Articles
Transformasi Pendidikan Futuristik Melalui Konstruksi Masyarakat Pancasila sebagai Implementasi Pendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Kristiani
Swandriyani Hudianto;
Kalis Stevanus;
Carolina Etnasari Anjaya
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.375
Kepesatan teknologi informasi saat ini membuka peluang selebar-lebarnya bagi pengadopsian nilai-nilai, pengajaran, dan ideologi yang tidak sesuai dengan kultur bangsa. Dampak sangat kuat terjadi pada kaum muda sebagai generasi yang sangat terbuka terhadap hal-hal baru. Mengatasi hal ini peran dunia pendidikan sangat dibutuhkan agar dapat mengantisipasi dan mengembalikan nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Riset ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan dari riset ini adalah memberikan deskripsi dan analisa tentang transformasi pendidikan yang futuristik melalui pembangunan masyarakat Pancasila. Hasil riset menunjukkan bahwa transformasi pendidikan futuristik dalam perspektif kristiani perlu mengedepankan pengembangan soft skills. Internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dapat dikontekstualisasikan dalam konteks pendidikan Kristen. Aktualisasi pembangunan masyarakat Pancasila dapat dilakukan dengan metode pembelajaran role play, berbasis proyek dan riset serta pembentukan kelompok atau komunitas sosial lintas agama, suku, budaya, status sosial dan generasi.
Penanaman Karakter Toleran di dalam Keluarga Kristen pada Anak Sejak Usia Dini
Clara Raflesiane Misahapsari;
Kalis Stevanus
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.2994
Di tengah berbagai persoalan maraknya tindakan intoleran yang menyebabkan membudayanya tindak kekerasan, anarkisme, radikalisme di masyarakat Indonesia, tanggung jawab untuk merawat keharmonisan relasi persaudaraan antar umat beragama maka solusi dengan cara menanamkan dan membentuk karakter toleran pada anak sejak usia dini di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi keluarga Kristen dalam upaya menanamkan dan membentuk atau internalisasi karakter toleran pada anak sejak usia dini. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif secara deskriptif. Sumber data diperoleh melalui kajian literatur dengan cara menyeleksi dan menganalisis beberapa hasil penelitian tentang pembentukan karakter toleran pada anak sejak usia dini di dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter toleran di dalam keluarga merupakan sarana efektif untuk menumbuhkembangkan karakter peduli, bela rasa dan empati pada anak sejak usia dini. Karakter toleran menjadi kunci untuk membangun relasi sosial yang harmonis antar umat beragama di Indonesia. Peran keluarga sangat signifikan untuk melahirkan generasi yang toleran sehingga dapat hidup berdampingan harmoni dengan yang berbeda agama.
Menggagas Kasih Allah Sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5:8-11
Budi Kartika;
Kalis Stevanus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34081/fidei.v6i1.393
Penelitian ini mempunyai tujuan memberikan gagasan mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa menurut Roma 5:8-11 sebagai faktor atau alasan utama yang mendorong gereja masa kini melakukan penginjilan yang merupakan tugas Amanat Agung Yesus Kristus. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam pelaksanaan penelitian ini dengan memaparkan faktor-faktor pendorong penginjilan yang ada, kemudian melakukan analisis mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa dalam Roma 5:8-11, kemudian memaparkan alasan-alasan utama yang membuat kasih Allah menjadi faktor utama gereja masa kini melakukan penginjilan. Hasilnya, alasan utama yang menjadikan kasih Allah sebagai motivasi penginjilan gereja masa kini karena penginjilan dimulai dari hati Allah sendiri, kasih Allah merupakan kasih yang menyelamatkan semua manusia, kasih Allah merupakan dasar pemulihan hubungan manusia dengan Allah, dan kasih Allah dapat menumbuhkan kasih dalam diri manusia. Dengan demikian penginjilan harus dimulai dari keyakinan kuat orang Kristen akan kasih Allah yang menyelamatkan manusia, disertai alasan-alasannya akan mendorong orang Kristen dan gereja masa kini terlibat aktif dalam pemberitaan kabar baik.
Tasfir Peshat terhafap Perkawinan Campur dari Anak-anak Allah di dalam Kejadian 6:1-4
Jujung Rilman Tambunan;
Kalis Stevanus
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 19 No 1 (2023): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46494/psc.v19i1.219
This article seeks to read the meaning of mixed marriage for God's children in the text of Genesis 6:1-4 through the peshat interpretation. This interpretation approach is one of the traditional Jewish hermeneutical methods. It is hoped that with this approach, a more profound explanation can be obtained regarding the context of marriage at that time so that it also triggers and causes "God's regrets." The offspring from this marriage created a gene mixture between the sons of God and the daughters of men. The result is that the children of God referred to in the text are pious descendants of Seth, one of Noah's sons, and married to an ungodly woman from Cain's lineage. Suppose a marriage is only determined based on one's desires and does not fulfill the elements of God's will. In that case, the person will inevitably walk in disobedience to God and continue to live in his condition as a sinful human being.
