p-Index From 2021 - 2026
8.303
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Kurios Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Jurnal Amanat Agung JURNAL TERUNA BHAKTI EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Ra'ah KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Magenang: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Apologetika Presuposisi Triperspektivalisme Cornelius Van Til Terhadap Agnostisisme Kalis Stevanus; Ivo Arbie Mauclau
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 11 No 1 (2021): SANCTUM DOMINE December 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v11i1.114

Abstract

In the midst of the spread of agnostic thingking, it posess a serious threat to religious communities, including the Christian faith. This article aims to provide an understanding for Christian practitioners so that they can be responsible for their faith towards agnostic thinking, who became human in the preson of Jesus gives us the understanding that God shows His presence in human life. This article was compiled using the literature study method by looking at the phenomena that occur, so that from each of these discussions it will provide a conclusion that God who is understood transcendetally can also be experinced immanently.
Konsep Diri Remaja Kristen Yatim Piatu: Studi Fenomenologi Kalis Stevanus; Maria Setiarini
Ra'ah: Journal of Pastoral Counseling Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.27 KB)

Abstract

The death of a parent can be a devastating and painful experience for a teenager. Teenagers lose love and parental figures. The correct self-concept is needed by teenagers in living their lives. To develop the correct self-concept, of course, involve other parties, such as orphanages. This study aims to describe the self-concept of adolescents who have orphaned status at the Dorkas Porong Orphanage, Sidoarjo. This study the author uses a qualitative approach with a phenomenological perspective. Data were collected through observation and in-depth interviews of the five research subjects who were orphans. The results showed that in general, they already had a good self-concept because of the Christian spiritual development at the orphanage. This spiritual guidance guides teenagers to learn to accept and appreciate themselves positively. They show: 1) a life style that is full of enthusiasm in carrying out daily life, 2) has a clear purpose in life, 3) can carry out daily responsibilities at the orphanage with enthusiasm and 4) is able to adapt to the environment. In addition, the formation of their self-concept supported by a family-friendly environment becomes a motivation for self-acceptance of adolescents and helps adolescents to live a normal adolescence, even without the presence of their parents.
Memaknai Kisah Ayub Bagi Orang Kristen Dalam Menghadapi Penderitaan Kalis Stevanus; Stefanus Marbun
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v1i1.20

Abstract

Penderitaan bisa dialami bagi semua orang baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada anak-anak. Setiap orang ataupun keluarga pernah menghadapi tragedi hidupnya masing-masing, misalnya peristiwa kematian, sakit, krisis keuangan, penyakit, dan sebagainya. Dalam rangka merefleksikan penderitaan orang percaya, salah satu kitab yang menarik perhatian untuk dibahas adalah kitab Ayub. Kisah Ayub hingga kini masih tetap menjadi bahan pembicaraan ketika seseorang menghadapi penderitaan. Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan dapat mengalami penderitaan yang begitu berat. Dengan pendekatan menggunakan metode analisis naratif terhadap kitab Ayub ini diharapkan orang percaya masa kini dapat memaknai penderitaan dengan bercermin dari pengalaman Ayub tersebut, dan selanjutnya penting melakukan refleksi diri. Tujuannya agar orang Kristen termotivasi untuk bertahan dalam iman, manakala berhadapan langsung dengan realitas penderitaan yang tak terhindari. Berdasarkan kajian analisis naratif terhadap kisah penderitaan Ayub maka diperoleh beberapa makna penderitaan sebagai refleksi bagi iman orang percaya, antara lain: pertama, bahwa orang Kristen tidak terlepas dari realitas penderitaan. Kedua: Iman orang Kristen akan diuji Tuhan. Ketiga: Tuhan adalah Tuhan yang Mahaadil, tidak ada kecurangan dalam diri-Nya. Keempat: Penderitaan orang Kristen ada dalam batas dan pengawasan Tuhan, sehingga tidak satu pribadi maupun kuasa apapun yang dapat menjamah orang percaya, jika tidak mendapat ijin-Nya. Kata-kata Kunci: Ayub, makna, penderitaan, refleksi, orang Kristen
Bukti Keilahian Yesus Menurut Injil Kalis Stevanus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.549 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.49

Abstract

Jesus' divinity is at the core of the Christian faith. This principle is often doubted by many people and groups. This paper aimed to show strong and convincing shreds of evidence of the divinity of Jesus according to the preaching of the four Gospels; Matthew, Mark, Luke, and John. The writing method used is a biblical analysis of Jesus' capture as God by basing on texts in the four Gospels. The findings showed that there are many texts in the four Gospels that indicated the divinity of Jesus. Abstrak Keilahian Yesus merupakan inti dari iman Kristen. Prinsip ini seringkali diragukan oleh banyak kalangan. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan tentang keilahian Yesus menurut pemberitaan keempat Injil; Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis biblikal terhadap uangkapan Yesus sebagai Allah dengan mendasarkan pada teks di dalam keempat Injil. Hasil temuan memperlihatkan ada banyak teks dari keempat Injil yang mengindikasikan keilahian Yesus.
Pelestarian Alam sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan: Suatu Kajian Etis-Teologis Kalis Stevanus
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i2.107

