Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Templated growth formation of mesoporous silica materials: a soft-hard template approach Reva Edra Nugraha; Nur Aini Fauziyah; Guardiola Rosa Wira
Nusantara Science and Technology Proceedings 3rd International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2747

Abstract

Mesoporous silica is continuously raising in popularity due to its excellent and unique properties, such as customizable pore, surface shape/morphology, large pore volume, and ease of functionalization for wide applications like catalysis, energy, environment, and biomedical areas. In the templated growth synthesis, a template acts as a mesostructure-directing agent to produce hollow porous structures in silica frameworks. Templates can be divided into "hard" and "soft" templates. While soft templates are typically in a fluid-like condition and hard templates are typically solid-state materials with specific morphology and structure. In this minireview, we summarize the synthesis method of mesoporous silica with a soft-hard template approach (template-assisted method).
UPAYA PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PEMBENTUKAN KARANG TARUNA SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PASCA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH DESA PERBON RW 07 RT 01 KABUPATEN TUBAN DALAM PROGRAM MATCHING FUND Moch. Harits Pradana Misbach; Nur Aini Fauziyah; Ratna Yulistiani; Awanda Winar Fitriana; Reva Edra Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11446

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan pemuda telah dilakukan di RT 01 RW 01 Desa Perbon Kabupaten Tuban. Pemberdayaan dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang tergabung dalam program Matching Fund. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pembentukan wadah oraganisasi bagi pemuda setempat. Belum adanya wadah organisasi bagi pemuda di lingkungan setempat menjadi permasalahan yang harusnya diatasi. Lewat pemberdayaan ini dalam bentuk kegiatan pengabdian akan dapat menjawab permasalahan untuk memperdayakan pemuda setempat. Metode yang dilakukan adalah pencarian masalah di lingkungan sekitar yang dilakukan secara langsung, analisa masalah yang dilakukan untuk menentukan solusi yang akan menjawab permasalahan, pelaksanaan kegiatan yang bermuara  pada pembentukan organisasi karang taruna, dan kegiatan evaluasi untuk melakukan penilaian tolak ukur keberhasilan. Sebelum pembentukan karang taruna, dilakukan pembekalan yang dikemas dalam kegiatan pelatihan organisasi dan pendampingan pembuatan program kerja. Penentuan keberhasilan pemberdayaan ini didukung oleh hasil wawancara yang dilakukan kepada orang yang terlibat dalam pembentukan karang taruna. Hasil wawancara menunjukkan peningkatan aktivitas pemuda RT setempat dan harapan kepada Karang Taruna untuk terus berkembang. Perkembangan aktivitas harus terus dilakukan untuk memantau kegiatan Karang Taruna. Kata kunci: pemberdayaan pemuda; karang taruna; organisasi. ABSTRACTYouth empowerment has been carried out in RT 01 RW 01 Perbon Village, Tuban Regency. Empowerment was carried out by students of the East Java "Veteran" National Development University Faculty of Engineering who are members of the Matching Fund program. Empowerment activities are carried out in the form of forming an organizational platform for local youth. The absence of an organizational platform for youth in the local environment is a problem that must be addressed. Through this empowerment in the form of service activities will be able to answer problems to empower local youth. The method used is the search for problems in the surrounding environment which is carried out directly, problem analysis is carried out to determine solutions that will answer the problems, implementation of activities that lead to the formation of youth organizations, and evaluation activities to evaluate success benchmarks. Prior to the formation of youth organizations, training was carried out which was packaged in organizational training activities and assistance in making work programs. Determining the success of this empowerment is supported by the results of interviews conducted with people involved in the formation of youth organizations. The results of the interviews showed an increase in the activity of the local RT youth and hopes for Karang Taruna to continue to develop. Activity development must continue to be carried out to monitor Karang Taruna activities. Keywords: youth empowerment; youth organization; organization.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DERIVATIVE DARI SUSU SAPI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA BOCEK, KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Sani Sani; AR Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha; Aldy Cahya Putra; Jouvita Rosanti; Bimantara Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.12132

