Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA PEMBERIAN MP – ASI PADA BAYI KEKURANGAN ENERGI PROTEIN Widiyanti, Hafsah; Irianto, Irianto; Darawati, Made
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.984

Abstract

Menurut penelitian, pola asuh memiliki hubungan signifikan terhadap gizi kurang pada anak. Berdasarkan Riskesdas 2018, di Nusa Tenggara Barat, kasus kurang gizi pada bayi di bawah dua tahun paling banyak ditemukan di Lombok Tengah (19,08%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan desain cross-sectional. Populasi penelitian yaitu 27 orang ibu atau pengasuh bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah yang dipilih dengan total sampling sehubungan dengan jumlah populasi yang relatif kecil. Pengambilan data melalui wawancara terstruktur dan observasi dengan instrumen kuesioner dan timbangan dacin, dilengkapi dengan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data menggunakan uji independent chi-square dan deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian diketahui 11,10% responden memiliki pola asuh berkategori baik, serta 11,10% responden memiliki pola pemberian MP – ASI yang sesuai. Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI (p = 0,005). Mobilisasi dan sosialisasi lintas program dan lintas sektor dalam meningkatkan pola asuh dan pola pemberian MP – ASI secara khusus pada bayi KEP 6 – 11 bulan, serta secara umum pada balita perlu ditingkatkan.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI, artinya terdapat perbedaan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan yang disebabkan perbedaan pola asuh. Semakin baik pola asuh, maka sebaik pula pemberian MP – ASI.Kata Kunci: Bayi KEP, Pola Asuh, Pola Pemberian MP – ASIDOI: 10.5281/zenodo.4736100
PHYSICO-CHEMICAL VALUE AND HYPOGLYCEMIC EFFECT OF INDUSTRIAL-GRADE ETHANOLIC EXTRACT OF PIGEON PEA (Cajanus cajan) LEAVES AND GINGER (Zingiber officinale var. amarum) Wresdiyati, Tutik; Alfarisi, Hamzah; Putri, Anisya Saeila; Abidah, Puri Adzrok; Darawati, Made; Aziz, Sandra; Sadiah, Siti; Astawan, Made; Santoso, Koekoeh
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 18, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v18i1.31691

Abstract

This study aimed to analyze flavonoid and 6-gingerol content and to test the hypoglycemic effects of industrial-grade Cajanus cajan (pigeon pea) leaf and Zingiber officinale rhizome (ginger) extracts on hyperglycemic rats. Extraction utilized maceration with 70% alcohol at PT. Insular Multi Natural. Extracts were characterized and analyzed for flavonoids and 6-gingerol content. Hypoglycemic activity was assessed using the oral glucose tolerance test (OGTT) on rats with induced hyperglycemia via 90% sucrose solution. The results indicated higher flavonoid content in C. cajan leaf extract (4090.09338.23 mg/100 g) compared to Z. officinale extract (622.74203.39 mg/100 g), while gingerol content in Z. officinale extract was 701.524.42 mg/100 g. This study concluded that combination of industrial-grade pigeon pea leaves extract and ginger extract reduce the level of blood glucose in hyperglycemic model rats at all combination dose (150:150, 200:100, and 100:200 mg/kg BW). The combination dose of 200:100 mg/kg BW showed the best blood glucose level profile.