Abstract

Lately, the attention and awareness of humankind to protect and maintain environmental sustainability are increasing. Environmental damage today is a big problem and is global, which is now an increasingly critical problem. The world is experiencing the danger of an ecological crisis. This article is intended to describe the Church's ethical-theological attitude in addressing environ-mental issues today is a very crucial issue to consider. Using research that uses qualitative research using descriptive methods based on the Bible and also using library research by analyzing literature both books and journals that discuss environmental issues. Based on ethical-theological studies, it can be concluded that humans are the managers of nature, and preservation of nature is as an implementation of love for others. By understanding this, it is hoped that the Environment, which has been entrusted to humans, needs to be managed wisely, responsibly and productively as possible for the needs and progress of future generations. Abstrak Akhir-akhir ini perhatian dan kesadaran umat manusia untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidupnya semakin meningkat. Kerusakan lingkungan hidup dewasa ini merupakan isu besar dan bersifat global (mendunia), yang kini menjadi masalah yang semakin genting. Dunia sedang menghadapi bahaya krisis ekologis. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan sikap etis-teologis Gereja dalam menyikapi isu tentang lingkungan hidup dewasa ini menjadi isu yang sangat krusial untuk diperhatikan. Adapun pende-katan penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif berdasarkan Alkitab dan juga menggunakan penelitian kepustakaan dengan cara menganalis literatur baik buku maupun jurnal yang membahas permasalahan lingkungan hidup. Berdasarkan kajian etis-teologis diperoleh kesimpulan bahwa, manusia adalah pengelola alam, dan pelestarian alam adalah sebagai implementasi kasih kepada sesama. Dengan pemahaman ini, diharapkan lingkungan hidup yang telah dipercayakan kepada manusia, perlu dikelola secara bijak, bertanggungjawab dan seproduktif mungkin untuk kepentingan dan kelangsungan generasi mendatang.
Relasi Akal Budi dan Iman dalam Apologetika dan Pewartaan Injil Kalis Stevanus
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.442

Abstract

Abstract. There are still Christians who contrast the relationship between apologetics and the proclamation of the Gospel and the role between common sense and faith in these two fields. This paper was intended to study the relationship between apologetics and evangelization, as well as to look up the significance of the role of common sense and faith in the effective task of apology and evangelization. This discussion used a literature study approach that was descriptive-analytic presented. In this discussion, it could be concluded that apologetics and evangelization are God’s mandates which are absolutely fulfilled by every believer whenever and wherever they are. Meanwhile, common sense and faith are two different but not contradictory things where both have their respective places and roles in the practice of apologetics and evangelization. Without common sense and faith, the practice of apologetics and evangelization cannot be carried out effectively.Abstrak. Dijumpai masih ada orang Kristen yang mempertentangkan apologetika dengan pewartaan Injil dan peran antara akal dan iman di dalam kedua bidang tersebut. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji relasi apologetika dan pewartaan Injil, serta signifikansi peran akal budi dan iman di dalam tugas berapologia dan pewartaan Injil secara efektif. Kajian ini menggunakan metode studi literatur yang disajikan secara deskriptif-analitif. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa apologetika dan pewartaan Injil merupakan mandat Tuhan yang sifatnya mutlak ditunaikan bagi setiap orang percaya kapan pun dan di mana pun berada. Sedangkan akal budi dan iman adalah dua hal yang berbeda tetapi tidak saling bertentangan, di mana keduanya memiliki tempat dan perannya masing-masing dalam praktik berapologetika dan pewartaan Injil. Tanpa akal budi dan iman, maka praktik apologetika dan pewartaan Injil tidak dapat terlaksana dengan efektif.
Analisis Pertanyaan Retorika dalam Ayub 40:1-28 Kalis Stevanus
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v2i2.163

