Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Studi Kinetika Adsorpsi Limbah Zat Warna Metilen Biru Menggunakan Grafen Oksida dari Karbon Limbah Baterai Fadhila, Dheytra Akhnaz Namira; Nugroho, Sutra Amelia; Perwitasari, Dyah Suci; Nugraha, Reva Edra; Aziz, Abdul; Jovita, Stella; Utami, Diana Inas; Damayanti, Nabilla
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2024.011.02.4

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri tekstil menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah zat warna ke lingkungan yang berdampak pencemaran terhadap sumber air. Hal ini dikarenakan melalui hasil pengamatan langsung di lapangan kondisi air limbah yang dibuang masih berwarna pekat dan berbau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika adsorpsi zat warna metilen biru menggunakan adsorben grafen oksida yang disintesis dari limbah baterai. Metode hummer digunakan dalam sintesis grafen oksida melalui penambahan asam sulfat. Studi kinetika adsorpsi dilakukan pada konsentrasi metilen biru 10-50 ppm serta variasi waktu adsorpsi 5-25 menit. Kondisi optimum diperoleh pada pada konsentrasi metilen biru 30 ppm dengan waktu 25 menit. Mekanisme adsorpsi yang terjadi mengikuti model Langmuir nilai R2 sebesar 0.92522 dengan nilai Qm= 99.1 mg.g-1 dan nilai K=0.325. Kata kunci: adsorpsi, graphene oxide, jurnal, teknik lingkungan ABSTRACT  The development of the textile industry is one of the main sources of dye waste I the environment, which means that the discharged wastewater is still concentrated and smelly when observed directly on the ground, thus contributing to water pollution. The aim of this study is to determine the relationship between the concentration of methylene blue dye and the adsorption time and to determine the adsorption isotherm. For the synhesis of graphene oxide, the hummer’s method was used where graphite wes recombined with H2SO4 sulfuric acid and the adsorbed solution was measured using UV-Vis spectrophotometer. Graphene oxide acted as an adsorbent by adsorbing methylene blue and the result showed that he optimum time and concetration was acheieved at a 30 ppm and 25 minutes.  The adsorption mechanism aligns with the Langmuir model, demonstrated by an R2 value of 0.92522, a Qm value of 99.1 mg.g-1, and a K value of 0.325. Keywords: adsorption, environmental engineering, graphene oxide, journal  
SINTESIS KATALIS Fe-ZSM-5 MELALUI VARIASI PREKURSOR DAN METODE PREPARASI Santi, Sintha Soraya; Utama, Shanita Agitiya; Nuraffandy, Achmad Naufal; Nugraha, Reva Edra; Wahyudi, Bambang; Nurhediana, Silvana Dwi
Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3784

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat katalis besi (Fe) pendukung ZSM-5 yang disintesis dengan berbagai metode yaitu impregnasi (IG) dan solid state ion exchange (SSIE) dan variasi prekursor Na-ZSM-5, NH4-ZSM-5 dan H-ZSM-5. Bubuk katalis yang diperoleh dikarakterisasi dengan analisis dasar x-ray diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Hasil XRD memperlihatkan adanya perbedaan precursor menghasilkan perbedaan kristalinitas tetapi tidak menunjukkan pergeseran puncak. Puncak difraksi yang dihasilkan sesuai dengan standar ZSM-5 pada 2θ = 7,8°, 8,7°, 23,0°, & 24,0°. Penerapan perbedaan metode sintesis menghasilkan pergeseran puncak difraksi yang menunjukkan adanya perubahan ukuran partikel. Hasil identifikasi secara mikroskopis menunjukkan ZSM-5 termodifikasi logam Fe pada kedua metode terdapat aglomerasi partikel berbentuk struktur prismatik dan memiliki struktur yang lebih rapat dengan ukuran panjang rata-rata yang berbeda yaitu pada Fe-Na-ZSM5 (IG) sebesar 968nm, dan Fe-NH4-ZSM-5 (IG) sebesar 799nm. Hasil identifikasi distribusi unsur Fe pada pendukung ZSM-5 menunjukkan bahwa prekursor dengan kation NH4 pada ZSM-5 memiliki kandungan Si lebih tinggi dibandingkan dengan ZSM-5 berkation Na. Keberadaan logam Fe pada ZSM-5 menunjukkan persentase yang sangat rendah yaitu 0,26% pada Na-ZSM-5 (IG), 0,27% pada NH4-ZSM-5 (IG), 1,21% pada Na-ZSM-5 (SI), 0,81% pada NH4-ZSM-5 (SI). Hasil yang diperoleh dapat menjadi informasi dasar dalam penentuan jenis prekursor awal antara Na-ZSM-5, NH4-ZSM-5 dan H-ZSM-5 serta metode preparasi yang tepat untuk menghasilkan interkoneksi dan penyebaran logam merata dalam mencapai material Fe-ZSM-5. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3784
Development of Silica-based Materials from Natural Sources as A Green Catalyst for Biofuel Production Nugraha, Reva Edra; Aziz, Abdul; Sunarti, A.R Yelvia; Nurherdiana, Silvana Dwi; Mumtazah, Zuhriah; Sholeha, Novia Amalia; Nurmawati, Ardika; Islamiyah, Syuaibatul; Nandini, Atika; Saputro, Erwan Adi
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 13, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.13.3.40369

