Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Uji aktivitas antibakteri ekstrak propolis lebah Heterotrigona itama dari beberapa lokasi budidaya di Kalimantan Timur terhadap bakteri Propionibacterium acnes Arung, Enos Tangke; Dikarulin, Sarah Azzara; Dewi Listyaningrum, Dyah Ayu; Ananda, Bayu Susetya; Putri, Tasya Ananda; Amirta, Rudianto; Yuliansyah, Yuliansyah; Kusuma, Irawan Wijaya; Ramadhan, Rico; Rosamah, Enih; Suwinarti, Wiwin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.7824

Abstract

Propolis merupakan produk penting bagi lebah yang banyak digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan alami karena mengandung senyawa bioaktif yang dapat memberikan efek positif pada tubuh. Sebagai produk yang dihasilkan lebah untuk menutupi sarangnya dan mencegah predator maupun infeksi bakteri atau virus dari luar, propolis memiliki salah satu manfaat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak propolis lebah Heterotrigona itama yang berasal dari 4 lokasi budidaya (perkebunan, persawahan, hutan sekunder, dan perkotaan) di Kalimantan Timur terhadap bakteri Propionibacterium acnes atau P.acnes dengan metode difusi lubang/sumuran pada media nutrient broth (NB) dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan aseton sebagai kontrol negatif. Propolis diekstrak menggunakan metode maserasi dengan larutan etanol 96% yang kemudian dibuat dalam 3 (tiga) konsentrasi yaitu 500ppm, 250 ppm, dan 125 ppm. Hasil penelitian menunjukanfitokimia dari propolis di 4 lokasi budidaya dominan mengandung alkaloid, flavonoid dan kumarin. Uji bakteri pada konsentrasi 500 ppm,propolis H.itama dari lokasi perkebunan dan persawahan tergolong dalam kategori kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri, dari lokasi hutan sekunder tergolong sedang, dan dari lokasi perkotaan tergolong rendah.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY Homotrigona apicalis PROPOLIS Sari, Ayu Mitha; Kusuma, Irawan Wijaya; Yani, Sinar; Arung, Enos Tangke
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3765

Abstract

Propolis is a resinous material that bees gather from specific plant exudate streams and utilize to build hives, caulk or seal crevices, create funnels for bees to enter, store honey and pollen, maintain a warm environment, and function as a natural antibacterial. One type of propolis from the Meliponini Tribe, Propolis Homotrigona Apicalis, is made from resin of the damar tree. This research aims to present scientific data on the effects of propolis as an antibacterial in the human gastrointestinal system. The parameters examined included qualitative phytochemical activity, Porphyromonas sp, Steptococcus sp, and Eschericia sp activity as measured by the minimum inhibitory concentration (MIC) using the agar well method on Mueller Hiton Agar (MHA) media, as well as testing for antibacterial potency and comparing its activity to that of a positive chloramphenicol control. Using the cold maceration technique, 96% EtOH solvent was used to extract propolis over the course of three 24-hour periods. Alkaloids, flavonoids, triterpenoids, and carbohydrates were all active, according to the findings of phytochemical tests. According to the findings of the activity test, Porphyromonas sp, Steptococcus sp, and Eschericia sp all exhibited antibacterial activity. Propolis Homotrigona Apicalis has the potential to be utilized as a treatment that treats diarhea, gum inflammation, and bad breath since it has antibacterial action in these areas as well as a healthy digestive system.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK TURUNAN HASIL OLAHAN MADU DAN BEE POLLEN LEBAH KELULUT PADA KELOMPOK PETERNAK LEBAH MILENIAL DESA TELAGA LANGSAT, TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Istikowati, Wiwin Tyas; Sunardi, Sunardi; Lismana Sari, Ratih Afrida; Arung, Enos Tangke; Paramita, Swandari; Manullang, Julinda Romauli; Nugroho, Dimas Fajar; Romadhon, Muhammad Rizky
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2816

Abstract

This community service activity was motivated by the significant potential for developing honey and bee pollen businesses from stingless bees (Trigona sp.) in Telaga Langsat Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Although the stingless bee population is quite abundant and millennial breeders have been active in cultivation, utilization of the harvest is still limited to the sale of raw honey with low economic value. Therefore, this activity aims to increase the added value of products through training in the manufacture of processed honey and bee pollen derivative products, such as honey jam. The implementation method included socialization, technical demonstrations, and direct practical assistance with a participatory approach. Evaluation was carried out through observation of participant skills, satisfaction questionnaires, and product feasibility tests. The results of the activity showed an 85% increase in participants' knowledge and skills, and the production of processed product prototypes ready for commercial development. This activity successfully fostered entrepreneurial motivation among young breeders and opened up opportunities for local economic development based on stingless bee farming products.
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) untuk Peningkatan Ekonomi dengan Diversifikasi Produk Fitriah, Rahmayanti; Marliadi, Reny; Forestryana, Dyera; Rohmah, Miftakhur; Manullang, Julinda Romauli; Arung, Enos Tangke
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24154