Abstract

ABSTRAKTujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang teknologi pengolahan susu sapi menjadi produk turunan yang berpotensi untuk dikembangkan serta pendampingan dalam pembuatan produk derivative susu sapi yaitu yoghurt, . Kegiatan ini dilakukan pada Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode pelatihan pembuatan yoghurt dilakukan dengan pemberian penyuluhan,sosialisasi dan demonstrasi pembuatan yoghurt. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan sangat sederhana yaitu melalui proses pasteurisasi susu sapi dan fermentasi menggunakan starter yaitu Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menganalisis produk yoghurt yang dihasilkan dari segi visual dan rasa. Untuk mengetahui keberhasilan program, setelah kegiatan dilakukan evaluasi dengan tanya jawab bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek. Selain itu, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek juga mencoba melakukan praktek secara langsung dengan membuat yoghurt berbagai varian rasa. Hal ini menunjukkan keberhasilan program, dimana ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek mampu membuat produk derivative susu sapi yaitu yoghurt. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan waktu pelaksanaan program yang cukup singkat. Kesimpulannya, dengan adanya pelatihan ini, berdampak baik pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek dalam membuat yoghurt. Produk ini bisa dijual baik secara langsung maupun e-commerce yang dapat meningkatkan perekonomian Desa Bocek. Kata kunci: produk derivative; susu sapi; yoghurt; desa bocek ABSTRACTThe purpose of this community service program is to provide information and knowledge about the technology for processing cow's milk into derivative products that have the potential to be developed as well as training in produce yogurt, for PKK and Karang Taruna Bocek and also to provide information. This activity was carried out for PKK and Karang Taruna in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The Yogurt Making Training Method is carried out by providing counseling, outreach, and demonstrations on making yogurt. Making yogurt is very simple, through pasteurizing cow's milk and fermentation using a starter. Evaluation of activities is carried out by analyzing the yogurt products produced, seeing the results of fermented yogurt produced from a visual and taste point of view. To find out the success of the program, after the activity an evaluation was carried out with a question and answer session with PKK and Karang Taruna in Bocek. Apart from that, after this activity, PKK and Karang Taruna in Bocek also tried to practice directly by making yogurt with various flavors. This shows the success of the program, where PKK  and Karang Taruna in Bocek were able to make a cow's milk derivative product, yogurt. This training activity is to the needs of the community, with a relatively short program implementation time. In conclusion, this training had a good impact on increasing the knowledge and skills of PKK and Karang Taruna women in Bocek village in making yogurt. This product can be sold both directly and via e-commerce which can improve the economy of Bocek. Keywords: derivative products; cow's milk; yogurt; bocek village.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOENZIM SEBAGAI TRANSFORMASI KULIT BUAH MENJADI DISINFEKTAN CERDAS DI KECAMATAN SUMBERASIH, PROBOLINGGO Nur Aini Fauziyah; Reva Edra Nugraha; Ar Yelvia Sunarti; Sakinah Sakinah; Ayunda Wulan Permatasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17079

