi, M.
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025 - September 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/projip.v4i1.1293

Abstract

Kapabilitas menjadi salah satu komponen krusial dalam menilai SDM yang ada di organisasi pemerintahan, termasuk pemerintahan desa. Website Siaga Dukcapil merupakan inovasi baru dalam sistem pelayanan Disdukcapil Kabupaten Kuantan Singingi untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang efektif secara online. Desa Munsalo sebagai salah satu desa yang memberikan layanan adminduk secara digital. Namun, permasalahan terkait ketidakmampuan aparatur desa dalam memanfaatkan sistem Siaga Dukcapil menjadi problematika tidak tercapainya penyelenggaraan pelayanan publik yang optimal. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan kapabilitas pemerintah desa dalam penyelenggaraan pelayanan Siaga Dukcapil di Desa Munsalo Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dianalisis menggunakan aplikasi Nvivo 12 Plus untuk menjawab tujuan penelitian secara sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapabilitas Pemerintah Desa Munsalo dalam penyelenggaraan pelayanan publik melalui website Siaga Dukcapil tahun 2023 masih belum optimal. Pertama, dimensi pengetahuan dan keterampilan masih dihadapkan dengan masalah tidak adanya pembinaan dari Disdukcapil Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan kepada operator desa, sehingga keterampilan aparatur dalam penginputan data kependudukan masyarakat desa melalui Siaga Dukcapil masih minim. Kedua, dimensi sistem teknis masih terdapat permasalahan terkait tidak adanya SOP dan terbatasnya sarana prasarana untuk menunjang pelayanan yang diberikan. Ketiga, dimensi sistem manajerial berkaitan dengan belum maksimalnya kemampuan kepala desa dalam menjalankan regulasi sehingga operator adminduk desa sulit ditemui masyarakat dan minimnya sosialisasi program adminduk di desa. Keempat, dimensi nilai dan norma permasalahan terkait aspek kebermanfaatan yang belum optimal bagi masyarakat lokal karena waktu penyelesaian dokumen adminduk melalui Siaga Dukcapil yang masih belum efisien dan sering mengalami kendala jaringan. Capability is one of the crucial components in assessing human resources in government organizations, including village governments. The Siaga Dukcapil website is an innovation in the Disdukcapil service system of Kuantan Singingi Regency to provide effective online population administration services. Munsalo Village is one of the villages that provides digital adminduk services. However, the problem related to the inability of village officials to utilize the Siaga Dukcapil system is a problem that has not achieved optimal public service delivery. Therefore, this study aims to explain the capabilities of the village government in providing Siaga Dukcapil services in Munsalo Village, Kuantan Singingi Regency. This study uses a descriptive qualitative approach which is analyzed using the Nvivo 12 Plus application to answer the research objectives systematically. The results of this study indicate that the capabilities of the Munsalo Village Government in providing public services through the Siaga Dukcapil website in 2023 are still not optimal. First, the knowledge and skills dimension is still faced with the problem of the absence of guidance from the Regency Population and Civil Registry Office and the Sub-district Government to village operators, so that the skills of the apparatus in inputting population data for village communities through Siaga Dukcapil are still minimal. Second, the technical system dimension still has problems with the absence of Standard Operating Procedures and limited facilities and infrastructure to support the services provided. Third, the managerial system dimension is related to the less than optimal ability of village heads to implement regulations so that village population administration operators have difficulty meeting with the community and the minimal socialization of population administration programs in the village. Fourth, the value and norm dimension of the problem is related to the benefits that are not optimal for local communities because the completion time for population administration documents through Siaga Dukcapil is still inefficient and often experiences network problems.
Pentahelix Model in Community Based Tourism Development: Roles, Challenges, and Synergy Enhancement Pane, Rico Purnawandi; Nasution, Hazqon Fuadi; Susanto, Agus; Rafi, M.; Fatmawati, Fatmawati
Indonesian Journal of Tourism and Leisure Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Lasigo Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijtl.v6i2.565

Abstract

Community Based Tourism (CBT) is a key strategy for sustainable tourism development, particularly in areas rich in natural and cultural resources such as North Rupat Sub-District, Bengkalis Regency. Despite its designation as a National Tourism Strategic Area, CBT implementation in North Rupat continues to face challenges including inconsistent community participation, limited mentoring, and weak program sustainability. This study employs a qualitative approach within the pentahelix framework government, academia, business, community, and media to analyze stakeholder roles in tourism development. Data were collected through in-depth interviews with eight purposively selected informants directly involved in tourism activities, supported by participant observation and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that while all actors contribute to tourism development, weak coordination and limited long-term mentoring hinder the effectiveness and sustainability of CBT initiatives. This study contributes by applying the pentahelix collaboration model to the context of North Rupat for the first time, integrating it with the concept of community based tourism. Strengthening community capacity, adaptive governance, and cross-sector collaboration is essential to achieving sustainable tourism development and inclusive local economic growth.
Sosialisasi Pencegahan Bullying Di SDN 85 Kota Pekanbaru: Ciptakan Generasi Tanpa Kekerasan Rafi, M.; Wangi, Dwi Sekar; Alanda, Alika Fiorella; Pitopang, Annisa Syukri; Asmara, Diva Nura; Madhani, Afisya; Putri, Alifa Saira; Prayoga, Dio Dwi; Adrian, Fernanda; Siahaan, Firman Erikson; Zahra, Hiliya Safanah; Bilqis, Nurvica Bona; Sopiyani, Sopiyani
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.683