Abstract

ABSTRAK Kalimantan Selatan dikenal kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah potensi budidaya lebah tanpa sengat atau yang dikenal dengan Lebah Kelulut (Heterotrigona itama). Potensi ekonomi Madu Kelulut di Kalimantan Selatan sangat signifikan, terbukti dari berbagai inisiatif pengembangan di beberapa wilayah seperti Banjarbaru, Tanah Laut, dan Tabalong, yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Satui dalam pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona itama) secara berkelanjutan dan mendorong inovasi serta nilai jual produk Madu Kelulut melalui pelatihan pengolahan produk turunan madu untuk peningkatan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan produk turunan (madu herbal,teh bee pollen dan manisan jahe kencur madu), pendampingan dan evaluasi serta monitoring dan keberlanjutan program. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra pada tahap sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan madu dan TOGA sebesar 32%, pada tahap Pelatihan pembuatan produk turunan madu terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 38%, dan pada tahap sosialisasi pengemasan dan labeling produk juga terdapat peningkatan 37%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan peningkatan pendapatan bagi kelompok penghasil madu. Kata Kunci: Madu Kelulut, Potensi Lokal, Ekonomi, Diversifikasi Produk.  ABSTRACT South Kalimantan is known for its rich natural resources, one of which is the potential for stingless bee cultivation, known as Kelulut bees (Heterotrigona itama). The economic potential of Kelulut honey in South Kalimantan is significant, as evidenced by various development initiatives in several areas such as Banjarbaru, Tanah Laut, and Tabalong, which aim to increase community income. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in Satui Village in the sustainable use of Kelulut honey (Heterotrigona itama) and to encourage innovation and the selling value of Kelulut honey products through training in the processing of honey derivative products to improve the economy and health of the community. The activities carried out include socialization and counseling, technical training in the processing of derivative products (herbal honey, bee pollen tea, and ginger honey sweets), assistance and evaluation, as well as program monitoring and sustainability. There was a 32% increase in the knowledge of partners at the socialization and counseling stage on the use of honey and TOGA, a 38% increase in knowledge at the training stage on the manufacture of honey derivative products, and a 37% increase at the socialization stage on product packaging and labeling. This community service activity has contributed to increasing the capacity, independence, and income of honey-producing groups.  Keywords: Kelulut Honey, Local Potential, Economy, Product Diversification.
Implementasi Kampus Berdampak: Konservasi Pakan Lebah Kelulut di Desa Telaga Langsat, Tanah Laut Istikowati, Wiwin Tyas; Sunardi, Sunardi; Lismana, Ratih Afrida; Nugroho, Dimas Fajar; Romadhon, Muhammad Rizki; Arung, Enos Tangke; Paramita, Swandari
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21697

Abstract

Pengembangan budidaya lebah kelulut (Trigona spp.) di Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, menghadapi tantangan signifikan terkait ketersediaan pakan yang stabil, terutama di luar musim berbunga dan ancaman bencana ekologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan utama untuk meningkatkan resiliensi ekosistem pakan kelulut lokal melalui introduksi dua spesies tanaman nektar unggul, yaitu Xanthostemon chrysanthus (Golden Penda) dan Antigonon leptopus (Air Mata Pengantin), sekaligus meningkatkan estetika lanskap desa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi penanaman yang dilaksanakan melalui aksi gotong royong. Tahap persiapan melibatkan pengukuran awal pengetahuan mitra (pre-test), dan penanaman dilakukan dengan teknik berbasis agroforestri. Evaluasi program dilaksanakan menggunakan indikator kuantitatif berupa tingkat partisipasi sosial, peningkatan pengetahuan mitra (post-test), dan Tingkat Kelangsungan Hidup (Survival Rate, SR) tanaman yang dimonitoring selama tiga bulan pertama. Dari total 500 bibit yang diintroduksi, Tingkat Kelangsungan Hidup mencapai 91,0%, didukung oleh partisipasi gotong royong warga desa yang mencapai 87,5%. Peningkatan pengetahuan mitra mengenai manajemen pakan terukur sebesar 35% pada skor post-test. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa model intervensi dual-spesies pakan dapat menciptakan jaring pengaman ekologis bagi kelulut dan meningkatkan ketahanan ekonomi mitra, memperkuat implementasi Kampus Berdampak. Secara konklusif, program ini berhasil mengintegrasikan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) ULM dengan nilai-nilai kolektif lokal (gotong royong) untuk menciptakan solusi yang adaptif dan berkelanjutan terhadap krisis pakan di tingkat desa.
The use of animal manure for improving chemical properties of degraded Ultisol, yield, and secondary metabolic of Zingiber montanum Palupi, Nurul Puspita; Kesumaningwati, Roro; Subeki, Subeki; Mujiono, Kadis; Sofian, Sofian; Paramita, Swandari; Arung, Enos Tangke
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.111.4847