Abstract

Abstract. The purpose of the analysis of the rhetorical question in Job 40: 1-28 is to look at theological and practical implications. Theologically: 1) Everything under God's control. Including Job with all the agonizing suffering he experienced remained under God's control; 2) Keep believing in God even if you do not feel His physical presence; 3) Behind the suffering of the righteous man is the divine will of God. God never allows anything to happen to believers, without God's purpose in it. In suffering there is God's gracious will, in God's will, there is His grace. So believers can reach His great purpose and plan. Practically: 1) God is big, strong and we are small, weak. Let believers  keep giving thanks to God even in suffering, then pray (ask) to God for strengthening us when we face the tests of faith; 2) Live honestly and humbly. Do not despise or judge a person for not having the spiritual experience that Ayub once experienced. For the Lord opposes the proud and the pity of the humble; 3) Rely completely on God. In both temptation and suffering, there is nothing better that believers can do than always depend entirely on God.Abstrak. Tujuan analisis pertanyaan retorika dalam Ayub 40:1-28 ini adalah untuk melihat implikasi teologis dan praktis. Secara teologis: 1) Segala sesuatu di bawah penguasaan dan kendali Tuhan. Termasuk juga Ayub dengan segala penderitaan berat yang dialaminya tetap berada di bawah penguasaan dan kendali Tuhan; 2) Tetaplah percaya pada Tuhan walau tidak merasakan kehadiran-Nya secara fisik ; 3) Di balik penderitaan orang saleh terkandung kehendak Allah yang rahmani. Tuhan tidak pernah mengizinkan sesuatu menimpa orang percaya, tanpa maksud Tuhan di dalamnya. Di  dalam penderitaan ada kehendak Tuhan yang rahmani, di dalam kehendak Tuhan ada anugerah-Nya, sehingga orang percaya bisa mencapai maksud dan rencana-Nya yang agung. Secara praktis: 1) Tuhan itu besar, kuat dan manusia kecil, lemah. Hendaklah orang percaya tetap bersyukur kepada Tuhan sekalipun dalam penderitaan dan berdoalah (mintalah) kepada Tuhan agar Ia menguatkan saat-saat menghadapi ujian-ujian iman; 2) Hiduplah jujur dan rendah hati. Janganlah memandang rendah atau menghakimi seseorang karena tidak memiliki pengalaman rohani seperti yang dialaminya. Sebab Tuhan menentang orang sombong dan mengasihani orang yang rendah hati; 3) Bergantunglah sepenuhnya kepada Allah. Dalam pencobaan maupun penderitaan, tidak ada yang lebih baik yang dapat dilakukan orang percaya selain bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Kesadaran Akan Allah Melalui Penderitaan Berdasarkan Ayub 1-2 Kalis Stevanus
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v3i2.182

Abstract

Abstract. This article was a biblical analysis of the awareness of God through suffering in the book of Job chapter 1 and 2. The subject’s very important to be reviewed in considering the context of the suffering of believers at present. The aim of this biblical analysis was not only touching theological dimension, but ultimately to change the hypothetical into the realm of practical life, where suffering believers could gain the power of faith. The research method used in this study was the method of narrative analysis or narrative criticism of Job chapter 1 and 2. Through this study it could be concluded that God is sovereign over everything and no incident happens by chance, but there is a plan of God in it. Therefore, reflecting on Job's experience, it is important to carry out self-reflection as well as surrender so that in the end it does not experience despair in the midst of suffering.Abstrak. Tulisan ini merupakan sebuah analisis biblikal tentang kesadaran akan Allah melalui penderitaan di dalam kitab Ayub pasal 1 dan 2.  Pokok bahasan ini sangat penting untuk dikaji kembali dengan mempertimbangkan konteks penderitaan orang percaya di masa kini. Tujuan analisis biblikal ini diharapkan tidak hanya menyentuh dimensi teologis, tetapi pada akhirnya mengubah yang hipotetis ke dalam lingkup kehidupan praktis, di mana orang-orang percaya yang menderita dapat beroleh kekuatan iman. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis naratif atau kritik naratif terhadap Ayub pasal 1 dan 2. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu dan tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan, tapi ada rencana Tuhan di dalamnya. Oleh karenanya, bercermin dari pengalaman Ayub tersebut,  penting melakukan refleksi diri dan sekaligus penyerahan diri sehingga pada akhirnya tidak mengalami keputusasaan di tengah penderitaan.
Efektivitas Pendampingan Orang Tua Terhadap Tingkat Pemahaman Seksual Remaja Kalis Stevanus; Hardiyanti Setyorini; Yunianto Yunianto
CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol. 3 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injil Bhakti Caraka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46348/car.v3i1.88

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. During this period, adolescents experience various developments, and one of them is related to their sexuality. In the development of sexuality, adolescents have a great curiosity related to their reproductive organs. This is where the important role of parental assistance is so that teenagers have the correct information about sex. The purpose of this study was to prove the effectiveness of parental assistance on the formation of adolescent sexual behavior. This research is a type of quantitative research that is descriptive and associative. The results show the fact that there is a very significant influence of the role of parental assistance on the formation of adolescent sex behavior by 71.1%.
Pendidikan Seks Pada Remaja Stefanus M. Marbun Lumban Gaol; Kalis Stevanus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.432 KB) | DOI: 10.34081/fidei.v2i2.76

Abstract

Pendidikan seks sangatlah penting untuk diberikan kepada para remaja, bahkan sejak masih kanak-kanak. Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Tujuan penulisan ini, diharapkan melalui pendidikan seks, orangtua dapat memberikan informasi yang sepatutnya sesuai kebutuhan dan umur anak. Selain itu, dengan pendidikan seks anak juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu studi literature, dengan menggali berbagai informasi berkenaan dengan pendidikan seks pada remaja, maka diperoleh hasil, pertama:  pendidikan seks harus dianggap sebagai bagian dari proses pendidikan untuk memperkuat pengembangan kepribadian. Kedua, orangtua memiliki peran penting untuk menanggulanggi perilaku seks yang menyimpang adalah dengan cara orangtua mengajarkan pendidikan seks secara langsung dan kontinyu pada anak sedini mungkin di dalam keluarga sesuai Alkitab dan norma-norma masyarakat setempat agar remaja meneima seksualitasnya yang adalah bagian integral kehidupannnya dengan penuh tanggung jawab.