Abstract

Bullying is an act of aggression, intentional, committed by an individual or group of individuals, to inflict pain, intimidate and terrorize to gain power and recognition. This socialization activity is intended to educate students about the negative impacts of bullying and the proper prevention methods. This activity is also in accordance with Sustainable Development Goal 4, which is quality education that supports a safe and inclusive learning environment for students to understand issues related to bullying and their prevention efforts. The methods used are interactive material delivery, discussion questions, pre-test and post-test questionnaires involving all participants so that the learning process can run interactively. The enthusiasm of students during the implementation of a series of socializations was very high, which was marked by an increase in the understanding of creating a safe, comfortable, and bullying-free school environment.  
Menilai Kesiapan Implementasi Kebijakan dalam Mengatasi Fenomena Cybercrime di Kota Pekanbaru Rifki Amanda; Mhd. Suhaidi; Dwi Septiyaningsih; Aisyah Yulfitri; M. Rafi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1522

Abstract

Fenomena kejahatan cyber yang terus meningkat di Kota Pekanbaru menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan digital masyarakat dan mendorong pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menanganinya. Penelitian ini bertujuan menilai kesiapan pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan kebijakan penanggulangan kejahatan cyber melalui analisis terhadap isi kebijakan dan konteks pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dan studi literatur seperti buku, jurnal, dan beberapa sumber hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya seperti pembentukan tim Unit Cyber untuk penegakan hukum, namun masih terdapat hambatan signifikan berupa keterbatasan sumber daya manusia, minimnya perangkat teknis, serta belum adanya regulasi daerah yang secara khusus mengatur penanganan kejahatan cyber. Selanjutnya, koordinasi lintas instansi juga belum berjalan optimal sehingga menghambat efektivitas penanganan kasus. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan pemerintah Kota Pekanbaru masih perlu diperkuat melalui penguatan kapasitas teknis, penyusunan kebijakan daerah yang lebih adaptif, serta peningkatan kolaborasi antar lembaga untuk menciptakan sistem perlindungan digital yang lebih responsif.
KAPABILITAS PEMERINTAH LOKAL LIMA PULUH KOTA DALAM PENGEMBANGAN WISATA TAMAN BERMAIN ANAK AKA BARAYUN 2023-2024 Arif Bizikrillah, Wahyu; Rafi, M.
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4697-4706

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan objek wisata oleh pemerintah lokal dalam hal ini Disparpora, yang terlihat dari minimnya promosi, kurangnya fasilitas, rendahnya aktivitas pedagang, serta menurunnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota dalam pengembangan Objek Wisata Taman Bermain Anak Aka Barayun Lembah Harau Tahun 2023-2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pejabat Disparpora, Wali Nagari Harau, penjaga taman, masyarakat, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas Disparpora dalam pengembangan objek wisata belum optimal. Kelembagaan dan koordinasi antarbidang masih lemah, sumber daya manusia dan anggaran terbatas, implementasi kebijakan belum maksimal, fasilitas belum memadai, serta kepemimpinan belum inovatif. Faktor pendukungnya adalah potensi alam Lembah Harau dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan minimnya peran swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kapabilitas Disparpora perlu dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, optimalisasi promosi digital, serta kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan pariwisata di Kabupaten Lima Puluh Kota lebih efektif dan berkelanjutan. 
Penanganan Konflik Agraria Berbasis Agile Governance: Studi pada Sengketa Lahan Publik dan Swasta di Kecamatan Siak Nisa, Ninda Nurhidayatun; Rafi, M.
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 11, No 1 (2025): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v11i1.8958