Abstract

Mesoporous silica is a versatile material characterized by its highly ordered nanoporous structure with pore diameters ranging from 2 to 50 nanometers. This unique structure provides a large surface area and volume, making mesoporous silica an excellent candidate for various applications in adsorption, drug delivery, catalysis, and environmental remediation. Mesoporous silica can be synthesized using commercial or natural silica precursors such as mineral clay and other natural sources. Promising alternative sources of silica for synthesizing mesoporous materials encompass a range of materials, including various clay minerals such as kaolin, rectorite, halloysite, montmorillonite, sepiolite, hectorite, bentonite, talc, muscovite, paragonite, palygorskite, and chlorite. Other natural sources like beach sand, geothermal sludge, and sepiolite also show significant potential for mesoporous material synthesis. However, these sources have not been extensively explored and warrant further investigation in the field. The mesoporous silica from natural sources has been widely used as a catalyst for biofuel production via hydrocracking, catalytic cracking, and deoxygenation reactions
Sintesis dan Karakterisasi Al-MCM-41 dari Kaolin: Pengaruh Konsentrasi HCl terhadap Struktur dan Kapasitas Adsorpsi Iodin Abdullah, Affan Zein; Putri, Alisyah Ananda; Muljani, Srie; Nugraha, Reva Edra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-MCM-41 can be synthesized using kaolin from Bangka Belitung without requiring additional sources of silica or aluminum. The process begins with calcination of kaolin to produce metakaolin, followed by HCl treatment for dealumination, which helps remove impurities and excess alumina. This step is crucial to achieve the optimal SiO₂/Al₂O₃ mole ratio, making the material effective as an adsorbent or catalyst. The hydrothermal process enhances silica polymerization and pore formation due to the strong electrostatic interactions between CTAB and silicate anions, increasing the pore size. The mesoporous structure and SiO₂/Al₂O₃ ratio of Al-MCM-41 are influenced by the CTAB concentration and the extent of dealumination through HCl treatment. In this synthesis, CTAB acts as a structure-directing agent, forming the hexagonal mesoporous framework, while HCl concentration regulates the removal of alumina from kaolin. To optimize the process, HCl concentrations of 2M, 4M, and 6M were tested to evaluate the extent of alumina and impurity removal. The 6M HCl treatment produced a SiO₂/Al₂O₃ ratio of 25.359, which aligns with the commercial Al-MCM-41 standard from ACS Material. Additionally, the iodine adsorption test demonstrated significantly higher adsorption capacity (653.14 mg/g) for Al-MCM-41 compared to kaolin (76.2 mg/g).
Penguatan ekonomi hijau di wilayah Kelurahan Pucangsewu, Gubeng, Surabaya melalui pendayagunaan teknologi akuaponik Nur Aini Fauziyah; Reva Edra Nugraha; Primasari Cahya Wardhani; Euis Nurul Hidayah; Ima Putriana; Ayunda Wulan; Amelia Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27169