Abstract

ABSTRAKPelatihan pembuatan ecoenzim sebagai transformasi kulit buah menjadi disinfektan cerdas di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memproduksi ecoenzim sebagai alternatif disinfektan yang ramah lingkungan. Ecoenzim ini dihasilkan melalui proses fermentasi kulit buah yang tidak terpakai, sehingga dapat mengurangi limbah organik dan membantu dalam upaya pengolahan limbah. Pelatihan ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang diikuti oleh empat puluh warga. Selain itu, pemahaman tentang prinsip-prinsip penggunaan ecoenzim sebagai disinfektan dalam berbagai situasi, seperti di rumah tangga, tempat kerja, dan lingkungan umum juga diberikan. Berdasarkan angket yang diberikan, peningkatan pemahaman warga terhadap pengolahan sampah organik terutama kulit buah sebagai ecoenzim meningkat sebesar 75%. Peningkatan ini cukup baik dan diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, warga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengurangi limbah organik, menghasilkan produk yang ramah lingkungan, dan mempromosikan kebersihan dan kesehatan (Hygiene) di masyarakat Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Kata kunci: ecoenzim; limbah kulit buah; organic. ABSTRACTTraining on making ecoenzymes as the transformation of fruit peel into a smart disinfectant in Sumberasih District, Probolinggo, aims to provide knowledge and skills to participants in producing ecoenzymes as an environmentally friendly alternative disinfectant. This ecoenzyme is produced through the fermentation process of unused fruit peels, so it can reduce organic waste and help in waste processing efforts. This training was carried out through counseling and demonstration activities which were attended by fourty residents. In addition, an understanding of the principles of using ecoenzymes as disinfectants in various situations, such as in households, workplaces and general environments is also provided. Based on the questionnaire given, the increase in residents' understanding of the processing of organic waste, especially fruit peels as ecoenzymes, increased by 75%. This improvement is quite good and it is hoped that after participating in this training, residents can apply the knowledge and skills gained to reduce organic waste, produce environmentally friendly products, and promote cleanliness and health in the community of Sumberasih District, Probolinggo. Keywords: ecoenzyme; fruit peel waste; organic.
The Utilization of Lapindo Mud Waste for Aluminium Sulfate Production Lucky Indrati Utami; Tahan Simamora Rizaldi; Kindriari Nurma Wahyusi; Reva Edra Nugraha
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 2 No. 2 (2021): IJEISE
Publisher : International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Lapindo mudflow disaster in East Java Province, or also known as LUSI (LUmpur “mud”-SIdoarjo) has become spectacular longest ongoing disaster in recent memory since 2006. The utilization of volcanic Lapindo mud could be the promising solution to prevent further environmental damage. The chemical composition of Lapindo mud contained of 44.1% SiO2, 23.7% Fe2O3, 13% Al2O3, 7.02% CaO, 5.35% MoO3, 2.53% K2O, 1.84% TiO2 and 0.7% Na2O. Aluminium sulfate (Al2(SO4)3) or “alum” have been widely used as coagulation compound in water treatment, paper and textiles industry. Aluminium sulfate can be synthesized from aluminium oxide (Al2O3) from Lapindo mud with acidic solutions (H2SO4). The aim of this work was to synthesize aluminum sulfate from Lapindo mud by using extraction process. The impact of H2SO4 concentration and heating time to the production of aluminium sulfate have been investigated. The results showed that the aluminium sulfate can be synthesized from Lapindo mud by using H2SO4. Based on XRF analysis, the variation of heating time and H2SO4 concentration affect the aluminium sulfate conversion. The increasing of heating time and H2SO4 concentration directly enhance the conversion until reach the optimum condition. The optimum condition for aluminium sulfate synthesis from Lapindo mud (75.78% conversion) was found to be 90 min for heating time with H2SO4 concentration of 80%.
Mass Balance Analysis of Bioethanol Production from Petai Peel (Parkia speciosa) through Enzymatic Process Erwan Adi Saputro; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Nerissa Arviana; Luckyana Aini; A.R Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 2 No. 2 (2021): IJEISE
Publisher : International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The consumption of fuel for transportation is increasing during the last decade. Bioethanol is one of the renewable energy has a good opportunity to be applied when the lack of fossil fuel. Bioethanol is derived from the lignocellulose substance through a fermentation process. In this research, the lignocellulose came from the petai peel (Parkia speciosa). The peel was hydrolyzed using an enzyme and continuously fermented for 5 days. The aim of this research is to analyst the mass balance of the bioethanol production from petai peel (Parkia speciosa) through the enzymatic process. The enzyme used in this research are alfa amylase (10 ml) and glucoamylase (10 ml), also Saccharomyces cerevisiae used in the fermentation process. The result shows that the initial material of petai peel was 57 grams will produce bioethanol around 14 grams.
Pembuatan Abon dari Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Sebagai Inovasi Olahan Pangan di Kelurahan Lumpur Hayu Nirmala, Cipta Tungga; Nugraha, Reva Edra; Wicaksono, Akhmad Permadi; Wardhani, Diana Silvia Rahma; Arifin, Ahmad Zaenal; Afandi, Fadila Ardiansyah; Salshabila, Kirana Aurelia; Najmi, Naufal Fikri; Fadhilah, Rahadyan Itsar; Reswara, Rasendriya Putra; Zhafarina, Safira Cecilia
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v2i2.8666

Abstract

Abon merupakan salah satu olahan makanan yang berbahan dasar dari daging sapi, maupun daging ikan. Abon ini berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Bali. Langkah utama membuat abon yaitu pencucian, perebusan, peremahan, dan penggorengan, Salah satu bahan yang dapat dijadikan abon yakni daging ikan tongkol. Salah satu jenis ikan tuna yang hidup di dasar laut yakni ikan tongkol. Ikan tongkol mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi sehingga cocok untuk dijadikan oalahan makanan. Di Kelurahan Lumpur ini, ikan tongkol dijual secara mentah atau belum diolah menjadi olahan makanan. Oleh karena itu dikakukan sosialisasi pembuatan abon bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada pada daging sehingga dapat memperlama waktu simpan dan meningkatkan nilai jual ikan tongkol. Adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkannya menjadi usaha skala rumahan untuk meningkatkan perekonomian di Kelurahan Lumpur.
Preparation of a hollow fiber membrane made of antifouling PVDF/Zeolit using the dip-coating technique Mumtazah, Zuhriah; Adinda Yufriza; Husna Wardati; Ditta Kharisma Yolanda Putri; Meta Fitri Rizkiana; Reva Edra Nugraha
Journal of Biobased Chemicals Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Biobased Chemicals
Publisher : Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jobc.v3i1.279