Integritas Pemimpin dalam Pertumbuhan Kelompok Sel: Sebuah Studi tentang Care Cell di Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Semarang
Tri Gunawan;
Kalis Stevanus;
Fianus Tandiongan;
Tantri Yulia
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2: Juni 2023
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55884/thron.v4i2.76
Church growth is God's will, but it does not happen automatically. One factor that influences the church's growth is its leaders' integrity. The purpose of this discussion is to determine the significance of the influence of leader care cell integrity on the growth of GBT Christ Alfa Omega Semarang care cells. The research method used is quantitative by combining literature studies to describe the characteristics of leader care cells with integrity: honesty, purity, sincerity, fairness, humility, and not seeking their interests. The regression analysis results showed that the contribution of variable X to variable Y was 55.7%. AbstrakPertumbuhan gereja merupakan kehendak Allah, namun tidak otomatis terjadi dengan sendirinya. Salah satu factor yang turut memengaruhi pertumbuhan gereja adalah integritas pemim-pinnya. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh integritas leader care cell terhadap pertumbuhan care cell GBT Kristus Alfa Omega Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggabungkan studi kepustakaan untuk mendeskrip-sikan karakteristik leader care cell yang berintegritas yaitu kejujuran, kemurnian, ketulusan, keadilan, kerendahan hati, dan tidak mencari kepentingan sendiri. Hasil analisis regresi menunjukkan kontribusi variabel X terhadap variabel Y yaitu sebesar 55,7%. Kata Kunci: integritas pemimpin kristiani; pemimpin sel; pertumbuhan sel; pertumbuhan gereja
Membangun Relasi Sosial melalui Pelayanan Sosial sebagai Aksi Misio Dei
Adhi Siswanto Wisnu Nugroho;
Kalis Stevanus;
Gregorius Suwito;
Gidion - -
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2: Juni 2023
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55884/thron.v4i2.74
Tujuan artikel ini memaparkan tentang rancangan pedoman pewartaan kabar baik melalui aktualisasi pelayanan sosial yang dilakukan di lingkungan pemerintahan kota Semarang. Diharapkan para pegawai yang beragama kristiani dapat memanfaatkan program pelayanan sosial menjadi sarana pewartaan kabar baik. Aktualisasi pelayanan sosial bukan hanya sekadar menolong masyarakat dari pelbagai persoalan jasmani, tetapi yang utama yang tidak boleh diabaikan adalah memenuhi kebutuhan jiwa mereka, yaitu keselamatan. Untuk menjawab tujuan tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset dan pengembangan ditunjang oleh studi literatur untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk membuat rancangan produk, tetapi tidak dilanjutkan dengan menguji rancangan produk tersebut sebelum diimplementasikan. Ditarik simpulan bahwa pelayanan sosial merupakan bagian integral dari pelayanan pemberitaan kabar baik. Pelayanan sosial dapat menjadi jembatan untuk mengomunikasikan kabar baik tentang keselamatan dalam Kristus kepada semua yang belum mengenalnya. Untuk memberitakan kabar baik dibutuhkan rancangan pedoman agar dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat secara efektif dan efisien tanpa halangan khususnya kultur-budaya masyarakat setempat. Rancangan pedoman pemberitaan kabar baik ini diharapkan dapat mengembangkan pendekatan dan strategi yang tepat dalam menyampaikan kabar baik melalui aktualisasi pelayanan sosial.
Rekonstruksi Paradigma dan Implementasi Misi Gereja Masa Kini di Indonesia
Kalis Stevanus
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 7, No 2: Juni 2021
Publisher : STT Iman Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47543/efata.v7i2.45
The relationship between evangelism and social care is a hot topic that is still being debated. Some argue that the Church should only work on evangelism, that is, on eternal salvation (spiritual matters), not on social issues. Others are of the view that working on social issues is a means for the purpose of evangelizing. By using a descriptive qualitative approach, this article is intended: firstly to show that the mission of the Church is an integrative-holistic mission covering the field of evangelism and social service. The two are united in Missio Dei. Second, in order to attract reflections for churches everywhere, it is necessary to reconstruct the paradigm and implementation of the Church's mission in the present. The results of the discussion conclude that the Church's mission should be integrative-holistic. This means that the Church does not separate (dualism) between evangelism and social care. The integrative-holistic mission is considered very relevant and needed as an answer to bring the gospel of Jesus Christ into reality and at the same time can alleviate the problems or conditions of the society in which the Church is located.