Abstract

Pemerintah merupakan kunci dalam penyelesaian konflik agraria dengan memastikan proses yang responsif, adaptif dan kolaboratif sesuai pendekatan agile governance. Pendekatan ini memungkinkan penanganan secara fleksibel berdasarkan dinamika di lapangan, membuka ruang partisipasi bagi seluruh stakeholders, serta mempercepat pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penanganan konflik agraria berbasis agile governance pada sengketa lahan publik dan swasta di Kecamatan Siak, sehingga dapat menjadi opsi bagi pemerintah lokal untuk menyelesaikan benturan yang terjadi di tengah masyarakat secara berkala. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif yang bersumber dari dokumen data kepustakaan. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berdasarkan artikel jurnal, buku, media online dan website pemerintahan yang terkait dengan fenomena konflik sengketa lahan antara publik dan swasta di Kecamatan Siak. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan content analysis pada dokumen dan sumber bacaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan agile governance yang meliputi good enough governance, human focused serta systematic and adaptive apporoach berperan sebagai landasan esensial bagi pemerintah lokal dalam menyelesaikan konflik agraria khususnya sengketa lahan, dimana pemerintah dapat merespons dinamika konflik secara lebih cepat dan fleksibel, tetapi juga memastikan bahwa proses penyelesaian tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan keseimbangan antar pihak yang terlibat. Substansi penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi untuk terus melakukan penguatan kapasitas pemerintah dalam merespons konflik secara cepat dan adaptif sehingga upaya penyelesaian dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kepentingan seluruh pihak.
Pemasangan Reflektor dalam Meningkatan Keamanan Akses Jalan di Kelurahan Sungai Ukai untuk Mendukung Pembangunan Lokal Melani, Zahwa; Rafi, M. Rafi; Illahi, Fabima Rahmatin; Ananda, Alvino Risky; Dini, Anisa Aulya; Putri, Anisya Dwi; Sidik, Moh. Nabil; Arlis, Nurfadiah; Wulandari, Windy; Ikhwan, Abang Husni; Perdana, Ananda Poetra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7754

Abstract

Keamanan akses jalan merupakan bagian penting untuk mendukung kemudahan dan kelancaran aktivitas masyarakat di tingkat daerah. Minimnya fsilitas keselamatan jalan khususnya pada wilayah yang kurang pencahayaan, dapat menimbulakan risiko kecelakaan dan menurunnya tingkat kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. Kondisi ini ditemukan di Kelurahan Sungai Ukai, dimana terdapat beberapa titik jalan yang minim cahaya dan rentan terjadi kecelakaan, terutama di malam hari. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), para mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian dengan memasang reflektor di jalan sebagai upaya meningkatkan visibilitas dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Artikel ini bertujuan menjelaskan proses pelaksanaan, tingkat keefektifan, serta kontribusi kegiatan pemasangan reflektor terhadap pembangunan lokal, terutama dalam meningkatkan keamanan lingkungan. Metode yang digunakan mencakup observasi di lapangan, identifikasi titik jalan yang rawan, pemasangan reflektor, dokumentasi hasil, dan wawancara dengan warga serta pemerintah setempat. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemasangan reflektor berhasil meningkatkan kualitas pencahayaan dan membantu pengguna jalan mengurangi risiko kecelakaan. Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat maupun pemerintah setempat sebagai bentuk nyata kerja sama antara mahasiswa, masyarakat dan pemerintah setempat. Dengan demikian, program pemasangan reflektor ini dapat menjadi contoh model sederhana namun efektif dalam mendukung pembangunan lokal berbasis keselamatan lingkungan.
Co-Authors ', Wazni Abdul Munir Mulkan Achmad Nurmandi Adrian, Fernanda Afandi, Syed Agung Agus Priyanto Agus Susanto Agus Susanto Aisyah Yulfitri Akbar, Paisal Al Fauzi Rahmat Al Fauzi Rahmat Alanda, Alika Fiorella Ali Yusri Ananda, Alvino Risky Andika Yasa Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arif Bizikrillah, Wahyu Arlis, Nurfadiah Asmara, Diva Nura Azhar, Muhammad Baskoro Wicaksono, Baskoro Bilqis, Nurvica Bona Dávid, Lóránt Dénes Deni Setiawan Deni Setiawan Deni Setiawan Dini, Anisa Aulya Dwi Septiyaningsih Dyah Mutiarin, Dyah Efendi Ibnu Susilo Eko Priyo Purnomo Eko Priyo Purnomo Erdayani, Rizki Fadli, Mashur Faez Syahroni Fajar Rahmanto Fajar Rahmanto Fajar Rahmanto Fajar Rahmanto Fatmawati, Fatmawati Fitri Ramadhani Handoko, Tito Hazqon Fuadi Nasution Hidayati, Mega Ikhwan, Abang Husni Illahi, Fabima Rahmatin Jubba, Hasse Madhani, Afisya Mahadika, Alam Melani, Zahwa Mhd. Suhaidi Milda, Gustia Mochammad Iqbal Fadhlurrohman Muchammad Iqbal Firmansyah Muchid Muslim Afandi Nisa, Ninda Nurhidayatun Pahmi Amri Panca Setyo Prihatin Pane, Rico Purnawandi Perdana, Ananda Poetra Pitopang, Annisa Syukri Prayoga, Dio Dwi Purwaningsih, Titin Putri, Alifa Saira Putri, Anisya Dwi Rahmanto, Fajar Rahmat, Al Fauzi Rifki Amanda Siahaan, Firman Erikson Sidik, Moh. Nabil Sopiyani, Sopiyani Suparto Suparto Suswanta Syahroni Alby Titin Purwaningsih Tito Handoko Ulung Pribadi Ulung Pribadi, Ulung Wan Asrida Wangi, Dwi Sekar Wasillah, Asiah Wira Atma Hajri Wulandari, Windy Zahra, Hiliya Safanah Zebua, Ben Hansel Notatema Zuly Qodir Zuly Qodir