Abstract

The practical technique for membrane modification is dip coating. This study coats a PVDF hollow fiber membrane-based composite with a coating of zeolite. The composite is made of a polyvinylidene fluoride (PVDF) membrane. During water filtering, the separation capabilities and propensities of composite membranes for organic impurities were examined. Fourier-transform infrared spectroscopy analysis of the findings demonstrated that the Zeolite coating was successfully deposited on the PVDF membrane. The flux recovery ratio increases from 69% to 80% while the relative flux drop decreases from 63% to 50%. A composite PVDF membrane dip-coating of Zeolite with a GA and H2SO4 ratio of 1:2 is needed to remove about 75% of humic compounds from effluent. The results of this study show that the addition of Zeolite with a GA and H2SO4 layer can greatly improve the hydrophilicity, selectivity, and anti-organic fouling of the PVDF hollow fiber membrane.
Characterization and Kinetic Study of Methylene Blue Photocatalytic on ZnO/ZSM-5 Tehubijuluw, Hellna; Souhoka, Fensia Analda; Kusumawati, Yuly; Prasetyoko, Didik; Subagyo, Riki; Nugraha, Reva Edra; Jalil, Aishah Abdul
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 11 No 2 (2023): Edition for September 2023
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598//ijcr.2023.11-hln

Abstract

Photodegradation of organic pollutants depends significantly on the structure of metal oxide-based semiconductor photocatalysts. ZnO/ZSM-5 has shown the potential to significantly improve its photocatalytic efficiency for removing waterborne pollutants. ZnO/ZSM-5 has been reported to be an active catalyst for degrading methylene blue. These methods commonly involve various catalytic reactions, with the Langmuir-Hinshelwood process being used to describe the reaction kinetics. A kinetic study on the photocatalytic degradation of methylene blue using ZnO/ZSM-5 was conducted under UV-LED lamp irradiation. ZnO/ZSM-5 was characterized using XRD, SEM, and N2 adsorption-desorption, and it was prepared via the impregnation method. The interaction between ZnO/ZSM-5 and methylene blue solutions over a period of 30 to 180 minutes was monitored using a UV-Vis spectrophotometer. The photocatalytic degradation of methylene blue followed first-order rate kinetics. The Langmuir-Hinshelwood (L-H) kinetic analysis revealed that the photocatalytic reaction constant (kc) was 4.207 L.mg-1. menit-1, and the Langmuir-Hinshelwood constant (K) was 261.509 L.mg-1.
Sintesis dan Karakterisasi Al-MCM-41 dari Kaolin Bangka Belitung sebagai Sumber Silika dan Alumina Nurfauzi, Muchamad Lutfi; Susianto, Mordekhai Yosep; Perwitasari, Dyah Suci; Nugraha, Reva Edra; Aziz, Abdul; Jovita, Stella; Utami, Diana Inas; Damayanti, Nabilla
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2024.011.02.5