Abstract

Ultisols in Indonesia have the potential for agricultural development, but the soils have low pH and nutrient contents that hinder plant growth and yield. Using animal manure can be an alternative to improve soil productivity and crop yields. This study aimed to examine the effects of animal manure on the chemical properties of Ultisol, yield, and secondary metabolic of Zingiber montanum. The treatments tested were combinations of types of manure (cow and chicken manure) and manure application levels, namely P0 (control), P1 (cow manure 20 t/ha), P2 (cow manure 40 t/ha), P3 (cow manure 60 t/ha), P4 (chicken manure 20 t/ha), P5 (chicken manure 40 t/ha), and P6 (chicken manure 60 t/ha). The results showed that the application of chicken manure of 60 t/ha increased N and P contents of the soil, and the application of cow manure of 60 t/ha increased soil cation exchange capacity. The application of cow manure of 60 t/ha gave the highest plant height, the number of leaves, and the number of at 18 weeks after planting, while the application of chicken manure dose of 60 t/ha produced the longest plant roots. The highest fresh and dry rhizome weight was observed for the 60 t/ha cow manure treatment. The highest secondary metabolic levels in each parameter were found in dry rhizomes (phenolic, flavonoid, and tannin) and fresh rhizomes (phenolic and flavonoid), with the highest tannin compound in the treatment of 40 t chicken manure/ha. The application of chicken manure at a dose of 60 t/ha resulted in a strong antioxidant yield in fresh and dry rhizomes.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rasyid Zarta Abdul Rasyid Zarta Amalia Riska Setyani Amirta, Rudianto Ananda, Bayu Susetya Ardy, Ari Binti Khairunnisa Britanto Dani Wicaksono Dewi Listyaningrum, Dyah Ayu Dewi, Januartha Kisari Dikarulin, Sarah Azzara Dungani, Rudi Edy Budiarso Edy Budiarso Edy Budiarso Enih Rosamah Ernita Obeth Eva Nurmarini Farida Ariani Farida Aryani Ferry Sandra Forestryana, Dyera Hamka Nurkaya Harlinda Kuspradini Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Herliani Herliani Irawan Wijaya Kusuma, Irawan Wijaya Kadis Mujiono, Kadis Khairunnisa, Binti Kuniyoshi Shimizu KUNIYOSHI SHIMIZU Kusuma, Irawan W Lismana Sari, Ratih Afrida Lismana, Ratih Afrida Manullang, Julinda Romauli Mardian, Yessi Maulida Mark Rayment Miftakhur Rohmah, Miftakhur Nataniel Tandirogang Netty Maria Naibaho Nor Hikmah Nugroho, Dimas Fajar Nurul Puspita Palupi Putri, Tasya Ananda Rahmayanti Fitriah Reny Marliadi Rico Ramadhan, Rico Ritson Purba Ritson Purba, Ritson Romadhon, Muhammad Rizki Romadhon, Muhammad Rizky Roro Kesumaningwati Rosamah, Enih Rosamah, Enih Rosamah, Enih Ryuichiro Kondo Saat Egra Sari, Ayu Mitha Sari, Ayu Mitha Sari, Eadvin Rosrinda Awang Silvia Anitasari Subeki Subeki Sukemi Sukemi Sukemi Sukemi Sunardi Sunardi Suwinarti, Wiwin Swandari Paramita Syafrizal Syafrizal Teddy Tranoto Teddy Tranoto, Teddy Toruan, Vera Madonna Lumban Usman Usman Wicaksono, Dian Anggoro Wijaya Kusuma, Irawan Wiwin Tyas Istikowati Yani, Sinar Yanti Puspita Sari Yuliansyah Yuliansyah Yundari, Yundari Yung Kang Shen