Abstract

Abstrak Pelatihan pembuatan akuaponik ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam budidaya akuaponik sebagai implementasi ekonomi hijau (SDG’s 8) di Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya, dengan melibatkan peserta dari karang taruna dan ibu-ibu PKK sejumlah 35 orang. Metode pelatihan meliputi pemaparan teori mengenai konsep akuaponik, demonstrasi pembuatan sistem akuaponik, serta praktek langsung oleh peserta. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang baik tentang prinsip dasar akuaponik dan mampu membuat sistem akuaponik sederhana secara mandiri dari ember. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian perkotaan yang ramah lingkungan (urban farming). Kata kunci: akuaponik; ekonomi hijau; pelatihan; urban farming. Abstract This aquaponics training was carried out with the aim of improving community skills in aquaponics cultivation as an implementation of the green economy (SDG's 8) in Pucangsewu Village, Gubeng District, Surabaya, by involving participants from Karang Taruna and PKK mothers (35 peoples). The training method includes theoretical explanations regarding the concept of aquaponics, demonstrations of making aquaponics systems, and direct practice by participants. The results of this training showed that participants gained a good understanding of the basic principles of aquaponics and were able to make a simple aquaponics system independently from a bucket. In addition, this activity also increased public awareness of the importance of utilizing narrow land for environmentally friendly urban farming. Keywords: aquaponics; green economy; training; urban farming.
Synthesis and Characterization of Silica from Lapindo Mud Waste with Acid and Base Solvents Riesnawa, Yurdien Dellan; Azaria, Atha Nur; Reva Edra Nugraha
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapindo mud is a geological waste product resulting from the mud eruption in Sidoarjo, East Java, Indonesia, which continues to raise environmental concerns. However, this material has considerable potential due to its high silica (SiO2) content. This study evaluates the effectiveness of acid leaching and alkaline precipitation methods for extracting silica from Lapindo mud and investigates the properties of the resulting silica. Acid leaching was conducted using HCl (4, 8, and 10 M), while alkaline treatment employed NaOH (2, 6, 8, 10, and 12 M) and KOH (8, 10, and 12 M). The results showed that acid leaching is effective in removing metallic impurities without dissolving the silica framework, resulting in only a limited increase in SiO2 content from 54% to 57%. On other hand, silica purity was greatly increased by precipitation using a base solvent; the maximum SiO2 content was achieved at 97.5% with 10M NaOH. Nitrogen adsorption-desorption analysis shows that the precipitated silica had mesoporous properties with a type IV isotherm and an average pore size of 20.60 nm, while XRD analysis verifies the conversion of crystalline silica into amorphous silica. Thus, the most efficient technique for generating high-quality silica from Lapindo mud waste is alkaline precipitation with 10M NaOH
Co-Authors A.R Yelvia Sunarti Abdul Aziz Abdullah, Affan Zein Adinda Yufriza Afandi, Fadila Ardiansyah Aishah Abdul Jalil Aldy Cahya Putra Amelia Putri AR Yelvia Sunarti Ardika Nurmawati, Ardika Arifin, Ahmad Zaenal Awanda Winar Fitriana Ayunda Wulan Ayunda Wulan Permatasari Azaria, Atha Nur Bekti Nugrahadi Bimantara Hidayah Damayanti, Nabilla Didik Prasetyoko Ditta Kharisma Yolanda Putri Dona Avrilia Kristanti Dyah Suci Perwitasari Erwan Adi Saputro Euis Nurul Hidayah Fadhila, Dheytra Akhnaz Namira Fadhilah, Rahadyan Itsar Fensia Analda Souhoka Firza Ramadhan Guardiola Rosa Wira Hamzah Fansuri Handi Ramadhan Hayu Nirmala, Cipta Tungga Hellna Tehubijuluw Hellna Tehubijuluw Husna Wardati Ima Putriana Isna Nugraha Jouvita Rosanti Jovita, Stella Kindriari Nurma Wahyusi Kusuma Wardhani Mas’udah Kusumawati, Yuly Lucky Indrati Utami Lucky Indrati Utami Luckyana Aini Luckyana Aini Mei Syella Kurnia Putri Cahyo Mei Syella Kurnia Putri Cahyo Meta Fitri Rizkiana Moch. Harits Pradana Misbach Mohammad Iqbal Mohammad Iqbal Muhammad Abdus Salam Jawwad Muhammad Hakam Najmi, Naufal Fikri Nandini, Atika Nerissa Arviana Nerissa Arviana Nugroho, Sutra Amelia Nur Aini Fauziyah Nuraffandy, Achmad Naufal Nurfauzi, Muchamad Lutfi Nurhediana, Silvana Dwi Putri, Alisyah Ananda Qonita Awliya Hanif Ratna Yulistiani Restu Hikmah Ayu Murti Reswara, Rasendriya Putra Riesnawa, Yurdien Dellan Sakinah Sakinah Salshabila, Kirana Aurelia Sani Sholeha, Novia Amalia Silvana Dwi Nurherdiana Sintha Soraya Santi SRIE MULJANI Subagyo, Riki Sunarti, A.R Yelvia Susianto, Mordekhai Yosep Syuaibatul Islamiyah Tahan Simamora Rizaldi Tahan Simamora Rizaldi Tasya Ambar Aimia Utama, Shanita Agitiya Utami, Diana Inas Wahyu Arif Dharmawan Wahyudi, Bambang Wardhani, Diana Silvia Rahma Wicaksono, Akhmad Permadi Witri Wahyu Lestari Yogaswara, Rachmad Ramadhan Zhafarina, Safira Cecilia Zuhriah Mumtazah