Abstract

ABSTRAK Al-MCM-41 adalah material padatan berpori yang tersusun dari silika amorf, memiliki struktur membentuk susunan heksagonal dengan ukuran pori antara 2-50 nm, sehingga dikategorikan sebagai material mesopori. Dalam pembuatan Al-MCM-41 membutuhkan sumber silika dan alumina yang tinggi sebagai bahan pembuatannya, sehingga dibutuhkan bahan yang kaya akan kedua senyawa tersebut sebagai bahan alternatif dalam pembuatan Al-MCM-41. Rumus formula kaolin adalah Al4(Si4O10)(OH)8 dengan komponen mineral utamanya  adalah SiO2  dan Al2O3 Kaolin yang digunakan berasal dari bangka belitung dengan kandungan SiO2 sebesar 61% dan Al2O3 sebesar 31%, kandungan SiO2 dan Al2O3 yang cukup tinggi dimanfaatkan sebagai bahan pada sintesis material aluminosilikat seperti Al-MCM-41. Sintesis Al-MCM-41 dari kaolin dilakukan dengan metode hidrotermal. pH yang digunakan sebesar 10, dengan suhu 80°C selama 12 jam pada proses hidrotermalnya. Al-MCM-41 hasil sintesis dianalisa menggunakan XRD dan FTIR dimana pada analisa XRD sudut pendek menunjukkan 3 puncak pada 2θ= 2.237°, 3.921°, 4.449° dan XRD sudut panjang pada 2θ= 21.449°. Analisa FTIR untuk Al-MCM-41 menunjukkan pita serapan pada bilangan gelombang 436.49; 802.47; 1146.41; 1630.61; 3389.79 cm-1. Kata kunci: Al-MCM-41, hidrotermal, lempung, mesopori, pH ABSTRACT  Al-MCM-41 is a porous solid material composed of amorphous silica, has a structure forming a hexagonal array with a pore size between 2-50 nm, so it is categorized as a mesoporous material. The manufacture of Al-MCM-41 requires a high source of silica and alumina as materials, so materials rich in both compounds are needed as the development of materials used in the manufacture of Al-MCM-41. Kaolin (Al4(Si4O10)(OH)8) is a white clay mineral, the main minerals are SiO2 and Al2O3. The kaolin used comes from bangka belitung with a SiO2 content of 61% and Al2O3 of 31%, the high content of SiO2 and Al2O3 is utilized as an ingredient in the synthesis of aluminosilicate materials such as Al-MCM-41. The synthesis of Al-MCM-41 from kaolin was carried out by hydrothermal method. The pH used was 10, with a temperature of 80°C for 12 hours in the hydrothermal process. The synthesized Al-MCM-41 was analyzed using XRD and FTIR where the short angle XRD analysis showed 3 peaks at 2θ = 2.237°, 3.921°, 4.449° and long angle XRD at 2θ = 21.449°. FTIR analysis for Al-MCM-41 showed absorption bands at wave numbers 436.49; 802.47; 1146.41; 1630.61; 3389.79 cm-1. Keywords: Al-MCM-41, clay, hydrothermal, kaolin, mesopore, pH 
Co-Authors A.R Yelvia Sunarti Abdul Aziz Abdullah, Affan Zein Adinda Yufriza Afandi, Fadila Ardiansyah Aishah Abdul Jalil Aldy Cahya Putra Amelia Putri AR Yelvia Sunarti Ardika Nurmawati, Ardika Arifin, Ahmad Zaenal Awanda Winar Fitriana Ayunda Wulan Ayunda Wulan Permatasari Azaria, Atha Nur Bekti Nugrahadi Bimantara Hidayah Damayanti, Nabilla Didik Prasetyoko Ditta Kharisma Yolanda Putri Dona Avrilia Kristanti Dyah Suci Perwitasari Erwan Adi Saputro Euis Nurul Hidayah Fadhila, Dheytra Akhnaz Namira Fadhilah, Rahadyan Itsar Fensia Analda Souhoka Firza Ramadhan Guardiola Rosa Wira Hamzah Fansuri Handi Ramadhan Hayu Nirmala, Cipta Tungga Hellna Tehubijuluw Hellna Tehubijuluw Husna Wardati Ima Putriana Isna Nugraha Jouvita Rosanti Jovita, Stella Kindriari Nurma Wahyusi Kusuma Wardhani Mas’udah Kusumawati, Yuly Lucky Indrati Utami Lucky Indrati Utami Luckyana Aini Luckyana Aini Mei Syella Kurnia Putri Cahyo Mei Syella Kurnia Putri Cahyo Meta Fitri Rizkiana Moch. Harits Pradana Misbach Mohammad Iqbal Mohammad Iqbal Muhammad Abdus Salam Jawwad Muhammad Hakam Najmi, Naufal Fikri Nandini, Atika Nerissa Arviana Nerissa Arviana Nugroho, Sutra Amelia Nur Aini Fauziyah Nuraffandy, Achmad Naufal Nurfauzi, Muchamad Lutfi Nurhediana, Silvana Dwi Putri, Alisyah Ananda Qonita Awliya Hanif Ratna Yulistiani Restu Hikmah Ayu Murti Reswara, Rasendriya Putra Riesnawa, Yurdien Dellan Sakinah Sakinah Salshabila, Kirana Aurelia Sani Sholeha, Novia Amalia Silvana Dwi Nurherdiana Sintha Soraya Santi SRIE MULJANI Subagyo, Riki Sunarti, A.R Yelvia Susianto, Mordekhai Yosep Syuaibatul Islamiyah Tahan Simamora Rizaldi Tahan Simamora Rizaldi Tasya Ambar Aimia Utama, Shanita Agitiya Utami, Diana Inas Wahyu Arif Dharmawan Wahyudi, Bambang Wardhani, Diana Silvia Rahma Wicaksono, Akhmad Permadi Witri Wahyu Lestari Yogaswara, Rachmad Ramadhan Zhafarina, Safira Cecilia Zuhriah Mumtazah