Membangun Kerukunan Antarumat Beragama dan Implikasinya bagi Misi Kristen
Yonatan Alex Arifianto;
Kalis Stevanus
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46817/huperetes.v2i1.44
Indonesia is a pluralistic nation because it consists of various races, languages, cultures, and religions. Diversity has the potential for horizontal conflict in society. Jesus commanded that Christians manifest love for others as well as for themselves. Sincere love will create harmony and harmony with others regardless of the differences in it. This research uses a descriptive qualitative method through exploring literature related to the topic and using parallel biblical texts that describe how believers carry out their call to live in harmony and at the same time carry out a Christian mission to save those who do not believe in Christ. From this research, it is concluded that the Christian mission is the application of the love of Christ. Love is the basis in society to foster tolerance and mutual respect for the rights of everyone, including belief. This reality must change the paradigm and practice of modern Christian mission. Christian mission must stick to the Bible which affirms that faith in Christ is an absolute requirement of salvation. Therefore, there is no reason for the believer or the church not to carry out this missionary command by maintaining religious harmony so that it can be a blessing for those who do not know Christ.Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya dan agama. Kemajemukan memiliki potensi konflik horisontal di masyarakat. Yesus memerintahkan agar orang Kristen mewujudkan kasih kepada sesama seperti kepada diri sendiri. Kasih yang tulus akan menciptakan kerukunan dan keharmonisan dengan sesama tanpa memandang perbedaan yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui menggali literatur yang berkaitan dengan topik dan menggunakan teks-teks paralel Alkitab yang mendeskripsikan bagaimana orang percaya menjalankan panggilan untuk hidup rukun sekaligus mengemban misi Kristen untuk menyelamatkan mereka yang belum percaya pada Kristus. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa misi Kristen adalah penerapan dari kasih Kristus. Kasih itu menjadi dasar dalam bermasyarakat untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi dan saling menghormati hak-hak setiap orang termasuk berkeyakinan. Realitas ini harus mengubah paradigma dan praktik dari misi Kristen modern. Misi Kristen harus tetap berpegang teguh pada Alkitab yang menegaskan bahwa iman dalam Kristus sebagai persyaratan mutlak keselamatan. Tetapi tidak ada alasan bagi orang percaya atau gereja untuk tidak menjalankan perintah misioner tersebut dengan tetap menjaga kerukunan beragama agar dapat menjadi berkat bagi orang yang belum mengenal Kristus.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dosen Berbasis TPACK Terhadap Kinerja Dosen PAK
Ian Griffin Prawiromaruto;
Kalis Stevanus
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.523
Peran dosen sangat signifikan terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan dunia pendidikan dibarengi dengan peningkatan kinerja dosen. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui implementasi pengembangan perangkat pembelajaran dosen berbasis TPACK terhadap kinerja dosen Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Institut Teknologi dan Bisnis Kristen (ITBK) Bukit Pengharapan Tawangmangu tahun akademik 2022/2023. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan. Hasilnya adalah (1) desain pembelajaran dosen kurang inovatif dan kreatif terhadap karakteristik mahasiswa di era digitalisasi teknologi yang ada, (2) ada kecenderungan dosen dalam penyusunan rancangan pembelajaran semester (RPS) sekadar sebagai persyaratan administratif belaka tanpa memerhatikan kondisi dan keadaan mahasiswa yang diajarnya. Selain itu, dosen menghadapi tantangan dalam mengadakan pendekatan perkuliahan terutama dalam menjelaskan materi kepada mahasiswa karena latar belakang mayoritas mahasiswa berasal dari 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yaitu dari Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua.
Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Kualitas Karakter Anak Sekolah Minggu
Grace Febrina;
Kalis Stevanus;
Tantri Yulia;
Eni Rombe
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.505
Pembentukan karakter seorang anak tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan atau peran orang tua di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh peran orang tua terhadap kualitas karakter anak Sekolah Minggu. Untuk menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,619 atau 61,9% berada pada kategori kuat. Sedangkan nilai persentase tingkat peran orang tua terhadap perubahan kualitas karakter anak adalah sebesar 86,7% (sangat tinggi). Hal ini membuktikan bahwa kualitas karakter anak kuat dipengaruhi oleh peran orang tua dalam mendidik anak baik melalui keteladanan hidup maupun pengajaran yang berpusat pada kebenaran firman Tuhan. Terbentuknya karakter positif anak, faktor peran orang tua dalam mendidik anak di dalam keluarga tetaplah faktor menjadi faktor yang dominan dan tidak dapat disepelekan.